{"id":7192,"date":"2020-03-16T08:58:00","date_gmt":"2020-03-16T01:58:00","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=7192"},"modified":"2023-12-13T07:39:21","modified_gmt":"2023-12-13T00:39:21","slug":"kebijakan-moneter-untuk-krisis-ekonomi-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/kebijakan-moneter-untuk-krisis-ekonomi-di-indonesia","title":{"rendered":"Kebijakan Moneter untuk Krisis Ekonomi di Indonesia | Ekonomi Kelas 11"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Ekonomi_11.jpg\" alt=\"Ekonomi_11.jpg\" width=\"821\" height=\"410\" style=\"display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\"><br \/><\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sejak <strong><a href=\"\/72-tahun-kemerdekaan-indonesia-bagaimana-di-antara-lainnya\">72 tahun lalu<\/a><\/strong>, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Indonesia telah mengalami jatuh-bangun perekonomian dari masa ke masa. Apakah kamu memerhatikannya? Nah, saat mengalami keterpurukan, biasanya disebut dengan krisis ekonomi. Tahun 1998 lalu, bahkan Indonesia pernah mengalami krisis ekonomi yang parah, <i><span style=\"font-weight: 400;\">lho<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Apakah kamu tahu tentang hal itu? Tentu saja, harus ada langkah yang dilakukan oleh pemerintah untuk menyelamatkan. Salah satunya dengan cara memperbaiki kebijakan moneter. Apa itu? Pelajari lebih lanjut, yuk!<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000; line-height: 1em;\">.<\/span><\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #2eb5c0;\"><strong><span style=\"background-color: transparent;\">1. Masa Demokrasi Terpimpin (1945-1950)<\/span><\/strong><\/span><\/h2>\n<div justify=\"\" style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saat awal merdeka, Indonesia mengalami inflasi (kenaikan harga barang) yang sangat tinggi karena kondisi<a href=\"https:\/\/blog.ruangguru.com\/tujuan-dikeluarkan-uang-rupiah-cetakan-baru\"> <strong>mata uang<\/strong><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> tidak terkendali. Salah satu faktor penyebabnya yaitu belum adanya mata uang tunggal yang berlaku. Saat itu, terdapat tiga mata uang yang dipakai, sehingga menyebabkan jumlah uang beredar menjadi banyak dan akhirnya terjadi inflasi.<\/span><\/span><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><\/span><\/span><br \/><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><\/span><\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa kebijakan moneter diterapkan untuk menanggulangi krisis ini, di antaranya dengan melakukan kegiatan diplomasi beras ke India dan membentuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">planning board <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">untuk penanggulangan inflasi. Selain itu, diterbitkan pula ORI (Oeang Republik Indonesia) agar hanya ada satu mata uang resmi, dan penetapan Kasimo Plan sebagai upaya swasembada pangan.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"color: #2eb5c0;\"><strong>2. Masa Demokrasi Liberal (1950-1957)<\/strong><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada masa ini, ekonomi diserahkan kepada rakyat yang belum lama merdeka dan masih lemah ekonominya. Usaha-usaha kecil banyak yang mati karena tidak mampu bersaing. Upaya yang diambil untuk menanggulanginya antara lain: penetapan Gunting Syafruddin untuk memotong nilai uang NICA dan de Javasche Bank menjadi setengahnya saja yang berlaku.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada saat itu pecahan Rp5 ke atas digunting menjadi dua bagian. Guntingan bagian kiri berlaku sebagai alat pembayaran yang sah dengan nilai setengah dari nilai semula, sedangkan bagian kanan tidak berlaku sebagai alat pembayaran. Selain itu pemerintah juga melakukan Nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia, dan penetapan sistem ekonomi Ali Baba untuk membangun kerjasama antara pengusaha asing dan pengusaha lokal. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/ECO.png\" alt=\"Kebijakan gunting\" title=\"ECO.png\" caption=\"false\" data-constrained=\"true\" style=\"width: 500px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\" width=\"500\"><\/span><\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"color: #2eb5c0;\"><strong>3. Masa Demokrasi Terpimpin (1959-1967)<\/strong><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masa inflasi terus terjadi hingga masa Demokrasi Terpimpin. Sejak dekrit presiden 5 Juli 1959, berbagai upaya terus dilakukan untuk menekan inflasi, namun upaya ini belum berhasil. Salah satunya adalah upaya devaluasi nilai rupiah. Apakah itu? Devaluasi adalah penurunan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing. Pada saat itu rupiah didevaluasi dari 1 USD = Rp11.40 menjadi 1 USD = Rp45.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, pemerintah juga menerapkan kebijakan sanering yang merupakan upaya pembatasan daya beli masyarakat, dengan cara memotong nilai uang tanpa menurunkan harga komoditas di pasar. Contohnya, pemerintah Indonesia melakukan sanering dari Rp4.000,00 menjadi Rp400,00. Namun, harga gula tetap sebesar Rp4.000,00\/kg dengan kata lain hal ini membatasi kemampuan masyarakat untuk membeli suatu barang. Pada saat itu, ekspektasi dan realita devaluasi tidak berjalan sesuai dengan rencana pemerintah, sehingga memperparah inflasi yang ada.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/ECO1.png\" alt=\"Sanering\" style=\"display: block; margin-left: auto; margin-right: auto; width: 500px;\" title=\"ECO1.png\" caption=\"false\" data-constrained=\"true\" width=\"500\"><\/span><\/p>\n<h2 style=\"font-size: 20px;\"><span style=\"color: #2eb5c0;\"><strong><strong>4. Masa Demokrasi Pancasila<\/strong><\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada era ini, kebijakan moneter yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia adalah meningkatkan cadangan wajib minimum menjadi 5% yang sebelumnya 3%. Dengan meningkatnya cadangan minimum maka porsi tabungan yang dapat dipinjamkan ke masyarakat akan berkurang. Meningkatnya cadangan wajib minimum dapat memperlambat laju inflasi sehingga jumlah uang beredar mulai dapat berkurang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, supaya lebih jelas lagi, baca rangkuman berikut yuk!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/ECO2.png\" alt=\"Rangkuman\" style=\"display: block; margin-left: auto; margin-right: auto; width: 640px;\" width=\"640\"><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sejauh ini, apakah kamu bisa memahaminya? Kira-kira adakah contoh krisis ekonomi yang pernah terjadi di luar negeri serta upaya penanggulangannya yang kamu tahu? Tulis di kolom komentar yuk! Kalau mau belajar lebih mendalam, langganan saja di <a href=\"https:\/\/ruangguru.onelink.me\/blPk\/eaff0eb9\" rel=\"noopener\" target=\"_blank\"><span style=\"font-weight: bold;\">ruangbelajar<\/span><\/a><\/span><span style=\"font-weight: 400;\">.&nbsp;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/link.ruangguru.com\/blPk\/eaff0eb9\" target=\"_blank\" style=\"text-align: center;\" class=\"rg-cta\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/0ec4a2df-db2e-4ae1-8473-692756dcb684.jpeg\" width=\"822\" height=\"200\" alt=\"IDN CTA Blog ruangbelajar Ruangguru\" \/><\/a><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Referensi<\/strong><br \/>Alam S. 2014. Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas XI. Jakarta: Erlangga<\/p>\n<p>https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Gunting_Syafruddin<\/p>\n<p>https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Sanering_(ekonomi)<\/p>\n<p><em><strong>Artikel diperbarui 14 Desember 2020<\/strong><\/em><br \/><\/span><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sejak 72 tahun lalu, Indonesia telah mengalami jatuh-bangun perekonomian dari masa ke masa. Apakah kamu memerhatikannya? Nah, saat mengalami keterpurukan, biasanya disebut dengan krisis ekonomi. Tahun 1998 lalu, bahkan Indonesia pernah mengalami krisis ekonomi yang parah, lho. Apakah kamu tahu tentang hal itu? Tentu saja, harus ada langkah yang dilakukan oleh pemerintah untuk menyelamatkan. Salah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":82,"featured_media":7192,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Ekonomi_Header%20%283%29.jpg"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1702427961:1"]},"categories":[541,546],"tags":[91,31,37],"class_list":["post-7192","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi","category-ekonomi-sma-kelas-11","tag-ekonomi-xi","tag-kelas-11","tag-sma"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kebijakan Moneter untuk Krisis Ekonomi di Indonesia | Ekonomi Kelas 11<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sejak 72 tahun lalu, Indonesia telah mengalami jatuh-bangun perekonomian dari masa ke masa. Apakah kamu memerhatikannya? Nah, saat mengalami keterpurukan,\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/kebijakan-moneter-untuk-krisis-ekonomi-di-indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kebijakan Moneter untuk Krisis Ekonomi di Indonesia | Ekonomi Kelas 11\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sejak 72 tahun lalu, Indonesia telah mengalami jatuh-bangun perekonomian dari masa ke masa. Apakah kamu memerhatikannya? Nah, saat mengalami keterpurukan,\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/kebijakan-moneter-untuk-krisis-ekonomi-di-indonesia\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-03-16T01:58:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-12-13T00:39:21+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Rabia Edra\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Rabia Edra\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/kebijakan-moneter-untuk-krisis-ekonomi-di-indonesia\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/kebijakan-moneter-untuk-krisis-ekonomi-di-indonesia\",\"name\":\"Kebijakan Moneter untuk Krisis Ekonomi di Indonesia | Ekonomi Kelas 11\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/kebijakan-moneter-untuk-krisis-ekonomi-di-indonesia#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/kebijakan-moneter-untuk-krisis-ekonomi-di-indonesia#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Ekonomi_Header%20%283%29.jpg\",\"datePublished\":\"2020-03-16T01:58:00+00:00\",\"dateModified\":\"2023-12-13T00:39:21+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/a59fae0c4aa8599711a1cba0814c47b3\"},\"description\":\"Sejak 72 tahun lalu, Indonesia telah mengalami jatuh-bangun perekonomian dari masa ke masa. Apakah kamu memerhatikannya? Nah, saat mengalami keterpurukan,\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/kebijakan-moneter-untuk-krisis-ekonomi-di-indonesia#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/kebijakan-moneter-untuk-krisis-ekonomi-di-indonesia\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/kebijakan-moneter-untuk-krisis-ekonomi-di-indonesia#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Ekonomi_Header%20%283%29.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Ekonomi_Header%20%283%29.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/kebijakan-moneter-untuk-krisis-ekonomi-di-indonesia#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kebijakan Moneter untuk Krisis Ekonomi di Indonesia | Ekonomi Kelas 11\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/a59fae0c4aa8599711a1cba0814c47b3\",\"name\":\"Rabia Edra\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Rabia Edra\"},\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/rabia-edra\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kebijakan Moneter untuk Krisis Ekonomi di Indonesia | Ekonomi Kelas 11","description":"Sejak 72 tahun lalu, Indonesia telah mengalami jatuh-bangun perekonomian dari masa ke masa. Apakah kamu memerhatikannya? Nah, saat mengalami keterpurukan,","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/kebijakan-moneter-untuk-krisis-ekonomi-di-indonesia","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kebijakan Moneter untuk Krisis Ekonomi di Indonesia | Ekonomi Kelas 11","og_description":"Sejak 72 tahun lalu, Indonesia telah mengalami jatuh-bangun perekonomian dari masa ke masa. Apakah kamu memerhatikannya? Nah, saat mengalami keterpurukan,","og_url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/kebijakan-moneter-untuk-krisis-ekonomi-di-indonesia","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2020-03-16T01:58:00+00:00","article_modified_time":"2023-12-13T00:39:21+00:00","author":"Rabia Edra","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Rabia Edra","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/kebijakan-moneter-untuk-krisis-ekonomi-di-indonesia","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/kebijakan-moneter-untuk-krisis-ekonomi-di-indonesia","name":"Kebijakan Moneter untuk Krisis Ekonomi di Indonesia | Ekonomi Kelas 11","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/kebijakan-moneter-untuk-krisis-ekonomi-di-indonesia#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/kebijakan-moneter-untuk-krisis-ekonomi-di-indonesia#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Ekonomi_Header%20%283%29.jpg","datePublished":"2020-03-16T01:58:00+00:00","dateModified":"2023-12-13T00:39:21+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/a59fae0c4aa8599711a1cba0814c47b3"},"description":"Sejak 72 tahun lalu, Indonesia telah mengalami jatuh-bangun perekonomian dari masa ke masa. Apakah kamu memerhatikannya? Nah, saat mengalami keterpurukan,","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/kebijakan-moneter-untuk-krisis-ekonomi-di-indonesia#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/kebijakan-moneter-untuk-krisis-ekonomi-di-indonesia"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/kebijakan-moneter-untuk-krisis-ekonomi-di-indonesia#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Ekonomi_Header%20%283%29.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Ekonomi_Header%20%283%29.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/kebijakan-moneter-untuk-krisis-ekonomi-di-indonesia#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kebijakan Moneter untuk Krisis Ekonomi di Indonesia | Ekonomi Kelas 11"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/a59fae0c4aa8599711a1cba0814c47b3","name":"Rabia Edra","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Rabia Edra"},"url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/rabia-edra"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7192","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/82"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7192"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7192\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16055,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7192\/revisions\/16055"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7192"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7192"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7192"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7192"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}