{"id":730,"date":"2026-04-06T08:00:00","date_gmt":"2026-04-06T01:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=730"},"modified":"2026-04-08T14:05:56","modified_gmt":"2026-04-08T07:05:56","slug":"soal-utbk-pengetahuan-umum","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/soal-utbk-pengetahuan-umum","title":{"rendered":"Contoh Soal Pengetahuan &#038; Pemahaman Umum TPS UTBK 2026"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/161e03b6-f76f-4906-9cc5-c2f531facd59.jpg\" alt=\"contoh soal pengetahuan dan pemahaman umum tps utbk\" width=\"820\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Yuk, tingkatkan persiapanmu dengan contoh soal TPS UTBK 2026 untuk subtes Pengetahuan dan Pemahaman Umum beserta pembahasannya di bawah ini. Selamat mengerjakan!<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><strong>Topik<\/strong><strong>: <\/strong>Wacana<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Subtopik: Konsep Kilat Ide Pokok dan Simpulan<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Teks ini digunakan untuk menjawab soal nomor 1\u20132.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(1) Sebagian besar orang sering mengeluh karena terlalu sibuk. (2) Mereka umumnya ingin memiliki lebih banyak waktu luang. (3) Namun, penelitian terbaru menemukan bahwa terlalu banyak waktu luang ternyata tidak lebih baik daripada terlalu sibuk. (4) Menurut penelitian yang diterbitkan oleh American Psychological Association, bertambahnya waktu luang memang dapat meningkatkan rasa bahagia. (5) Akan tetapi, perasaan itu hanya bertahan sampai titik tertentu. (6) Jika waktu luang yang dimiliki terlalu banyak, akan ada dampak buruk yang timbul.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(7) Untuk menyelidiki fenomena tersebut, para peneliti melakukan eksperimen daring yang melibatkan lebih dari 6.000 peserta. (8) Peneliti menemukan bahwa orang yang memiliki waktu luang sedikit merasa lebih stres daripada mereka yang memiliki jumlah waktu luang sedang. (9) Sementara itu, mereka yang memiliki waktu luang banyak juga merasa kurang produktif daripada mereka yang berada dalam kelompok sedang. (10) Lebih lanjut, temuan tersebut menunjukkan bahwa berakhir dengan waktu luang sepanjang hari untuk melakukan hal-hal yang diinginkan ternyata dapat membuat seseorang merasa tidak bahagia. (11) Sebaliknya, orang harus berusaha untuk memiliki waktu luang dalam jumlah sedang agar dapat melakukan apa yang mereka inginkan.<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 8pt;\">Jenihansen, R. (2021). Mengeluh Terlalu Sibuk? Terlalu Luang Ternyata Tidak Lebih Baik. Diambil 1 Desember 2021 dari https:\/\/nationalgeographic.grid.id\/read\/132884187\/mengeluh-terlalu-sibuk-terlalu-luang-ternyata-tidak-lebih-baik?page=all.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 16px; color: #222222;\">1. Topik bacaan tersebut adalah &#8230;.<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha;\">\n<li style=\"color: #222222;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-size: 16px; color: #222222;\">perbandingan antara orang yang memiliki waktu luang dengan orang yang sibuk\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #222222;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-size: 16px; color: #222222;\">kelebihan dan kekurangan dari adanya waktu luang yang terlalu banyak\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #222222;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-size: 16px; color: #222222;\">memiliki terlalu banyak waktu luang tidak lebih baik daripada terlalu sibuk\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #222222;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-size: 16px; color: #222222;\">dampak buruk yang dialami oleh orang-orang yang memiliki waktu luang\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #222222;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-size: 16px; color: #222222;\">Penelitian American Psychological Association tentang kesibukan dan waktu luang\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Jawaban: C<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan: <\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Topik dari sebuah bacaan sama halnya dengan ide pokok atau gagasan utama bacaan tersebut. Untuk dapat menemukannya, pembaca perlu memahami ide pokok ataupun informasi penting dalam setiap paragraf, kemudian menyimpulkan inti bacaan berdasarkan hal-hal tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bacaan pada soal tersebut terdiri dari dua paragraf. Paragraf 1 menyebutkan bahwa terlalu banyak waktu luang tidak lebih baik daripada terlalu sibuk. Dalam paragraf 1, disebutkan pula adanya dampak buruk dari waktu luang yang terlalu banyak. Sementara itu, paragraf 2 membahas penelitian tentang jumlah waktu luang yang terbaik untuk dimiliki oleh setiap orang. Dalam paragraf 2, dijelaskan bahwa memiliki waktu luang yang terlalu banyak atau terlalu sedikit tidak baik. Jumlah waktu luang yang paling ideal adalah jumlah yang sedang. Berdasarkan isi kedua paragraf, dapat disimpulkan bahwa topik bacaan tersebut adalah <strong>terlalu banyak waktu luang tidak lebih baik daripada terlalu sibuk.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pilihan A tidak tepat.<\/strong> Bacaan dalam soal hanya menjelaskan bahwa sama halnya dengan terlalu sibuk, memiliki terlalu banyak waktu luang juga tidak baik. Namun, perbedaan antara orang yang memiliki waktu luang dan yang orang sibuk tidak dibahas dalam bacaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pilihan B tidak tepat. <\/strong>Kelebihan dari memiliki waktu luang yang terlalu banyak tidak dibahas dalam bacaan. Bacaan pada soal hanya membahas adanya dampak negatif dari terlalu banyaknya waktu luang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pilihan D tidak tepat.<\/strong> Sesuai bacaan, waktu luang dapat menimbulkan dampak negatif atau dampak buruk jika ada dalam jumlah terlalu banyak. Namun, jika dimiliki dalam jumlah sedang, waktu luang tidak berdampak negatif. Jadi, topik pada pilihan D tidak sesuai dengan bacaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pilihan E tidak tepat. <\/strong>Penelitian American Psychological Association hanya dibahas pada paragraf 2 sebagai bukti penguat dari gagasan yang dibahas dalam paragraf 1, yakni adanya dampak negatif dari waktu luang yang terlalu banyak. Jadi, topik pada pilihan E tidak mewakili keseluruhan bacaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"text-decoration: underline;\">Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah C.<\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/36f0e95c-0bdf-4afb-9569-f3fa2d027e9f.png\" alt=\"separator latihan soal sma\" width=\"1009\" \/><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><strong>Topik<\/strong><strong>: <\/strong>Kata, Frasa, dan Makna<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Subtopik<\/strong><strong>: <\/strong><span style=\"font-weight: bold;\">Konsep Kilat Makna<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"color: #222222;\">2. Makna yang sama dari kata <\/span><em><span style=\"color: #222222;\">dampak<\/span><\/em><span style=\"color: #222222;\"> pada kalimat (6) terdapat pula pada kata &#8230;.<\/span><\/p>\n<ol style=\"font-size: 16px; list-style-type: upper-alpha;\">\n<li style=\"color: #222222;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #222222;\">impak\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #222222;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #222222;\">efek\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #222222;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #222222;\">imbas<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #222222;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #222222;\">akibat\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #222222;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #222222;\">implikasi<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Jawaban: A<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan: <\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setiap kata memiliki maknanya masing-masing. Selain itu, ada pula kata-kata tertentu yang memiliki makna yang sama dengan kata lain. Kata yang bermakna sama dengan kata lain disebut <strong>sinonim.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata <em>dampak<\/em> memiliki tiga arti, yakni (1) \u2018benturan\u2019, (2) \u2018<strong>pengaruh kuat yang mendatangkan akibat<\/strong> (baik negatif maupun positif)\u2019, dan (3) \u2018benturan yang cukup hebat antara dua benda sehingga menyebabkan perubahan yang berarti dalam momentum (pusa) sistem yang mengalami benturan itu\u2019. Dalam bacaan, kata <em>dampak<\/em> muncul pada kalimat (6) yang berbunyi <em>Jika waktu luang yang dimiliki terlalu banyak, akan ada <\/em><strong><em>dampak<\/em><\/strong><em> buruk yang timbul.<\/em> Kata <em>dampak <\/em>pada kalimat tersebut bermakna \u2018pengaruh kuat yang mendatangkan akibat\u2019. Kata tersebut bersinonim atau bermakna sama dengan kata <em>impak<\/em> yang dapat berarti \u2018<strong>pengaruh yang kuat; dampak<\/strong>\u2019.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pilihan B dan C tidak tepat.<\/strong> Salah satu makna kata <em>efek<\/em> adalah \u2018akibat; pengaruh\u2019. Sementara itu, salah satu makna kata <em>imbas<\/em> adalah \u2018dorongan; akibat (tanpa disengaja terjadinya)\u2019. Kata <em>efek<\/em> dan <em>imbas <\/em>mengacu pada makna \u2018akibat\u2019, sedangkan kata <em>dampak<\/em> mengacu pada makna \u2018pengaruh kuat yang <strong>mendatangkan akibat<\/strong>\u2019.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pilihan D dan E tidak tepat.<\/strong> Kata <em>akibat<\/em> bermakna \u2018sesuatu yang merupakan akhir atau hasil suatu peristiwa (pembuatan, keputusan); persyaratan atau keadaan yang mendahuluinya\u2019, sedangkan kata <em>implikasi<\/em> bermakna \u2018keterlibatan atau keadaan terlibat\u2019 atau \u2018yang termasuk atau tersimpul; yang disugestikan, tetapi tidak dinyatakan\u2019. Makna kata <em>akibat<\/em> dan <em>implikasi <\/em>tidak mengacu pada pengaruh kuat yang <strong>mendatangkan akibat <\/strong>sehingga makna kedua kata tersebut berbeda dengan kata <em>dampak<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"text-decoration: underline;\">Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A.<\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"font-weight: bold;\">Baca Juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/contoh-soal-tes-skolastik\" rel=\"noopener\">Kumpulan Contoh Soal UTBK 2026 dan Pembahasannya<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/36f0e95c-0bdf-4afb-9569-f3fa2d027e9f.png\" alt=\"separator latihan soal sma\" width=\"1009\" \/><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><strong>Topik<\/strong><strong>: <\/strong>Konjungsi dan Kalimat<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Subtopik<\/strong><strong>: <\/strong><span style=\"font-weight: bold;\">Konsep Kilat Kalimat<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Teks ini digunakan untuk menjawab soal berikut.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(1) <em>Toxic positivity<\/em> adalah kondisi ketika seseorang menuntut diri sendiri atau orang lain untuk selalu berpikir dan bersikap positif serta menolak emosi negatif. (2) Seseorang yang terjebak dalam <em>toxic positivity<\/em> akan terus menghindari emosi negatif, padahal emosi negatif juga penting untuk dirasakan dan diekspresikan. (3) Penyangkalan emosi negatif yang terus dilakukan dalam jangka panjang bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan mental, seperti stres berat, kecemasan atau kesedihan yang berkepanjangan, gangguan tidur, penyalahgunaan obat terlarang, dan depresi. (4) Oleh karena itu, <em>toxic positivity<\/em> perlu dihindari. (5) Agar dapat menghindarinya, seseorang perlu mengenali ciri-ciri kondisi tersebut lebih dahulu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(6) <em>Toxic positivity <\/em>umumnya muncul melalui ucapan. (7) Orang dengan<em> toxic positivity <\/em>mungkin sering melontarkan petuah yang terkesan positif, tetapi sebenarnya merasakan emosi negatif. (8) Selain itu, mereka biasanya merasa bersalah ketika merasakan atau mengungkapkan emosi negatif, menghindari atau membiarkan masalah yang ada, serta sering mengucapkan kalimat yang membandingkan diri dengan orang lain. (9) Ketika\u00a0 memberikan seseorang semangat, orang dengan <em>toxic positivity<\/em> juga sering melontarkan pernyataan yang seolah meremehkan. (10) Sebagai contoh, mereka biasanya mengucapkan kalimat<em> Jangan menyerah, begitu saja kok tidak bisa<\/em> atau <em>Kamu lebih beruntung, masih banyak orang yang lebih menderita dari kamu<\/em>. (11) Bahkan, mereka juga bisa melontarkan kalimat yang menyalahkan orang yang tertimpa masalah.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-size: 10px;\">Adrian, K. (2021). Mengenal Lebih Jauh tentang <\/span><em><span style=\"font-size: 10px;\">Toxic Positivity<\/span><\/em><span style=\"font-size: 10px;\">. Alodokter. Diambil 21 Desember 2021 dari https:\/\/www.alodokter.com\/mengenal-lebih-jauh-tentang-toxic-positivity.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"color: #222222; background-color: transparent;\">3. Di antara kalimat-kalimat berikut, manakah kalimat yang mengungkapkan gagasan yang sama dengan kalimat (2)?<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha;\">\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #222222; background-color: transparent;\">Meski penting untuk dirasakan dan diekspresikan, seseorang yang terjebak dalam <\/span><em><span style=\"color: #222222; background-color: transparent;\">toxic positivity <\/span><\/em><span style=\"color: #222222; background-color: transparent;\">akan terus menghindari emosi negatif.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #222222; background-color: transparent;\">Emosi negatif akan terus dihindari oleh orang yang terjebak dalam <\/span><em><span style=\"color: #222222; background-color: transparent;\">toxic positivity <\/span><\/em><span style=\"color: #222222; background-color: transparent;\">walaupun emosi negatif sangat penting untuk dirasakan dan diekspresikan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #222222; background-color: transparent;\">Walaupun emosi negatif penting untuk dirasakan dan diekspresikan oleh orang dengan <\/span><em><span style=\"color: #222222; background-color: transparent;\">toxic positivity<\/span><\/em><span style=\"color: #222222; background-color: transparent;\">, mereka akan terus menghindarinya.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #222222; background-color: transparent;\">Emosi negatif yang penting untuk dirasakan dan diekspresikan akan terus dihindari oleh seseorang yang terjebak dalam <\/span><em><span style=\"color: #222222; background-color: transparent;\">toxic positivity<\/span><\/em><span style=\"color: #222222; background-color: transparent;\">.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-size: 16px; text-align: justify;\"><em><span style=\"color: #222222; background-color: transparent;\">Toxic positivity <\/span><\/em><span style=\"color: #222222; background-color: transparent;\">akan membuat seseorang terus menghindari emosi negatif yang semula penting untuk dirasakan dan diekspresikan.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Jawaban: <\/strong><span style=\"font-weight: bold;\">D<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan: <\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Mencari kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan yang sama dengan kalimat tertentu sama halnya dengan mencari variasi kalimat. <\/strong>Sebuah kalimat dapat divariasikan dengan berbagai cara. Namun, hasil dari variasi kalimat tersebut tidak boleh mengubah makna pada kalimat asalnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalimat (2) berbunyi <em>Seseorang yang terjebak dalam toxic positivity akan terus menghindari emosi negatif, padahal emosi negatif juga penting untuk dirasakan dan diekspresikan.<\/em> Kalimat tersebut memuat dua klausa. Dari dua klausa dalam kalimat tersebut, didapatkan dua informasi: (1) emosi negatif akan terus dihindari oleh seseorang yang terjebak dalam <em>toxic positivity<\/em> dan (2) emosi negatif penting untuk dirasakan dan diekspresikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tanpa mengubah maknanya, kalimat (2) dapat divariasikan menjadi <em>Emosi negatif yang penting untuk dirasakan dan diekspresikan<\/em> <strong>(informasi 1) <\/strong><em>akan terus dihindari oleh seseorang yang terjebak dalam toxic positivity<\/em> <strong>(informasi 2)<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pilihan A tidak tepat. <\/strong>Kalimat pada pilihan A merupakan kalimat yang tidak logis karena susunan anak kalimat dan induk kalimatnya membuat frasa penting untuk dirasakan dan diekspresikan menerangkan seseorang. Padahal, menurut teks, sesuatu yang penting untuk dirasakan dan diekspresikan itu bukan orang, melainkan emosi negatif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pilihan B tidak tepat. <\/strong>Pada pilihan B, terdapat informasi bahwa emosi negatif sangat penting untuk dirasakan dan diekspresikan. Informasi tersebut berbeda dengan informasi pada kalimat (2). Dalam kalimat (2), emosi negatif hanya disebut penting (<strong>bukan sangat penting<\/strong>) untuk dirasakan dan diekspresikan. Dalam memvariasikan kalimat, seseorang tidak boleh mengubah maksud dari kalimat asalnya sehingga kalimat pada pilihan B tidak tepat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pilihan C tidak tepat.<\/strong> Pada pilihan C, disebutkan bahwa emosi negatif penting untuk dirasakan oleh orang dengan<em> toxic positivity.<\/em> Padahal, pada kalimat (2), emosi negatif hanya disebut penting untuk dirasakan (artinya, penting untuk dirasakan oleh siapa saja, bukan hanya dirasakan oleh orang dengan <em>toxic positivity<\/em>).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pilihan E tidak tepat. <\/strong>Pada pilihan E, terdapat kata <em>semula<\/em> yang menunjukkan bahwa emosi negatif<strong> awalnya <\/strong>penting untuk dirasakan dan diekspresikan. Informasi tersebut tidak sesuai dengan kalimat (2).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan penjelasan tersebut, kalimat yang mengungkapkan gagasan yang sama dengan kalimat (2) adalah <strong>Emosi negatif yang penting untuk dirasakan dan diekspresikan akan terus dihindari oleh seseorang yang terjebak dalam <\/strong><strong><em>toxic positivity<\/em><\/strong><strong>.\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"text-decoration: underline;\">Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah D.<\/span><\/strong><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/36f0e95c-0bdf-4afb-9569-f3fa2d027e9f.png\" alt=\"separator latihan soal sma\" width=\"1009\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Teks ini digunakan untuk menjawab soal berikut.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(1) Di Jepang, ada sebuah istilah yang terkenal, yaitu <em>wabi-sabi<\/em>. (2) Istilah itu merupakan filosofi yang kerap digambarkan sebagai seni menemukan keindahan dalam ketidaksempurnaan. (3) Filosofi tentang ketidaksempurnaan ini dapat digunakan untuk mendekorasi rumah atau hunian. (4) Konsep hunian <em>wabi-sabi<\/em> cukup mirip dengan konsep minimalis karena menerapkan mebel yang sederhana untuk menciptakan suasana teduh. (5) Perbedaannya terletak pada karakterisasi perabot dan mebel yang digunakan. (6) Dalam konsep hunian <em>wabi-sabi,<\/em> perabot yang biasanya digunakan terbuat dari bahan-bahan alam yang dapat bertahan lama, seperti kayu jati belanda, rotan, atau sulaman rumput. (7) Dengan perabot yang dapat bertahan lama, seseorang tak perlu lagi merogoh kocek untuk membeli perabotan berulang kali.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(8) Selain itu, pewarnaan menjadi fokus dalam konsep hunian tersebut. (9) Penerapan warna dapat dilakukan dengan memilih warna-warna yang terinspirasi dari alam, seperti warna abu-abu, hijau, biru, atau warna yang menyerupai padang rumput. (10) Hal tersebut dilakukan agar tercipta suasana tenang dan damai. (11) Penerapan warna untuk konsep ini tak melulu harus lewat dinding, tetapi pada lantai atau aksesori rumah.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-size: 10px;\">Kania. (2019). Prinsip Wabi-sabi Dalam Desain Hunian Jepang: Keindahan dalam Ketidaksempurnaan. Diambil 15 Desember 2021 dari https:\/\/www.dekoruma.com\/artikel\/92961\/prinsip-wabi-sabi.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><strong>Topik<\/strong><strong>: <\/strong>Kata, Frasa, dan Makna<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Subtopik<\/strong><strong>: <\/strong><span style=\"font-weight: bold;\">Konsep Kilat Makna<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"color: #222222;\">4. Ungkapan yang digunakan penulis untuk mengumpamakan sifat yang sama pada bacaan tersebut adalah &#8230;.<\/span><\/p>\n<ol style=\"font-size: 16px; list-style-type: upper-alpha;\">\n<li style=\"color: #222222;\" aria-level=\"1\"><em><span style=\"color: #222222;\">hunian <\/span><\/em><span style=\"color: #222222;\">dalam kalimat (3)\u00a0\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #222222;\" aria-level=\"1\"><em><span style=\"color: #222222;\">teduh<\/span><\/em><span style=\"color: #222222;\"> dalam kalimat (4)\u00a0\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #222222;\" aria-level=\"1\"><em><span style=\"color: #222222;\">bertahan <\/span><\/em><span style=\"color: #222222;\">dalam kalimat (6)\u00a0\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #222222;\" aria-level=\"1\"><em><span style=\"color: #222222;\">fokus <\/span><\/em><span style=\"color: #222222;\">dalam kalimat (8)\u00a0\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #222222;\" aria-level=\"1\"><em><span style=\"color: #222222;\">tercipta <\/span><\/em><span style=\"color: #222222;\">dalam kalimat (10)\u00a0\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Jawaban: B<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan: <\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ungkapan adalah kata yang menyatakan makna khusus atau memiliki makna kiasan\/konotatif. Ungkapan yang digunakan penulis untuk mengumpamakan sifat yang sama pada bacaan tersebut adalah kata <em>teduh<\/em>. Kata <em>teduh <\/em>memiliki makna kiasan, yaitu \u2018tenang; aman\u2019. Makna ini sesuai dengan konteks kalimat (4), yaitu konsep hunian <em>wabi-sabi <\/em>menciptakan suasana yang tenang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pilihan jawaban A tidak tepat <\/strong>karena kata <em>hunian <\/em>tidak memiliki makna kiasan. Kata <em>hunian <\/em>bermakna \u2018tempat tinggal; kediaman\u2019.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pilihan jawaban C tidak tepat <\/strong>karena kata <em>bertahan <\/em>tidak memiliki makna kiasan. Kata <em>bertahan <\/em>memiliki beberapa makna, yaitu \u2018tetap pada tempatnya\u2019, \u2018mempertahankan diri\u2019, \u2018tidak mau menyerah\u2019, atau \u2018ukup untuk beberapa waktu\u2019.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pilihan jawaban D tidak tepat<\/strong> karena kata <em>fokus <\/em>tidak memiliki makna kiasan. Kata <em>fokus <\/em>bermakna \u2018pusat\u2019.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Piihan jawaban E tidak tepat <\/strong>karena kata <em>tercipta <\/em>tidak memiliki makna kiasan. Kata <em>tercipta <\/em>bermakna \u2018sudah diciptakan; terjadi\u2019.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"text-decoration: underline;\">Jadi, jawaban yang tepat adalah B.<\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/36f0e95c-0bdf-4afb-9569-f3fa2d027e9f.png\" alt=\"separator latihan soal sma\" width=\"1009\" \/><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><strong>Topik<\/strong><strong>: <\/strong>Wacana<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Subtopik<\/strong><strong>: <\/strong><span style=\"font-weight: bold;\">Konsep Kilat Analogi<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Teks ini digunakan untuk menjawab soal nomor 5\u20136.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(1) Selama berabad-abad, para gembala dari Desa Aas, di Pyrenees, Prancis, membawa domba dan sapi ke padang rumput. (2) Untuk mengurangi kesunyian saat sedang menggembala, mereka berkomunikasi satu sama lain dengan penduduk desa yang ada di bawah pegunungan. (3) Komunikasi tersebut dilakukan dalam bentuk siulan dengan dialek Gascon lokal. (4) Mereka berkomunikasi dalam kalimat sederhana, seperti \u201cjam berapa?\u201d, \u201cdatanglah dan makan\u201d, dan \u201cbawa domba pulang\u201d. (5) Bahasa siul yang digunakan di desa ini baru diketahui oleh orang di luar Aas sekitar pertengahan abad ke-20. (6) Sayangnya, saat itu bahasa siul di desa tersebut hampir sekarat di bibir penggunanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(7) Julien Meyer, ahli bahasa dan bioakustik dari Universitas Grenoble Alpes, mengatakan bahwa semua bahasa siul manusia terancam punah. (8) Sebagian besar dari bahasa siul yang tersisa akan hilang dalam dua generasi. (9) Sebenarnya, menurut Meyer, ada upaya yang sedang dilakukan untuk menghidupkan kembali bahasa ini (seperti di Desa Aas), tetapi bahasa ini mungkin tidak dapat bertahan melawan tren yang ada. (10) Praktik bahasa ini akan menghilang apabila jalan, tiang, telepon seluler, dan polusi suara menembus lembah yang dulunya terpencil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(11) Dulunya, bahasa siul lahir di tempat-tempat yang memiliki kesulitan untuk berkomunikasi jarak jauh (seperti di pegunungan atau hutan lebat). (12) Di tempat-tempat seperti itu, bahasa siul menjadi medium yang efektif karena dapat terdengar lebih jauh. (13) Bahasa siul dapat mencapai 120 desibel\u2013lebih keras daripada klakson\u2013dalam rentang frekuensi 1 hingga 4 kHz.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-size: 8pt;\">Tanhati, S. (2021). Bahasa Siul yang Hampir Sekarat di Ujung Bibir Pengguna Terakhirnya. Diambil 13 Desember 2021 dari https:\/\/nationalgeographic.grid.id\/read\/132964946\/bahasa-siul-yang-hampir-sekarat-di-ujung-bibir-pengguna-terakhirnya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"color: #222222;\">5. Praktik bahasa siul yang akan menghilang sama halnya dengan sesuatu yang terjadi pada &#8230;.<\/span><\/p>\n<ol style=\"font-size: 16px; list-style-type: upper-alpha;\">\n<li style=\"color: #222222;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #222222;\">seseorang yang kehilangan rasa kantuk karena mengonsumsi kopi<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #222222;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #222222;\">tamu yang tidak lagi lapar karena menyantap makanan dari tuan rumah<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #222222;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #222222;\">pegawai yang terkena PHK karena melanggar aturan-aturan perusahaan<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #222222;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #222222;\">karier pebasket yang terancam hancur karena mengalami beberapa cedera<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #222222;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #222222;\">jalanan di kota akan lengang saat para penduduk sedang pulang kampung<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Jawaban:<\/strong> <span style=\"font-weight: bold;\">D<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan: <\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Analogi<\/strong> berarti \u2018persamaan atau persesuaian antara dua benda atau hal yang berlainan\u2019. Untuk mengetahui hubungan analogi yang sama dari kata-kata tertentu, diperlukan pemahaman terhadap makna, fungsi, dan hubungan antarkata terkait. Sementara itu, <strong>untuk mencari hubungan analogi dalam sebuah wacana, selain pemahaman-pemahaman tersebut, pembaca juga perlu memahami isi wacana secara utuh.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Teks tersebut membahas tentang bahasa siul manusia. Dalam teks tersebut juga dijelaskan bahwa bahasa siul manusia terancam punah. <strong>Praktik bahasa siul akan menghilang apabila jalan, tiang, telepon seluler, dan polusi suara menembus lembah yang dulunya terpencil.<\/strong> Berdasarkan penjelasan tersebut, ada beberapa faktor yang membuat praktik bahasa siul akan menghilang. Untuk mencari analogi yang tepat, kita perlu mencari sesuatu yang akan hilang karena beberapa faktor. <strong>Hal tersebut sama dengan sesuatu yang terjadi pada karier pebasket yang terancam hancur karena mengalami beberapa cedera. Pebasket tersebut akan kehilangan kariernya karena beberapa faktor, yaitu cedera. Cedera yang dialami pebasket pun tidak hanya satu, tetapi beberapa.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pilihan jawaban A tidak tepat. <\/strong>Pada pilihan jawaban A terdapat sesuatu yang sudah hilang, yaitu rasa kantuk. Rasa kantuk tersebut hilang karena sebuah hal, yaitu mengonsumsi kopi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pilihan jawaban B tidak tepat. <\/strong>Pada pilihan jawaban B terdapat sesuatu yang sudah hilang, yaitu rasa lapar. Rasa lapar tersebut hilang karena sebuah hal, yaitu makanan dari tuan rumah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pilihan jawaban C tidak tepat<\/strong> karena terdapat sesuatu yang sudah hilang, yaitu pekerjaan. Meskipun pekerjaan tersebut hilang dikarenakan beberapa faktor, yaitu aturan-aturan perusahaan. Pilihan jawaban C tidak memiliki analogi yang sama dengan praktik bahasa siul yang akan menghilang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pilihan jawaban E tidak tepat.<\/strong> Meskipun ada sesuatu yang akan hilang, yaitu keramaian, pilihan jawaban E tidak memiliki analogi yang sama. Sesuatu yang akan hilang pada pilihan jawaban E disebabkan oleh sebuah hal, yaitu para penduduk pulang kampung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"text-decoration: underline;\">Jadi, jawaban yang tepat adalah D.<\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, untuk kamu para pejuang PTN, yuk daftar Mega\u00a0<strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/ruanguji\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Tryout SNBT 2026 Vol.2<\/a><\/strong>\u00a0sekarang juga! Mulai curi\u00a0<em>start<\/em>\u00a0dibanding peserta lainnya dan persiapkan dirimu untuk jemput kampus impian.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/s.id\/megatosnbt26vol2\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/934cb5f9-c2c8-406d-9e13-9ff152333350.png\" alt=\"CTA mega tryout snbt utbk ruangguru\" width=\"820\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/36f0e95c-0bdf-4afb-9569-f3fa2d027e9f.png\" alt=\"separator latihan soal sma\" width=\"1009\" \/><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><strong>Topik<\/strong><strong>: <\/strong>Kata, Frasa, dan Makna<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Subtopik<\/strong><strong>: <\/strong><span style=\"font-weight: bold;\">Konsep Kilat Makna<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>6. Perumpamaan pada teks dapat ditemukan pada kalimat &#8230;.<\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha;\">\n<li aria-level=\"1\">6<\/li>\n<li aria-level=\"1\">7<\/li>\n<li aria-level=\"1\">9<\/li>\n<li aria-level=\"1\">11<\/li>\n<li aria-level=\"1\">13<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Jawaban: E<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan: <\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Perumpamaan adalah perbandingan atau pengibaratan<\/strong>. Dalam hal ini, perumpamaan menunjukkan adanya makna kias dalam suatu kata. Perumpamaan pada bacaan tersebut dapat ditemukan pada kalimat (13), yaitu keras. Kata keras pada kalimat (13) memiliki makna kias, yaitu \u2018nyaring\u2019.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pilihan jawaban A tidak tepat<\/strong>. Frasa yang dapat dicurigai sebagai perumpamaan adalah hampir sekarat. Frasa hampir sekarat bermakna \u2018nyaris menjelang kematian\u2019. Kata sekarat pada frasa tersebut merujuk pada kata mati. Kata mati dapat bermakna \u2018sudah tidak digunakan lagi (tentang bahasa dan sebagainya)\u2019. Frasa hampir mati tidak memiliki makna kias sehingga tidak dapat dijadikan sebagai perumpamaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pilihan jawaban B tidak tepat<\/strong>. Frasa yang dapat dicurigai sebagai perumpamaan pada kalimat 7 adalah terancam punah. Namun, terancam punah bukan merupakan perumpamaan, melainkan bermakna denotatif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pilihan jawaban C tidak tepat<\/strong>. Kata yang dapat dicurigai sebagai perumpamaan pada kalimat 9 adalah menghidupkan. Kata ini tidak memiliki makna kias. Kata menghidupkan bermakna \u2018menjadikan hidup\u2019.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pilihan jawaban D tidak tepat<\/strong> karena tidak ada kata yang bermakna kias. Kata yang dapat dicurigai sebagai perumpamaan pada kalimat 11 adalah kata lahir. Namun, kata lahir bermakna denotatif, yaitu \u2018muncul di dunia (masyarakat)\u2019.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"text-decoration: underline;\"><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/70700add-91f7-409a-a77d-be9ff9a161b7.png\" alt=\"separator contoh soal tps utbk\" \/><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><strong>Topik<\/strong><strong>: <\/strong>Wacana<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Subtopik<\/strong><strong>: <\/strong><span style=\"font-weight: bold;\">Konsep Kilat Ide Pokok dan Simpulan<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Teks ini digunakan untuk menjawab soal nomor 7\u20138.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(1) Indonesia memiliki kekayaan alat musik yang beragam, tidak hanya jenis notasinya, tetapi juga unsur dan kegunaannya. (2) Selain untuk media hiburan, alat musik dapat digunakan untuk melakukan ritus. (3) Masyarakat Flores menggunakan beghu (alat musik tradisional dari Flores) untuk menjalankan ritus-ritus adat. (4) Beghu dianggap sebagai sesuatu yang sakral bagi masyarakat Flores. (5) Hal ini disebabkan oleh corak kepercayaan animisme yang masih kental di Flores. (6) Kepercayaan tersebut menjadikan beghu sebagai medium untuk berinteraksi dengan roh leluhur. (7) Masyarakat Flores percaya bahwa ketika beghu dimainkan, roh leluhur akan membersamai dan ikut menari di dalam setiap tabuhan irama musik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(8) Beghu hanya akan dimainkan saat ada penyelenggaraan ritus-ritus keagamaan sehingga tidak boleh dimainkan di sebarang tempat. (9) Pemilihan para pemainnya pun tidak boleh sembarangan. (10) Pemain yang dipilih adalah mereka yang sudah memiliki pengalaman memainkan beghu. (11) Apabila salah memainkan notasinya, mereka akan dikenai denda dan dianggap pelanggaran berat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(12) Alat musik yang dianggap sakral itu terdiri atas dua buah gendang dan tujuh pasang gong bambu. (13) Gendang yang digunakan dalam beghu adalah laba lewa \u2018gendang panjang\u2019 dan laba bhoko \u2018gendang pendek\u2019, sedangkan gong bambunya memiliki ukuran dan nada yang berbeda-beda. (14) Karena memiliki dua jenis alat musik (gendang dan gong), beghu termasuk ke dalam alat musik yang dimainkan oleh kelompok ensambel. (15) Beghu dimainkan dengan cara memukul gendang dan gong dengan teknik sahut-menyahut. (16) Teknik yang digunakan dalam memainkan beghu menciptakan pola irama yang menarik untuk didengarkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-size: 10px;\">Pranata, G. (2021). Singkap Musik Beghu yang Sakral dan Tersembunyi di Pedalaman Flores. Diambil 22 November 2021 dari https:\/\/nationalgeographic.grid.id\/read\/132942634\/singkap-musik-.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"color: #222222;\">7. Pada bacaan tersebut, kalimat (6) dan (7) memiliki hubungan \u2026.<\/span><\/p>\n<ol style=\"font-size: 16px; list-style-type: upper-alpha;\">\n<li style=\"color: #222222;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #222222;\">penambahan<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #222222;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #222222;\">penjelasan<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #222222;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #222222;\">penguatan<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #222222;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #222222;\">perincian<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #222222;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #222222;\">penegasan<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Jawaban: B<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebuah paragraf harus memiliki keterkaitan antara kalimat yang satu dengan kalimat yang lainnya. <strong>Hubungan antarkalimat merupakan keterkaitan antara kalimat satu dengan kalimat yang lainnya yang terjalin secara logis. <\/strong>Hubungan antarkalimat dapat berupa <strong>perincian, pemaparan, penambahan, simpulan, contoh, akibat, penjelasan, atau pertentangan.<\/strong> Untuk menentukan hubungan antarkalimat, pembaca perlu memahami isi dan konteks dari kalimat tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kalimat (6) <\/strong>memberikan informasi bahwa beghu menjadi medium untuk berinteraksi dengan roh leluhur. Kemudian, <strong>kalimat (7)<\/strong> menyampaikan informasi bahwa saat beghu dimainkan roh leluhur akan membersamai dan ikut menari. Berdasarkan penjelasan tersebut, <strong>kalimat (6) dan (7) <\/strong>memiliki hubungan penjelasan. <strong>Kalimat (7)<\/strong> <strong>menjelaskan hal yang telah dijelaskan pada kalimat (6)<\/strong>, yaitu interaksi dengan roh leluhur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pilihan jawaban A tidak tepat<\/strong> karena kalimat (7) masih menjelaskan hal yang sama dengan kalimat (6), yaitu interaksi dengan roh leluhur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pilihan jawaban C tidak tepat<\/strong> karena kalimat (6) dan (7) tidak saling menguatkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pilihan jawaban D tidak tepat <\/strong>karena kalimat (7) tidak memerinci hal-hal yang dijelaskan pada kalimat (6).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pilihan jawaban E tidak tepat <\/strong>karena pada kalimat (7) tidak terdapat informasi yang menegaskan kalimat (6).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"text-decoration: underline;\">Jadi, jawaban yang tepat adalah B.<\/span><\/strong> <img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh5.googleusercontent.com\/-z-xZP54HIMtyKxLOTqn0Rvybc04nkqKFGYZ43F2l-_zNPstmKXSCYY_q9lzgn3Kqm1YSZZ--A82C39sNH3vJq8DDBapYfhbjEnU3U5BBu2ye8WRwmRWryPkiiNCYj17T3V6WOkferYuEPOvAAuUZ3DeLzmordzOfoIcJZJqQHR1bGvzCMcQhPDm41bpEQ\" width=\"8\" height=\"6\" \/><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"\/blog\/latihan-soal-tps-utbk-memahami-bacaan\" rel=\"noopener\">Latihan Soal TPS UTBK 2026 Kemampuan Memahamai Bacaan dan Menulis<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/70700add-91f7-409a-a77d-be9ff9a161b7.png\" alt=\"separator contoh soal tps utbk\" \/><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><strong>Topik<\/strong><strong>: <\/strong>Kata, Frasa, dan Makna<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Subtopik<\/strong><strong>: <\/strong><span style=\"font-weight: bold;\">Konsep Kilat Makna<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"color: #222222;\">8. Reduplikasi sahut-menyahut pada paragraf ke-3 memiliki makna yang sama dengan kata \u2026.<\/span><\/p>\n<ol style=\"font-size: 16px; list-style-type: upper-alpha;\">\n<li style=\"color: #222222;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #222222;\">jawaban<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #222222;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #222222;\">balasan<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #222222;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #222222;\">bereaksi<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #222222;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #222222;\">merespon<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #222222;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #222222;\">bersambutan<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Jawaban: E\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Reduplikasi<\/strong> merupakan proses pengulangan kata atau unsur kata. <em>Sahut-menyahut<\/em> adalah reduplikasi dari kata dasar <em>sahut<\/em>. Reduplikasi dalam <em>sahut-menyahut <\/em>termasuk pengulangan kata yang disertai pengafiksan karena kata <em>sahut <\/em>diulang dengan kata menyahut yang memiliki afiks <em>meng<\/em>-.\u00a0 Reduplikasi<em> sahut-menyahut <\/em>memiliki makna \u2018bersahut-sahutan\u2019 yang bersinonim dengan kata \u2018<em>bersambutan<\/em>\u2019. Kata bersambutan memiliki makna \u2018bersahutan, berbalasan, jawab-menjawab\u2019.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pilihan jawaban A dan B tidak tepat.<\/strong> Kata <em>jawaban <\/em>dan <em>balasan <\/em>saling bersinonim. Kedua kata tersebut tidak memiliki makna yang sama dengan reduplikasi <em>sahut-menyahut.<\/em> Selain itu, kedua kata tersebut berfungsi sebagai nomina.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pilihan jawaban C tidak tepat <\/strong>karena kata <em>bereaksi <\/em>memiliki makna yang tidak sesuai dengan konteks paragraf ke-3. Dalam KBBI, kata <em>bereaksi <\/em>bermakna \u2018mengadakan reaksi\u2019.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pilihan jawaban D tidak tepat<\/strong> karena makna kata <em>merespons <\/em>tidak sesuai dengan konteks paragraf ke-3. Kata <em>merespons <\/em>memiliki makna \u2018memberikan respons; menanggapi\u2019.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"text-decoration: underline;\">Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah E.<\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/70700add-91f7-409a-a77d-be9ff9a161b7.png\" alt=\"separator contoh soal tps utbk\" \/><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><strong>Topik<\/strong><strong>: <\/strong>Wacana<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Subtopik<\/strong><strong>: <\/strong><span style=\"font-weight: bold;\">Konsep Kilat Tujuan dan Keberpihakan Penulis<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Teks ini digunakan untuk menjawab soal nomor 9\u201310.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(1) Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa korban kekerasan seksual didominasi oleh perempuan, sedangkan mayoritas pelaku kekerasan seksual adalah laki-laki. (2) Namun, hal tersebut tidak dapat menafikan fakta bahwa kekerasan seksual dapat terjadi pada laki-laki. (3) Dalam sebuah studi, diungkapkan bahwa ada 33% laki-laki yang mengalami kekerasan seksual, khususnya dalam bentuk pelecehan seksual. (4) Bahkan, berdasarkan data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak tahun 2017, untuk kelompok umur 13\u201417 tahun, prevalensi kekerasan seksual terlihat lebih tinggi pada laki-laki daripada perempuan. (5) Diketahui bahwa prevalensi kekerasan seksual pada laki-laki usia tersebut mencapai 8,3 persen, dua kali lipat lebih tinggi daripada prevalensi kekerasan seksual pada perempuan yang mencapai 4,1 persen<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(6) Temuan-temuan tersebut menjadi menarik karena laki-laki selama ini jarang dianggap sebagai korban kekerasan seksual. (7) Namun, jika ditelusuri lebih lanjut, anggapan itu mungkin muncul karena banyak kasus kekerasan seksual pada laki-laki tak terungkap ke permukaan. (8) Pencarian kasus kekerasan seksual terhadap laki-laki dan penelitian terkait dampak kekerasan seksual pada laki-laki pun masih kurang. (9) Bahkan, ketika ada pun, data yang menunjukkan terjadinya kekerasan seksual pada laki-laki seringkali diacuhkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(10) Lebih lanjut, dalam masyarakat, melekat pula toxic masculinity, yakni suatu tekanan budaya bagi laki-laki untuk berperilaku dan bersikap dengan cara tertentu. (11) Dengan mengakarnya toxic masculinity, laki-laki dianggap cukup kuat dan harus mampu melakukan perlawanan ketika kekerasan seksual terjadi. (12) Akibatnya, laki-laki korban seksual seringkali merasa lemah dan tidak berharga karena tidak mampu melindungi diri. (13) Itulah yang menjadikan sebagian laki-laki korban kekerasan seksual enggan melaporkan kasusnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-size: 10px;\">Ashila, B.I. dan Naomi R. B. (2021). Kekerasan Seksual pada Laki-Laki: Diabaikan dan Belum Ditangani Serius. Diambil 30 Desember 2021 dari http:\/\/ijrs.or.id\/kekerasan-seksual-pada-laki-laki-diabaikan-dan-belum-ditangani-serius\/.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"font-size: 16px;\"><span style=\"color: #222222;\">9. Bagaimana sikap penulis dalam bacaan tersebut?<\/span><\/p>\n<ol style=\"font-size: 16px; list-style-type: upper-alpha;\">\n<li style=\"color: #222222;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #222222;\">Prihatin terhadap pandangan masyarakat akan kasus kekerasan seksual pada laki-laki.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #222222;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #222222;\">Peduli kepada laki-laki dan perempuan yang menjadi korban kasus kekerasan seksual.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #222222;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #222222;\">Was-was akan berbagai penyebab terjadinya kekerasan seksual pada laki-laki.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #222222;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #222222;\">Mendukung korban kekerasan seksual untuk melaporkan dan mendata kasusnya.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #222222;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #222222;\">Khawatir dengan makin banyaknya kasus kekerasan seksual yang terjadi di Indonesia.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Jawaban: A<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seorang penulis pasti memiliki tujuan dan sikap tersendiri dalam menuliskan suatu teks. Tujuan dan sikap tersebut umumnya disampaikan secara tersirat dan dapat disimpulkan berdasarkan isi teks. Oleh karena itu, agar bisa mengetahui tujuan dan sikap penulis dalam sebuah teks, pembaca perlu memahami maksud teks secara keseluruhan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bacaan dalam soal terdiri dari dua paragraf. Pada paragraf pertama, penulis mengungkapkan bahwa ada laki-laki yang mengalami kekerasan seksual meskipun selama ini hal tersebut dianggap tidak lazim. Dalam paragraf 2, penulis menyebutkan hal-hal yang mungkin menyebabkan kasus kekerasan seksual pada laki-laki dianggap tidak lazim dan sering diabaikan. Penulis menyebutkan bahwa hal tersebut mungkin terjadi karena berbagai hal yang bersumber pada <em>toxic masculinity<\/em> (berkaitan dengan pandangan masyarakat terhadap laki-laki). <em>Toxic masculinity<\/em> tersebut akhirnya menyebabkan laki-laki yang menjadi korban enggan melaporkan kasusnya. Berdasarkan isi bacaan, dapat disimpulkan bahwa penulis <strong>prihatin terhadap pandangan masyarakat akan kasus kekerasan seksual pada laki-laki<\/strong>. Keprihatinan tersebut ditunjukkan oleh kalimat-kalimat pada paragraf 2.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pilihan B dan E tidak tepat.<\/strong> Hal yang dibahas pada bacaan adalah kasus kekerasan seksual pada laki-laki, bukan kasus kekerasan seksual secara umum yang terjadi pula pada perempuan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pilihan C tidak tepat. <\/strong>Pada bacaan, penulis hanya menyebutkan kemungkinan yang menjadikan kekerasan seksual pada laki-laki kurang mendapat perhatian. Penulis tidak membahas penyebab kekerasan seksual pada laki-laki.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pilihan D tidak tepat. <\/strong>Pada kalimat (12), disebutkan bahwa laki-laki korban kekerasan seksual enggan melaporkan kasusnya. Namun, penulis tidak menjelaskan lebih lanjut terkait hal tersebut dan tidak menunjukkan dukungan agar korban kekerasan seksual melaporkan dan mendata kasusnya. Selain itu, pihak yang mendata kasus bukanlah korban, melainkan pihak yang berwenang yang dapat melakukan pencatatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"text-decoration: underline;\">Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A.<\/span><\/strong><strong><span style=\"text-decoration: underline;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh4.googleusercontent.com\/HHAbkm_5T6rAuAfxfQhXoud-XdkPEfEZaYeSRCerZBDdTHpnnhR7xDAbzmBoW_ULGu3dS3mwQ97TK9VYL_WGk0Ut3PhnWc5mXhs0HoNB65eE-qwPLHDBL5KkexFJ5hyGfxQ_MZFi91WZ_I8GMy3p_QCpbRCg58oN73U3fgs6tloWLvmW10BoKIfsDihwOg\" width=\"4\" height=\"6\" \/><\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/70700add-91f7-409a-a77d-be9ff9a161b7.png\" alt=\"separator contoh soal tps utbk\" \/><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><strong>Topik<\/strong><strong>: <\/strong>Konjungsi dan Kalimat<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Subtopik<\/strong><strong>: <\/strong><span style=\"font-weight: bold;\">Konsep Kilat Kalimat Efektif<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><span style=\"color: #222222; background-color: transparent;\">10. Kalimat yang TIDAK efektif dalam bacaan tersebut adalah \u2026.<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha;\">\n<li><span style=\"color: #222222; background-color: transparent;\">kalimat (4)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #222222; background-color: transparent;\">kalimat (5)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #222222; background-color: transparent;\">kalimat (6)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #222222; background-color: transparent;\">kalimat (8)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #222222; background-color: transparent;\">kalimat (12)<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Jawaban: C<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalimat efektif merupakan kalimat yang dapat dipahami maksudnya secara tepat oleh pembaca. Agar efektif, sebuah kalimat perlu ditulis dengan memperhatikan kelengkapan struktur dan kelogisan, kesejajaran, serta kehematan dan kecermatan. Kalimat yang tidak efektif dalam bacaan tersebut adalah kalimat (6). Secara umum, struktur kalimat (6) adalah K-S-P-K dengan analisis sebagai berikut: <em>Namun <\/em><strong>(konjungsi antarkalimat)<\/strong>, <em>jika ditelusuri lebih lanjut<\/em> <strong>(K)<\/strong>, <em>anggapan itu<\/em> <strong>(S)<\/strong> <em>mungkin muncul<\/em> <strong>(P) <\/strong><em>karena banyak kasus kekerasan seksual pada laki-laki tak terungkap ke permukaan<\/em> <strong>(K)<\/strong>. Jika dirinci lebih lanjut, kalimat tersebut mengandung 1 induk kalimat serta 2 anak kalimat, yakni sebagai berikut.<\/p>\n<ul style=\"font-size: 16px;\">\n<li style=\"color: #222222;\" aria-level=\"1\"><strong><span style=\"color: #222222;\">Induk kalimat: <\/span><\/strong><em><span style=\"color: #222222;\">anggapan itu<\/span><\/em> <strong><span style=\"color: #222222;\">(S) <\/span><\/strong><em><span style=\"color: #222222;\">mungkin muncul<\/span><\/em><strong><span style=\"color: #222222;\"> (P)<\/span><\/strong><\/li>\n<li style=\"color: #222222;\" aria-level=\"1\"><strong><span style=\"color: #222222;\">Anak kalimat 1:<\/span><\/strong> <em><span style=\"color: #222222;\">jika<\/span><\/em> <strong><span style=\"color: #222222;\">(konj.)<\/span><\/strong> <em><span style=\"color: #222222;\">ditelusuri lebih lanjut<\/span><\/em><strong><span style=\"color: #222222;\"> (P)<\/span><\/strong><\/li>\n<li style=\"color: #222222;\" aria-level=\"1\"><strong><span style=\"color: #222222;\">Anak kalimat 2: <\/span><\/strong><em><span style=\"color: #222222;\">karena<\/span><\/em> <strong><span style=\"color: #222222;\">(konj.) <\/span><\/strong><em><span style=\"color: #222222;\">banyak<\/span><\/em> <strong><span style=\"color: #222222;\">(P) <\/span><\/strong><em><span style=\"color: #222222;\">kasus kekerasan seksual pada laki-laki<\/span><\/em><strong><span style=\"color: #222222;\"> (S) <\/span><\/strong><em><span style=\"color: #222222;\">tak terungkap<\/span><\/em><strong><span style=\"color: #222222;\"> (P) <\/span><\/strong><em><span style=\"color: #222222;\">ke permukaan<\/span><\/em> <strong><span style=\"color: #222222;\">(K)<\/span><\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada anak kalimat kedua, terdapat dua predikat tanpa disertai konjungsi di antara keduanya. Hal tersebut menjadikan kalimat tidak efektif. Agar efektif, kata yang (konjungsi perluasan) dapat ditambahkan di belakang kata laki-laki sehingga struktur anak kalimat kedua akan menjadi seperti berikut: <em>karena <\/em><strong>(konj.) <\/strong><em>banyak <\/em><strong>(P)<\/strong> <em>kasus kekerasan seksual pada laki-laki<\/em> <strong>(S)<\/strong> <em>yang tak terungkap ke permukaan<\/em> <strong>(Perluasan S)<\/strong>. Sementara itu, kalimat (4), (5), (8), dan (12) sudah efektif.<\/p>\n<ul style=\"font-size: 16px;\">\n<li style=\"color: #222222; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><strong><span style=\"color: #222222;\">Kalimat (4):<\/span><\/strong> <em><span style=\"color: #222222;\">Bahkan<\/span><\/em> <strong><span style=\"color: #222222;\">(konj.)<\/span><\/strong><span style=\"color: #222222;\">, <\/span><em><span style=\"color: #222222;\">berdasarkan data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak tahun 2017<\/span><\/em> <strong><span style=\"color: #222222;\">(K)<\/span><\/strong><span style=\"color: #222222;\">, <\/span><em><span style=\"color: #222222;\">untuk kelompok umur 13-17 tahun<\/span><\/em><strong><span style=\"color: #222222;\"> (K. tambahan)<\/span><\/strong><span style=\"color: #222222;\">, <\/span><em><span style=\"color: #222222;\">prevalensi kekerasan seksual<\/span><\/em> <strong><span style=\"color: #222222;\">(S)<\/span><\/strong> <em><span style=\"color: #222222;\">terlihat<\/span><\/em> <strong><span style=\"color: #222222;\">(P)<\/span><\/strong> <em><span style=\"color: #222222;\">lebih tinggi<\/span><\/em> <strong><span style=\"color: #222222;\">(Pel) <\/span><\/strong><em><span style=\"color: #222222;\">pada laki-laki daripada perempuan<\/span><\/em> <strong><span style=\"color: #222222;\">(K)<\/span><\/strong><span style=\"color: #222222;\">.<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #222222; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><strong><span style=\"color: #222222;\">Kalimat (5):<\/span><\/strong> <em><span style=\"color: #222222;\">Temuan-temuan tersebut <\/span><\/em><strong><span style=\"color: #222222;\">(S)<\/span><\/strong> <em><span style=\"color: #222222;\">menjadi<\/span><\/em><strong><span style=\"color: #222222;\"> (P) <\/span><\/strong><em><span style=\"color: #222222;\">menarik<\/span><\/em> <strong><span style=\"color: #222222;\">(Pel)<\/span><\/strong> <em><span style=\"color: #222222;\">karena laki-laki selama ini jarang dianggap sebagai korban kekerasan seksual<\/span><\/em><strong><span style=\"color: #222222;\"> (K)<\/span><\/strong><span style=\"color: #222222;\">.<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #222222; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><strong><span style=\"color: #222222;\">Kalimat (8):<\/span><\/strong> <em><span style=\"color: #222222;\">Bahkan<\/span><\/em> <strong><span style=\"color: #222222;\">(konj.)<\/span><\/strong><span style=\"color: #222222;\">, <\/span><em><span style=\"color: #222222;\">ketika ada pun<\/span><\/em> <strong><span style=\"color: #222222;\">(K)<\/span><\/strong><span style=\"color: #222222;\">, <\/span><em><span style=\"color: #222222;\">data yang menunjukkan terjadinya kekerasan seksual pada laki-laki <\/span><\/em><strong><span style=\"color: #222222;\">(S)<\/span><\/strong> <em><span style=\"color: #222222;\">seringkali diacuhkan<\/span><\/em> <strong><span style=\"color: #222222;\">(P)<\/span><\/strong><span style=\"color: #222222;\">.<\/span><\/li>\n<li style=\"color: #222222; text-align: justify;\" aria-level=\"1\"><strong><span style=\"color: #222222;\">Kalimat (12): <\/span><\/strong><em><span style=\"color: #222222;\">Itulah<\/span><\/em><strong><span style=\"color: #222222;\"> (P)<\/span><\/strong> <em><span style=\"color: #222222;\">yang menjadikan sebagian laki-laki korban kekerasan seksual enggan melaporkan kasusnya <\/span><\/em><strong><span style=\"color: #222222;\">(S)<\/span><\/strong><span style=\"color: #222222;\">.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong><span style=\"text-decoration: underline;\">Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah C.<\/span><\/strong><strong><span style=\"text-decoration: underline;\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh6.googleusercontent.com\/lgFAEhz_gVZvHf-AWQYrh9CxYhppcOPZykoaRu2Wx7psoh_D1KXPwwuaVdqOLRIckfUGtdGXyREdem5I0TrrcGHcX4SmyHjYvyVs7TnwMYnuoCsjSgMeKwBbqzbCuoK5DM7J7MxLzygK7oiRJM-WobnfBIy_D59UrHzncBSOr3HKrbRjZrc6SST9NzNaSQ\" width=\"4\" height=\"6\" \/><\/span><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mau skor UTBK tinggi? Saatnya\u00a0<em>upgrade<\/em>\u00a0cara belajarmu! Yuk, pakai Kitab UTBK SNBT Ruangguru yang isinya lengkap, ringkas, dan gampang dipahami. Belajar jadi lebih terarah, skor UTBK pun makin aman! Cek link di bawah ini sebelum kehabisan!<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/linktr.ee\/kitabutbkrg\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/efee667c-6abe-4cb8-8483-b6541a6cabb7.png\" alt=\"kitab utbk-snbt 2026 ruangguru\" width=\"820\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/70700add-91f7-409a-a77d-be9ff9a161b7.png\" alt=\"separator contoh soal tps utbk\" \/><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 16px;\"><strong>Topik<\/strong><strong>: Pengetahuan Umum <\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Subtopik<\/strong><strong>: Kepaduan dan Keefektifan Wacana<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Teks berikut digunakan untuk menjawab soal nomor 11-14.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(1) Listrik merupakan kebutuhan primer bagi manusia. (2) Listrik sangat bermanfaat bagi keperluan pekerjaan di banyak tempat. (3) Terkadang, ketersediaan daya listrik berkurang sehingga sering terjadi pemadaman listrik secara bergilir. (4) Pemadaman bergilir ini pastinya sudah banyak dialami oleh siapa pun. (5) Pemadaman juga memberikan dampak pada pengguna, apalagi pemadaman terjadi tanpa adanya pemberitahuan sebelumnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(6) Dampak pemadaman listrik yang dirasakan para penggunanya di antaranya adalah terlambatnya laju informasi. (7) Informasi melalui elektronik, seperti <em><i>handphone<\/i><\/em>, televisi, dan radio, akan sulit didapatkan. (8) Selain itu, terbengkalainya pekerjaan rumah sangat dialami bagi para ibu rumah tangga. (9) Hal itu disebabkan pekerjaan rumah tangga yang biasanya dilakukan dengan bantuan listrik, seperti mencuci dan menyetrika, akan terhambat. (10) Mati listrik juga menyebabkan banyak pengeluaran yang tak terduga, tidak adanya hiburan dari televisi atau radio, meningkatnya risiko tindakan kriminalitas dan para pekerja akan memiliki pekerjaan yang menumpuk.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(11) Dampak umum dari pemadaman listrik tersebut sebenarnya dapat diminimalisir jika memiliki sumber energi listrik seperti genset (generator set). (12) Genset merupakan mesin yang dapat mengubah energi mekanis menjadi energi listrik melalui induksi elektromagnetik. (13) Genset menghasilkan arus searah (DC) dan arus bolak-balik (AC) dan keduanya dapat digunakan untuk penerangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 8pt;\">(Diadaptasi dari <u>https:\/\/www.abcpowergenset.com\/dampak-dari-pemadaman-listrik-dan-solusinya\/<\/u>)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>11. Apa gagasan utama paragraf kedua?<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify; list-style-type: upper-alpha;\">\n<li>Listrik memberikan dampak positif bagi penggunanya.<\/li>\n<li>Pemadaman listrik menghambat pekerjaan rumah.<\/li>\n<li>Dampak pemadaman listrik memiliki pengaruh yang bermanfaat bagi para penggunanya.<\/li>\n<li>Pemadaman listrik menghambat pekerjaan para penggunanya.<\/li>\n<li>Dampak pemadaman listrik bagi para penggunanya.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Jawaban<\/strong><strong>: E<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan<\/strong><strong>:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gagasan utama sebuah paragraf terdapat pada kalimat utama. Kalimat utama tersebut dapat berada di awal paragraf, di akhir paragraf, atau keduanya. Kalimat utama pada paragraf tersebut terdapat di awal paragraf. Sementara itu, kalimat berikutnya adalah kalimat penjelas. Kalimat utama paragraf kedua membicarakan dampak pemadaman listrik yang dirasakan para penggunanya. Kalimat selanjutnya \u00a0menjelaskan tentang dampak-dampak dari pemadaman listrik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/70700add-91f7-409a-a77d-be9ff9a161b7.png\" alt=\"separator contoh soal tps utbk\" \/><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><strong>Topik<\/strong><strong>: Pengetahuan Umum<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Subtopik<\/strong><strong>: Pengetahuan Kebahasaan<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>12. Kesalahan penulisan ditemukan pada kalimat \u2026.<\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha;\">\n<li>(3)<\/li>\n<li>(5)<\/li>\n<li>(10)<\/li>\n<li>(11)<\/li>\n<li>(13)<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Jawaban: D<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada kalimat (11) terdapat kesalahan penulisan kata. Kata minimalisir adalah kata yang tidak baku. Menurut KBBI Edisi V, kata baku dari minimalisir adalah minimalisasi. Dengan begitu, jawaban yang tepat adalah D.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/70700add-91f7-409a-a77d-be9ff9a161b7.png\" alt=\"separator contoh soal tps utbk\" \/><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><strong>Topik<\/strong><strong>: Pengetahuan Umum<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Subtopik<\/strong><strong>: Kepaduan dan Keefektifan Wacana<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>13. Apa kesimpulan teks tersebut?<\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha;\">\n<li>Pemadaman listrik bergilir berdampak pada penggunanya dan dapat diminimalisasi dengan penggunaan genset.<\/li>\n<li>Dampak pemadaman listrik bergilir disebabkan oleh ketersediaan daya listrik berkurang.<\/li>\n<li>Pemadaman listrik bergilir disebabkan oleh banyak faktor yang menimbulkan kerugian bagi penggunanya.<\/li>\n<li>Solusi dari pemadaman listrik bergilir agar dapat meminimalisasi dampak bagi para penggunanya.<\/li>\n<li>Genset adalah solusi utama bagi pemadaman listrik bergilir.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Jawaban<\/strong><strong>: A<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan<\/strong><strong>:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Simpulan dalam sebuah teks harus mencerminkan topik dari bacaan. Topik dalam teks tersebut yaitu mengenai pemadaman listrik, dampak pemadaman listrik, dan solusinya. Dari keseluruhan isi teks dapat disimpulkan bahwa pemadaman listrik bergilir berdampak pada penggunanya dan dapat diminimalisasi dengan penggunaan genset.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify; font-weight: bold;\">Baca Juga: <a href=\"\/blog\/contoh-soal-tes-skolastik-penalaran-matematika\" rel=\"noopener\">Contoh Soal UTBK Penalaran Matematika dan Pembahasannya<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/70700add-91f7-409a-a77d-be9ff9a161b7.png\" alt=\"separator contoh soal tps utbk\" \/><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><strong>Topik<\/strong><strong>: Pengetahuan Umum<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Subtopik<\/strong><strong>: Kepaduan dan Keefektifan Wacana<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>14. Bagaimana hubungan isi antarparagraf ke-2 dan ke-3 dalam teks di atas?<\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha;\">\n<li>Paragraf ke-3 merupakan simpulan penelitian yang dibahas pada paragraf ke-2<\/li>\n<li>Paragraf ke-2 merupakan perbedaan penyebab yang dibahas pada paragraf ke-1<\/li>\n<li>Paragraf ke-3 memaparkan penyelesaian masalah dari paragraf ke-2<\/li>\n<li>Paragraf ke-2 merupakan fakta-fakta yang dipaparkan pada paragraf ke-3<\/li>\n<li>Paragraf ke-3 memerinci temuan yang dibahas pada paragraf ke-2<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Jawaban: C<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada paragraf kedua menunjukkan dampak-dampak dari pemadaman listrik yang dirasakan penggunanya. Selanjutnya, paragraf ketiga memaparkan penyelesaian masalah yang dapat dilakukan untuk meminimalisasi dampak-dampak pemadaman listrik yang dibahas pada paragraf kedua. Jadi, jawaban C yang lebih tepat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/70700add-91f7-409a-a77d-be9ff9a161b7.png\" alt=\"separator contoh soal tps utbk\" \/><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><strong>Topik<\/strong><strong>: Pengetahuan Umum<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Subtopik<\/strong><strong>: Kepaduan dan Keefektifan Wacana<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Bacalah teks berikut dengan cermat untuk menjawab soal nomor 15-18!<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tanaman di halaman rumah tidak selalu ditanam langsung di tanah atau di pot. Ada model penanaman dalam bak tanaman. Bak ini dapat diletakkan di mana saja, seperti di bawah jendela, di salah satu sudut halaman, atau di depan pagar rumah. Bila diletakkan depan pagar, tanaman ini dapat mengurangi efek kaku dan membuat pagar tampak lebih hidup.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bak tanaman umumnya dibuat dari bata yang dilapis cat atau ditempeli batu alam. Keunggulan bila meggunakan batu alam, tampilan bak lebih natural dan bentuknya tidak kaku. Akan tetapi, biaya yang harus dikeluarkan lebih besar bila dibandingkan dengan bak yang dilapisi cat. Untuk ukurannya, bak tanaman dapat disesuaikan dengan kondisi lahan yang tersedia. Ada baiknya, ukuran bak jangan terlalu besar. Bak yang terlalu besar akan merusak tampilan rumah secara keseluruhan. Ukuran dari bak tanaman di depan pagar yang idealnya mempunyai ketinggian sekitar 40-60 cm dengan panjang sesuai panjang pagar sedangkan lebarnya adalah sekitar 20-30 cm.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain ukuran bak, yang perlu diperhatikan adalah system drainasenya. System drainase berfungsi untuk membuang kelebihan air yang diserap oleh tanah. Sebaiknya, buatlah saluran pembuangan daro pipa PVC dengan diameter sekitar \u00be inci. Pipa ini dipasang di dalam bata dan menembus keluar. Hendaknya pipa pembuangan ini dibuat di kedua sisi bak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah bak dibuat, jangan langsung diberi media tanam yang berupa campuran tanah dan pupuk kandang. Terlebih dahulu, berilah lapisan ijuk atau batu koral. Setelah itu, di atasnya taburkan pasir kasar, lapisan media tanam hingga penuh.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>15. Kalimat yang tepat untuk memperbaiki paragraf ke-2 kalimat terakhir adalah \u2026.<\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha;\">\n<li style=\"text-align: justify;\">Ukuran bak tanaman di depan pagar yang ideal mempunyai ketinggian 40-60 cm dengan panjang sesuai pagar, sedang lebarnya 20-30 cm.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Ukuran dari bak tanaman di depan pagar yang ideal mempunyai tinggi 40-60 cm dengan panjang sesuai panjang pagar, dan lebarnya adalah 20-30 cm.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Ukuran bak tanaman di depan pagar idealnya mempunyai tinggi sekitar 40-60 cm, panjangnya sepanjang pagar, sedangkan lebar adalah sekitar 20-30 cm.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Ukuran bak tanaman di depan pagar yang ideal mempunyai tinggi 40-60 cm, panjang sesuai panjang pagar, dan lebar 20-30 cm.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Ukuran dari bak tanaman di depan pagar idealnya mempunyai ketinggian sekitar 40-60 cm dengan panjang sesuai pagar, sedangkan lebarnya sekitar 20-30 cm.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Jawaban<\/strong><strong>: D<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan<\/strong><strong>:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalimat terakhir pada paragraf kedua memuat kalimat yang tidak efektif. Ketidak efektifan tersebut disebabkan oleh tidak tepatnya penggunaan diksi (pilihan kata), yakni penggunaan kata <strong>dari<\/strong>, penggunaan kata ganti <strong>-nya<\/strong>, penggunaan imbuhan <strong>ke-an<\/strong>, dan penggunaan kata adalah. Dengan demikian, perbaikan kalimat tersebut agar menjadi efektif adalah <em><i>Ukuran bak tanaman di depan pagar yang ideal mempunyai tinggi 40-60 cm, panjang sesuai panjang pagar, dan lebar 20-30 cm.<\/i><\/em>\u00a0Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah D.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ruangguru juga menyediakan wadah eksklusif untuk kamu para pejuang kampus impian, yaitu Grup Pelatnas UTBK, grup Telegram khusus pejuang SNBT 2026 dari Ruangguru! Di dalam grup ini, kamu nggak cuma dapet semangat bareng ribuan pejuang lainnya, tapi juga bisa mengikuti program harian buat bantu kamu menyiapkan diri menuju SNBT dengan lebih terarah. Yuk, gabung sekarang dan rasakan sendiri serunya belajar bareng komunitas pejuang SNBT dari seluruh Indonesia!<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/t.me\/PelatnasSNBT2026\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/102d6d02-86f5-4297-8548-4265340a7847.jpg\" alt=\"grup pelatnas SNBT\" width=\"500\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/70700add-91f7-409a-a77d-be9ff9a161b7.png\" alt=\"separator contoh soal tps utbk\" \/><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><strong>Topik<\/strong><strong>: Pengetahuan Umum<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Subtopik<\/strong><strong>: Kepaduan dan Keefektifan Wacana<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>16. Gagasan utama paragraf pertama pada teks di atas adalah \u2026.<\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha;\">\n<li>Penempatan tanaman dapat dilakukan di pot atau tanah<\/li>\n<li>Tanaman dapat ditanam dengan berbagai cara<\/li>\n<li>Model penanaman tanaman di bak tanaman memiliki berbagai efek<\/li>\n<li>Peletakan bak tanaman dapat dilakukan di berbagai tempat strategis<\/li>\n<li>Penanaman tanaman di depan pagar mengurangi efek kaku<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Jawaban<\/strong><strong>: B<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan<\/strong><strong>:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gagasan utama merupakan topik paragraf yang terdapat pada kalimat utama. Kalimat utama paragraf pertama pada teks di atas menginformasikan bahwa <em><i>Tanaman di halaman rumah tidak selalu ditanam langsung di tanah atau di pot<\/i><\/em>. Kalimat berikutnya merupakan kalimat penjelas yang mendukung kalimat utama bahwa tanaman dapat ditanam dengan berbagai cara. Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah B.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/70700add-91f7-409a-a77d-be9ff9a161b7.png\" alt=\"separator contoh soal tps utbk\" \/><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><strong>Topik<\/strong><strong>: Pengetahuan Umum<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Subtopik<\/strong><strong>: Kepaduan dan Keefektifan Wacana<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>17. Kelemahan paragraf ke-4 pada teks di atas adalah \u2026.<\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha;\">\n<li>Gagasan utama terletak di tengah paragraf<\/li>\n<li>Tidak memiliki gagasan utama<\/li>\n<li>Kalimat penjelas saling bertentangan<\/li>\n<li>Paragraf mengandung kalimat sumbang<\/li>\n<li>Gagasan utama lebih dari Satur<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Jawaban<\/strong><strong>: B<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan<\/strong><strong>:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kelemahan paragraf ke-4 pada teks di atas sebabkan paragraf tersebut tidak memiliki gagasan utama. Hal ini terjadi karena ketiga kalimat pada paragraf tersebut menggunakan konjungsi temporal yang menyatakan urutan kerja, langkah-langkah, atau menggambarkan proses. Oleh karena itulah, paragraf tersebut tidak memiliki gagasan utama karena setiap kalimatnya berupa penjelasan atau keterangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/70700add-91f7-409a-a77d-be9ff9a161b7.png\" alt=\"separator contoh soal tps utbk\" \/><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><strong>Topik<\/strong><strong>: Pengetahuan Umum<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Subtopik<\/strong><strong>: Kepaduan dan Keefektifan Wacana<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>18. Simpulan yang paling tepat untuk teks di atas adalah \u2026.<\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha;\">\n<li style=\"text-align: justify;\">Model penanaman tanaman yang baik dapat dilakukan dengan cara menanam langsung di tanah atau secara tidak langsung di dalam pot dan bak tanaman<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Bak tanaman dapat diletakkan di tempat-tempat yang strategis sesuai kebutuhan pemiliknya dengan memperhatikan nilai-nilai estetika sehingga tampak lebih hidup<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Bak tanaman yang terbuat dari batu alam memerlukan biaya lebih besar dibandingkan dengan bak tanaman yang terbuat dari bata yang dicat<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Bak tanaman, pada umumnya, berbahan dasar batu bata yang dicat atau ditempeli batu alam, berukuran sesuai dengan kebutuhan, dan bersistem drainase yang baik<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Ukuran bak tanaman harus sesuai dengan kebutuhan rumah sehingga tampilannya menjadi lebih indah dan sistem drainasenya harus dibuat lebih baik lagi<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Jawaban<\/strong><strong>: A<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan<\/strong><strong>:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Simpulan paragraf haruslah selaras dengan topik paragraf serta merangkum keseluruhan teks. Paragraf pertama berisi tentang berbagai cara penanaman tanaman. Paragraf kedua tentang keunggulan dan kelemahan material yang digunakan untuk membuat bak tanaman, sedangkan paragraf ketiga dan keempat berupa penjelasan dan langkah-langkah pembuatan. Oleh karena itu, simpulan yang paling tepat untuk teks di atas adalah <em><i>Model penanaman tanaman yang baik dapat dilakukan dengan cara menanam langsung di tanah atau secara tidak langsung di dalam pot dan bak tanaman<\/i><\/em>\u00a0yang terdapat pada pilihan A.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"\/blog\/soal-tps-utbk-penalaran-umum\" rel=\"noopener\">Latihan Soal TPS UTBK 2026 Penalaran Umum<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/70700add-91f7-409a-a77d-be9ff9a161b7.png\" alt=\"separator contoh soal tps utbk\" \/><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><strong>Topik<\/strong><strong>: Pengetahuan Umum<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Subtopik<\/strong><strong>: Pengetahuan Kebahasaan<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Teks berikut digunakan untuk menjawab soal\u00a0 19-22. <\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(1) <em><i>Food and Drug Administration<\/i><\/em>\u00a0(FDA) atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat telah menemukan ratusan suplemen <em><i>over-the-counter <\/i><\/em>(OTC) dicampur dengan obat yang tak disetujui. (2) Hal ini diketahui berdasarkan tes yang dilakuakn FDA\u00a0. (3) Namun, badan tersebut tak mengeluarkan penarikan pada obat-obatan tersebut. (4) Sebagian besar produk yang dijual adalah obat suplemen massa otot dan suplemen penurun berat badan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(5) Para peneliti di Departemen Makanan dan Pertanian California (FD) menemukan bahwa lebih dari 775 konon suplemen alami mengandung versi lebih murah dari bahan-bahan yang di iklankan atau senyawa farmasi yang memerlukan resep. (6) Tetapi, FDA hanya menarik setengah dari jumlah itu.\u00a0(7) Para ahli menyerang FDA karena membiarkan produk-produk tercemar ini masuk dan tetap berada di pasar, menyebut bukti penelitian tentang &#8216;melalaikan tugas&#8217;.\u00a0\u00a0(8) Pada 2017, pasar suplemen mampu menembus angka 13,4 miliar dolar AS atau Rp 201 triliun dan pasar diprediksi akan terus naik.\u00a0 (9) Dengan jenis, merek, dan vendor yang tak terhitung jumlahnya di luar sana, industri suplemen membuat FDA kewalahan.<\/p>\n<p style=\"font-size: 10px; text-align: left;\">(Diadaptasi dari <u>https:\/\/www.republika.co.id\/berita\/gaya-hidup\/info-sehat\/18\/10\/15\/pgmojk349-ratusan-suplemen-alami-ternyata-berbahan-obat-eksperimen<\/u>)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">19. Penggunaan konjungsi yang TIDAK tepat terdapat dalam kalimat \u2026.<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha;\">\n<li style=\"text-align: justify;\">(1)<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">(2)<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">(4)<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">(6)<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">(9)<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Jawaban: D<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalimat (6)\u00a0menggunakan <em><i>tetapi <\/i><\/em>di awal kalimat. Hal ini tidak tepat karena <em><i>tetapi <\/i><\/em>tidak boleh diletakkan di awal kalimat. Jadi jawaban yang tepat yaitu D.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/70700add-91f7-409a-a77d-be9ff9a161b7.png\" alt=\"separator contoh soal tps utbk\" \/><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><strong>Topik<\/strong><strong>: Pengetahuan Umum<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Subtopik<\/strong><strong>: Pengetahuan Kebahasaan<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">20. Kata <\/span><em style=\"background-color: transparent;\"><i>menembus<\/i><\/em><span style=\"background-color: transparent;\">dalam kalimat (8) bermakna \u2026.<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha;\">\n<li style=\"text-align: justify;\">mengeluarkan<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">menerobos<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">melampaui<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">melewati<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">mencapai<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Jawaban: D<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan: <\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kata <em><i>menembus <\/i><\/em>dalam KBBI V berarti keluar pada celah-celah permukaan; melewati. Jadi jawaban yang tepat yaitu D karena sesuai dengan pengertiannya yaitu <em><i>melewati<\/i><\/em>. Selain itu kata <em><i>melewati <\/i><\/em>sesuai dengan pembahasan pada kalimat (8), jika disesuaikan kalimat tersebut menjadi \u201cPada 2017, pasar suplemen mampu melewati angka 13,4 miliar dolar AS atau Rp 201 triliun dan pasar diprediksi akan terus naik.\u201d sesuai dengan pembahannya kalimat tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span data-sheets-root=\"1\">Biar persiapan UTBK-SNBT 2026 kamu makin maksimal, Ruangguru punya paket belajar Balas di SNBT yang siap bantu belajar kamu. Programnya lengkap dan harganya juga ramah di kantong. Yuk, cek banner di bawah ini sekarang!<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/s.id\/balasdisnbt\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/d5bccc32-6a93-4a6c-8cb1-d58ed7152010.png\" alt=\"SNBT Master Ruangguru\" width=\"820\" \/><\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/70700add-91f7-409a-a77d-be9ff9a161b7.png\" alt=\"separator contoh soal tps utbk\" \/><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><strong>Topik<\/strong><strong>: Pengetahuan Umum<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Subtopik<\/strong><strong>: Kepaduan dan Keefektifan Wacana<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">21. Ide pokok paragraf pertama adalah \u2026.<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha;\">\n<li style=\"text-align: justify;\">Penemuan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Telah ditemukan ratusan suplemen <em><i>over-the-counter <\/i><\/em>(OTC)<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Penarikan obat-obat terlarang di pasar<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Tes yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Obat suplemen massa otot dan suplemen penurun berat badan ditarik dari pasar<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Jawaban: B<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ide pokok merupakan ide utama yang ingin disampaikan oleh suatu teks. Dalam teks di atas paragraf pertama menjeleskan sebuah temenuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat yang kemudian menjadi bahan pembahasan pada kalimat-kalimat selanjutnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/70700add-91f7-409a-a77d-be9ff9a161b7.png\" alt=\"separator contoh soal tps utbk\" \/><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify; font-size: 16px;\"><strong>Topik<\/strong><strong>: Pengetahuan Umum<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Subtopik<\/strong><strong>: Kepaduan dan Keefektifan Wacana<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">22. Pernyataan manakah yang sesuai dengan isi teks di atas?<\/span><\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha;\">\n<li style=\"text-align: justify;\">Obat lebih murah tidak boleh dijual dipasaran karena berbahaya<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Penelitian menunjukkan bahwa obat yang dijual di pasar terdapat obat yang mengandung bahan berbahaya.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Obat yang dilarang dijual yaitu obat suplemen massa otot dan suplemen penurun berat badan.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">Industri suplemen banyak yang menjual obat dengan bahan senyawa farmasi<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">FDA diprotes karena membiarkan penjualan produk-produk tercemar ada di pasar.<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Jawaban: E<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jawaban A tidak tepat karena yang tidak boleh dijual di pasar yaitu obat murah yang berbahan senyawa farmasi yang hanya bisa diperoleh dengan resep. Jawabn B tidak tepat karena tidak adanya argumen yang menyatakan obat yang dijual di pasar itu berbahaya. Jawaban C kurang tepat karena obat suplemen massa otot dan suplemen penurun berat badan hanya disebutkan sebagai obat yang banyak di jual di pasar. Jawaban D tidak tepat karena tidak adanya argumen mengenai produksi yang dijual industri suplemen. Jadi, pilihan jawaban E lebih tepat karena dapat dibuktikan dari kalimat <em><i>\u201cPara ahli menyerang FDA karena membiarkan produk-produk tercemar ini masuk dan tetap berada di pasar, menyebut bukti penelitian tentang melalaikan tugas.\u201d<\/i><\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/70700add-91f7-409a-a77d-be9ff9a161b7.png\" alt=\"separator contoh soal tps utbk\" \/><\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 12pt;\"><strong>Topik: Wacana<\/strong><\/span><\/h2>\n<p><strong>Subtopik: Ide Pokok dan Simpulan<\/strong><\/p>\n<p><strong>Level Kognitif: HOTS<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>23. Teks ini digunakan untuk menjawab soal berikut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(1) Kesetaraan gender masih menjadi isu global yang terus diperjuangkan oleh berbagai pihak. (2) Namun, sayangnya, menurut laporan dari World Economic Forum, diperkirakan bahwa butuh hampir 136 tahun lagi untuk mencapai kesetaraan gender di dunia. (3) Perkiraan itu didapat dengan mempertimbangkan empat sektor, yakni partisipasi dan peluang ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan politik. (4) Dengan melihat situasi pada keempat sektor tersebut, kesetaraan gender mungkin memang sulit terwujud saat ini. (5) Buktinya, masih banyak ketidakadilan yang harus dihadapi perempuan dalam kehidupan sehari-hari. (6) Adanya double standard atau standar ganda dari masyarakat pun turut menjadi tantangan tersendiri. (7) Sebagai contoh, sebuah studi tahun 1998 di Psychology of Women Quarterly menemukan bahwa jika dibandingkan dengan seorang istri (perempuan), seorang suami (laki-laki) akan mendapat lebih banyak pujian dan dikagumi ketika mereka terlibat dalam mengasuh anak. (8) Ketika seorang ibu merawat anak-anaknya, masyarakat menganggap bahwa itulah yang memang diharapkan dari sosok ibu. (9) Namun, ketika suami ikut membantu mengasuh anak, hal itu dianggap sebagai prestasi yang luar biasa. (10) Padahal, suami dan istri seharusnya memiliki beban yang sama dalam mengurus dan mengasuh anak.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-size: 8pt;\">Quamila, N. (2022). Usia Menikah hingga Tubuh &#8216;Ideal&#8217; Usai Melahirkan, Ini 4 Standar Ganda yang Masih Sering Dialami Perempuan. Diambil 10 Januari 2023 dari https:\/\/www.beautynesia.id\/life\/usia-menikah-hingga-tubuh-ideal-usai-melahirkan-ini-4-standar-ganda-yang-masih-sering-dialami-perempuan\/b-251002.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Apabila gagasan pada teks tersebut dipisahkan menjadi dua paragraf, pengelompokan kalimatnya adalah &#8230;.<\/p>\n<ol style=\"list-style-type: upper-alpha;\">\n<li>(1-2-3) dan (4-5-6-7-8-9-10)<\/li>\n<li>(1-2-3-4) dan (5-6-7-8-9-10)<\/li>\n<li>(1-2-3-4-5) dan (6-7-8-9-10)<\/li>\n<li>(1-2-3-4-5-6) dan (7-8-9-10)<\/li>\n<li>(1-2-3-4-5-6-7) dan (8-9-10)<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Jawaban: C<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Paragraf dalam soal ini terdiri atas sepuluh kalimat. Kalimat (1) hingga kalimat (3) membahas masalah kesetaraan gender yang masih sulit didapatkan meski terus diperjuangkan. Diperkirakan bahwa butuh hampir 136 tahun lagi untuk mencapai kesetaraan gender di dunia. Pokok bahasan tersebut terdapat pada kalimat (2). Kalimat (1) merupakan pengantar untuk menuju kalimat (2) dan kalimat (3) merupakan penjelas atas kalimat (2). Kalimat (4) dan (5) menguatkan informasi kalimat (2) bahwa kesetaraan gender memang masih sulit terealisasi saat ini. Kalimat (6) menginformasi hal tambahan terkait sulitnya merealisasikan kesetaraan gender, yaitu karena adanya standar ganda yang diterima oleh perempuan. Sementara itu, kalimat (7) hingga (10) memberikan penjelasan atau contoh lebih lanjut terkait standar ganda yang disebut dalam kalimat (6).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi, teks dalam soal ini mengandung dua gagasan sehingga perlu dipisahkan menjadi dua paragraf. Pengelompokan kalimat yang tepat adalah (1-2-3-4-5) dan (6-7-8-9-10).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"text-decoration: underline;\"><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah C.<\/strong><\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/70700add-91f7-409a-a77d-be9ff9a161b7.png\" alt=\"separator contoh soal tps utbk\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>Contoh Soal Isian<\/strong><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 12pt;\"><strong>Topik: Kata, Frasa, dan Makna<\/strong><\/span><\/h2>\n<p><strong>Subtopik: Makna<\/strong><\/p>\n<p><strong>Level Kognitif: HOTS<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>4. Teks ini digunakan untuk menjawab soal berikut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(1) Industri fesyen kini telah mengalami perkembangan yang sangat cepat dan pesat jika dibandingkan dengan 50 tahun lalu. (2) Sekarang, industri fesyen rutin mengeluarkan model busana terbaru setiap minggu untuk memenuhi kebutuhan pasar. (3) Perkembangan tersebut akhirnya melahirkan industri yang bernama fast fashion, yakni jenis industri fesyen yang menciptakan pakaian dengan model terkini secara cepat, murah, dan masif. (4) Sayangnya, produksi fast fashion yang murah dan cepat itu hadir dengan banyak sisi gelap yang tersembunyi, salah satunya yang berkaitan dengan hak asasi manusia. (5) Selama beberapa tahun belakangan, industri fesyen sering dikaitkan dengan kondisi pekerja garmen (pakaian jadi) yang tidak layak. (6) Sebagaimana dilansir dari Global Citizen, berdasarkan hasil wawancara dengan 470 pekerja garmen di Bangladesh dan Vietnam, lebih dari 99% pekerja merasakan lingkungan kerja yang buruk dan tidak mendapat gaji yang layak. (7) Beberapa laporan juga mengatakan bahwa industri garmen sering kali menggunakan anak kecil atau imigran yang dipaksa bekerja selama 12\u201416 jam per hari. (8) [&#8230;]<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><span style=\"font-size: 8pt;\">Oktavianto, P. (2022). Melihat Sisi Gelap dan Biaya Tersembunyi dari Industri Fast Fashion. Diambil 20 Januari 2022 dari https:\/\/www.idntimes.com\/science\/discovery\/pradhipta-oktavianto\/sisi-gelap-dan-biaya-tersembunyi-industri-fast-fashion-c1c2?page=all.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Perumpamaan dalam teks tersebut terdapat pada kalimat &#8230;.<\/p>\n<p><strong>Catatan<\/strong>: Hanya diisi dengan angka (contoh: 7)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Jawaban: 4<\/strong><\/p>\n<p><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam KBBI, kata gelap memiliki makna denotatif (makna sebenarnya) dan makna konotatif atau kiasan (makna perumpamaan atau makna yang bukan sebenarnya), yaitu sebagai berikut.<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Makna denotatif: &#8216;tidak ada cahaya; kelam; tidak terang&#8217; dan &#8216;malam&#8217;<\/li>\n<li>Makna konotatif: &#8216;tidak atau belum jelas (tentang perihal, perkara, dan sebagainya); samar&#8217; dan &#8216;rahasia (tidak secara terang-terangan); tidak halal atau tidak sah; tidak menurut aturan (undang-undang, hukum) yang berlaku&#8217;<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam kalimat (4), kata gelap digunakan untuk menunjukkan makna konotatif, yakni &#8216;rahasia (tidak secara terang-terangan)&#8217; atau &#8216;tidak halal atau tidak sah&#8217;. Sesuai kalimat (4), produksi fast fashion yang murah dan cepat hadir dengan banyak sisi rahasia atau sisi yang buruk (tidak sah). Hal-hal yang rahasia dan tidak sah tersebut dijelaskan pada kalimat (5) hingga (7). Jadi, dalam kalimat (4), kata gelap yang sebenarnya bermakna &#8216;kelam&#8217; atau &#8216;tidak ada cahaya&#8217; diumpamakan sebagai sesuatu yang rahasia dan tidak sah.<\/p>\n<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah kalimat 4.<\/strong><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/70700add-91f7-409a-a77d-be9ff9a161b7.png\" alt=\"separator contoh soal tps utbk\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oke, itulah contoh soal TPS UTBK 2026 subtes Pengetahuan dan Pemahaman Umum. Kamu mau berlatih dengan soal UTBK apa lagi nih? Tulis di kolom komentar ya!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kamu juga masih bisa <em>lho<\/em> ikutan <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/ruanguji\">tryout UTBK SNBT di ruanguji<\/a><\/strong>. Kamu bisa pilih mau ikutan tryout GRATIS regular atau yang premium nih. Soal-soal tryout di ruanuji juga sudah sesuai dengan standar BP3 Kemendikbud loh. Jadi, nyesel kalo nggak ikutan!<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/ruanguji\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/5801ad60-a2d4-4732-b1e9-9f3c04057d5b.jpeg\" alt=\"CTA ruanguji\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yuk, tingkatkan persiapanmu dengan contoh soal TPS UTBK 2026 untuk subtes Pengetahuan dan Pemahaman Umum beserta pembahasannya di bawah ini. Selamat mengerjakan! &#8212; &nbsp; Topik: Wacana Subtopik: Konsep Kilat Ide Pokok dan Simpulan &nbsp; Teks ini digunakan untuk menjawab soal nomor 1\u20132. (1) Sebagian besar orang sering mengeluh karena terlalu sibuk. (2) Mereka umumnya ingin [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":22,"featured_media":730,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/161e03b6-f76f-4906-9cc5-c2f531facd59.jpg"],"_edit_lock":["1775631817:1"],"_oembed_e600e45df8904aef00eec5dace1df211":["{{unknown}}"],"_oembed_4c45976f8b76ba567b9c29ec6b9cd219":["{{unknown}}"],"_edit_last":["1"],"_wp_old_date":["2023-01-11","2024-01-10","2025-03-10"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Tingkatkan persiapanmu dengan contoh soal TPS UTBK 2025 subtes Pengetahuan dan Pemahaman Umum beserta pembahasannya berikut ini. Selamat mengerjakan!"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_yoast_wpseo_metadesc":["Tingkatkan persiapanmu dengan contoh soal TPS UTBK 2026 subtes Pengetahuan dan Pemahaman Umum beserta pembahasannya berikut ini. Selamat mengerjakan!"],"_yoast_wpseo_primary_category":["563"],"_yoast_wpseo_content_score":["30"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["39"]},"categories":[563,565],"tags":[397,55,569,58,568],"class_list":["post-730","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pojok-kampus","category-seleksi-masuk","tag-pengetahuan-umum","tag-pojok-kampus","tag-ruanguji","tag-seleksi-masuk","tag-snbt"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Contoh Soal Pengetahuan &amp; Pemahaman Umum TPS UTBK 2026<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tingkatkan persiapanmu dengan contoh soal TPS UTBK 2026 subtes Pengetahuan dan Pemahaman Umum beserta pembahasannya berikut ini. Selamat mengerjakan!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/soal-utbk-pengetahuan-umum\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Contoh Soal Pengetahuan &amp; Pemahaman Umum TPS UTBK 2026\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tingkatkan persiapanmu dengan contoh soal TPS UTBK 2026 subtes Pengetahuan dan Pemahaman Umum beserta pembahasannya berikut ini. Selamat mengerjakan!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/soal-utbk-pengetahuan-umum\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-04-06T01:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-04-08T07:05:56+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Shabrina Alfari\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Shabrina Alfari\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"39 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/soal-utbk-pengetahuan-umum\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/soal-utbk-pengetahuan-umum\",\"name\":\"Contoh Soal Pengetahuan & Pemahaman Umum TPS UTBK 2026\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/soal-utbk-pengetahuan-umum#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/soal-utbk-pengetahuan-umum#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/161e03b6-f76f-4906-9cc5-c2f531facd59.jpg\",\"datePublished\":\"2026-04-06T01:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2026-04-08T07:05:56+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/af6350034b171a1408a571ed11ae0248\"},\"description\":\"Tingkatkan persiapanmu dengan contoh soal TPS UTBK 2026 subtes Pengetahuan dan Pemahaman Umum beserta pembahasannya berikut ini. Selamat mengerjakan!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/soal-utbk-pengetahuan-umum#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/soal-utbk-pengetahuan-umum\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/soal-utbk-pengetahuan-umum#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/161e03b6-f76f-4906-9cc5-c2f531facd59.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/161e03b6-f76f-4906-9cc5-c2f531facd59.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/soal-utbk-pengetahuan-umum#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Contoh Soal Pengetahuan &#038; Pemahaman Umum TPS UTBK 2026\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/af6350034b171a1408a571ed11ae0248\",\"name\":\"Shabrina Alfari\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/79094fae9fdc0a70f38fea8e648da0d97a5c1e687461905420034bf6e4ed550f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/79094fae9fdc0a70f38fea8e648da0d97a5c1e687461905420034bf6e4ed550f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Shabrina Alfari\"},\"description\":\"Content Writer and Content Performance at Ruangguru. Hope my writing finds you well and help you learn a thing or two! :D\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/shabrina-alfari\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Contoh Soal Pengetahuan & Pemahaman Umum TPS UTBK 2026","description":"Tingkatkan persiapanmu dengan contoh soal TPS UTBK 2026 subtes Pengetahuan dan Pemahaman Umum beserta pembahasannya berikut ini. Selamat mengerjakan!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/soal-utbk-pengetahuan-umum","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Contoh Soal Pengetahuan & Pemahaman Umum TPS UTBK 2026","og_description":"Tingkatkan persiapanmu dengan contoh soal TPS UTBK 2026 subtes Pengetahuan dan Pemahaman Umum beserta pembahasannya berikut ini. Selamat mengerjakan!","og_url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/soal-utbk-pengetahuan-umum","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2026-04-06T01:00:00+00:00","article_modified_time":"2026-04-08T07:05:56+00:00","author":"Shabrina Alfari","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Shabrina Alfari","Est. reading time":"39 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/soal-utbk-pengetahuan-umum","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/soal-utbk-pengetahuan-umum","name":"Contoh Soal Pengetahuan & Pemahaman Umum TPS UTBK 2026","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/soal-utbk-pengetahuan-umum#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/soal-utbk-pengetahuan-umum#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/161e03b6-f76f-4906-9cc5-c2f531facd59.jpg","datePublished":"2026-04-06T01:00:00+00:00","dateModified":"2026-04-08T07:05:56+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/af6350034b171a1408a571ed11ae0248"},"description":"Tingkatkan persiapanmu dengan contoh soal TPS UTBK 2026 subtes Pengetahuan dan Pemahaman Umum beserta pembahasannya berikut ini. Selamat mengerjakan!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/soal-utbk-pengetahuan-umum#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/soal-utbk-pengetahuan-umum"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/soal-utbk-pengetahuan-umum#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/161e03b6-f76f-4906-9cc5-c2f531facd59.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/161e03b6-f76f-4906-9cc5-c2f531facd59.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/soal-utbk-pengetahuan-umum#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Contoh Soal Pengetahuan &#038; Pemahaman Umum TPS UTBK 2026"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/af6350034b171a1408a571ed11ae0248","name":"Shabrina Alfari","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/79094fae9fdc0a70f38fea8e648da0d97a5c1e687461905420034bf6e4ed550f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/79094fae9fdc0a70f38fea8e648da0d97a5c1e687461905420034bf6e4ed550f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Shabrina Alfari"},"description":"Content Writer and Content Performance at Ruangguru. Hope my writing finds you well and help you learn a thing or two! :D","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/shabrina-alfari"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/730","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/22"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=730"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/730\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26263,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/730\/revisions\/26263"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/730"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=730"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=730"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=730"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}