{"id":8230,"date":"2025-11-28T11:00:00","date_gmt":"2025-11-28T04:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=8230"},"modified":"2025-11-28T17:02:47","modified_gmt":"2025-11-28T10:02:47","slug":"apa-yang-dimaksud-senyawa-polimer","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/apa-yang-dimaksud-senyawa-polimer","title":{"rendered":"Senyawa Polimer: Pengertian, Jenis &#038; Contohnya dalam Kehidupan | Kimia Kelas 12"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b0e54cfd-8662-47d0-8e7c-777f09c1b4b8.png\" alt=\"senyawa polimer\" width=\"820\" \/><\/span><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em><strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/c\/kimia\/kimia-sma-kelas-12\">Artikel Kimia kelas 12<\/a><\/strong> kali ini akan membahas tentang senyawa polimer. Seperti apakah wujud senyawa polimer dalam kehidupan kita sehari-hari? Simak penjelasan berikut ini, yuk!<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"color: #000000;\">&#8212;<\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"color: #000000;\"><!--StartFragment --><\/span><\/span><\/p>\n<p class=\"pf0\" style=\"text-align: justify;\"><span class=\"cf0\">Pernah kepikiran nggak, sebenarnya apa sih yang terkandung dalam plastik yang setiap hari kamu pakai buat bungkus jajanan atau minuman? Ternyata, plastik bukan cuma sekadar bahan fleksibel yang bisa dibentuk sesuka hati, lho. <\/span><span class=\"cf1\">Plastik tersusun dari senyawa polimer. Dan nggak cuma<\/span><span class=\"cf1\"> plastik aja, masih banyak benda di sekitar kita yang mengandung senyawa polimer. Mulai dari karet gelang hingga kain sintetis.<\/span><\/p>\n<p class=\"pf0\" style=\"text-align: justify;\"><span class=\"cf1\">Nah, di artikel ini, kakak bakal menjelaskan bagaimana senyawa polimer terbentuk dan contoh benda-benda lain yang mengandung senyawa polimer di sekitar kita. Yuk, kita kupas lebih detail bareng-bareng!<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><span style=\"color: #000000;\"><!--EndFragment --><\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Apa itu Polimer?<\/span><\/h2>\n<p><!--StartFragment --><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span class=\"cf0\">Secara sederhana, polimer adalah <strong>senyawa kimia<\/strong> yang tersusun dari <strong>rantai panjang<\/strong> yang terdiri dari <strong>unit-unit kecil berulang<\/strong> yang disebut <strong>monomer<\/strong>. Jadi, polimer itu rantai panjang, sementara monomer merupakan unit-unit penyusunnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><!--StartFragment --><span class=\"cf0\">Istilah polimer pertama kali diperkenalkan pada tahun 1833 oleh ilmuwan Swedia bernama <strong>Jons Jacob Berzelius<\/strong>. Awalnya, ia menggunakan kata polimer untuk menggambarkan senyawa yang punya rumus empiris sama, tetapi massa molekulnya berbeda.<\/span><!--EndFragment --><\/p>\n<p><!--StartFragment --><\/p>\n<p class=\"pf0\" style=\"text-align: justify;\"><span class=\"cf0\">Seiring perkembangan ilmu, istilah polimer kemudian digunakan untuk <!--StartFragment --><\/span><span class=\"cf0\">menggambarkan molekul-molekul berukuran sangat besar yang tersusun dari rangkaian monomer yang berulang<\/span><span class=\"cf0\">. Contoh sederhananya yaitu <strong>karet alam<\/strong>, yang tersusun dari rantai panjang atom karbon yang saling terhubung <span style=\"font-weight: 400;\">[-CH<sub>2<\/sub>C(CH<sub>3<\/sub>) = CHCH<sub>2<\/sub><sup>&#8211;<\/sup>]<\/span>.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/sifat-dan-perubahan-bentuk-zat\">Macam-Macam Wujud Zat, Sifat, Contoh &amp; Perubahannya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><!--EndFragment --><\/p>\n<p><!--EndFragment --><\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Bagaimana Polimer Terbentuk?<\/span><\/h2>\n<p><!--StartFragment --><\/p>\n<p class=\"pf0\" style=\"text-align: justify;\"><span class=\"cf0\">Polimer terbentuk melalui proses yang disebut <strong>polimerisasi<\/strong>, yaitu proses ketika <strong>banyak monomer (molekul kecil) saling bergabung<\/strong>. Contoh yang paling mudah adalah pembentukan polietilen (PE)<\/span><span class=\"cf0\">, <\/span><span class=\"cf1\">jenis plastik yang sering kamu temui pada kantong belanja atau botol plastik.<\/span> <span class=\"cf1\">Polietilen terbentuk dari monomer etilen (C\u2082H\u2084).<\/span> <span class=\"cf1\">Ketika banyak etilen bergabung, mereka membentuk rantai panjang yang disebut polietilen.<\/span><\/p>\n<p><!--EndFragment --><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><strong><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/etilen%20politetilen.png\" alt=\"etilen politetilen\" width=\"600\" \/><\/strong><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><!--StartFragment --><\/p>\n<p class=\"pf0\" style=\"text-align: justify;\"><span class=\"cf0\">Dalam banyak gambar di buku pelajaran, polietilen digambarkan sebagai rantai lurus. Namun, sebenarnya rantai itu nggak benar-benar lurus.<\/span><\/p>\n<p class=\"pf0\" style=\"text-align: justify;\"><span class=\"cf0\">Kenapa?<\/span><\/p>\n<p class=\"pf0\" style=\"text-align: justify;\"><span class=\"cf0\">Karena atom karbon dalam rantai polimer memiliki bentuk ruang tetrahedral (seperti piramida dengan empat sisi). Ikatan-ikatannya nggak sejajar lurus seperti batang, melainkan membentuk sudut-sudut tertentu. Dengan kata lain, rantai polimer bisa melengkung, berputar, dan bahkan melipat secara acak.<\/span><\/p>\n<p class=\"pf0\" style=\"text-align: justify;\"><span class=\"cf0\">Jadi, istilah rantai lurus lebih kepada struktur kimianya (ikatan C<\/span><span class=\"cf1\">\u2013C memanjang), bukan bentuk fisiknya yang benar-benar lurus<\/span><span class=\"cf0\">, ya<\/span><span class=\"cf1\">.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Jenis-Jenis Polimer<\/span><\/h2>\n<p><!--StartFragment --><\/p>\n<p class=\"pf0\" style=\"text-align: justify;\"><span class=\"cf0\">Tapi, sebenarnya, nggak semua polimer hanya berupa satu rantai panjang. Ada <strong>3 jenis polimer<\/strong>, yaitu <strong>polimer rantai lurus, polimer bercabang, dan polimer berikatan silang<\/strong>. Supaya kamu lebih paham, yuk baca penjelasan berikut:<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/dari-mana-karet-berasal\">Dari Mana Karet di Dunia Berasal?<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><!--EndFragment --><\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">1. <!--StartFragment --><span class=\"cf0\">Polimer Rantai Lurus<\/span><\/span><\/h3>\n<p class=\"pf0\" style=\"text-align: justify;\"><span class=\"cf0\">Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, pada polimer rantai lurus, monomer-monomernya <strong>tersusun seperti satu tali panjang tanpa cabang<\/strong>. Contohnya adalah HDPE (<em>High Density Polyethylene<\/em>).<\/span><\/p>\n<p class=\"pf0\" style=\"text-align: justify;\"><span class=\"cf0\">Walaupun namanya \u201clurus\u201d, bentuk fisiknya tetap bisa melengkung atau berlipat karena bentuk atom karbon yang tetrahedral. Namun, tanpa cabang, rantai-rantai polimer dapat tersusun lebih rapat dan teratur.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Polimer Bercabang<\/span><\/h3>\n<p><!--StartFragment --><\/p>\n<p class=\"pf0\" style=\"text-align: justify;\"><span class=\"cf0\">Pada polimer bercabang, <strong>beberapa monomernya menempel ke sisi rantai utama<\/strong>, bukan hanya ujungnya. Jadinya, rantainya seperti <strong>tali dengan benang-benang kecil yang menonjol di berbagai titik<\/strong>. <\/span><span class=\"cf0\">Contohnya LDPE (<em>Low Density Polyethylene<\/em>).<\/span><\/p>\n<p class=\"pf0\" style=\"text-align: justify;\"><span class=\"cf0\">Karena susunannya nggak bisa serapat polimer rantai lurus, maka material yang terbuat dari polimer bercabang akan lebih fleksibel, lembut, dan densitasnya rendah.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Polimer Berikatan Silang<\/span><\/h3>\n<p><!--StartFragment --><\/p>\n<p class=\"pf0\" style=\"text-align: justify;\"><span class=\"cf0\">Nah, jenis ini sedikit berbeda karena bukan lagi cabang kecil<\/span><span class=\"cf0\">, <\/span><span class=\"cf1\">melainkan <strong>jembatan yang<\/strong><\/span> <span class=\"cf1\"><strong>menghubungkan antar rantai polimer<\/strong>. Bayangkan beberapa tali yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan-ikatan pendek.<\/span><\/p>\n<p class=\"pf0\" style=\"text-align: justify;\"><span class=\"cf1\">Ikatan silang membuat polimer<\/span> <span class=\"cf1\">jauh lebih kuat<\/span><span class=\"cf0\">, ngga<\/span><span class=\"cf1\">k mudah berubah bentuk<\/span><span class=\"cf0\">, serta <\/span><span class=\"cf1\">lebih elastis atau lebih kokoh bergantung jumlah ikatan silangnya. <\/span><\/p>\n<p class=\"pf0\" style=\"text-align: justify;\"><span class=\"cf1\">Salah satu contoh paling terkenal dari polimer berikatan silang adalah karet alam yang divulkanisasi. <\/span><span class=\"cf0\">Karet alam awalnya hanya terdiri dari rantai-rantai polimer yang cukup fleksibel. Namun, ketika mengalami vulkanisasi, terjadi proses penambahan atom belerang (S) yang bertindak sebagai jembatan antar rantai polimer.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/senyawa%20polimer%20-%20karet%20alam.png\" alt=\"polimer karet alam\" width=\"600\" \/><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, bentuk polimer lurus dan bercabang digolongkan sebagai material yang dinamakan <strong>termoplastik<\/strong>. Material ini meleleh jika dipanaskan yang dapat dimodelkan ke dalam berbagai bentuk, dan bentuknya dapat dipertahankan ketika didinginkan. Ikatan silang yang berat menghasilkan material yang dikenal sebagai plastik <strong>termoset<\/strong>. Sekali ikatan silang dibentuk, polimer ini akan mengambil bentuk yang tidak dapat diubah lagi, tanpa merombak plastiknya lebih dulu.<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/plastik\">Yuk, Kenali Jenis Plastik dan Bahayanya Bagi Kesehatan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><!--EndFragment --><\/p>\n<p><!--EndFragment --><\/p>\n<p><!--StartFragment --><\/p>\n<p><!--EndFragment --><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Selulosa, Contoh Polimer yang Banyak di Sekitar Kita<\/span><\/h2>\n<p><!--EndFragment --><\/p>\n<p><!--EndFragment --><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><!--StartFragment --><\/span><\/p>\n<p class=\"pf0\" style=\"text-align: justify;\"><span class=\"cf0\">Polimer ini ada di sekitar kita hampir di mana-mana, mulai dari buku yang kamu baca, tisu yang kamu pakai, sampai pakaian berbahan kapas yang kamu kenakan.<\/span><\/p>\n<p><!--StartFragment --><\/p>\n<p><!--EndFragment --><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><span class=\"_Tgc\">Selulosa adalah <!--StartFragment --><\/span><\/span><span class=\"cf0\">polimer alami yang tersusun dari satuan berulang <\/span><span class=\"cf1\">\u2013C\u2086H\u2081\u2080O\u2085. S<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><span class=\"_Tgc\">enyawa organik ini paling umum di Bumi. Sekitar 33% dari semua materi tanaman adalah selulosa. <\/span> Kayu memiliki sekitar 50% berat selulosa, sedangkan kapas hampir 90% selulosa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/senyawa%20polimer%20-%20tahukah%20kamu.png\" alt=\"selulosa adalah\" width=\"600\" \/><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><!--StartFragment --><\/p>\n<p class=\"pf0\" style=\"text-align: justify;\"><span class=\"cf0\">Salah satu penggunaan terbesar selulosa adalah sebagai bahan baku pembuatan kertas. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam seratus tahun terakhir, senyawa ini juga dipakai sebagai bahan awal untuk sintesis plastik, fiber sintesis plastik, dan fiber sintesis pertama.<\/span><\/p>\n<p><!--EndFragment --><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selulosa dari bubur kayu mengandung banyak pengotor yang digunakan untuk membuat fiber. Selulosa tersebut dapat dimurnikan dengan melarutkannya ke dalam campuran NaOH dan CS<\/span><sub><span style=\"font-weight: 400;\">2<\/span><\/sub><span style=\"font-weight: 400;\">. Jika larutan kental ini dilewatkan ke dalam lubang sempit pada mulut pipa dalam bak asam, fiber selulosa yang dikenal sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">rayon<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> akan terbentuk. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><!--StartFragment --><\/p>\n<p class=\"pf0\" style=\"text-align: justify;\"><span class=\"cf0\">Proses serupa juga bisa menghasilkan <em>selofan<\/em>, yaitu lembaran tipis yang tembus pandang. Selofan sering digunakan sebagai pembungkus hadiah, kemasan makanan, atau pembungkus permen.<\/span><!--EndFragment --><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><!--StartFragment --><\/span><\/p>\n<p class=\"pf0\" style=\"text-align: justify;\"><span class=\"cf0\">Selulosa memiliki tiga gugus <\/span><span class=\"cf1\">\u2013OH dalam setiap satuan berulangnya. Gugus \u2013OH ini dapat bereaksi dengan asam nitrat, membentuk selulosa nitrat<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Pada tahun 1869, John Wesley Hyatt menemukan bahwa campuran selulosa nitrat dan kamfor yang dilarutkan ke dalam alkohol menghasilkan plastik pertama yang dikenal oleh kita, yaitu <em>seluloid<\/em>. Kemudian, <em>seluloid<\/em> digunakan sebagai pengganti gading dalam industri berbagai barang, mulai dari sisir sampai bola bilyar. Namun, selulosa nitrat mudah terbakar, sehingga diganti oleh plastik jenis lain.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/bpa-struk-kasir\">Selain Picu Kanker, Ini Bahaya Kertas Thermal pada Struk Belanja<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\"><!--StartFragment --><\/span><\/p>\n<p class=\"pf0\" style=\"text-align: justify;\"><span class=\"cf0\">Sekarang kamu sudah paham kan apa itu polimer, bagaimana terbentuknya, dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari? Nah, kalau kamu merasa materi ini seru dan pengin belajar lebih dalam lagi, kamu bisa lanjut eksplor di <span style=\"font-weight: 400;\"><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/ruangbelajar\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>ruangbelajar<\/strong><\/a><\/span>.<\/span><\/p>\n<p class=\"pf0\" style=\"text-align: justify;\"><span class=\"cf0\">Di sana, kamu bakal belajar lewat video animasi yang keren, penjelasan yang sederhana, plus soal-soal latihan yang bikin kamu makin paham tanpa pusing. <\/span><span class=\"cf0\">Yuk, terus tingkatkan pemahamanmu, <\/span><span class=\"cf1\">biar belajar Kimia jadi makin gampang dan menyenangkan!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/bayar.ruangguru.com\/\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/e3260f88-1749-4d3b-8973-be3aae07a94c.jpg\" alt=\"CTA Ruangguru\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel Kimia kelas 12 kali ini akan membahas tentang senyawa polimer. Seperti apakah wujud senyawa polimer dalam kehidupan kita sehari-hari? Simak penjelasan berikut ini, yuk! &#8212; &nbsp; Pernah kepikiran nggak, sebenarnya apa sih yang terkandung dalam plastik yang setiap hari kamu pakai buat bungkus jajanan atau minuman? Ternyata, plastik bukan cuma sekadar bahan fleksibel yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":82,"featured_media":8230,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b0e54cfd-8662-47d0-8e7c-777f09c1b4b8.png"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1764324028:1"],"_yoast_wpseo_primary_category":["548"],"_yoast_wpseo_content_score":["60"],"_yoast_wpseo_estimated-reading-time-minutes":["6"],"_wp_old_date":["2019-05-02"],"_yoast_wpseo_title":["Senyawa Polimer: Pengertian, Jenis & Contohnya"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Artikel ini akan membahas tentang senyawa polimer. Seperti apa wujud senyawa polimer dalam kehidupan kita? Simak penjelasan berikut ini, yuk!"]},"categories":[548,551],"tags":[262,10,37],"class_list":["post-8230","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kimia","category-kimia-sma-kelas-12","tag-kimia-xii","tag-konsep-pelajaran","tag-sma"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Senyawa Polimer: Pengertian, Jenis &amp; Contohnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Artikel ini akan membahas tentang senyawa polimer. Seperti apa wujud senyawa polimer dalam kehidupan kita? Simak penjelasan berikut ini, yuk!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/apa-yang-dimaksud-senyawa-polimer\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Senyawa Polimer: Pengertian, Jenis &amp; Contohnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Artikel ini akan membahas tentang senyawa polimer. Seperti apa wujud senyawa polimer dalam kehidupan kita? Simak penjelasan berikut ini, yuk!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/apa-yang-dimaksud-senyawa-polimer\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-11-28T04:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-11-28T10:02:47+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Rabia Edra\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Rabia Edra\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/apa-yang-dimaksud-senyawa-polimer\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/apa-yang-dimaksud-senyawa-polimer\",\"name\":\"Senyawa Polimer: Pengertian, Jenis & Contohnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/apa-yang-dimaksud-senyawa-polimer#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/apa-yang-dimaksud-senyawa-polimer#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b0e54cfd-8662-47d0-8e7c-777f09c1b4b8.png\",\"datePublished\":\"2025-11-28T04:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-28T10:02:47+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/a59fae0c4aa8599711a1cba0814c47b3\"},\"description\":\"Artikel ini akan membahas tentang senyawa polimer. Seperti apa wujud senyawa polimer dalam kehidupan kita? Simak penjelasan berikut ini, yuk!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/apa-yang-dimaksud-senyawa-polimer#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/apa-yang-dimaksud-senyawa-polimer\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/apa-yang-dimaksud-senyawa-polimer#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b0e54cfd-8662-47d0-8e7c-777f09c1b4b8.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b0e54cfd-8662-47d0-8e7c-777f09c1b4b8.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/apa-yang-dimaksud-senyawa-polimer#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Senyawa Polimer: Pengertian, Jenis &#038; Contohnya dalam Kehidupan | Kimia Kelas 12\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/a59fae0c4aa8599711a1cba0814c47b3\",\"name\":\"Rabia Edra\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Rabia Edra\"},\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/rabia-edra\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Senyawa Polimer: Pengertian, Jenis & Contohnya","description":"Artikel ini akan membahas tentang senyawa polimer. Seperti apa wujud senyawa polimer dalam kehidupan kita? Simak penjelasan berikut ini, yuk!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/apa-yang-dimaksud-senyawa-polimer","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Senyawa Polimer: Pengertian, Jenis & Contohnya","og_description":"Artikel ini akan membahas tentang senyawa polimer. Seperti apa wujud senyawa polimer dalam kehidupan kita? Simak penjelasan berikut ini, yuk!","og_url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/apa-yang-dimaksud-senyawa-polimer","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2025-11-28T04:00:00+00:00","article_modified_time":"2025-11-28T10:02:47+00:00","author":"Rabia Edra","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Rabia Edra","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/apa-yang-dimaksud-senyawa-polimer","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/apa-yang-dimaksud-senyawa-polimer","name":"Senyawa Polimer: Pengertian, Jenis & Contohnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/apa-yang-dimaksud-senyawa-polimer#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/apa-yang-dimaksud-senyawa-polimer#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b0e54cfd-8662-47d0-8e7c-777f09c1b4b8.png","datePublished":"2025-11-28T04:00:00+00:00","dateModified":"2025-11-28T10:02:47+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/a59fae0c4aa8599711a1cba0814c47b3"},"description":"Artikel ini akan membahas tentang senyawa polimer. Seperti apa wujud senyawa polimer dalam kehidupan kita? Simak penjelasan berikut ini, yuk!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/apa-yang-dimaksud-senyawa-polimer#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/apa-yang-dimaksud-senyawa-polimer"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/apa-yang-dimaksud-senyawa-polimer#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b0e54cfd-8662-47d0-8e7c-777f09c1b4b8.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b0e54cfd-8662-47d0-8e7c-777f09c1b4b8.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/apa-yang-dimaksud-senyawa-polimer#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Senyawa Polimer: Pengertian, Jenis &#038; Contohnya dalam Kehidupan | Kimia Kelas 12"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/a59fae0c4aa8599711a1cba0814c47b3","name":"Rabia Edra","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Rabia Edra"},"url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/rabia-edra"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8230","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/82"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8230"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8230\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25450,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8230\/revisions\/25450"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8230"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8230"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8230"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8230"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}