{"id":8836,"date":"2025-02-20T10:00:00","date_gmt":"2025-02-20T03:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=8836"},"modified":"2025-02-22T18:06:06","modified_gmt":"2025-02-22T11:06:06","slug":"mengenal-macam-macam-objek-pajak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-macam-macam-objek-pajak","title":{"rendered":"Mengenal Macam-Macam Objek Pajak | Ekonomi Kelas 11"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/39762568-512e-4ba5-9793-582255cac502.png\" alt=\"Macam-Macam Objek Pajak\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<div style=\"text-align: center;\"><em><strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/c\/ekonomi\/ekonomi-sma-kelas-11\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Artikel Ekonomi kelas 11<\/a><\/strong> kali ini akan membahas 6 macam objek pajak yakni objek pajak pertambahan nilai, objek pajak penjualan atas barang mewah, objek pajak bumi dan bangunan, objek pajak penghasilan, objek pajak bea materai, serta objek pajak bea perolehan hak atas tanah dan bangunan.<\/em><\/div>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jangan pernah mengeluh jika kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya ini banyak titik kemacetan yang sepertinya tidak bisa diatasi. Coba kamu bayangkan deh, setiap bulannya berapa banyak orang yang membeli motor dan mobil? Terus sekarang bandingkan dengan lebar jalanan yang ada. Hasilnya pasti pertumbuhan jumlah kendaraan tidak sebanding dengan lebar jalan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, ngomong-ngomong tentang jual beli kendaraan nih, kamu pernah ikut nggak saat orang tua kamu membeli kendaraan tersebut? Baik orang tua kamu (konsumen) dan <em>dealer<\/em> (produsen), pasti melakukan sebuah transaksi jual beli. Tahukah kamu kalau dalam transaksi tersebut juga ada pajak yang dikenakan?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-pengertian-fungsi-manfaat-dan-tarif-pajak\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Apa Itu Pajak? Simak Pengertian, Fungsi, Manfaat &amp; Tarifnya | Ekonomi Kelas 11<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/objek%20pajak%20-%20panjang%20jalan%20DKI.png\" alt=\"objek pajak - panjang jalan DKI\" width=\"600\" \/><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cHmm\u2026.pajak lagi, pajak lagi\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yaps, selain saat kamu makan di restoran yang ada pajaknya juga, jual beli kendaraan juga kena pajak lho. Pajak ini disebut sebagai objek pajak. Apa\u00a0<em>sih\u00a0<\/em>objek pajak itu? Singkatnya, objek pajak adalah\u00a0<strong>penghasilan atau tambahan kemampuan ekonomis yang diterima wajib pajak<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mau tahu jenis pajak apa yang termasuk ke dalam transaksi jual beli kendaraan tersebut? Simak artikel berikut sampai selesai!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>1. Objek Pajak Pertambahan Nilai (PPN)<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pajak Pertambahan Nilai (PPN) merupakan pajak yang dibebankan setiap pertambahan nilai dari suatu barang atau jasa. PPN ini masuk ke dalam jenis pajak yang tak langsung. Artinya begini <em>guys<\/em>, pajak ini disetor oleh pihak lain yang bukan penanggung pajak. Besaran dari PPN ialah 10%.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contoh mudahnya gini, kamu belanja di sebuah minimarket dan membeli minuman. Nah, harga yang kamu bayar dari minuman tersebut sudah termasuk PPN. Jadi, pajak dari minuman yang kamu bayar nantinya disetorkan langsung sama si pemilik minimarket tersebut~<\/p>\n<p><strong><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/objek%20pajak%20-%20penerimaan%20ppn.png\" alt=\"objek pajak - penerimaan ppn\" width=\"600\" \/><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>2. Objek Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM)<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pernah ngeliat mobil-mobil mewah di jalanan? Mobil <em>sport<\/em> gitu yang pokoknya jarang banget deh berseliweran di jalan. Yups, artinya mobil tersebut hanya dimiliki segelintir orang berpenghasilan tinggi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mobil yang dimiliki masyarakat yang berpenghasilan tinggi dan hanya segelintir orang yang dimiliki, kalau nanti dijual akan kena pajak namanya PPnBM. Pajak ini dibebankan pada barang yang tergolong mewah, seperti mobil Lamborgini tersebut.<\/p>\n<p><strong><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/objek%20pajak%20-%20ppnbm.png\" alt=\"objek pajak - ppnbm\" width=\"600\" \/><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>3. Objek Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sesuai dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun 1994 menyatakan bahwa Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) merupakan pajak yang bersifat kebendaan. Artinya begini <em>guys<\/em>, besaran pajaknya itu ditentukan oleh keadaan objek pajak, dalam hal ini bumi dan bangunan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bukan membayar pajak dari planet bumi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bumi yang dimaksud ialah permukaan bumi seperti sawah, ladang, dan kebun. Nah kalau bangunan itu sendiri merupakan konstruksi yang berada di atas tanah atau perairan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Contohnya rumah tempat tinggal, ruko usaha dermaga, jalan tol, dan kolam renang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/blog.ruangguru.com\/ekonomi-kelas-11-apa-saja-3-asas-pemungutan-pajak\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mengenal 3 Asas Pemungutan Pajak<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oh iya, pajak ini nggak memandang siapa subjek pajaknya. Jadi nggak urusan tuh, kalau kamu misalnya jadi artis terkenal tapi luas tanah dan rumah yang kamu punya itu kecil serta fasilitasnnya tidak mewah.<\/p>\n<p><strong><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/objek%20pajak%20-%20denda%20pbb.png\" alt=\"objek pajak - denda pbb\" width=\"600\" \/><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>4. Objek Pajak Penghasilan (PPh)<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nanti kalau kamu sudah punya pekerjaan dan mendapatkan gaji, tunjangan, atau bonus, kamu akan dikenakan pajak penghasilan (PPh). Namanya pajak penghasilan, ya pasti objeknya penghasilan dari wajib pajak itu sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apa sih penghasilan itu?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penghasilan merupakan tambahan kemampuan ekonomi yang diterima wajib pajak baik dari dalam maupun luar negeri yang dipakai untuk konsumsi wajib pajak atau menambah kekayaan. Oh iya, besaran pajak tiap orang berbeda-beda lho. Semua bergantung pada penghasilan orang tersebut.<\/p>\n<p><strong><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/objek%20pajak%20-%20tarif%20potongan%20pajak.png\" alt=\"objek pajak - tarif potongan pajak\" width=\"600\" \/><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, penghasilan kena pajak (PKP) itu merupakan penghasilan satu tahun dari wajib pajak. Ada lho rumus menghitungnya. Penasaran bagaimana cara menghitung pengenaan pajak penghasilan? Cek di <strong><a href=\"https:\/\/app.ruangguru.com\/ruangbelajar\/v\/menghitung-pajak-penghasilan-i-965u3r2k6u-hr-sma-kelas-11-ips\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ruangbelajar<\/a><\/strong> yuk. Di ruangbelajar penjelasannya lengkap dan mudah dipahami karena bentuknya video ditambah animasi yang keren lho!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lanjut.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>5. Objek Pajak Bea Materai<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tadi di awal artikel udah disinggung sedikit tuh kalau pas transaksi jual beli kendaraan ada pajak yang harus dibayar. Nah, salah satunya ialah pajak bea materai. Yaps, bea materai ada yang Rp3.000 dan Rp6.000 <em>guys<\/em>. Dalam transaksi jual beli kendaraan, biasanya bea materai harus ada pada dokumen penjualan seperti surat pernyataan dan kwitansi pembelian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1985 tentang Bea Materai, dijelaskan bahwa objek bea materai ialah kertas yang isinya tulisan dengan maksud tentang perbuatan, keadaan, atau kenyataan bagi seseorang dan atau pihak-pihak lain yang berkepentingan. Intinya ialah sebuah dokumen yang menyatakan nominal dan memiliki sifat perdata.<\/p>\n<p><strong><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/objek%20pajak%20-%20jenis%20materai.png\" alt=\"objek pajak - jenis materai\" width=\"600\" \/><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>6. Objek Pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalau kamu nanti sudah bisa membeli rumah, kamu akan dibebankan pajak bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB). Mudahnya BPHTB dapat dimaknai sebagai bea pembeli.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cKalau dapat rumah dari sebuah hadiah gimana tuh?\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tetap bayar\u00a0<em>guys<\/em>. Dalam bunyi pasal 2 BPHTB, yang menjadi objek BPHTB ialah perolehan hak atas tanah dan atau bangunan yang meliputi:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Jual-beli;<\/li>\n<li>Tukar-menukar;<\/li>\n<li>Hibah;<\/li>\n<li>Waris;<\/li>\n<li>Penggabungan usaha;<\/li>\n<li>Peleburan usaha; dan<\/li>\n<li>Hadiah<span style=\"color: #b45f06;\">.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/ekonomi-kelas-11-perbedaan-pajak-dengan-pungutan-resmi-lainnya\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Perbedaan Pajak dengan Pungutan Resmi Lainnya (Retribusi, Bea, Cukai) | Ekonomi Kelas 11<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong><img decoding=\"async\" class=\"alignnone\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/objek%20pajak%20-%20infografik.png\" alt=\"macam-macam objek pajak - infografik\" \/><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sekarang kamu sudah paham kan tentang macam-macam objek pajak? Jangan malas buat bayar pajak ya <em>guys<\/em>. Banyak manfaat yang bisa kita rasakan lho kalau kita jadi orang yang patuh buat bayar pajak. Kalau sampai kamu nggak bayar pajak, bisa-bisa didenda dan kalau melarikan diri bisa jadi buronan. <em>So<\/em>, orang bijak bayar pajak.<\/p>\n<p>Simak materi tentang pajak hanya di <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/ruangbelajar\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ruangguru<\/a><\/strong>!<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/bayar.ruangguru.com\/\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/71056d6b-8e07-41d4-9771-5cdd958e1147.jpg\" alt=\"CTA Ruangguru\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><strong>Referensi<\/strong><br \/>\nAlam S. 2014. Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas XI. Jakarta: Erlangga<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\"><em>Artikel ini diperbarui pada 20 Februari 2025.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Artikel Ekonomi kelas 11 kali ini akan membahas 6 macam objek pajak yakni objek pajak pertambahan nilai, objek pajak penjualan atas barang mewah, objek pajak bumi dan bangunan, objek pajak penghasilan, objek pajak bea materai, serta objek pajak bea perolehan hak atas tanah dan bangunan. &#8212; &nbsp; Jangan pernah mengeluh jika kota-kota besar seperti Jakarta [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":16,"featured_media":8836,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/39762568-512e-4ba5-9793-582255cac502.png"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1740222225:1"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Ternyata, ada 6 macam objek pajak lho. Ada PPN, PPnBM, PBB, PPh, Pajak Bea Meterai, dan BPHTB. Yuk simak penjelasan lengkapnya di artikel berikut ini!"],"_aioseo_keywords":[""],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":[""],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_wp_old_date":["2018-11-28"],"_knawatfibu_alt":["Macam-Macam Objek Pajak"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Ternyata, ada 6 macam objek pajak lho. Ada PPN, PPnBM, PBB, PPh, Pajak Bea Meterai, dan BPHTB. Yuk simak penjelasan lengkapnya di artikel berikut ini!"]},"categories":[541,546],"tags":[91,31,10,37],"class_list":["post-8836","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi","category-ekonomi-sma-kelas-11","tag-ekonomi-xi","tag-kelas-11","tag-konsep-pelajaran","tag-sma"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengenal Macam-Macam Objek Pajak | Ekonomi Kelas 11<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Ternyata, ada 6 macam objek pajak lho. Ada PPN, PPnBM, PBB, PPh, Pajak Bea Meterai, dan BPHTB. Yuk simak penjelasan lengkapnya di artikel berikut ini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-macam-macam-objek-pajak\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal Macam-Macam Objek Pajak | Ekonomi Kelas 11\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ternyata, ada 6 macam objek pajak lho. Ada PPN, PPnBM, PBB, PPh, Pajak Bea Meterai, dan BPHTB. Yuk simak penjelasan lengkapnya di artikel berikut ini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-macam-macam-objek-pajak\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-02-20T03:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-02-22T11:06:06+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Tedy Rizkha Heryansyah\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Tedy Rizkha Heryansyah\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-macam-macam-objek-pajak\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-macam-macam-objek-pajak\",\"name\":\"Mengenal Macam-Macam Objek Pajak | Ekonomi Kelas 11\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-macam-macam-objek-pajak#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-macam-macam-objek-pajak#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/39762568-512e-4ba5-9793-582255cac502.png\",\"datePublished\":\"2025-02-20T03:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2025-02-22T11:06:06+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/b6487dbd67e3fd331419af62ec824ad2\"},\"description\":\"Ternyata, ada 6 macam objek pajak lho. Ada PPN, PPnBM, PBB, PPh, Pajak Bea Meterai, dan BPHTB. Yuk simak penjelasan lengkapnya di artikel berikut ini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-macam-macam-objek-pajak#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-macam-macam-objek-pajak\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-macam-macam-objek-pajak#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/39762568-512e-4ba5-9793-582255cac502.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/39762568-512e-4ba5-9793-582255cac502.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-macam-macam-objek-pajak#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengenal Macam-Macam Objek Pajak | Ekonomi Kelas 11\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/b6487dbd67e3fd331419af62ec824ad2\",\"name\":\"Tedy Rizkha Heryansyah\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Tedy Rizkha Heryansyah\"},\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/tedy-rizkha-heryansyah\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenal Macam-Macam Objek Pajak | Ekonomi Kelas 11","description":"Ternyata, ada 6 macam objek pajak lho. Ada PPN, PPnBM, PBB, PPh, Pajak Bea Meterai, dan BPHTB. Yuk simak penjelasan lengkapnya di artikel berikut ini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-macam-macam-objek-pajak","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengenal Macam-Macam Objek Pajak | Ekonomi Kelas 11","og_description":"Ternyata, ada 6 macam objek pajak lho. Ada PPN, PPnBM, PBB, PPh, Pajak Bea Meterai, dan BPHTB. Yuk simak penjelasan lengkapnya di artikel berikut ini!","og_url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-macam-macam-objek-pajak","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2025-02-20T03:00:00+00:00","article_modified_time":"2025-02-22T11:06:06+00:00","author":"Tedy Rizkha Heryansyah","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Tedy Rizkha Heryansyah","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-macam-macam-objek-pajak","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-macam-macam-objek-pajak","name":"Mengenal Macam-Macam Objek Pajak | Ekonomi Kelas 11","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-macam-macam-objek-pajak#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-macam-macam-objek-pajak#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/39762568-512e-4ba5-9793-582255cac502.png","datePublished":"2025-02-20T03:00:00+00:00","dateModified":"2025-02-22T11:06:06+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/b6487dbd67e3fd331419af62ec824ad2"},"description":"Ternyata, ada 6 macam objek pajak lho. Ada PPN, PPnBM, PBB, PPh, Pajak Bea Meterai, dan BPHTB. Yuk simak penjelasan lengkapnya di artikel berikut ini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-macam-macam-objek-pajak#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-macam-macam-objek-pajak"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-macam-macam-objek-pajak#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/39762568-512e-4ba5-9793-582255cac502.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/39762568-512e-4ba5-9793-582255cac502.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-macam-macam-objek-pajak#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengenal Macam-Macam Objek Pajak | Ekonomi Kelas 11"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/b6487dbd67e3fd331419af62ec824ad2","name":"Tedy Rizkha Heryansyah","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Tedy Rizkha Heryansyah"},"url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/tedy-rizkha-heryansyah"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8836","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8836"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8836\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22252,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8836\/revisions\/22252"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8836"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8836"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8836"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8836"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}