{"id":8959,"date":"2025-07-24T08:00:39","date_gmt":"2025-07-24T01:00:39","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=8959"},"modified":"2025-07-31T16:13:26","modified_gmt":"2025-07-31T09:13:26","slug":"3-metode-penjumlahan-vektor","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/3-metode-penjumlahan-vektor","title":{"rendered":"3 Metode Penjumlahan Vektor dan Contohnya | Fisika Kelas 10"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f502ff49-7892-41ef-8d97-c13fa903fa68.png\" alt=\"3 metode mencari vektor\" width=\"820\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Pada <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/c\/fisika\/fisika-sma-kelas-10\">artikel Fisika kelas 10<\/a><\/strong> kali ini, kamu akan mengetahui cara menjumlahkan vektor menggunakan tiga metode, yaitu metode grafis, analisis, dan uraian.<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Siapa di antara kamu yang suka lari? Eits! Bukan lari dari masalah kehidupan loh, ya hehe. Tapi, olahraga lari, jogging gitu misalnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kamu tahu nggak nih, kalau jogging itu banyak manfaatnya, lho! Mulai dari meningkatkan kekebalan tubuh, fisik menjadi lebih fit dan segar, sampai menghilangkan stres. Wah, boleh juga tuh! Hitung-hitung, menghilangkan penat akibat banyaknya tugas di sekolah atau menyegarkan pikiran sebelum menghadapi ujian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ngomong-ngomong masalah jogging, Rogu juga rutin melakukan jogging setiap Minggu pagi, lho. Biasanya, Rogu jogging di sekitar komplek tempat ia tinggal. Nah, berikut ini merupakan gambaran rute jogging yang biasa Rogu lewati.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Metode%20penjumlahan%20vektor%201.png\" alt=\"Metode penjumlahan vektor 1\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kira-kira nih, kamu bisa nggak menghitung berapa jarak yang ditempuh Rogu dari titik A ke titik D?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Wah, kalau itu sih caranya mudah sekali, ya. Kita hanya tinggal menjumlahkan jarak dari titik AB ke titik BC, lalu ke titik CD. Sehingga,<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">AB + BC + CD = 550 m + 650 m + 700 m = 1.900 m<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Simpel banget, kan? Tapi, bagaimana dengan perpindahan Rogu dari titik A ke titik D?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, jika kamu ingat, perpindahan itu termasuk besaran vektor. Perpindahan ditentukan oleh <strong>kedudukan awal dan kedudukan akhir<\/strong>, serta dapat <strong>bertanda positif maupun negatif<\/strong>, bergantung pada arah perpindahannya.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perbedaan-kelajuan-dan-kecepatan\">Apa Perbedaan antara Kelajuan dan Kecepatan?<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Gambar rute jogging Rogu di atas bisa kita analogikan sebagai vektor nih, dengan memisalkan <strong>F1 merupakan vektor di titik AB, F2 merupakan vektor di titik BC, dan F3 merupakan vektor di titik CD<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Contoh%20kasus%20metode%20penjumlahan%20vektor.png\" alt=\"Contoh kasus metode penjumlahan vektor\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemudian, perpindahan dari titik A ke titik D dapat ditentukan dengan mencari besar resultan vektornya saja. Apa itu resultan vektor? <strong>Resultan vektor adalah hasil dari penjumlahan dua atau lebih vektor<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terdapat beberapa metode yang bisa kita gunakan untuk mencari resultan vektor nih, di antaranya <strong>metode grafis, metode analisis vektor, atau metode uraian<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>So<\/em>, kalau kamu mau tahu metode apa yang tepat untuk mencari besar perpindahan Rogu dari titik A ke titik D, yuk simak baik-baik artikel ini!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">1. Metode Grafis<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Metode yang pertama adalah metode grafis. Metode grafis adalah metode yang digunakan untuk <strong>menentukan besar resultan vektor dengan cara mengukurnya<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Panjang resultan vektor<\/strong> dapat <strong>diukur menggunakan mistar (penggaris)<\/strong>, sedangkan <strong>besar sudut vektor<\/strong> (arah vektor) <strong>diukur menggunakan busur derajat<\/strong>. Perlu kamu ingat, pengukuran besar resultan vektor menggunakan metode grafis harus berdasarkan skala dan besar sudut yang tepat, ya.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/aturan%20menentukan%20metode%20vektor.png\" alt=\"aturan menentukan metode vektor\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, jika kamu menyimak cerita Rogu di atas, metode grafis ini merupakan metode yang tepat untuk mencari besar perpindahan Rogu dari titik A ke titik D.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Langkah pertama yang bisa kamu lakukan adalah menetapkan skala dari masing-masing besaran vektor. Ingat! skala yang kita tentukan harus tepat dan juga sesuai ya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan cerita Rogu, besar vektor F1 = 550 m, besar vektor F2 = 650 m, dan besar vektor F3 = 700 m. Misalkan, untuk ketiga vektor, kita menetapkan skala 100 m = 1 cm.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Artinya, setiap panjang 100 m kita gambar dengan 1 cm di kertas. Jadi, vektor F1 dapat digambar sepanjang 5,5 cm, vektor F2 digambar sepanjang 6,5 cm, dan vektor F3 digambar sepanjang 7 cm.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Paham sampai di sini? Kita lanjut, ya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemudian, langkah kedua adalah menggambar besar dan arah masing-masing vektor seperti pada gambar di bawah ini. Panjang vektor R = F1 + F2 + F3 dapat dihitung menggunakan penggaris. Sementara itu, sudut arah vektor R dihitung menggunakan busur derajat.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/mencari%20resultan%20vektor.png\" alt=\"mencari resultan vektor\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebelumnya, kita sudah tahu ya kalau untuk mencari perpindahan dari satu titik ke titik lain kita hanya tinggal menghitung besar resultan vektornya saja, jadi sudah dapat kita ketahui nih kalau perpindahan Rogu dari titik <strong>A ke titik D adalah sebesar 1.300 m<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jelas ya? Bagi yang belum paham, tulis saja pertanyaanmu di kolom komentar, oke?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oh iya, penggunaan metode grafis dalam menghitung jumlah dua atau lebih vektor ternyata memiliki kelemahan lho, yaitu dapat menimbulkan kesalahan sistematis. Nah, untuk menghindari kesalahan tersebut, kita dapat menggunakan metode yang akan kita bahas selanjutnya, yaitu metode analitis.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/besaran-satuan-dimensi-dalam-pengukuran-fisika\">Pengertian Besaran, Satuan &amp; Dimensi dalam Pengukuran Fisika<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">2. Metode Analitis<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Metode analitis adalah metode yang digunakan untuk menentukan besar resultan vektor secara matematis dengan <strong>menggunakan rumus<\/strong>. Adapun rumus yang digunakan merupakan rumus kosinus (<em>cos<\/em>) untuk menentukan besar resultan vektor dan rumus sinus (<em>sin<\/em>) untuk menentukan arah resultan vektor.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/rumus%20mencari%20besar%20resultan%20vektor.png\" alt=\"rumus mencari besar resultan vektor\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sekarang, supaya kamu lebih mudah untuk memahami cara mencari besar dan arah resultan vektor menggunakan metode ini, yuk, langsung saja kita simak contoh soal berikut ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Contoh Soal<\/strong><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/lh5.googleusercontent.com\/3S36XB7GanT8h4frDXg0IFIq0UYrhM4P3BItqZzXWKQh_SNbmPjjsT9-nDfs6Bjoik6RaZTNy5dcZv5klldBFerJTKuK_4MRypiicW2vBIIFV7NxBK87A7IP9njjYtxDKg3IPHxx\" alt=\"soal mencari arah resultan vektor\" width=\"175\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hitunglah besar dan arah vektor resultannya terhadap sumbu x positif!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Penyelesaian:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>a. Besar resultan vektor<\/strong><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/lh6.googleusercontent.com\/WITvuma07aVxrCJUvGQV30TGd2QzKhkQjRwq65roXhfE9gislYVABcuCept5-kEoMR1kHeJ1-w2G_LroNw8dxvG29EOteW0lUFiaVOgOt5G4lUMkl1NXjc4GaWl0D2NdUvIBzZuX\" alt=\"metode analitis mencari resultan vektor\" width=\"213\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone\" src=\"https:\/\/lh6.googleusercontent.com\/TzIN5v0XbNd25MZLeCHzpdY1dLW-6B8tf63AsAzRuUw5uRYJNSPB-EMsCT4j5ekaaDFLaGH9r_Qzs2c2qFoffqLshl19gtaS6n8BgBQUKj9PWF3NBtnk8cd8IfAejzApI_stu5AW\" alt=\"cara menghitung besar resultan vektor\" width=\"296\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>\u00a0b.\u00a0Arah resultan vektor<\/strong><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/lh6.googleusercontent.com\/7vidpFr7XV-g4MzsMkyUYl5ADv9kwsBBYJ6wqcdndj94NhL40vNJHLy1o70fDQwG9eIAmdZaVHMGThANzZoysYY4o14kx4nanz8tG3fsWSBprLiaFXZWykSYfTZM_z5Ba2rniCyS\" alt=\"cara mencari arah resultan vektor\" width=\"400\" \/><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone\" src=\"https:\/\/lh6.googleusercontent.com\/ZhdVZ2Zrmdw94mIdzb_zCqlyAbEr1hwzGih6Ilhwh3Tgrn0lZL7lDrOe5lVnJ1_D59bmKNL1sl--XVmgCHD4giN2zUE7eC93X9w3eJVlJp_gmcxvCuA2bsgqR1tv66CvM4HVLe8J\" alt=\"cara mencari arah resultan vektor\" width=\"199\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi, besar resultan vektornya adalah 4\u221a19 N\u00a0dan arah resultan vektornya adalah 22,3o terhadap sumbu x positif. Gimana, mudah, kan? Oke, selanjutnya, kita masuk ke metode penjumlahan vektor yang terakhir, nih. Apakah itu? Yap! Metode uraian.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\"><strong>3. Metode Uraian<\/strong><\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Metode penjumlahan vektor yang terakhir adalah metode uraian. Pada materi sebelumnya, kamu telah mempelajari <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/fisika-kelas-10-cara-mencari-komponen-vektor\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">cara mencari komponen-komponen dari suatu vektor<\/a><\/strong> kan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, pada metode uraian ini, sebelum kita mencari besar resultan vektor, kita <strong>uraikan<\/strong> terlebih dahulu vektor-vektor tersebut <strong>menjadi komponen vektor pada sumbu x dan komponen vektor pada sumbu y di koordinat kartesius<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kamu masih ingat kan cara mencari komponen vektor pada sumbu x dan y? Hayo, bagi yang sudah lupa, dipahami lagi ya materi sebelumnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah kita menguraikan vektor-vektor tersebut menjadi komponen vektor, barulah kita bisa mencari besar resultan vektornya, yaitu dengan menggunakan rumus\u00a0<img decoding=\"async\" class=\"alignnone\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/akar%20akaran%202.jpg\" alt=\"rumus mencari besar resultan vektor\" width=\"120\" \/>\u00a0\u00a0dan arah resultan vektornya dengan rumus\u00a0<img decoding=\"async\" class=\"alignnone\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/tan.jpg\" alt=\"rumus mencari arah resultan vektor\" width=\"90\" \/>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Nah, \u2211A<sub>x<\/sub> ini artinya jumlah komponen-komponen vektor pada sumbu x dan \u2211A<span style=\"font-size: 13.3333px;\">y<\/span>\u00a0artinya jumlah komponen-komponen vektor pada sumbu y.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/konsep-dasar-vektor\">Mengenal Vektor Bidang 2 Dimensi &amp; Vektor Ruang 3 Dimensi<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perlu kamu perhatikan, <strong>besar suatu vektor akan selalu bernilai positif<\/strong>. Selain itu, dalam menentukan arah vektor, kita harus memperhatikan tanda Ax dan Ay yang nantinya akan menentukan kuadran dari vektor dalam sistem koordinat seperti pada tabel berikut ini:<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/tabel-2.jpg\" alt=\"tabel-2\" width=\"400\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bingung? Tenang, nggak usah bingung-bingung, kita langsung coba kerjakan contoh soal di bawah ini saja, yuk! <em>Let\u2019s go<\/em>!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Contoh Soal<\/strong><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/lh4.googleusercontent.com\/72FcRlSSzypQWxqGyHd1UtSDYH64PgN1fYpf8ODlLxS7rei68vzhxKWwEfTW9gNbjVGG3Fd037t9Mw_HtCYayf0YBCvkTdNPZCbfXy9kI1nOSUb69PvHDEtM-CMRchJWinwCP5lG\" alt=\"metode uraian penjumlahan vektor\" width=\"206\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apabila F1 = 2 N, F2 = 10 N, dan F3 = 6 N, maka tentukan resultan dari ketiga vektor tersebut!<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal pertama yang bisa kita lakukan untuk mengerjakan soal di atas adalah dengan menguraikan vektor F1, F2, dan F3 terhadap sumbu x dan sumbu y.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pada sumbu x:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">F1x \u2192 -F1x = -2 N (tanda negatif menandakan arah vektor ke kiri).<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">F2x = F2 sin \u03b8 \u2192 F2x = (10) sin 53\u00b0= (10)(0,8) = 8 N (tanda positif menandakan arah vektor ke kanan).<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">F3x = 0 N (angka nol (0) menandakan F3 tidak memiliki proyeksi vektor\/komponen vektor pada sumbu x karena F3 tegak lurus terhadap sumbu x).<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi, \u03a3Fx\u00a0= F1x\u00a0+ F2x\u00a0+ F3x = -2 + 8 + 0 = 6 N<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Pada sumbu y:<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li style=\"text-align: justify;\">F1y = 0 N (angka nol (0) menandakan F1 tidak memiliki proyeksi vektor\/komponen vektor pada sumbu y karena F1 tegak lurus terhadap sumbu y).<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">F2y = -F2 cos \u03b8 = -(10) cos 53\u00b0 = -(10)(0,6) = -6 N (tanda negatif menandakan arah vektor ke bawah).<\/li>\n<li style=\"text-align: justify;\">F3y = 6 N (tanda positif menandakan arah vektor ke atas).<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi, \u03a3Fy\u00a0= F1y\u00a0+ F2y\u00a0+ F3y\u00a0= 0 + 6 &#8211; 6 = 0 N<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selanjutnya, setelah kita mengetahui komponen-komponen dari ketiga vektor di atas terhadap sumbu x dan y, maka kita dapat mencari resultan dari ketiga vektor tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/akar%20akaran%203.jpg\" alt=\"akar akaran 3\" width=\"294\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jadi, resultan dari vektor F1, F2, dan F3 adalah 6 N. Gimana? Ternyata nggak sesulit yang kamu kira, kan?<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/gerak-melingkar-beraturan-dan-penjelasannya\">Gerak Melingkar Beraturan (GMB): Besaran, Rumus &amp; Contoh Soal<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Oke, setelah kamu memahami ketiga metode penjumlahan vektor di atas, menurutmu, metode mana yang lebih mudah? Eits! Tapi ingat, jangan mentang-mentang kamu sreg dengan satu metode, terus metode yang lainnya tidak kamu pahami, deh. Kamu juga harus paham ketiga-tiganya. Siapa tahu keluar di ujian nanti.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sampai sini, sudah mulai paham belum dengan materi metode penjumlahan vektor? Kalo masih ada poin-poin yang belum kamu mengerti, mending belajar sama ahlinya, deh. Belajar bareng kakak-kakak pengajar di <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/privat\/fisika\"><strong>Ruangguru Privat Fisika<\/strong><\/a>\u00a0misalnya. Hehehe\u2026<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Belajar nggak cuma menyenangkan, tapi kamu juga bakal diajari konsepnya sampai paham! Para pengajar di Ruangguru Privat juga sudah terstandarisasi kualitasnya, loh. Kamu juga bisa pilih nih, mau diajarkan secara langsung (<em>offline<\/em>) atau daring (<em>online<\/em>). Fleksibel, kan? Untuk info lebih lanjut, cuss klik <em>link<\/em> berikut!<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/cta.ruangguru.com\/blog-rg-10-privat-b\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/84b6f2c7-9c9c-480d-a218-7961334af9ce.png\" alt=\"CTA ruangguru privat\" width=\"820\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada artikel Fisika kelas 10 kali ini, kamu akan mengetahui cara menjumlahkan vektor menggunakan tiga metode, yaitu metode grafis, analisis, dan uraian. &#8212; &nbsp; Siapa di antara kamu yang suka lari? Eits! Bukan lari dari masalah kehidupan loh, ya hehe. Tapi, olahraga lari, jogging gitu misalnya. Kamu tahu nggak nih, kalau jogging itu banyak manfaatnya, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":73,"featured_media":8959,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f502ff49-7892-41ef-8d97-c13fa903fa68.png"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1753953065:1"],"_wp_old_date":["2018-11-05"],"_aioseo_title":[null],"_aioseo_description":["Artikel Fisika kelas 10 ini membahas tentang 3 metode penjumlahan vektor. Dijelaskan dengan contoh soal yang biasa kita temui sehari-hari."],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[""],"_aioseo_og_description":[""],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[""],"_aioseo_twitter_description":[""],"_yoast_wpseo_metadesc":["Artikel Fisika kelas 10 ini membahas tentang 3 metode penjumlahan vektor. Dijelaskan dengan contoh soal yang biasa kita temui sehari-hari."]},"categories":[513,517],"tags":[52,10,37],"class_list":["post-8959","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fisika","category-fisika-sma-kelas-10","tag-kelas-10","tag-konsep-pelajaran","tag-sma"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>3 Metode Penjumlahan Vektor dan Contohnya | Fisika Kelas 10<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Artikel Fisika kelas 10 ini membahas tentang 3 metode penjumlahan vektor. Dijelaskan dengan contoh soal yang biasa kita temui sehari-hari.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/3-metode-penjumlahan-vektor\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"3 Metode Penjumlahan Vektor dan Contohnya | Fisika Kelas 10\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Artikel Fisika kelas 10 ini membahas tentang 3 metode penjumlahan vektor. Dijelaskan dengan contoh soal yang biasa kita temui sehari-hari.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/3-metode-penjumlahan-vektor\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-24T01:00:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-07-31T09:13:26+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Hani Ammariah\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Hani Ammariah\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/3-metode-penjumlahan-vektor\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/3-metode-penjumlahan-vektor\",\"name\":\"3 Metode Penjumlahan Vektor dan Contohnya | Fisika Kelas 10\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/3-metode-penjumlahan-vektor#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/3-metode-penjumlahan-vektor#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f502ff49-7892-41ef-8d97-c13fa903fa68.png\",\"datePublished\":\"2025-07-24T01:00:39+00:00\",\"dateModified\":\"2025-07-31T09:13:26+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/9ba3cbf9caa7870d342cdec976efa08f\"},\"description\":\"Artikel Fisika kelas 10 ini membahas tentang 3 metode penjumlahan vektor. Dijelaskan dengan contoh soal yang biasa kita temui sehari-hari.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/3-metode-penjumlahan-vektor#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/3-metode-penjumlahan-vektor\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/3-metode-penjumlahan-vektor#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f502ff49-7892-41ef-8d97-c13fa903fa68.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f502ff49-7892-41ef-8d97-c13fa903fa68.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/3-metode-penjumlahan-vektor#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"3 Metode Penjumlahan Vektor dan Contohnya | Fisika Kelas 10\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/9ba3cbf9caa7870d342cdec976efa08f\",\"name\":\"Hani Ammariah\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d29c518b877e6defbe0f9758dd24fbdb1d812d0dd21801df009c62b494f27c79?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d29c518b877e6defbe0f9758dd24fbdb1d812d0dd21801df009c62b494f27c79?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Hani Ammariah\"},\"description\":\"Content Performance Coordinator at Ruangguru. I like to write things that are useful and also not. But I hope, you can learn something from this post. ^^\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/hani-ammariah\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"3 Metode Penjumlahan Vektor dan Contohnya | Fisika Kelas 10","description":"Artikel Fisika kelas 10 ini membahas tentang 3 metode penjumlahan vektor. Dijelaskan dengan contoh soal yang biasa kita temui sehari-hari.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/3-metode-penjumlahan-vektor","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"3 Metode Penjumlahan Vektor dan Contohnya | Fisika Kelas 10","og_description":"Artikel Fisika kelas 10 ini membahas tentang 3 metode penjumlahan vektor. Dijelaskan dengan contoh soal yang biasa kita temui sehari-hari.","og_url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/3-metode-penjumlahan-vektor","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2025-07-24T01:00:39+00:00","article_modified_time":"2025-07-31T09:13:26+00:00","author":"Hani Ammariah","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Hani Ammariah","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/3-metode-penjumlahan-vektor","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/3-metode-penjumlahan-vektor","name":"3 Metode Penjumlahan Vektor dan Contohnya | Fisika Kelas 10","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/3-metode-penjumlahan-vektor#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/3-metode-penjumlahan-vektor#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f502ff49-7892-41ef-8d97-c13fa903fa68.png","datePublished":"2025-07-24T01:00:39+00:00","dateModified":"2025-07-31T09:13:26+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/9ba3cbf9caa7870d342cdec976efa08f"},"description":"Artikel Fisika kelas 10 ini membahas tentang 3 metode penjumlahan vektor. Dijelaskan dengan contoh soal yang biasa kita temui sehari-hari.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/3-metode-penjumlahan-vektor#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/3-metode-penjumlahan-vektor"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/3-metode-penjumlahan-vektor#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f502ff49-7892-41ef-8d97-c13fa903fa68.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f502ff49-7892-41ef-8d97-c13fa903fa68.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/3-metode-penjumlahan-vektor#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"3 Metode Penjumlahan Vektor dan Contohnya | Fisika Kelas 10"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/9ba3cbf9caa7870d342cdec976efa08f","name":"Hani Ammariah","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d29c518b877e6defbe0f9758dd24fbdb1d812d0dd21801df009c62b494f27c79?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/d29c518b877e6defbe0f9758dd24fbdb1d812d0dd21801df009c62b494f27c79?s=96&d=mm&r=g","caption":"Hani Ammariah"},"description":"Content Performance Coordinator at Ruangguru. I like to write things that are useful and also not. But I hope, you can learn something from this post. ^^","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/hani-ammariah"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8959","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/73"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8959"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8959\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24264,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8959\/revisions\/24264"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8959"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8959"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8959"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8959"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}