{"id":9769,"date":"2018-06-05T02:00:00","date_gmt":"2018-06-04T19:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=9769"},"modified":"2023-10-28T14:54:09","modified_gmt":"2023-10-28T07:54:09","slug":"perbedaan-kelajuan-dan-kecepatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perbedaan-kelajuan-dan-kecepatan","title":{"rendered":"Perbedaan Kelajuan dan Kecepatan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Fisika_10.jpg\" alt=\"Fisika_10\" width=\"821\" style=\"width: 821px;\"><\/span><\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">\u201cMas Rogu ya?\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">\u201cIya Pak. Tolong jalannya agak cepat ya pak\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">\u201cTapi mas, kondisi jalannya agak ramai. Paling bisa jalan kecepatannya sekitar 40 km\/jam. Kalau dipaksa ngebut takutnya kenapa-kenapa nanti mas\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">\u201cOh gitu ya pak, ya sudah deh. Sebisanya bapak saja. Takut juga ya kalau nanti ngebut malah terjadi hal yang nggak diingikan.\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Ngeeeeeennggggg\u2026\u2026<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Rogu tadi naik ojek daring yang dipesannya menuju ke sekolahnya. Kamu pernah melakukan hal tersebut nggak, Squad? Kira-kira kamu lebih sering meminta abang ojeknya ngebut nggak tuh?<\/span><\/p>\n<div><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh5.googleusercontent.com\/nCZ4i33M1pQmIrZ23YJWs3ILHZD8YtEZwlUv5_S3cZxkAqQr9hdbnBh-ba-jXAguBmGPc-9bdwOZV9BHXjE5z00fHhaAh3XhEkAzVWTAehFbga2urzxKaumly8kVR4veyrlPZxQR\" alt=\"kecepatan sepeda motor\" width=\"480\" style=\"width: 480px; display: block; margin: 0px auto;\"><\/span><\/div>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\">(sumber: giphy.com)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Biasanya sih kalau di kota-kota besar, laju kendaraan bermotor jarang sekali yang bisa mencapai di atas 60 km\/jam. Nah, Squad dalam percakapan sehari-hari ternyata adanya istilah Fisika yang sering digunakan, yakni kelajuan dan kecepatan. Kamu tahu perbedaan antara kelajuan dan kecepatan?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Kelajuan dan kecepatan itu sekilas memang tidak ada bedanya. Tapi, kalai ditinjau lebih dalam lagi, kamu akan tahu di mana bedanya. Kita bahas satu per satu yuk<\/span><\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/xoQa8_UXH3JOAQfWUByeXVkwdXowpQoVsW2O42bQKEZcXIM2T-8iKrqR79ipy0ZONaVYmULst6xqha1WG9VWaEoG79vJ1-XG-Bm0-fIkCokTlEhNoW3nLHPGie3_6e5r5WXgJXGk\" alt=\"\"><\/span><\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Kelajuan merupakan cepat lambatnya perubahan jarak terhadap waktu<\/strong>. Kamu tahu nggak kira-kira kelajuan itu masuk ke besaran skalar atau besaran vektor?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Yups, besaran skalar. <strong>Nilainya<\/strong> juga selalu <strong>positif<\/strong> ya sehingga tidak peduli arahnya ke mana. Mau ke utara, selatan, timur, barat, kanan, kiri, kelajuan tetap dihitung. <strong>Alat untuk mengukur kelajuan disebut dengan speedometer<\/strong>.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Iya, speedometer yang kayak ada di motor atau mobil Squad.<\/span><\/p>\n<div><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/l3Jc_kNVp-2ZXFjZVgomzosk4EyWg90UYc9NMP3UOwZRJTAlJ_Nd-DBp8nHU7sQu8FO5R1nCUalPEl0P3xB3MxmVYeM39X1FEreq_kisRIHZdhjT0ZS5fg_r1gbSTE4_7XR9K8z4\" alt=\"speedometer di motor\" width=\"600\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\"><\/span><\/div>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\">Speedometer di motor (sumber: antongunawan.com)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Selama ini berarti ada pencampuradukkan istilah Fisika ya antara kecepatan dan kelajuan. Lalu, bagaimana ya rumus menghitung kelajuan?<\/span><\/p>\n<div><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/Yktsopc2-R0Vl8oQETakG55COSErrQzJXKij_PaF67eK7XDCx-1_dJL42ImzFlh9RveKuVOhynkml4e9i3-H4qlauZIbB1p1cPWSnzjwgC7Gxt_QLiAuUNIsBd8-_08PsCUGuC2Y\" alt=\"rumus menghitung kelajuan\" width=\"600\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\"><\/span><\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Untuk menghitung kelajuan (v), menggunakan rumus jarak yang ditempuh (m) dibagi dengan waktu (t). Kalian tahu kan bahwa kelajuan kendaraan itu tidak selalu stabil. Kadang kalau macet ya harus mengurangi kecepatan. Nah, ini ada rumus untuk menghitung kelajuan rata-rata.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Kelajuan rata-rata<\/strong> itu sendiri merupakan <strong>total yang ditempuh dari lintasan<\/strong> yang <strong>dibagi dengan waktu<\/strong> yang <strong>dibutuhkan untuk menempuh jarak<\/strong> tersebut. Rumusnya begini.<\/span><\/p>\n<div><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh5.googleusercontent.com\/R2NDNuZ85PZ-Z13mDyLdBCAbPVb-6cg1qRxjt7eJ9qoLpcK7nZ1ygZfdiZpAyLAyg9932zY7uiAUikvA22PDYEdTgLvLYjos8UNu5xSGh8SKs7CgyIy1p_x3Ip0ZczFHCdPWuDZC\" alt=\"rumus kelajuan rata-rata\" width=\"600\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\"><\/span><\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">\u201cKalau, speedometer untuk mengukur kelajuan, lalu untuk mengukur kecepatan menggunakan apa?\u201d Jawaban pertanyaan itu ada di pembahasan berikut ini ya Squad.<\/span><\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh5.googleusercontent.com\/0qcXlSGYdx4Nm5jaE144MFCzxBo8MVG7rc0AOVwyTLBt4BU18iT-rHEDGV9S-S-qBhmrh0n1t9Z60zcPdYnWu3cz98wpwhHSvCYa0yXVwVGDyyxp2RprOt0jwkF-AKAQwe0F7HvX\" alt=\"\"><\/span><\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">\u201cYaaahh\u2026.pada belum dateng nih. Kayaknya sih aku dateng kecepetan nih\u201d<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Apakah itu yang dinamakan kecepatan, Squad? Bukan. <strong>Kecepatan yang dipelajari dalam Fisika<\/strong> merupakan <strong>cepat lambatnya perubahan kedudukan suatu benda terhadap waktu<\/strong>. Kecepatan masuk ke dalam besaran vektor sehinggah memiliki arah. <strong>Alat untuk mengukur kecepatan ialah velocitometer<\/strong>.<\/span><\/p>\n<div><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh5.googleusercontent.com\/7YCwv0tab69YoPXN7oY7aS4wPcdZxVmAGkChVsyMMQPR32tHw0ou565WgHSuyKFxkmkUTVxFbyJ4M-eS29M11ExxDDVw1KuxgUcN10-uZPwLCr4eknS3WoKVamrEQ9-f1IvlXaJI\" alt=\"velocitometer\" width=\"306\" style=\"width: 306px; display: block; margin: 0px auto;\"><\/span><\/div>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\">&nbsp;<\/span><span style=\"text-align: center; background-color: transparent;\">Velocitometer<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\">(sumber: canu.ucalgary.ca)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Velocitometer merupakan speedometer jenis linear<\/strong>. Artinya, speedometer ini memiliki pembacaan angka negatif. Contohnya begini Squad, ada sebuah mobil bergerak maju anggaplah bergerak ke arah timur dengan kelajuan 50 km\/jam. Maka, velocitometer akan menunjukkan angka +50. Lalu, mobil tersebut mundur (ke arah barat) dengan kecepatan yang sama, maka akan ditunjukkan angka -50.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"\/mengetahui-konsep-gerak-lurus\" rel=\"noopener\" target=\"_blank\">Mengetahui Konsep Gerak Lurus<\/a><\/strong><\/span><\/p>\n<div><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh5.googleusercontent.com\/i9uiWmKbnhk43DYlOXSmQDV8kMySA-SIDi8SjE_QQxZnexKwloZxwPslfBWua94YZIgj-wwvfMfArw4AtYbMYYRRMbf9yPsFHJQFecZ72HnRGwvUPd8IWSzr2M_PlYIsmoicB8z-\" alt=\"rumus menghitung kecepatan\" width=\"600\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\"><\/span><\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Sama seperti kelajuan, kecepatan pun juga memiliki rata-rata yang bisa dihitung. Misalnya, kamu berlari ke arah barat dan kembali lagi ke arah timur. Selama kamu lari bolak balik itu diperlukan waktu dengan lama waktu tertentu, dari situ bisa kita cari tahu kecepatan rata-ratanya.<\/span><\/p>\n<div><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/IrB6KQo6cyp_GN5I9JFBXeKL1nqgZmClO87DKwdpFo1CWG13XLQM3LNFfcf_US5x8cYTxdtfDZoj9sTXIcv6z7Mpqow5FC_DrwD4yxw49T6zZ-PA9EpkPcdFu5UoXcXZ5rULFRIC\" alt=\"rumus kecepatan rata-rata\" width=\"600\" style=\"width: 600px; display: block; margin: 0px auto;\"><\/span><\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Beda halnya jika kamu naik sepeda motor dengan jarak 100km misalnya. Ditempuh dalam waktu 2 jam, kecepatan-rata-rata motor yang kamu naiki 50km\/jam. Tapi yakin deh, kecepatan motor yang kamu naikin nggak bakal tepat 50km\/jam. Kalau ada macet kan berhenti tuh, nah dari berhenti masa mau langsung gas ke 50km\/jam? Bisa-bisa jatuh lho.<\/span><\/p>\n<div><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh5.googleusercontent.com\/UsnmrNxpWbyqUkI6AOcYgT8a1l1serM8pYCeGMN1w74FTkjhAdcpLBtJcoRts1OBW7aLXHIY__ur6-htkCJaSLg8cjzbx5l-3lbuppZiydNL1u84ae_Tc7Z2_0oPdACBBaSTAyi7\" alt=\"kecepatan sepeda motor\" width=\"421\" style=\"width: 421px; display: block; margin: 0px auto;\"><\/span><\/div>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\">(sumber: giphy.com)<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Kecepatan yang akan dibahas kali ini ialah kecepatan sesaat. Jika kamu naik motor, kecepatan sesaat ini ditunjukkan oleh speedometer. Saat dari lampu merah ke lampu hijau, motor akan bergerak perlahan dari 10km\/jam bertambah hingga 50km\/jam. Itulah yang disebut dengan kecepataan sesaat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Apa sih kecepatan sesaat itu? <strong>Kecepataan sesaat<\/strong> merupakan <strong>kecepatan benda pada saat tertentu dengan selang waktu yang sangat kecil<\/strong>. Kita definisikan kecepatan sesaat sebagai kecepatan rata-rata pada limit delta t yang sangat kecil, mendekati nol. Dirumuskan sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<div style=\"text-align: center;\"><span style=\"color: #000000;\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/rumus%20kecepatan%20sesaat.png\" alt=\"rumus kecepatan sesaat\" width=\"600\" style=\"width: 600px; margin: 0px auto;\"><br \/><\/span><\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"color: #000000;\">Squad, itu tadi penjelasan singkat tentang perbedaan kelajuan dan kecepatan. Sudah paham kan? Kalau kamu belum paham dan ingin lanjut mempelajari materi fisika lainnya, coba gabung di <a href=\"\/ruangbelajar\" rel=\"noopener\"><strong>ruangbelajar<\/strong><\/a><span style=\"font-weight: normal;\">.<\/span> Ada ribuan video belajar beranimasi yang bikin auto ngerti!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/link.ruangguru.com\/blPk\/eaff0eb9\" target=\"_blank\" style=\"text-align: center;\" class=\"rg-cta\" rel=\"noopener\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/cta\/0ec4a2df-db2e-4ae1-8473-692756dcb684.jpeg\" width=\"822\" height=\"200\" alt=\"IDN CTA Blog ruangbelajar Ruangguru\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":16,"featured_media":9769,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Fisika_10.jpg"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1698479649:1"]},"categories":[513,517],"tags":[286,52,10,37],"class_list":["post-9769","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-fisika","category-fisika-sma-kelas-10","tag-fisika-x","tag-kelas-10","tag-konsep-pelajaran","tag-sma"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Perbedaan Kelajuan dan Kecepatan<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"\u201cMas Rogu ya?\u201d \u201cIya Pak. Tolong jalannya agak cepat ya pak\u201d \u201cTapi mas, kondisi jalannya agak ramai. Paling bisa jalan kecepatannya sekitar 40 km\/jam.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perbedaan-kelajuan-dan-kecepatan\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Perbedaan Kelajuan dan Kecepatan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"\u201cMas Rogu ya?\u201d \u201cIya Pak. Tolong jalannya agak cepat ya pak\u201d \u201cTapi mas, kondisi jalannya agak ramai. Paling bisa jalan kecepatannya sekitar 40 km\/jam.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perbedaan-kelajuan-dan-kecepatan\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-06-04T19:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-10-28T07:54:09+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Tedy Rizkha Heryansyah\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Tedy Rizkha Heryansyah\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perbedaan-kelajuan-dan-kecepatan\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perbedaan-kelajuan-dan-kecepatan\",\"name\":\"Perbedaan Kelajuan dan Kecepatan\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perbedaan-kelajuan-dan-kecepatan#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perbedaan-kelajuan-dan-kecepatan#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Fisika_10.jpg\",\"datePublished\":\"2018-06-04T19:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2023-10-28T07:54:09+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/b6487dbd67e3fd331419af62ec824ad2\"},\"description\":\"\u201cMas Rogu ya?\u201d \u201cIya Pak. Tolong jalannya agak cepat ya pak\u201d \u201cTapi mas, kondisi jalannya agak ramai. Paling bisa jalan kecepatannya sekitar 40 km\/jam.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perbedaan-kelajuan-dan-kecepatan#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perbedaan-kelajuan-dan-kecepatan\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perbedaan-kelajuan-dan-kecepatan#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Fisika_10.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Fisika_10.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perbedaan-kelajuan-dan-kecepatan#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Perbedaan Kelajuan dan Kecepatan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/b6487dbd67e3fd331419af62ec824ad2\",\"name\":\"Tedy Rizkha Heryansyah\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Tedy Rizkha Heryansyah\"},\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/tedy-rizkha-heryansyah\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Perbedaan Kelajuan dan Kecepatan","description":"\u201cMas Rogu ya?\u201d \u201cIya Pak. Tolong jalannya agak cepat ya pak\u201d \u201cTapi mas, kondisi jalannya agak ramai. Paling bisa jalan kecepatannya sekitar 40 km\/jam.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perbedaan-kelajuan-dan-kecepatan","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Perbedaan Kelajuan dan Kecepatan","og_description":"\u201cMas Rogu ya?\u201d \u201cIya Pak. Tolong jalannya agak cepat ya pak\u201d \u201cTapi mas, kondisi jalannya agak ramai. Paling bisa jalan kecepatannya sekitar 40 km\/jam.","og_url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perbedaan-kelajuan-dan-kecepatan","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2018-06-04T19:00:00+00:00","article_modified_time":"2023-10-28T07:54:09+00:00","author":"Tedy Rizkha Heryansyah","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Tedy Rizkha Heryansyah","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perbedaan-kelajuan-dan-kecepatan","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perbedaan-kelajuan-dan-kecepatan","name":"Perbedaan Kelajuan dan Kecepatan","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perbedaan-kelajuan-dan-kecepatan#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perbedaan-kelajuan-dan-kecepatan#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Fisika_10.jpg","datePublished":"2018-06-04T19:00:00+00:00","dateModified":"2023-10-28T07:54:09+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/b6487dbd67e3fd331419af62ec824ad2"},"description":"\u201cMas Rogu ya?\u201d \u201cIya Pak. Tolong jalannya agak cepat ya pak\u201d \u201cTapi mas, kondisi jalannya agak ramai. Paling bisa jalan kecepatannya sekitar 40 km\/jam.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perbedaan-kelajuan-dan-kecepatan#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perbedaan-kelajuan-dan-kecepatan"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perbedaan-kelajuan-dan-kecepatan#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Fisika_10.jpg","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Header%20blog%20RG\/Fisika_10.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/perbedaan-kelajuan-dan-kecepatan#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Perbedaan Kelajuan dan Kecepatan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/b6487dbd67e3fd331419af62ec824ad2","name":"Tedy Rizkha Heryansyah","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Tedy Rizkha Heryansyah"},"url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/tedy-rizkha-heryansyah"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9769","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9769"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9769\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15061,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9769\/revisions\/15061"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9769"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9769"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9769"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9769"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}