{"id":9793,"date":"2025-03-26T14:59:03","date_gmt":"2025-03-26T07:59:03","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=9793"},"modified":"2025-04-15T13:59:20","modified_gmt":"2025-04-15T06:59:20","slug":"alasan-kenapa-harga-bahan-pokok-naik-menjelang-lebaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/alasan-kenapa-harga-bahan-pokok-naik-menjelang-lebaran","title":{"rendered":"Pengertian Elastisitas Permintaan &#038; Penawaran serta Rumusnya | Ekonomi Kelas 10"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6ae22d14-3e47-49b0-9ef0-351e778fb2bf.png\" alt=\"Alasan kenapa harga pokok naik menjelang lebaran\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Kenapa ya setiap menjelang lebaran harga pokok hampir selalu meningkat? Hal ini ada kaitannya dengan permintaan dan penawaran. Simak <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/c\/ekonomi\/ekonomi-sma-kelas-10\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">artikel Ekonomi kelas 10<\/a> <\/strong>ini untuk penjelasan lebih lengkapnya.\u00a0<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kenapa sih harga bahan pokok selalu naik saat menjelang lebaran dan\u00a0saat bulan puasa<\/strong>? Hampir setiap orang pasti mengeluh dengan naiknya harga bahan pokok.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kalau nggak percaya, coba deh kamu tanya ibu kamu di rumah, \u201cBu, emangnya harga beras, telur, minyak, dan yang lainnya pada naik ya?\u201d Terus dijawab deh sama ibu kamu, \u201cIya. Makanya mulai besok dan sebulan kedepan, kita makan pake sagu dan singkong rebus ya Nak!\u201d Waduuh.\u00a0Gimana coba kalau kaya gitu dijawabnya?<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"background-color: transparent; text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/giphy%20(3)-4.gif\" alt=\"dampak harga bahan pokok naik\" width=\"600\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"background-color: transparent; text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Duh, besok belanja apa ya (sumber: giphy.com)<\/span><\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent; text-align: justify;\">Kamu tahu nggak sih, kalau <strong>naiknya harga bahan pokok saat puasa dan menjelang lebaran<\/strong> itu, karena dipengaruhi oleh <strong>adanya perubahan pada permintaan dan penawaran.<\/strong> Dalam ilmu ekonomi, ada sebuah konsep yang bernama elastisitas permintaan dan penawaran nih. Yuk kita pelajari lebih lanjut!<\/span><\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/definisi-dan-faktor-faktor-memengaruhi-permintaan-dan-penawaran\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Pengertian Supply dan Demand serta Faktor yang Mempengaruhinya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Pengertian Elastisitas Permintaan dan Penawaran<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Begini, elastisitas dalam ekonomi merupakan suatu tingkat kepekaan pada perubahan jumlah suatu barang, akibat adanya perubahan dari faktor-faktor yang lainnya. Kita bisa bedakan menjadi 3 penyebab dari adanya perubahan pada kuantitas barang, baik barang yang diminta atau yang ditawarkan, di antaranya:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Harga barang itu sendiri<\/li>\n<li>Harga barang lain<\/li>\n<li><em>Income<\/em> atau pendapatan<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 18pt;\">Macam-Macam Elastisitas dalam Permintaan dan Penawaran<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemudian, berkaitan dengan 3 poin di atas, terdapat pula <strong>3 macam elastisitas<\/strong> yang perlu kamu ketahui, yaitu:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong style=\"background-color: transparent;\">1. Elastisitas Harga (<em>Price Elasticity<\/em>)\u00a0<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Elastisitas harga<\/strong> permintaan mengukur persentase perubahan jumlah barang yang diminta terhadap persentase perubahan harga barang itu sendiri.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong>2. Elastisitas Pendapatan (<em>Income Elasticity of Demand<\/em>)<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Elastisitas pendapatan<\/strong> adalah perubahan dalam permintaan sebagai akibat dari perubahan dalam pendapatan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\"><strong style=\"background-color: transparent;\">3. Elastisitas Silang (<em>Cross Elasticity of Demand<\/em>)<\/strong><\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\"><strong>Elastisitas silang<\/strong> digunakan untuk mengukur besarnya kepekaan permintaan suatu barang jika harga barang lain yang berubah, yaitu harga barang yang ada kaitannya dengan barang tersebut yang berupa barang komplementer dan dapat berupa barang subtitusi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sudah paham kan tentang elastisitas dalam ekonomi? Nah, sekarang kita bahas tentang elastisitas permintaan dan elastisitas penawaran ya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/kurva-penawaran-permintaan-pergerakan-serta-pergeserannya\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kurva Permintaan &amp; Kurva Penawaran serta Faktor yang Mempengaruhinya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Rumus Elastisitas Permintaan<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Elastisitas permintaan<\/strong> merupakan pengaruh terhadap perubahan harga pada besar atau kecilnya jumlah barang yang diminta. Bisa diartikan juga sebagai persentase perubahan kuantitas barang yang diminta dengan persentase perubahan harga barang itu sendiri.<\/p>\n<p>Sekarang kita belajar menghitung rumus koefisien elastisitas permintaannya, yuk!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Rumus%20Elastisitas%20permintaan.jpg\" alt=\"Rumus Elastisitas permintaan\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Atau bisa juga dengan rumus ini:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Rumus%20Elastisitas%20permintaan%202.jpg\" alt=\"Rumus Elastisitas permintaan \" width=\"600\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keterangan:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ep = Koefisien elastisitas permintaan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">P = Harga awal<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Q = Jumlah yang diminta mula-mula (awal)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u2206Qd = Perubahan jumlah yang diminta<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u2206P = Perubahan harga<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Coba deh kamu gunain rumusnya buat menghitung seberapa besar persentase permintaan terhadap suatu barang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Misalnya gini, di sebuah pasar di bulan puasa menjelang lebaran, seorang pedagang daging sapi menjual dagingnya seharga Rp130.000\/kg. Dengan harga tersebut, jumlah permintaan daging sebesar 3000 kg. Kemudian pedagang merasa harga tersebut terlalu mahal, ahirnya pedagang menurunkan harga menjadi Rp110.000\/kg. Dengan harga tersebut, jumlah permintaan meningkat menjadi 6000 kg daging sapi. Terus coba hitung deh koefisien elastisitas permintaannya. <em>Nah<\/em> jawaban kamu bisa ditulis di kolom komentar ya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Rumus Elastisitas Penawaran<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\"><strong>Elastisitas penawaran<\/strong> mengukur respons (kepekaan) jumlah barang yang ditawarkan akibat perubahan harga. Kemudian kita juga bisa mengukur pengaruh perubahan jumlah yang ditawarkan terhadap harga, dengan menggunakan koefisien elastisitas penawaran. Sekarang kita lihat ya rumusnya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Rumus%20Elastisitas%20penawaran.jpg\" alt=\"Rumus Elastisitas penawaran\" width=\"600\" \/><\/p>\n<p><span style=\"background-color: transparent;\">Atau bisa dengan rumus ini:<\/span><\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 250px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Rumus%20Elastisitas%20penawaran%202.jpg\" alt=\"Rumus Elastisitas penawaran \" width=\"250\" \/><\/p>\n<p>Keterangan:<\/p>\n<p>Es = Koefisien elastisitas penawaran<\/p>\n<p>P = Harga awal<\/p>\n<p>Q = Jumlah yang ditawarkan mula-mula<\/p>\n<p>\u2206P = Perubahan harga<\/p>\n<p>\u2206Q = Perubahan jumlah yang ditawarkan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Dengan menggunakan <strong>rumus koefisien elastisitas penawaran<\/strong> ini, kamu bisa melihat seberapa besar jumlah barang yang kemudian ditawarkan kepada publik setelah adanya kenaikan harga barang. Dengan begitu, kamu bisa deh menilai seberapa efektif kenaikan harga pada suatu barang, apalagi barang tersebut adalah barang kebutuhan pokok.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Selain itu, berubahnya harga suatu barang juga dipengaruhi oleh jumlah barang yang ditawarkan. Misalnya barang yang ditawarkan lebih sedikit dibanding jumlah permintaan, hal itu dapat memicu kenaikan pada harga barang tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"background-color: transparent;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/harga%20bahan%20pokok%20naik.jpg\" alt=\"harga bahan pokok naik\" width=\"600\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Naiknya harga bahan pokok menjelang lebaran (sumber: idntimes.com)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/interaksi-pelaku-ekonomi-permintaan-dan-penawaran\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Interaksi Pelaku Ekonomi yang Memengaruhi Permintaan dan Penawaran<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Gimana, sekarang sudah mengerti kan <strong>cara menghitung elastisitas permintaan dan penawaran<\/strong>? Dan kamu harusnya sudah tahu alasan <strong>kenapa harga bahan pokok naik pada saat puasa dan menjelang lebaran<\/strong>. <\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\">Sebenarnya masyarakat kita ini unik <em>lho<\/em>, pada saat bulan puasa justru perilakunya lebih konsumtif. Mulai dari menghidangkan makanan yang jumlahnya melimpah saat buka puasa, kemudian padatnya jadwal buka bersama di luar. Kalau sudah begitu, pasti jumlah permintaan bahan pokok makanan di setiap rumah makan juga meningkatkan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"background-color: transparent;\"><em>Nah<\/em>, kalau kamu mau tahu lebih lanjut cara menghitung dengan contoh-contoh soal yang banyak, kamu bisa belajar dengan menggunakan video animasi di <\/span><strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/ruangbelajar\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">ruangbelajar<\/a><\/strong><span style=\"background-color: transparent;\">. Kamu bisa belajar dengan santai dan pastinya lebih efektif.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"https:\/\/bayar.ruangguru.com\/\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/ceb472c4-1feb-4a1d-afdf-4f92234a63d0.jpg\" alt=\"CTA Ruangguru\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong>Referensi:<\/strong><\/p>\n<p>Alam S., (2016) Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas X. Jakarta: Erlangga.<\/p>\n<p><strong>Sumber foto:<\/strong><\/p>\n<p>GIF &#8216;Orang pusing&#8217; [Daring]. Tautan: https:\/\/giphy.com\/gifs\/starz-sad-3ohs4rFjQPJOuomPFS (Diakses: 15 Desember 2020)<\/p>\n<p>Foto &#8216;Naiknya harga pokok menjelang lebaran&#8217; [Daring]. Tautan: https:\/\/www.idntimes.com\/business\/finance\/nanda-akmalia-1\/3-cara-ini-bisa-cegah-naiknya-harga-sembako-saat-ramadan-c1c2 (Diakses: 15 Desember 2020)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kenapa ya setiap menjelang lebaran harga pokok hampir selalu meningkat? Hal ini ada kaitannya dengan permintaan dan penawaran. Simak artikel Ekonomi kelas 10 ini untuk penjelasan lebih lengkapnya.\u00a0 &#8212; &nbsp; Kenapa sih harga bahan pokok selalu naik saat menjelang lebaran dan\u00a0saat bulan puasa? Hampir setiap orang pasti mengeluh dengan naiknya harga bahan pokok. Kalau nggak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":9793,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6ae22d14-3e47-49b0-9ef0-351e778fb2bf.png"],"_edit_last":["1"],"_edit_lock":["1744700222:1"],"_wp_old_date":["2018-05-24"],"_aioseo_title":["Pengertian Elastisitas Permintaan &amp; Penawaran serta Rumusnya"],"_aioseo_description":["Setiap lebaran, harga pokok hampir selalu naik. Kenapa ya? Apakah ada hubungannya dengan permintaan dan penawaran? Simak artikel ini untuk tau penjelasannya!"],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_knawatfibu_alt":["Kenapa harga pokok naik menjelang lebaran?"],"_yoast_wpseo_title":["Pengertian Elastisitas Permintaan & Penawaran serta Rumusnya"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Setiap lebaran, harga pokok hampir selalu naik. Kenapa ya? Apakah ada hubungannya dengan permintaan dan penawaran? Simak artikel ini untuk tau penjelasannya!"]},"categories":[541,545],"tags":[52,10,37],"class_list":["post-9793","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ekonomi","category-ekonomi-sma-kelas-10","tag-kelas-10","tag-konsep-pelajaran","tag-sma"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pengertian Elastisitas Permintaan &amp; Penawaran serta Rumusnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Setiap lebaran, harga pokok hampir selalu naik. Kenapa ya? Apakah ada hubungannya dengan permintaan dan penawaran? Simak artikel ini untuk tau penjelasannya!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/alasan-kenapa-harga-bahan-pokok-naik-menjelang-lebaran\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengertian Elastisitas Permintaan &amp; Penawaran serta Rumusnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Setiap lebaran, harga pokok hampir selalu naik. Kenapa ya? Apakah ada hubungannya dengan permintaan dan penawaran? Simak artikel ini untuk tau penjelasannya!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/alasan-kenapa-harga-bahan-pokok-naik-menjelang-lebaran\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-03-26T07:59:03+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-04-15T06:59:20+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Fahri Abdillah\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Fahri Abdillah\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/alasan-kenapa-harga-bahan-pokok-naik-menjelang-lebaran\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/alasan-kenapa-harga-bahan-pokok-naik-menjelang-lebaran\",\"name\":\"Pengertian Elastisitas Permintaan & Penawaran serta Rumusnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/alasan-kenapa-harga-bahan-pokok-naik-menjelang-lebaran#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/alasan-kenapa-harga-bahan-pokok-naik-menjelang-lebaran#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6ae22d14-3e47-49b0-9ef0-351e778fb2bf.png\",\"datePublished\":\"2025-03-26T07:59:03+00:00\",\"dateModified\":\"2025-04-15T06:59:20+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/b8c1d4b9aaf040b66ebec1fc71ecbbc9\"},\"description\":\"Setiap lebaran, harga pokok hampir selalu naik. Kenapa ya? Apakah ada hubungannya dengan permintaan dan penawaran? Simak artikel ini untuk tau penjelasannya!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/alasan-kenapa-harga-bahan-pokok-naik-menjelang-lebaran#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/alasan-kenapa-harga-bahan-pokok-naik-menjelang-lebaran\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/alasan-kenapa-harga-bahan-pokok-naik-menjelang-lebaran#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6ae22d14-3e47-49b0-9ef0-351e778fb2bf.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6ae22d14-3e47-49b0-9ef0-351e778fb2bf.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/alasan-kenapa-harga-bahan-pokok-naik-menjelang-lebaran#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengertian Elastisitas Permintaan &#038; Penawaran serta Rumusnya | Ekonomi Kelas 10\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/b8c1d4b9aaf040b66ebec1fc71ecbbc9\",\"name\":\"Fahri Abdillah\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Fahri Abdillah\"},\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/fahri-abdillah\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengertian Elastisitas Permintaan & Penawaran serta Rumusnya","description":"Setiap lebaran, harga pokok hampir selalu naik. Kenapa ya? Apakah ada hubungannya dengan permintaan dan penawaran? Simak artikel ini untuk tau penjelasannya!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/alasan-kenapa-harga-bahan-pokok-naik-menjelang-lebaran","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pengertian Elastisitas Permintaan & Penawaran serta Rumusnya","og_description":"Setiap lebaran, harga pokok hampir selalu naik. Kenapa ya? Apakah ada hubungannya dengan permintaan dan penawaran? Simak artikel ini untuk tau penjelasannya!","og_url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/alasan-kenapa-harga-bahan-pokok-naik-menjelang-lebaran","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2025-03-26T07:59:03+00:00","article_modified_time":"2025-04-15T06:59:20+00:00","author":"Fahri Abdillah","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Fahri Abdillah","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/alasan-kenapa-harga-bahan-pokok-naik-menjelang-lebaran","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/alasan-kenapa-harga-bahan-pokok-naik-menjelang-lebaran","name":"Pengertian Elastisitas Permintaan & Penawaran serta Rumusnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/alasan-kenapa-harga-bahan-pokok-naik-menjelang-lebaran#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/alasan-kenapa-harga-bahan-pokok-naik-menjelang-lebaran#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6ae22d14-3e47-49b0-9ef0-351e778fb2bf.png","datePublished":"2025-03-26T07:59:03+00:00","dateModified":"2025-04-15T06:59:20+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/b8c1d4b9aaf040b66ebec1fc71ecbbc9"},"description":"Setiap lebaran, harga pokok hampir selalu naik. Kenapa ya? Apakah ada hubungannya dengan permintaan dan penawaran? Simak artikel ini untuk tau penjelasannya!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/alasan-kenapa-harga-bahan-pokok-naik-menjelang-lebaran#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/alasan-kenapa-harga-bahan-pokok-naik-menjelang-lebaran"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/alasan-kenapa-harga-bahan-pokok-naik-menjelang-lebaran#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6ae22d14-3e47-49b0-9ef0-351e778fb2bf.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/6ae22d14-3e47-49b0-9ef0-351e778fb2bf.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/alasan-kenapa-harga-bahan-pokok-naik-menjelang-lebaran#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengertian Elastisitas Permintaan &#038; Penawaran serta Rumusnya | Ekonomi Kelas 10"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/b8c1d4b9aaf040b66ebec1fc71ecbbc9","name":"Fahri Abdillah","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Fahri Abdillah"},"url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/fahri-abdillah"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9793","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9793"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9793\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22867,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9793\/revisions\/22867"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9793"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9793"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9793"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9793"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}