{"id":9958,"date":"2025-08-05T14:00:33","date_gmt":"2025-08-05T07:00:33","guid":{"rendered":"https:\/\/example.com\/?p=9958"},"modified":"2025-08-20T14:20:04","modified_gmt":"2025-08-20T07:20:04","slug":"cara-menentukan-indikator-asam-basa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/cara-menentukan-indikator-asam-basa","title":{"rendered":"Macam-Macam Indikator Asam Basa &#038; Cara Menggunakannya | Kimia Kelas 11"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/22e60abe-d6fb-4719-81b8-545976201da1.png\" alt=\"cara menentukan indikator asam basa\" width=\"820\" \/><\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\"><em>Di <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/c\/kimia\/kimia-sma-kelas-11\">artikel Kimia kelas 11<\/a><\/strong> ini, kita akan belajar mengenai macam-macam indikator asam basa dan cara menggunakannya. Yuk, baca sampai habis!\u00a0<\/em><\/p>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: center;\">&#8212;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Teman-teman, di <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/mengenal-sifat-dan-klasifikasi-asam-basa\">artikel sebelumnya<\/a><\/strong>, kamu sudah mengenal apa itu zat asam-basa dan cara membedakannya, ya. Senyawa asam akan mengandung ion H<sup>+<\/sup>. Contohnya buah-buahan kaya vitamin C, cuka, minuman bersoda, dsb. Sementara itu, senyawa basa mengandung ion OH<sup>\u2013<\/sup>. Contohnya sabun, baterai alkalin, pupuk, dsb.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lalu, kamu sudah tahu belum cara menentukan suatu larutan itu mengandung asam atau basa? Ternyata, ada caranya, nih, yaitu dengan menggunakan <strong>indikator asam basa<\/strong>. Di artikel ini, kita akan bahas apa yang dimaksud dengan indikator asam basa, cara mencarinya, hingga contohnya. Bagi kamu yang ingin memahami materi ini lebih lanjut, yuk kita pelajari bersama!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Pengertian Indikator Asam Basa<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Indikator asam basa adalah suatu senyawa kompleks yang bisa bereaksi dengan zat asam dan basa<\/strong>. Dengan indikator ini, kita jadi bisa mengetahui suatu zat bersifat asam, basa, atau netral. Indikator asam basa terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu <strong>indikator alami, indikator universal,<\/strong> dan yang paling umum digunakan adalah <strong>kertas lakmus dan pH meter<\/strong>. Biar lebih jelas lagi, berikut penjelasannya!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2><span style=\"font-size: 18pt;\">Macam-Macam Indikator Asam Basa<\/span><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seperti yang sudah dijelaskan di atas, terdapat <strong>4 macam indikator asam basa<\/strong>, yaitu indikator alami, indikator universal, kertas lakmus, dan pH meter.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">1. Indikator Alami<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kamu tahu apa itu indikator alami? <strong>Indikator alami adalah indikator yang dibuat menggunakan ekstrak tumbuhan-tumbuhan<\/strong>, seperti<strong> bunga, umbi, kulit buah, atau daun-daun berwarna<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebenarnya, tidak semua tanaman bisa dijadikan indikator alami asam basa, ya. Jadi, hanya tanaman yang ekstraknya bisa berubah warna saat diteteskan larutan asam dan basa. Nah<em>,<\/em> contoh spesifik indikator alami, antara lain <strong>kunyit, kubis merah, kubis ungu, bunga sepatu, bunga mawar, bayam merah, dan geranium.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan menggunakan indikator ini, kita bisa menentukan suatu larutan bersifat asam, basa, atau netral. Cara mengetahuinya itu dengan meneteskan ekstrak tumbuhan tadi ke dalam sebuah larutan. Kemudian, lihat perubahan warnanya. Dari perubahan warna itulah kita bisa tahu mana larutan yang mengandung asam atau basa. Berikut contoh perubahan warna pada indikator alami saat ditetesi larutan asam dan basa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/tabel%20indikator%20alami.jpg\" alt=\"tabel indikator alami asam dan basa\" width=\"500\" \/><br \/>\n<strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/apa-itu-titrasi-asam-basa\">Penjelasan Titrasi Asam Basa, Kurva, Langkah, dan Contoh Perhitungannya<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-size: 14pt;\">2. Indikator Universal<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berbeda dengan indikator alami, <strong>indikator universal adalah campuran dari berbagai macam indikator yang menunjukkan pH (<em>power of hydrogen<\/em>) suatu larutan, berdasarkan perubahan warnanya<\/strong>.\u00a0Untuk menunjukkan keasaman dan kebasaan suatu larutan, kamu bisa lihat pada <strong>rentang pH 1-14<\/strong>. Nah, pH itu adalah derajat keasaman suatu larutan. Larutan asam memiliki pH &lt; 7, sedangkan larutan basa memiliki pH &gt; 7.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menggunakan indikator universal, kita juga dapat membagi kategori larutan menjadi asam lemah, asam kuat, basa lemah, basa kuat, dan netral. Oke, sekarang kita lihat warna-warna yang menandakan pH larutan yang telah ditambahkan indikator universal, ya.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/Tabel%20indikator%20universal.jpg\" alt=\"Tabel indikator universal tentang asam dan basa\" width=\"500\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kamu bisa lihat pada tabel ya, ada warna kuning, merah, hijau, dan biru. Untuk warna kuning sampai merah, menunjukkan larutan asam. Kemudian, warna biru sampai biru tua, dan ungu, itu menunjukkan larutan basa. Sedangkan warna hijau menunjukkan bahwa larutan tersebut bersifat netral.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Indikator universal dapat berbentuk kertas maupun larutan. Kertas atau larutan ini akan mengandung timol biru, metil merah, bromotimul biru, dan fenolftalein. Berdasarkan kandungan indikator yang digunakan, begini perubahan warnanya:<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/tabel%20indikator%20universal%202.jpg\" alt=\"tabel indikator universal 2 tentang asam dan basa\" width=\"500\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li>\n<h4>Kertas<\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/tes%20kit%20indikator%20universal.jpg\" alt=\"kertas lakmus indicator asam dan basa\" width=\"500\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><span style=\"text-align: justify;\">Kertas lakmus (Sumber:\u00a0indonesian.alibaba.com)<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"text-align: justify;\">Kertas yang digunakan pada indikator universal merupakan kertas serap berbentuk strip. Tiap kotak kemasan indikator jenis ini dilengkapi dengan peta warna. <\/span>Nah,<span style=\"text-align: justify;\"> cara menggunakannya itu mudah banget! Kamu tinggal mencelupkan sehelai kertas indikator ke dalam larutan yang akan kamu ukur pH-nya. Jika berubah menjadi merah, berarti larutan tersebut asam, jika berwarna biru, maka larutan tersebut basa.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>\n<h4>Larutan<\/h4>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/larutan%20indikator.jpg\" alt=\"larutan indikator asam dan basa\" width=\"500\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Larutan indikator (Sumber:\u00a0www.carolina.com)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu contoh dari larutan indikator universal ini adalah larutan <strong>metil jingga (Metil Orange = MO)<\/strong>. Jika pH-nya kurang dari 6, larutan ini akan berwarna jingga. Sedangkan, jika pH-nya lebih dari 7, warnanya menjadi kuning. Kamu sudah tahu kan rentang pH beserta warna-warnanya? <em>Yap<\/em>, seperti yang sudah dijelaskan pada tabel di atas, ya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">3. Kertas Lakmus<\/span><\/h3>\n<p>Mungkin kamu sudah nggak asing lagi dengan kertas lakmus, ya. Umumnya, kertas lakmus sering digunakan untuk menguji keasaman dan kebasaan suatu larutan. Cara menggunakan kertas lakmus juga cukup mudah. Kamu hanya perlu mencelupkan kertas lakmus pada larutan yang ingin diuji. Kertas lakmus akan berubah menjadi merah, jika bersifat asam. Sebaliknya, kertas lakmus akan berubah menjadi biru, jika larutan bersifat basa.<\/p>\n<p><strong>Baca Juga: <a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/larutan-penyangga\">Benarkah Larutan Penyangga Bisa Menstabilkan pH?<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><span style=\"font-size: 14pt;\">4. pH meter<\/span><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berbeda dari indikator alami dan indikator universal, <strong>pH meter adalah alat elektronik yang lebih modern untuk mengukur pH suatu cairan<\/strong> secara cepat. pH meter memiliki sensor elektroda kaca khusus yang berfungsi untuk mengukur pH bahan-bahan semi-padat. <em>Nih<\/em>, gambar pH meter seperti di bawah ini!<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/pH%20meter-1.gif\" alt=\"pH meter-1 indicator asam dan basa\" width=\"500\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Ilustrasi pH meter saat bekerja (Sumber:\u00a0genchem.rutgers.edu)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Cara menggunakan pH meter adalah dengan mencelupkan ke dalam larutan yang akan diuji. Selanjutnya, pada pH meter, akan muncul angka skala yang menunjukkan pH larutan. Untuk prinsip kerja utama pada pH meter, yaitu terletak pada sensor probe yang berupa elektrode kaca (<em>glass electrode<\/em>) dengan jalan mengukur jumlah ion H<sub>3<\/sub>O<sup>+<\/sup> di dalam larutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/pH%20meter%203.jpg\" alt=\"pH meter 3 indicator asam dan basa\" width=\"500\" \/>Gambar pH meter (Sumber:\u00a0www.indiamart.com)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada ujung elektrode kaca, terdapat lapisan kaca setebal 0,1 mm yang berbentuk bulat (<em>bulb<\/em>). <em>Bulb<\/em> ini dipasangkan dengan silinder kaca non-konduktor atau plastik memanjang, yang selanjutnya diisi dengan larutan HCl (0,1 mol\/dm\u00b3). Di dalam larutan HCl, terendam sebuah kawat elektrode panjang berbahan perak yang pada permukaannya terbentuk senyawa setimbang AgCl. Konstannya jumlah larutan HCl pada sistem ini membuat elektrode Ag\/AgCl memiliki nilai potensial stabil.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><img decoding=\"async\" style=\"width: 600px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;\" src=\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/hs\/bagian-bagian%20pH%20meter.jpg\" alt=\"bagian-bagian pH meter\" width=\"500\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\">Bagian-bagian dalam pH meter (Sumber:\u00a0www.generasibiologi.com)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Nah<\/em>, itulah penjelasan mengenai macam-macam indikator asam basa. Sekarang, kamu sudah mengerti kan apa itu indikator asam basa dan cara menggunakannya? Untuk menentukan sifat asam basa suatu larutan, kamu bisa menggunakan salah satu dari keempatnya. Atau kalau kamu penasaran, bisa coba dengan menggunakan keempat indikator sekaligus yang sudah dijelaskan di atas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Terus, kalau kamu masih bingung, kamu juga bisa nih belajar melalui <strong>video pembelajaran<\/strong> di <strong><a href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/ruangbelajar\" rel=\"noopener\">ruangbelajar<\/a><\/strong>. Di sana, kamu bisa belajar bareng kakak Master Teacher yang akan menjelaskan materi lebih gampang dengan bantuan animasi!<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/bayar.ruangguru.com\/\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium\" src=\"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/ceb472c4-1feb-4a1d-afdf-4f92234a63d0.jpg\" alt=\"CTA Ruangguru\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di artikel Kimia kelas 11 ini, kita akan belajar mengenai macam-macam indikator asam basa dan cara menggunakannya. Yuk, baca sampai habis!\u00a0 &#8212; &nbsp; Teman-teman, di artikel sebelumnya, kamu sudah mengenal apa itu zat asam-basa dan cara membedakannya, ya. Senyawa asam akan mengandung ion H+. Contohnya buah-buahan kaya vitamin C, cuka, minuman bersoda, dsb. Sementara itu, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":9958,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_knawatfibu_url":["https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/22e60abe-d6fb-4719-81b8-545976201da1.png"],"_edit_lock":["1755674266:1"],"_edit_last":["1"],"_wp_old_date":["2018-05-03","2023-06-12"],"_aioseo_title":["Macam-Macam Indikator Asam Basa &amp; Cara Menggunakannya"],"_aioseo_description":["Asam dan basa merupakan senyawa yang mudah kita temukan di kehidupan kita, cari tahu tentang indikator, jenis-jenis, sifat-sifat, dan teori tentang asam basa."],"_aioseo_keywords":["a:0:{}"],"_aioseo_og_title":[null],"_aioseo_og_description":[null],"_aioseo_og_article_section":[""],"_aioseo_og_article_tags":["a:0:{}"],"_aioseo_twitter_title":[null],"_aioseo_twitter_description":[null],"_yoast_wpseo_title":["Macam-Macam Indikator Asam Basa & Cara Menggunakannya"],"_yoast_wpseo_metadesc":["Asam dan basa merupakan senyawa yang mudah kita temukan di kehidupan kita, cari tahu tentang indikator, jenis-jenis, sifat-sifat, dan teori tentang asam basa."]},"categories":[548,550],"tags":[31,10,37],"class_list":["post-9958","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kimia","category-kimia-sma-kelas-11","tag-kelas-11","tag-konsep-pelajaran","tag-sma"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Macam-Macam Indikator Asam Basa &amp; Cara Menggunakannya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Asam dan basa merupakan senyawa yang mudah kita temukan di kehidupan kita, cari tahu tentang indikator, jenis-jenis, sifat-sifat, dan teori tentang asam basa.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/cara-menentukan-indikator-asam-basa\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Macam-Macam Indikator Asam Basa &amp; Cara Menggunakannya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Asam dan basa merupakan senyawa yang mudah kita temukan di kehidupan kita, cari tahu tentang indikator, jenis-jenis, sifat-sifat, dan teori tentang asam basa.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/cara-menentukan-indikator-asam-basa\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-08-05T07:00:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-08-20T07:20:04+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Fahri Abdillah\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@ruangguru\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Fahri Abdillah\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/cara-menentukan-indikator-asam-basa\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/cara-menentukan-indikator-asam-basa\",\"name\":\"Macam-Macam Indikator Asam Basa & Cara Menggunakannya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/cara-menentukan-indikator-asam-basa#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/cara-menentukan-indikator-asam-basa#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/22e60abe-d6fb-4719-81b8-545976201da1.png\",\"datePublished\":\"2025-08-05T07:00:33+00:00\",\"dateModified\":\"2025-08-20T07:20:04+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/b8c1d4b9aaf040b66ebec1fc71ecbbc9\"},\"description\":\"Asam dan basa merupakan senyawa yang mudah kita temukan di kehidupan kita, cari tahu tentang indikator, jenis-jenis, sifat-sifat, dan teori tentang asam basa.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/cara-menentukan-indikator-asam-basa#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/cara-menentukan-indikator-asam-basa\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/cara-menentukan-indikator-asam-basa#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/22e60abe-d6fb-4719-81b8-545976201da1.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/22e60abe-d6fb-4719-81b8-545976201da1.png\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/cara-menentukan-indikator-asam-basa#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Macam-Macam Indikator Asam Basa &#038; Cara Menggunakannya | Kimia Kelas 11\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/\",\"name\":\"Ruangguru Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/b8c1d4b9aaf040b66ebec1fc71ecbbc9\",\"name\":\"Fahri Abdillah\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Fahri Abdillah\"},\"url\":\"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/fahri-abdillah\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Macam-Macam Indikator Asam Basa & Cara Menggunakannya","description":"Asam dan basa merupakan senyawa yang mudah kita temukan di kehidupan kita, cari tahu tentang indikator, jenis-jenis, sifat-sifat, dan teori tentang asam basa.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/cara-menentukan-indikator-asam-basa","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Macam-Macam Indikator Asam Basa & Cara Menggunakannya","og_description":"Asam dan basa merupakan senyawa yang mudah kita temukan di kehidupan kita, cari tahu tentang indikator, jenis-jenis, sifat-sifat, dan teori tentang asam basa.","og_url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/cara-menentukan-indikator-asam-basa","og_site_name":"Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/ruanggurucom\/","article_published_time":"2025-08-05T07:00:33+00:00","article_modified_time":"2025-08-20T07:20:04+00:00","author":"Fahri Abdillah","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@ruangguru","twitter_site":"@ruangguru","twitter_misc":{"Written by":"Fahri Abdillah","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/cara-menentukan-indikator-asam-basa","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/cara-menentukan-indikator-asam-basa","name":"Macam-Macam Indikator Asam Basa & Cara Menggunakannya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/cara-menentukan-indikator-asam-basa#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/cara-menentukan-indikator-asam-basa#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/22e60abe-d6fb-4719-81b8-545976201da1.png","datePublished":"2025-08-05T07:00:33+00:00","dateModified":"2025-08-20T07:20:04+00:00","author":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/b8c1d4b9aaf040b66ebec1fc71ecbbc9"},"description":"Asam dan basa merupakan senyawa yang mudah kita temukan di kehidupan kita, cari tahu tentang indikator, jenis-jenis, sifat-sifat, dan teori tentang asam basa.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/cara-menentukan-indikator-asam-basa#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/cara-menentukan-indikator-asam-basa"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/cara-menentukan-indikator-asam-basa#primaryimage","url":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/22e60abe-d6fb-4719-81b8-545976201da1.png","contentUrl":"https:\/\/cdn-web.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/22e60abe-d6fb-4719-81b8-545976201da1.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/cara-menentukan-indikator-asam-basa#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Macam-Macam Indikator Asam Basa &#038; Cara Menggunakannya | Kimia Kelas 11"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/","name":"Ruangguru Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/b8c1d4b9aaf040b66ebec1fc71ecbbc9","name":"Fahri Abdillah","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Fahri Abdillah"},"url":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/author\/fahri-abdillah"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9958","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9958"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9958\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24458,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9958\/revisions\/24458"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9958"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9958"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9958"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9958"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}