Pengertian Teks Debat, Tujuan, Struktur, Unsur & Contoh | Bahasa Indonesia Kelas 10

Teks Debat

Melalui artikel ini, kamu akan belajar tentang teks debat. Mulai dari pengertian, tujuan, ciri-ciri, struktur, kaidah kebahasaan, unsur-unsur debat, dan contohnya. Penasaran? Yuk, baca sampai selesai di artikel Bahasa Indonesia kelas 10 ini!

 

Pernah nggak kamu menonton kegiatan debat, baik itu secara langsung maupun melalui televisi? Atau kamu sendiri pernah ikut lomba debat di sekolah? Menurut kamu, lebih seru nonton debat atau ikut debatnya langsung, nih?

Tentunya, masing-masing memiliki keseruannya tersendiri, ya! Kalau lagi nonton debat, kita pasti jadi ikut deg-degan, kira-kira pihak mana ya, yang debatnya lebih bagus dan argumennya lebih oke?

Sementara itu, kalau kita ikut lomba debat, kita juga pasti akan deg-degan nih, kira-kira argumen yang disiapkan sudah bagus belum, ya? Kira-kira, bisa lancar nggak ya, waktu menyampaikan argumen? Duh, bayanginnya aja udah seru nggak, sih!

Baca Juga: Pengertian, Ciri-Ciri, Struktur, Contoh, dan Cara Membuat Teks Negosiasi

Eits, ngomongin soal debat, kamu udah tahu belum sih, apa yang dimaksud dengan debat?

 

Pengertian Debat

Debat adalah pembahasan dan pertukaran pendapat mengenai suatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing pihak. Dalam berdebat, masing-masing pihak diperkenankan untuk menambahkan informasi, bukti, dan data untuk mempertahankan pendapat.

Kenapa sih, harus ada debat? Salah satu tujuan diadakannya debat adalah untuk memperoleh sudut pandang baru yang bisa diterima oleh kedua belah pihak.

Meskipun begitu, tidak jarang debat berakhir dengan kedua pihak tetap berbeda pendapat dan berpegang pada pendapatnya masing-masing, tapi tentunya mereka tetap akan mendapatkan wawasan baru dengan mendengarkan argumen dari pihak lawan. Berbeda pendapat itu wajar, tapi ingat! Tetap hargai pihak lain yang berbeda pendapat dengan kamu, ya!

Nah, setelah mengetahui pengertian debat, sekarang mari kita bahas mengenai teks debat. Apa itu teks debat? 

 

Pengertian Teks Debat

Teks debat adalah teks yang disusun berdasarkan kegiatan debat yang berlangsung. Teks debat ini berisi argumen-argumen yang disampaikan oleh masing-masing pihak, lengkap dengan kesimpulan yang didapat ketika sesi debat berakhir.

 

Tujuan Debat

Tujuan debat adalah agar masing-masing tim dapat membalikkan pendapat lawan dengan argumen atau bukti yang relevan sehingga lawan menyetujui pendapat kelompoknya. Fokus debat adalah untuk mempertahankan argumen masing-masing kelompok berdasarkan data dan fakta yang telah diperoleh.

Pada akhir debat, biasanya akan didapat sudut pandang baru yang bisa diterima oleh kedua belah pihak. Walaupun begitu, nggak jarang di akhir debat kedua tim tetap pada posisi mereka di awal yaitu pro dan kontra. Meskipun berbeda pendapat, debat akan membuka wawasan dan pandangan baru kamu akan suatu hal.

 

Ciri-Ciri Debat

Debat memiliki ciri-ciri yang harus kamu ketahui, antara lain sebagai berikut:

Ciri-Ciri Debat

 

  1. Terdapat dua tim yang berdebat, yaitu tim afirmasi dan tim oposisi.
  2. Terdapat dua sudut pandang, yaitu pro dan kontra.
  3. Terdapat topik atau isu yang diperdebatkan.
  4. Terdapat argumentasi.
  5. Terdapat pihak penengah (opsional).

 

Kelima ciri tersebut harus ada pada setiap acara debat, kecuali nomor 5 karena bersifat opsional. Jadi, kalau kamu mau mengadakan latihan debat sendiri bersama teman-temanmu, jangan lupakan kelima ciri ini, ya!

Baca Juga: Pengertian, Struktur, Kaidah Kebahasaan & Contoh Teks Diskusi

 

Struktur Teks Debat

Teks debat disusun secara sistematis berdasarkan struktur teks debat. Struktur teks debat terdiri atas:

Struktur Teks Debat

 

1. Pengenalan

Pertama, yaitu pengenalan. Pada bagian pengenalan, moderator menyampaikan salam pembuka dan memperkenalkan pihak atau tim yang akan berdebat.

Moderator adalah pemimpin sidang, rapat, atau diskusi, yang bertindak sebagai pengarah dan penengah. Selain mengenalkan pihak yang berdebat, moderator juga menyampaikan mosi dari debat yang akan berlangsung.

 

2. Penyampaian Argumentasi

Kedua, yaitu penyampaian argumentasi. Penyampaian argumentasi disampaikan oleh pihak afirmasi, pihak oposisi, dan pihak netral/penengah (jika ada).

Pihak afirmasi adalah pihak yang mendukung mosi atau pro terhadap mosi. Pihak oposisi adalah pihak yang menentang mosi atau kontra terhadap mosi. Sedangkan Pihak netral/penengah adalah pihak yang bersikap netral dan berperan sebagai penengah dalam debat. Pihak netral ini bersifat opsional alias tidak harus ada dalam debat.

 

3. Debat

Ketiga, yaitu debat. Pada bagian ini, pihak afirmasi dan pihak oposisi saling memberikan sanggahan, lalu ditengahi oleh pihak netral. Jika pihak netral tidak ada, maka boleh ditengahi oleh moderator selaku pemimpin acara debat. Nah, bagian ini nih, yang merupakan bagian terseru dari keseluruhan acara debat!

 

4. Simpulan

Keempat, yaitu simpulan. Pada bagian ini, pihak afirmasi, pihak oposisi, dan pihak netral menyampaikan simpulan terkait mosi, pendapat, serta sanggahan dari tim lain.

 

5. Penutup

Kelima, yaitu penutup. Pada bagian ini, moderator memberikan simpulan secara kesuluruhan tanpa berpihak kepada pihak manapun, kemudian menutup kegiatan debat dengan salam.

 

Kaidah Kebahasaan Teks Debat

Dalam menulis teks debat, kamu harus memperhatikan tata bahasa atau kaidah kebahasaan yang dimiliki teks debat sebagai berikut:

Kaidah Kebahasaan Teks Debat

 

1. Menggunakan bahasa baku

Teks debat ditulis menggunakan bahasa baku atau bahasa yang sesuai dengan standar dan kaidah bahasa Indonesia.

 

2. Menggunakan kata denotatif

Teks debat ditulis menggunakan kata denotatif. Kata denotatif adalah kata yang bermakna sebenarnya.

Contoh:

Denotatif, contohnya: Marilah kita menutup mata sambil berdoa.

Bukan denotatif, contohnya: Pemerintah tidak boleh menutup mata atas kejadian yang melanda Indonesia saat ini.

 

Unsur-Unsur Debat

Unsur-unsur debat terdiri atas tiga hal, yakni mosi, tim debat, dan partisipan. Untuk lebih lengkapnya, coba kamu lihat gambar berikut!

Unsur-Unsur Debat

 

1. Mosi Debat

Unsur pertama yaitu mosi debat. Mosi adalah topik atau isu yang diangkat dalam debat. Mosi akan menentukan sikap dari masing-masing pihak atau tim yang berdebat, apakah akan pro terhadap mosi atau kontra terhadap mosi.

 

2. Tim Debat

Seperti yang tadi sudah dijelaskan, dalam debat umumnya terdapat tiga tim debat yaitu:

  • Tim afirmasi adalah tim pendukung mosi atau pro terhadap mosi.
  • Tim oposisi adalah tim penentang mosi atau kontra terhadap mosi.
  • Tim netral/penengah adalah tim yang netral dan berperan sebagai penengah (opsional). Untuk tim netral/penengah tidak wajib ada dan perannya sebagai penengah dapat digantikan oleh moderator.

 

3. Partisipan

Selain tim debat, terdapat juga partisipan lainnya dalam debat yaitu:

Baca Juga: Contoh Teks Eksposisi, Struktur, dan Kaidah Kebahasaannya

  • Penonton atau juri bertugas untuk menilai tim yang berdebat.
  • Moderator bertugas untuk memimpin jalannya debat.
  • Notulen bertugas untuk mencatat jalannya debat dan hasil debat.

 

Jenis-Jenis Debat

Psst, materi tentang jenis-jenis debat ini kerap diujikan pada PAS, lho. Ternyata, debat dibedakan ke dalam beberapa jenis berdasarkan masalah yang dibahas atau bentuk, maksud, dan metodenya.

 

A. Jenis Debat berdasarkan Masalah yang Dibahas

 

1. Debat Politik

Dilakukan pada saat pemilihan umum yang dilangsungkan untuk mengutarakan program yang bagus disertai argumentasi yang kuat. Tujuannya adalah untuk menarik simpatik pemilih agar memberikan suaranya.

 

2. Debat Ekonomi

Seperti namanya, debat ekonomi dilakukan oleh para pakar ekonomi dan para pejabat untuk menciptakan keadaan ekonomi yang lebih baik.

 

3. Debat Pendidikan

Debat ini dilakukan oleh para pakar pendidikan untuk meningkatkan mutu pendidikan.

 

4. Debat Perundang-undangan

Debat ini dilakukan antara para Dewan Perwakilan Rakyat dalam mengemukakan keberatan dan dukungannya terhadap rancangan undang-undang tersebut. Di akhir perdebatan biasanya diadakan pemungutan suara untuk mengesahkan atau menolak rumusan undang-undang.

 

5. Debat Sosial

Debat sosial membahas masalah sosial yang terjadi di masyarakat, seperti pengangguran, gelandangan, hingga musibah bencana alam.

 

B. Jenis Debat berdasarkan Bentuk, Maksud, dan Metodenya

 

1. Debat Parlementer atau Majelis

Sesuai sama namanya, debat ini terjadi di tatanan eksekutif, yudikatif dan legislatif suatu negara. Debat ini biasanya membahas tentang undang-undang, kebijakan, atau hal-hal yang berkaitan dengan ketatanegaraan.

 

2. Debat Pemeriksaan Ulangan

 

Debat pemeriksaan ulangan dilaksanakan untuk memeriksa ulang dan mengetahui kebenaran pemeriksaan sebelumnya. Debat ini mengandung banyak pertanyaan yang saling berkaitan agar mempertahankan posisi masing-masing tim. Jenis debat ini sering ditemukan dalam persidangan yang terjadi antara jaksa dan pengacara.

3. Debat Formal, Konvensional, atau Pendidikan

 

Debat jenis ini adalah debat yang bertujuan untuk memberikan kesempatan pada dua tim yang bersebrangan untuk mengungkapkan beberapa argumen, menguatkan materi debat, atau justru mengemukakan argumen untuk melawan materi tersebut. Debat ini juga bertujuan untuk mengembangkan kemampuan kedua tim dalam mengutarakan argumen secara logis, jelas, dan terstruktur.

 

Tata Cara Debat

Sebelum kita masuk ke tata cara debat, perlu kamu ketahui terlebih dahulu nih, kalau ada tiga hal yang umumnya memengaruhi tata cara debat yaitu banyaknya tim, waktu yang disediakan, dan berapa putaran diskusi akan berlangsung.

Nah, dari tiga hal yang memengaruhinya tadi, tata cara debat dibagi ke dalam lima bagian, yaitu sebagai berikut.

 

1. Pembukaan oleh Moderator

Tugas moderator di sini adalah untuk:

  • Membuka debat
  • Menjelaskan mosi
  • Memperkenalkan tim dan anggota tim debat
  • Membacakan tata tertib debat

 

2. Penyampaian Pernyataan Topik

Pada bagian ini, perwakilan tiap tim (tim oposisi dan afirmasi) akan menyampaikan pendapatnya terhadap mosi secara bergantian tanpa ada tanya jawab atau interupsi dari tim lain.

 

3. Pelaksanaan Debat

Setiap tim memberikan komentar atau mendebat pendapat tim lain. Tim yang didebat harus mempertahankan pendapatnya dengan menyampaikan argumen, data, atau fakta yang mendukung. Pada bagian ini akan terlihat tim mana yang paling bisa mempertahankan argumennya.

 

4. Simpulan

Setiap tim menyampaikan simpulannya terkait mosi setelah mendengar pendapat dan menerima sanggahan dari tim lain. Bagian ini bisa juga disebut sebagai closing statement atau pernyataan penutup dari masing-masing tim.

 

5. Penutup

Moderator menutup kegiatan diskusi dengan memberikan ringkasan.

 

Contoh Teks Debat

Masih Perlukah Perpustakaan?

Moderator:

Selamat pagi teman-teman semuanya. Terima kasih atas kehadirannya. Pada kesempatan yang berbahagia ini, kita akan membahas mengenai keberadaan perpustakaan yang semakin tergeser oleh internet. Apakah perpustakaan masih di perlukan di era teknologi saan ini? Silahkan untuk kedua tim, dimohon untuk memberikan argumentasinya.

Tim Afirmatif:

Kami berpendapat bahwa keberadaan internet memang menggeser keberadaan perpustakaan. Terlebih lagi, internet menyediakan sumber informasi yang sangat melimpah dan dapat diakses dengan waktu yang sangat cepat di mana saja.

Selain itu, kita tidak perlu repot untuk mengunjungi perpustakaan atau membeli buku untuk mencari informasi. Jadi, menurut kami, internet lebih efektif untuk mencari informasi jika dibandingkan dengan perpustakaan.

Tim Oposisi:

Kami tidak setuju dengan pendapat dari tim afirmatif. Menurut kami, perpustakaan merupakan sumber ilmu yang tidak bisa kita lupakan begitu saja. Perpustakaan juga menjadi tempat penyedia informasi yang kredibel.

Sebab, sudah melalui berbagai macam proses, sehingga sangat terjamin valid dan kredibel. Hal ini berbanding terbalik dengan informasi di internet yang belum tentu terbukti kebenaran informasinya.

Kesimpulan:

Terima kasih untuk semua tim yang sudah menyampaikan argumentasinya, dan hadirin yang sudah mendengarkan pendapat dari kedua belah pihak. Saya sependapat dengan tim afirmatif yang setuju kalau penggunaan internet jauh lebih praktis dalam mencari informasi saat ini. Namun, pendapat tim oposisi yang mengatakan kalau perpustakan merupakan sumber ilmu yang terjamin valid dan kredibel, itu juga benar.

Untuk itu, kita perlu lebih bijak dalam menggunakan internet, agar terhindar dari berita bohong (hoaks). Dengan begitu, debat kali ini akan segera saya tutup, sekian dan terima kasih.

Baca Juga: Kumpulan Contoh Teks Debat Singkat berdasarkan Strukturnya

 

Contoh Soal

Sekarang, coba kerjain contoh soal yuk!

1. Perhatikan kutipan teks debat berikut ini.

Tim Oposisi : “Saya tidak setuju. Kosakata bahasa asing hanya digunakan dan dimengerti oleh kalangan tertentu saja. Namun, bahasa Indonesia  dimengerti dan digunakan hampir oleh  semua kalangan.”

Kutipan teks di atas termasuk dalam struktur teks debat, yaitu….

  1. pengenalan
  2. penutup
  3. penyampaian argumentasi
  4. debat
  5. pengantar

 

 

Jawaban: D

Pembahasan: 

Struktur teks debat, yaitu pengenalan, penyampaian argumentasi, debat, simpulan, dan penutup. Kutipan teks di atas termasuk dalam struktur teks bagian debat yang ditandai dengan sanggahan “saya tidak setuju”.

2. Berikut ini yang termasuk dalam struktur kebahasaan teks debat, kecuali….

  1. penutup
  2. pengenalan
  3. penawaran
  4. penyampaian argumentasi
  5. simpulan

 

 

Jawaban: C

Pembahasan: 

Penutup, pengenalan, penyampaian argumentasi, dan simpulan merupakan struktur teks debat, sedangkan penawaran bukan merupakan struktur teks debat. Jadi, jawaban yang tepat adalah C.

Itulah tadi pembahasan tentang teks debat, meliputi pengertian, struktur, ciri-ciri, kaidah kebahasaan, hingga unsur-unsur debat. Kamu sudah paham, belum? Kalau kamu merasa belum cukup memahami materi hanya dengan membacanya saja, kamu bisa mencari guru privat berkualitas di ruangguru Privat. Yuk, pilih sendiri gurumu!

CTA ruangguru Privat

Referensi:

Zabadi, Fairul dan Sutejo. (2015). Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.

 

Artikel ini telah diperbarui pada 19 Januari 2024.

Kenya Swawikanti