API Gateway
API Gateway adalah server khusus yang bertindak sebagai pintu masuk tunggal (single entry point) bagi seluruh lalu lintas request dari client menuju arsitektur backend berbasis mikroservis (microservices). API Gateway bertugas menerima request, merutekannya ke servis yang tepat, mengagregasi data, serta mengurus keamanan.
API Gateway bertindak sebagai penerima tunggal seluruh pangkalan request dari perangkat luar untuk didistribusikan ke layanan mikroservis yang tepat.
Ilustrasi grafis dibuat dengan bantuan kode vektor SVG
Tugas Penting API Gateway
Tanpa gerbang terpusat ini, perangkat client harus berinteraksi dengan puluhan alamat server terpisah. Kehadiran API Gateway mengeliminasi hal tersebut dengan melakukan:
- Routing (Perutean): Memetakan request URL ke alamat mikroservis yang sesuai secara dinamis.
- Otentikasi Terpusat: Memeriksa apakah pengguna berhak mengakses data sebelum request diteruskan ke bagian dalam sistem.
- Rate Limiting: Membatasi jumlah request dari satu IP pengguna dalam satu detik untuk mencegah banjir serangan Ddos.
- Transformasi Data: Mengubah format request dari client (misal JSON) menjadi format internal (misal XML atau Protocol Buffers) secara real-time.
?
Uji Pemahaman Mandiri
Apa manfaat utama menggunakan API Gateway dalam arsitektur microservices?
A. Mengurangi ukuran basis data (database) server
B. Menyediakan satu pintu gerbang tunggal terpusat untuk mempermudah keamanan, perutean, dan pembatasan trafik
C. Mengganti kebutuhan penulisan kode program backend secara keseluruhan
