Cloud Computing
Cloud Computing (Komputasi Awan) adalah model penyediaan sumber daya IT—termasuk daya penyimpanan, kapasitas server virtual, database, hingga jaringan—di mana pengguna menyewanya dari pihak ketiga melalui internet secara instan, fleksibel, dan hanya membayar sesuai kapasitas yang mereka gunakan.
1. Analogi Menyewa Listrik PLN vs Membeli Genset Sendiri
Dahulu, jika sebuah bisnis baru ingin menggunakan perangkat lunak, mereka harus membeli server fisik mahal, membangun ruangan ber-AC dingin nonstop, dan menggaji teknisi khusus untuk pemeliharaannya.
Kini, kita cukup menyambungkan kabel listrik ke jaringan PLN. Kita tidak perlu tahu di mana stasiun pembangkit listriknya berada; kita cukup menikmati aliran listrik dan membayar tagihan sesuai jumlah pemakaian KWh kita di akhir bulan. **Cloud Computing** bekerja persis seperti ini untuk penyediaan server internet.
2. Model Layanan Cloud: IaaS, PaaS, dan SaaS
Layanan cloud secara umum diklasifikasikan menjadi tiga tingkatan model layanan:
- IaaS (Infrastructure as a Service): Penyedia menyewakan infrastruktur mentah (server virtual kosong, penyimpanan data). Pengguna harus menginstal OS dan aplikasi sendiri. Contoh: Amazon EC2, Google Cloud Engine.
- PaaS (Platform as a Service): Menyediakan lingkungan lengkap bagi developer untuk menaruh kode aplikasi tanpa perlu repot mengonfigurasi server. Contoh: Vercel, Heroku.
- SaaS (Software as a Service): Aplikasi jadi siap pakai yang berjalan penuh di cloud dan diakses lewat browser. Contoh: Figma, Google Workspace, Slack.
Uji Pemahaman Mandiri
Manakah dari pilihan berikut yang merupakan contoh dari layanan model SaaS (Software as a Service)?
