Backend
Backend adalah mesin utama yang bekerja di balik layar untuk mendukung berjalannya sebuah aplikasi. Jika diibaratkan sebuah restoran, Frontend adalah area makan tempat pelanggan memesan makanan, sedangkan Backend adalah area dapur tempat koki mengolah bahan makanan secara rapi dan higienis. Backend bertugas memproses seluruh logika aplikasi, mengamankan data pengguna, melakukan transaksi dengan database, serta menghubungkan layanan dengan sistem luar.
1. Siklus Permintaan dan Tanggapan (Request-Response Cycle)
Setiap tindakan yang Anda lakukan di aplikasi (seperti menekan tombol "Login") membutuhkan respon dari server backend. Komunikasi ini terjadi melalui siklus kirim-terima pesan data yang sangat cepat:
- HTTP Request (Permintaan): Browser mengirimkan permintaan berupa data akun (seperti email dan password) beserta data keamanan tambahan ke server backend.
- Pemrosesan Data: Backend menerima data tersebut, memvalidasi apakah formatnya benar, mencari data tersebut di database, dan mencocokkan password-nya.
- HTTP Response (Tanggapan): Backend mengirimkan status sukses (misalnya "Selamat datang!") beserta data profil Anda dalam format teks terstruktur JSON untuk digambar oleh browser.
2. Membagi Tugas dengan Arsitektur Microservices
Untuk aplikasi dengan jutaan pengguna, menumpuk semua kode dalam satu server (Monolith) akan membuatnya sangat lambat dan mudah crash. Oleh karena itu, backend dipecah menjadi beberapa layanan kecil independen yang disebut **Microservices**:
- API Gateway: Pintu gerbang utama yang menyaring seluruh permintaan luar, lalu mengarahkannya ke layanan yang cocok.
- Layanan Mandiri (Microservice): Setiap modul memiliki tugas khusus (misalnya khusus menangani pembayaran) dan memiliki database internal tersendiri agar tidak mengganggu layanan lain.
Uji Pemahaman Mandiri
Manakah tugas yang dikategorikan sebagai pekerjaan di sisi Backend?
