Blockchain

Blockchain adalah teknologi pencatatan riwayat transaksi keuangan digital yang bersifat terdesentralisasi (tidak terpusat). Jika bank mencatat seluruh uang nasabah di satu buku utama milik bank tersebut, Blockchain membagikan salinan buku catatan keuangan tersebut ke ribuan komputer pengguna di seluruh dunia agar tidak ada yang bisa mencurangi angka saldo sepihak.

1. Keterikatan Rantai Kriptografi (Hash)

Data dikemas ke dalam blok-blok transaksi yang saling terikat secara kriptografis menggunakan sidik jari digital unik (*hash*):

  • Sifat Kokoh (Immutable): Jika peretas mengubah data di Blok 1, nilai *hash* Blok 1 berubah seketika, memutuskan sambungan rantai ke Blok 2 dan langsung ditolak oleh sistem.
Genesis Blok 1 Hash: 000a1b Blok 2 Prev: 000a1b
Sambungan Rantai Blok Data
Setiap blok mereferensikan hash dari blok sebelumnya untuk mengamankan riwayat transaksi.
Ilustrasi dibentuk otomatis menggunakan asisten kecerdasan buatan (AI)

2. Sistem Validasi Terdesentralisasi

Untuk memvalidasi sebuah transfer saldo, mayoritas server node di internet harus menyepakati kebenaran transaksi tersebut secara otomatis:

  • Tanpa Perantara: Mengizinkan dua orang bertransaksi langsung melintasi negara tanpa harus melalui administrasi bank sentral.
TX Node Node Node
Jaringan Distribusi Konsensus
Transaksi disebarkan ke seluruh server node untuk divalidasi kebenarannya.
Ilustrasi dibentuk otomatis menggunakan asisten kecerdasan buatan (AI)
?

Uji Pemahaman Mandiri

Apa alasan utama data transaksi di dalam sistem Blockchain sangat sulit untuk dimanipulasi?

A. Data disimpan dalam bentuk gambar statis offline
B. Setiap blok memuat tanda pengenal kriptografi (hash) blok sebelumnya dan disimpan terdistribusi di ribuan server
C. Blockchain dijalankan oleh satu administrator pusat terpercaya

Bangun Karier Sebagai AI Engineer dalam 8 Minggu!

Info Detail