Sejarah Perkembangan Transportasi Darat, Udara, dan Air | Sejarah Kelas 12

Artikel sejarah kelas XII ini akan membahas mengenai gimana sejarah perkembangan teknologi transportasi.
—
Zaman sudah semakin modern, sarana transportasi sudah semakin maju. Mulai dari transportasi berupa ojek online sampai roket menuju luar angkasa, semuanya ada sekarang. Tapi, gimana sih sejarah perkembangan transportasi dari zaman duluuuu banget hingga saat ini?
Orang-orang zaman dulu jelas nggak ada yang bisa chat, “Sesuai aplikasi ya lokasi saya, bang.” karena dulu belum ada motor buat ngojek. Mereka jadi lebih sering bepergian dengan berjalan kaki, jadi nggak ada deh yang bisa jalan-jalan terlalu jauh dari rumahnya. Gabut banget kayaknya ya.
Oh iya, kita kenalan dulu deh dengan apa yang dimaksud sebagai transportasi. Transportasi didefinisikan sebagai sarana pengangkut yang memudahkan perpindahan manusia maupun barang dari satu tempat ke tempat lain.
Sarana transportasi sendiri mulai berkembang sejak penemuan roda sekitar tahun 3500 sebelum masehi. Pada masa itu, roda dibuat dari kayu yang sangaaat berat, sehingga perjalanan dengan sarana transportasi kala itu juga belum efisien seperti sekarang.
Roda yang sekarang sudah semakin ringan punya sejarahnya, lho.
—
Eits, tapi sebelum itu, kalau kamu ada pertanyaan terkait materi atau tugas di sekolah, kamu bisa tanyakan ke Roboguru, ya! Pertanyaan sesulit apapun akan bisa dijawab dengan mudah oleh Roboguru!
Sejarah Roda
1. Roda Balok Kayu
Roda balok kayu digunakan manusia untuk memindahkan beban yang lebih berat. Caranya dengan menyeret beban seperti batu besar dengan balok kayu utuh. Bangsa Mesir kuno melakukannya ketika membangun piramida, 4.000-3.000 SM.
Baca Juga: Peradaban Mesir Kuno: Sejarah, Pemerintahan, dan Peninggalannya
2. Roda Kayu Bergalur
Roda kayu bergalur berkembang sekitar 3.500-3.000 SM. Saat itu, manusia tidak hanya mengandalkan balok kayu sebagai alas, tapi juga digunakan sebagai kereta luncur. Balok kayu utuh diletakkan membujur di bawah kereta, untuk menjaga kereta tetap di tempatnya. Dibuatlah ‘takik’ atau lekukan pada balok kayu.
3. Gandar Poros Kayu
Dengan membuat takik pada balok kayu, ternyata roda kayu tidak bisa menggelinding sempurna. Takik pun diperluas hingga membentuk seperti gandar atau sumbu penghubung dua roda.
4. Pelek Roda
Pelek pada roda pun mulai dibuat. Kayu menjadi bahan utama untuk membuat pelek, sumbu roda, dan pasak. Namun model ini menimbulkan suara berdecit. Untuk mengurangi suara itu, poros roda dilapisi tembaga dan perunggu pada sekitar 1.000 SM.
5. Jeruji Roda
Agar roda lebih ringan, dibuatlah jeruji pada roda sekitar tahun 2.000 SM. Jeruji pada roda baru berkembang lagi pada tahun 1802 ketika pelek dan jeruji saling terhubung, roda pun semakin ringan lagi.
6. Ban Karet
Sekitar tahun 1839, Charles Goodyear memperkenalkan teknik vulkanisasi untuk mengolah karet menjadi ban.
Ban berisi udara untuk roda mobil kemudian diperkenalkan Andre dan Eduard Michelin asal Prancis pada 1895. Roda pun semakin nyaman untuk digulirkan sampai sekarang.

Nah, transportasi pada umumnya dibagi menjadi tiga, yaitu transportasi darat, udara, dan air. Mari kita bahas satu per satu biar ngerti.
Transportasi Darat
Transportasi darat sudah dikenal sejak zaman kuno. Ada banyak banget jenis transportasi darat pada masa itu seperti kuda tunggangan, kereta berkuda, gerobak, dan sepeda. Sayangnya, jenis-jenis transportasi darat di masa itu masih menggunakan tenaga hewan dan manusia untuk berpindah tempat.
Kendaraan dengan mesin baru muncul setelah abad ke-18. Tapi pada saat itu, mesin yang digunakan masih berupa mesin uap. Kendaraan bermesin uap ini mulai digunakan sejak 1870-an oleh tentara Prancis untuk mengangkut peralatan perang. Mesin uapnya juga masih terdiri dari tiga roda penggerak, kecepatannya cuma secepat manusia saat berjalan.
Kalau kendaraan bermesin uap dari abad ke-18 ini masih digunakan sebagai taksi online sekarang, abangnya mungkin akan dapat bintang 1 terus dari penumpangnya, disertai bonus sambatan, “Ealah, lambat bener ini mobil hei!”
Untungnya, satu dekade kemudian, mesin diesel ditemukan. Penemuan mesin diesel berbasis solar pada 1880-an menjadi tonggak sejarah penting bagi pengembangan kendaraan, yang dalam hal ini adalah mobil. Mesin diesel bikin bahan bakar yang digunakan pun jadi lebih efisien dan pergerakan mobil jadi lebih cepat.
Mobil yang tadinya bergerak cuma secepat manusia berjalan, sekarang sudah bisa diajak ngebut.

Baca Juga: Mengetahui Sejarah Perkembangan IPTEK di Masa Kini
Sejak saat itu, mobil mulai banyak digunakan karena praktis dan bisa digunakan kapan saja untuk ke mana saja. Perkembangan industri mobil dipelopori oleh Henry Ford, yang pertama kali melakukan produksi massal mobil “murah”.
Nah, perkembangan mutakhir transportasi darat saat ini salah satunya adalah kereta api rel magnetik, atau yang dikenal sebagai Maglev (magnetic levitation), yang dirancang oleh seorang insinyur Inggris, Eric Laithwaife pada tahun 1950.
Kayak apa kereta Maglev itu? Simak infografik ini deh:

Transportasi Udara
Penemuan mesin bagi mobil membuat manusia ingin terus berinovasi, hingga akhirnya lahirlah teknologi mesin terbang.
Cikal bakal transportasi udara yang ada saat ini dimulai dari sebuah balon udara, lho. Pada tahun 1782, Joseph dan Jacques Etienne berhasil menerbangkan balon udara setinggi 300 meter untuk pertama kali.
Setahun setelah itu, Etienne bersaudara menaikkan bebek, domba, dan ayam ke balon udara yang berhasil terbang setinggi 500 meter. Balon udara kemudian berkembang hingga bisa membawa manusia sebagai penumpang.
Perkembangan transportasi udara berikutnya ditandai dengan penemuan pesawat terbang yang dijuluki sebagai “Kitty Hawk”. Kala itu, pada tahun 1903, Orville dan Wilbur Wright merancang mesin pesawat terbang. Hingga akhirnya, rancangan pesawat terbang mereka bisa berguna mengangkut manusia maupun barang dengan jarak yang jauh secara cepat.

Belum puas dengan mesin pesawat yang dirancang Wright bersaudara, tepat pada tahun 1905 seorang insinyur bernama Henri Conda dari Rumania mengembangkan mesin pesawat jet.
Prinsip kerja mesin jet yang diterapkan pada pesawat adalah menghisap udara dari bagian depan mesin dan mengeluarkannya dengan laju tinggi dari bagian belakang mesin. Barulah pada abad ke-20, pesawat berukuran besar seperti Airbus dan Boeing mulai digunakan untuk penumpang.
Baca Juga: Ternyata Penggunaan Ponsel di Pesawat itu Tidak Berbahaya, Asal…
Transportasi Air
Berbeda dengan transportasi darat dan udara, transportasi air sering dianggap sebagai transportasi kelas dua oleh masyarakat dunia karena waktu tempuh dengan transportasi ini lebih lama dari transportasi udara. Walau begitu, transportasi air sangat berguna untuk perjalanan antarpulau yang dekat serta harganya lebih murah daripada transportasi udara.
Perkembangan transportasi air nggak lepas dari penemuan mesin uap oleh James Watt. James Watt telah menginspirasi Robert Fulton, yang membuat kapal uap pertama, dengan nama “Clermont”. Penemuan kapal uap dapat memudahkan banyak orang menyeberangi lautan.
Selain kapal uap, ada pula kapal selam, yaitu kapal yang bergerak di bawah permukaan air yang umumnya untuk kepentingan militer. Sejarah kapal selam berawal sejak tahun 1500 masehi dan mulai muncul pada abad ke-19. Penemu kapal selam adalah Cornelis Drebbel. Kapal selam mulai terkenal sejak digunakan pada Perang Dunia I.
Gimana, ternyata transportasi juga punya sejarah yang panjang ya. Perkembangan transportasi punya berbagai dampak, lho. Dampak positifnya, manusia menjadi lebih mudah bepergian, pengiriman barang antarwilayah yang lebih cepat, dan mempercepat pembangunan infrastruktur. Sementara itu, dampak negatifnya adalah makin banyaknya polusi udara, berkurangnya sumber daya alam untuk membuat kendaraan, sampai kemacetan.
Kalau kamu mau belajar tentang sejarah transportasi lebih mendalam lagi disertai dengan video belajar beranimasi menarik, mulai langganan ruangbelajar yuk!
Artikel ini pertama kali terbit pada 31 Juli 2019, kemudian diperbarui.



