Perbedaan Paragraf Deduktif & Induktif dari Pengertian, Ciri-Ciri, Contoh | Bahasa Indonesia Kelas 12

Header - Bahasa Indonesia Kelas 12 - Perbedaan Paragraf Deduktif dan Induktif

Apa sih yang dimaksud dengan paragraf deduktif dan induktif itu? Bisakah kamu menuliskan masing-masing contohnya? Nah, kalau kamu masih bingung, simak dulu penjelasan di artikel ini, yuk!

—

 

Jika kamu masih bingung dalam mencari ide pokok atau gagasan dalam sebuah paragraf, mengetahui bentuk paragraf pada sebuah tulisan dapat membantu kamu untuk mengatasi hal tersebut. Hal ini karena, pada setiap tulisan, pasti memiliki gagasan yang ingin disampaikan oleh penulisnya.

Biasanya, penempatan gagasan pada sebuah paragraf dibagi menjadi 3, yaitu di awal, di akhir, dan keduanya. Paragraf yang memiliki gagasan di awal, disebut paragraf deduktif. Paragraf yang memiliki gagasan di akhir, disebut paragraf induktif. Paragraf yang memiliki gagasan di awal dan akhir, disebut paragraf campuran atau paragraf deduktif-induktif.

Di artikel ini, kita bakal bahas secara merinci mengenai perbedaan paragraf deduktif dan induktif, meliputi pengertian, ciri-ciri, dan contohnya. Mari kita simak bersama-sama!

 

Pengertian Paragraf Deduktif

Paragraf deduktif adalah paragraf yang menempatkan gagasannya pada awal paragraf. Biasanya, paragraf deduktif terdiri dari sebuah pernyataan umum yang disambung dengan beberapa kalimat penjelasan. Dengan kata lain, paragraf deduktif akan membahas sesuatu hal yang umum terlebih dahulu, baru kemudian menjadi khusus (spesifik).

Contohnya bisa kamu lihat pada paragraf di atas. Itu adalah sebuah paragraf deduktif karena menjelaskan secara umum mengenai ‘apakah paragraf deduktif itu’ di awal kalimat. Kemudian, diikuti oleh penjelasan-penjelasan mengenai bagaimana bentuk paragraf deduktif tersebut.

 

Ciri-Ciri Paragraf Deduktif

Ciri-ciri paragraf deduktif bisa kamu amati melalui poin-poin berikut ini:

1. Ide pokok letaknya di awal paragraf

Sesuai dengan pengertiannya, gagasan paragraf deduktif letaknya di awal paragraf. Baru setelah itu, dilanjutkan oleh beberapa penjelasan pendukung. Tujuan meletakkan gagasan di awal paragraf ini, agar bisa menjadi dasar pengembangan suatu tulisan.

2. Pola paragraf dubuat dari umum ke khusus

Pola pengembangan paragraf deduktif dibuat dari umum ke khusus. Artinya, di awal paragraf, berisi gagasan pokok yang sifatnya umum (luas). Kemudian, dilanjutkan dengan menyampaikan informasi-informasi yang lebih khusus.

Baca Juga: Apa Itu Kalimat Efektif? Berikut Pengertian, Ciri, Syarat, dan Contohnya

—

Kamu butuh pendampingan belajar yang lebih personal? Yuk, pilih guru berkualitas, jadwal, dan materi sesuai kebutuhanmu di Ruangguru Privat!

CTA Ruangguru Privat

 

Contoh Paragraf Deduktif

Nah, biar mantep, di bawah ini ada satu lagi contoh paragraf deduktif buat kamu pelajari:

Fenomena macet sudah biasa dijumpai di beberapa kota besar di Indonesia. Hal tersebut dapat disebabkan oleh beberapa hal. Di antaranya volume kendaraan yang sudah tinggi dan melampaui target kapasitas jalan. Selain itu, tingkat kesadaran warga yang kurang disiplin, serta masih banyaknya aparat yang kurang tegas menindak pelanggaran pengguna jalan, semakin mengakibatkan lalu lintas tidak terkendali.

Nah, jika kamu perhatikan, kalimat yang di atas yang dicetak tebal (bold) adalah gagasan utama dari paragraf tersebut. Sementara itu, kalimat-kalimat yang ada setelahnya, disebut dengan penjelasan.

baca 2

Membaca itu mudah kalau kita tahu harus melihat kemana. (Sumber: giphy.com)

 

Pengertian Paragraf Induktif

Pada jenis paragraf ini, kalimat penjelas adalah hal yang dimunculkan terlebih dahulu. Jika kita lihat polanya, maka apa yang dilakukan paragraf induktif adalah melakukan penjelasan secara khusus, sebelum menarik kesimpulan umum. Jadi bisa disimpulkan bahwa, paragraf induktif adalah paragraf yang meletakkan gagasannya di akhir kalimat, serta memiliki bentuk penjelasan dari khusus ke umum.

Contoh paragraf induktif bisa kamu perhatikan pada penjelasan di atas, ya. Dalam membuat paragraf induktif itu susah-susah gampang, karena kita harus membuat alur penjelasan terlebih dahulu, yang dapat menggiring orang ke kesimpulan akhir yang kita tuju.

 

Ciri-Ciri Paragraf Induktif

Berdasarkan penjelasan di atas, kita bisa amati ciri-ciri paragraf induktif melalui poin-poin berikut ini:

1. Ide pokok letaknya di akhir paragraf

Seperti yang sudah disebutkan, gagasan paragraf deduktif letaknya di akhir paragraf. Paragraf ini dibuat dengan memaparkan beberapa kalimat penjelas terlebih dahulu, baru setelah itu diberi sebuah kesimpulan yang merupakan ide pokoknya.

2. Pola paragraf dubuat dari khusus ke umum

Terbalik dengan paragraf deduktif, pola pengembangan paragraf induktif dibuat dari khusus ke umum. Artinya, di bagian awal paragraf akan berisi gagasan penjelas. Kemudian, di akhir paragraf berisi simpulan dari semua gagasan.

3. Kalimat utama merupakan simpulan

Kalimat utama pada paragraf induktif, berperan sebagai kesimpulan dari semua gagasan yang ada pada sebuah paragraf.

Baca Juga: Pengertian Paragraf, Ciri-Ciri, Unsur, Jenis, Syarat, dan Contohnya

—

Sudah sejauh apa kesiapanmu menghadapi ujian? Yuk, ikuti tryout TKA/UTBK di ruanguji! Kamu juga bisa gunakan hasil analisisnya untuk menyusun strategi belajar berikutnya, loh.

CTA ruanguji

 

Contoh Paragraf Induktif

Agar lebih paham, coba kamu lihat contoh paragraf induktif di bawah ini:

Setelah banjir surut, anak-anak yang berhasil dievakuasi, diantar ke pelayanan medis darurat untuk diberikan pemeriksaan. Ternyata, kasus penyakit yang diderita anak-anak korban banjir bandang tersebut cukup beragam. Sebanyak 15 anak mengalami diare akut, 2 anak menderita penyakit kulit, dan 4 anak dipastikan terkena demam berdarah. Dapat dikatakan bahwa banjir bandang yang melanda Denpasar minggu lalu, membawa dampak buruk bagi kesehatan para korban.

Sama seperti sebelumnya, kalimat-kalimat yang terdapat di awal paragraf adalah gagasan penjelas yang dimaksudkan dalam paragraf induktif ini. Jika kamu perhatikan, maka kalimat-kalimat awal hanya akan menjadi penjelasan yang membimbing kamu menuju kesimpulan.

jenis paragraf-1

 

Sebenarnya, cara penempatan gagasan seperti ini, tidak perlu terlalu dipusingkan dalam penulisan bebas biasa. Tetapi, jika kita menulis untuk membuat artikel ilmiah atau artikel yang akan dikirim ke majalah/koran, penempatan gagasan di depan atau di belakang akan memengaruhi enak atau tidaknya tulisan kita untuk dibaca. Selain itu, kecenderungan untuk memainkan penempatan gagasan juga dilakukan dalam melakukan penulisan kreatif, agar menghasilkan tulisan yang menarik di baca dan tidak membosankan.

Biar kamu makin jago, coba yuk kerjakan latihan soal berikut ini!

 

Latihan Soal

1. Perhatikan paragraf berikut!

Penggunaan transportasi umum dapat mengurangi kemacetan di kota-kota besar. Semakin banyak masyarakat yang menggunakan bus atau kereta api, semakin sedikit kendaraan pribadi yang berada di jalan. Selain itu, penggunaan transportasi umum juga dapat mengurangi emisi kendaraan.

Berdasarkan letak gagasan utamanya, paragraf tersebut termasuk paragraf ….

a. induktif
b. deduktif
c. campuran
d. naratif

 

 

Jawaban: b. deduktif

Paragraf tersebut merupakan paragraf deduktif karena gagasan utamanya terletak di awal paragraf, yaitu “Penggunaan transportasi umum dapat mengurangi kemacetan di kota-kota besar.” Kalimat-kalimat berikutnya berfungsi sebagai penjelas atau pendukung gagasan utama tersebut.

 

2. Perhatikan paragraf berikut!

Rani selalu membawa botol minum sendiri ketika pergi ke sekolah. Ia juga menggunakan kotak makan yang dapat dipakai berulang kali dan menghindari penggunaan sedotan plastik. Kebiasaan tersebut ia lakukan untuk mengurangi jumlah sampah plastik. Oleh karena itu, kebiasaan sederhana di sekolah dapat menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Jika paragraf tersebut diubah menjadi paragraf deduktif tanpa mengubah informasi utamanya, kalimat yang paling tepat ditempatkan di awal adalah ….

a. Rani selalu membawa botol minum sendiri ketika pergi ke sekolah.
b. Ia juga menggunakan kotak makan yang dapat dipakai berulang kali dan menghindari penggunaan sedotan plastik.
c. Kebiasaan sederhana di sekolah dapat menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
d. Kebiasaan tersebut ia lakukan untuk mengurangi jumlah sampah plastik.

 

 

Jawaban: c. Kebiasaan sederhana di sekolah dapat menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Paragraf pada soal merupakan paragraf induktif karena gagasan utamanya berada di akhir, yaitu kepedulian terhadap lingkungan melalui kebiasaan sederhana. Jika diubah menjadi paragraf deduktif, gagasan utama tersebut harus dipindahkan ke awal paragraf, kemudian diikuti kalimat-kalimat khusus yang memberikan contoh atau penjelasan.

—

Nah, itu tadi penjelasan tentang perbedaan paragraf deduktif dan paragraf induktif yang dilihat dari pengertian, ciri-ciri, dan contohnya.

Jika ada yang ingin kamu pelajari lebih dalam tentang paragraf induktif dan deduktif atau materi Bahasa Indonesia Kelas 12 lainnya, kamu bisa nih join di ruangbelajar. Selain Bahasa Indonesia, akmu bisa belajar semua mata pelajaran, dan pastinya tutor ini sangat membantu, asik, dan sangat interaktif!

CTA Ruangguru

Referensi:

Darmawati, Uti dan Y. Budiarti. 2014. Bahasa Indonesia untuk SMK/MAK Muatan Nasional. Jakarta: Intan Pariwara.

Paragraf Deduktif dan Induktif: Pengertian, Ciri-Ciri, Contoh [Daring]. Tautan: https://www.sampoernaacademy.sch.id/id/paragraf-deduktif-dan-induktif-adalah/#:~:text=Paragraf%20deduktif%20dan%20induktif%20pada,utama%20berada%20di%20akhir%20kalimat.

Seno Aji