Pendapatan per Kapita dan Distribusi Pendapatan Nasional | Ekonomi Kelas 11

Pendapatan Per Kapita dan Distribusi Pendapatan Nasional

Berapa sih pendapatan per kapita Indonesia? Lalu, apa hubungannya dengan distribusi pendapatan nasional, koefisien gini, dan kurva lorenz? Yuk simak penjelasannya di artikel Ekonomi kelas 11 berikut ini!

 

Pernahkah kamu memperkirakan berapa pendapatan rata-rata penduduk Indonesia yang berjumlah lebih dari 280 juta jiwa ini?

Pada tahun 2025, berdasarkan data dari International Monetary Fund diperkirakan pendapatan per kapita Indonesia sebesar US$5.398 dan menempati posisi ke-141 di dunia. Hmm, semangat Indonesia! Semoga tahun-tahun berikutnya bisa semakin meningkat ya, peringkatnya~

Tapi kamu pensaran gak sih, bagaimana caranya menghitung pendaptan per kapita suatu negara? Nah, kita akan bahas di artikel ini, ya.

 

Pengertian Pendapatan Per Kapita

Syarat yang pertama kamu harus tahu dulu apa itu pendapatan per kapita?

Pendapatan per kapita adalah tingkat rata-rata pendapatan penduduk suatu negara pada periode tertentu yang diperoleh dengan membagi jumlah pendapatan nasional (biasanya dalam PDB) dengan jumlah penduduk di negara tersebut.

Jika dituliskan dalam rumus maka akan seperti ini:

 

Rumus Pendapatan Per Kapita

Rumus pendapatan per kapita

 

Nah, dengan rumus tersebut kamu bisa mencari sendiri pendapatan per kapita suatu negara! Hebat!

Ternyata, selain dengan melihat pendapatan nasional, tingkat kesejahteraan suatu negara dapat dilihat melalui  pendapatan per kapita juga lho. Pendapatan per kapita juga sering digunakan untuk membedakan tingkat kemajuan ekonomi antarnegara. Semakin tinggi angka pendapatan per kapita, kemakmuran rakyat dianggap makin tinggi

Baca Juga: Tiga Metode Penghitungan Pendapatan Nasional

 

Distribusi Pendapatan Nasional

Eits, ada satu lagi nih agar suatu negara bisa dianggap sejahtera adalah dengan melihat bagaimana negara tersebut mendistribusikan pendapatan nasionalnya. 

Apakah pendapatan nasional didistribusikan secara merata ataukah malah timpang? Nah untuk tahu hal tersebut terdapat beberapa indikator yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat ketimpangan distribusi pendapatan yaitu dengan  Koefisien Gini. Apa itu Koefisien Gini?

 

Koefisien Gini dan Kurva Lorenz

Koefisien Gini biasanya diperlihatkan oleh kurva yang disebut Kurva Lorenz. Kurva Lorenz adalah grafik yang memperlihatkan hubungan kuantitatif antara persentase jumlah penduduk dan persentase pendapatan yang diperoleh selama kurun waktu tertentu, biasanya setahun, untuk mengetahui ketimpangan distribusi pendapatan.

Kurva Lorenz

Kurva Lorenz Denmark, Hungaria, dan Namibia (Sumber: Wikimedia.org)

 

Dari uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa, distribusi pendapatan semakin merata jika nilai Koefisien Gini mendekati nol (0). Sebaliknya, suatu distribusi pendapatan dikatakan semakin tidak merata jika nilai Koefisien Gini makin mendekati satu

Kurva Lorenz

Nah, langkah selanjutnya setelah koefisien ditemukan kamu dapat mengolongkan ketimpangan pendistribusian pendapatan dengan tabel dibawah ini ya.

Nilai Koefisien Distribusi Pendapatan
<0,4 Tingkat ketimpangan rendah
0,4-0,5 Tingkat ketimpangan sedang
>0,5 Tingkat ketimpangan tinggi

 

Yay! Sekarang kamu sudah bisa menghitung pendapatan per kapita suatu negara bahkan bisa mengetahui  suatu negara tersebut sejahtera atau tidak melalui koefisien Gini dan kurva Lorenz.

Nah, untuk menguji kepahaman tentang materi ini kamu bisa belajar di ruangbelajar. Disana kamu bisa menyelesaikan soal-soal perhitungan pendapatan per kapita dan belajar materi lainnya tentunya yang tidak kalah seru. Download  aplikasi ruangguru sekarang juga!

CTA ruangguru

Referensi

Alam S. 2014. Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas XI. Jakarta: Erlangga

Sumber Gambar:

Kurva Lorenz [daring]. Tautan: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Lorenz_curve_of_Denmark,_Hungary,_and_Namibia.png (Diakses: 31 Juli 2026)

Artikel pertama kali terbit 5 Juni 2018, kemudian diperbarui 10 Desember 2020 dan 31 Juli 2026.

Aulia Annaisabiru E