12 Contoh Makalah Singkat beserta Struktur Penulisannya

contoh makalah singkat

Artikel ini menyediakan berbagai contoh makalah disertai struktur penulisannya. Yuk, kita belajar juga mengenai berbagai bentuk penulisan makalah dan cara membuatnya!

 

Kita mungkin sudah sering menemui pembahasan tentang makalah dalam karya tulis. Makalah akan menjadi referensi bagi seseorang untuk mencari sebuah informasi. Makalah sendiri adalah salah satu dari jenis karya tulis ilmiah yang sering kita jumpai sehari-hari, khususnya di sekolah atau di dalam kampus.

Ternyata, membuat suatu makalah tidak harus melulu panjang dan bertele-tele, lho! Kamu bisa menyusunnya dengan isian yang singkat, padat, namun tetap menyampaikan maksud tulisannya dengan jelas.

Nah, kalau kamu mau tahu bagaimana cara menulis makalah yang baik dan benar, mari kita bahas secara singkat mengenai pengertian, struktur, hingga contoh makalah berikut ini!

 

Pengertian Makalah

Makalah adalah karya tulis ilmiah yang membahas suatu topik atau permasalahan tertentu berdasarkan hasil kajian literatur atau penelitian yang telah dilakukan. Makalah umumnya ditulis oleh mahasiswa, dosen, atau peneliti untuk memenuhi tugas akademik, seminar, ataupun publikasi ilmiah. 

Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), makalah adalah tulisan resmi yang membahas suatu topik untuk dibacakan kepada khalayak umum dalam suatu persidangan, atau untuk diterbitkan.

 

Struktur Makalah

Teman-teman perlu tahu nih, kalau makalah yang baik, harus memiliki struktur yang sistematis dan logis. Jadi, ketika kita ingin menyusunnya, kita harus berpedoman pada struktur penulisan makalah secara umum. Berikut adalah struktur penulisan makalah yang baik dan benar, ya:

Baca Juga: Pengertian Makalah, Tujuan, Struktur, Jenis & Contoh

 

1. Cover Makalah

Cover makalah biasanya berisi logo, identitas penulis, tempat dan tahun terbit, serta penulisannya dibuat center atau rata tengah.

contoh cover makalah

Contoh Cover Makalah

 

2. Pendahuluan

Bagian pendahuluan makalah akan berisi:

  • Latar Belakang: Pada bagian ini, kita bisa menjelaskan latar belakang dan permasalahan yang melatarbelakangi penulisan makalah.
  • Rumusan Masalah: Merumuskan pertanyaan penelitian yang ingin dijawab dalam makalah.
  • Tujuan Penulisan: Menjelaskan tujuan penulisan makalah.
  • Manfaat Penulisan: Menjelaskan manfaat penelitian bagi pembaca dan perkembangan ilmu pengetahuan.

 

3. Tinjauan Pustaka

Tinjauan pustaka bertujuan mengulas secara mendalam mengenai teori, konsep, hingga penelitian-penelitian terdahulu yang relevan dengan topik makalah yang dibahas. Dengan demikian, penulis dapat membangun argumen yang kuat dan dapat dipertanggung jawabkan, karena isiannya berdasarkan data dan fakta yang ada.

 

4. Metodologi Penelitian

Metode penelitian makalah akan menjelaskan mengenai cara dan prosedur yang digunakan penulis untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasikan data. Bagian ini penting karena memberi pemahaman yang jelas tentang bagaimana penelitian dilakukan, dan menjadi referensi bagi pembaca untuk melakukan penelitian selanjutnya.

Berikut adalah komponen-komponen utama yang biasanya terdapat dalam metode penelitian makalah:

  • Metode Penelitian: Menjelaskan jenis penelitian yang dilakukan, misalnya apakah itu penelitian kuantitatif, kualitatif, eksperimen, studi kasus, survei, atau desain campuran.
  • Populasi dan Sampel: Menjelaskan populasi target dari penelitian dan bagaimana sampel dipilih, termasuk informasi tentang ukuran sampel, teknik sampling (misalnya, acak, stratifikasi, purposif), dan karakteristik demografis dari sampel.
  • Pengumpulan Data: Menguraikan teknik dan instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data. Misalnya seperti, survei, wawancara, observasi, eksperimen, atau penggunaan data sekunder.
  • Prosedur Penelitian: Menggambarkan langkah-langkah yang diambil selama melakukan penelitian, termasuk tahapan-tahapan pengumpulan data dan durasi setiap tahap.
  • Analisis Data: Menjelaskan teknik dan alat analisis yang digunakan untuk menganalisis data yang telah dikumpulkan. Misalnya seperti, software atau tools yang digunakan untuk analisis data.

 

5. Pembahasan

Setelah semua data diolah, langkah selanjutnya adalah menginterpretasikan data dalam bentuk informasi yang dapat dimengerti oleh pembaca. Kamu bisa menjelaskan bagaimana hasil tersebut mendukung atau menentang hipotesis awal, serta mengaitkannya dalam konteks yang lebih luas. Penulis juga dapat mengeksplorasi faktor-faktor yang mungkin mempengaruhi hasil, keterbatasan penelitian, serta saran untuk penelitian di masa depan.

Baca Juga: Kumpulan Contoh Karya Ilmiah Populer, Singkat, dan Beragam Tema

 

6. Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan merupakan bagian yang merangkum isi makalah. Tujuannya untuk menggarisbawahi poin-poin penting yang telah diuraikan, serta menyampaikan pemahaman secara menyeluruh tentang topik yang dibahas. Dalam kesimpulan, penulis juga dapat memberi pandangan atau rekomendasi berdasarkan hasil penelitian. Selain itu, kesimpulan sering kali mencakup saran untuk penelitian lebih lanjut.

 

7. Daftar Pustaka

Daftar pustaka adalah bagian yang mencantumkan semua sumber referensi yang digunakan oleh penulis selama penelitian dan penulisan. Sumber referensi ini dapat berupa buku, artikel jurnal, laporan penelitian, situs web, dan sumber lainnya.

Tujuan utama dari daftar pustaka, antara lain:

  • Memberikan kredit atau mengakui kontribusi penulis atau peneliti lain yang karya-karyanya digunakan dalam makalah.
  • Memberikan informasi yang cukup, sehingga pembaca dapat menemukan dan memverifikasi sumber yang digunakan.
  • Membantu mencegah klaim kepemilikan yang tidak sah atas ide atau karya orang lain.
  • Membantu pembaca yang ingin memperdalam pengetahuan mereka tentang topik yang dibahas dengan menyediakan sumber-sumber yang relevan.

 

Format penulisan daftar pustaka juga dapat bervariasi, tergantung pada gaya penulisan yang digunakan (misalnya APA, MLA, Chicago). Tetapi umumnya, daftar pustaka akan mencakup informasi seperti nama penulis, tahun publikasi, judul karya, dan informasi penerbitan.

Baca Juga: Contoh Daftar Pustaka & Cara Menulisnya Berdasarkan Sumber

 

Contoh Makalah yang Baik dan Benar

Nah, setelah kamu mengetahui tentang pengertian dan struktur makalah, kita lanjut simak beberapa contoh makalah singkat berikut ini, yuk!

1. Contoh Makalah Singkat tentang Batik

contoh makalah singkat

 

Kata Pengantar

Segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa sehingga penulis dapat menyelesaikan Makalah dengan judul “Batik Tulis Pekalongan Sebagai Wirausaha Berbasis Kebudayaan” dengan lancar dan dapat diselesaikan oleh penulis. Laporan Penelitian ini disusun dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh nilai mata kuliah Sosiologi Sosiologi Kebudayaan dan pemenuhan tugas Program Pascasarjana S2 Sosiologi Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Makalah ini dapat dibuat dan diselesaikan dengan adanya bantuan dari pihak Dosen Pengajar sebagai pembimbing materi maupun teknis dan dengan segala kerendahan hati serta penuh rasa hormat penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya bagi semua pihak yang telah memberikan bantuan dalam penyusunan Laporan Penelitian ini hingga selesai.

Penulis berharap Makalah ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca khususnya bagi penulis sendiri. Akhirnya penulis menyadari bahwa dalam penyusunan Makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Semoga Makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis dan semua pihak.

(Kota), (Tanggal)

(Penulis)

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Wirausaha adalah salah satu elemen yang penting dalam pembangunan ekonomi. Wirausaha adalah kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok secara mandiri untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai lebih tinggi. Kewirausahaan adalah proses dimana individu atau kelompok individu menggunakan upaya terorganisir, peluang, dan menciptakan nilai untuk tumbuh dan berkembang untuk memenuhi inovasi, tidak peduli seberapa besar sumber daya mereka saat ini (Robbin & Coulter, 2010). Bentuk wirausaha yang berbasis kebudayaan adalah sesuatu usaha menghasilkan produk dengan menjaga kebudayaan yang ada. Setiap wirausaha berbasis kebudayaan haruslah menjaga keaslian dari kebudayaan yang ada di daerah dimana mereka berada. Setidaknya bentuk produk yang dihasilkan tidak merusak kebudayaan yang ada di daerah mereka. 

Masyarakat Pekalongan sudah mulai memproduksi batik sejak era tahun 1800-an, dan selama hampir satu abad kegiatan tersebut telah menjadi sumber pendapatan penting bagi masyarakatnya (Inger McCabe Elliot, 2004). Batik tulis yang ada di daerah tersebut menjadi buruan para wisatawan yang datang ke daerah Pekalongan. Bentuk karya seni batik tulis menjadi suatu komoditas yang dapat dijadikan bahan para wirausahawan mengembangkan kegiatannya. Batik tulis yang telah dikenal di semua daerah membuka sektor-sektor lain di daerah Pekalongan Jawa Tengah. Banyak lagi kegiatan yang dapat kita temukan di daerah Pekalongan. Bentuk usaha yang dapat dilakukan sangat banyak sekali ketika kita memiliki inovasi. 

Pembahasan diatas mengantarkan penulis selaku penulis untuk membahas terkait judul makalah “Batik Tulis Pekalongan Sebagai Wirausaha Berbasis Kebudayaan”. Bentuk budaya yang kental dari Kota Pekalongan dan hasil budayanya mengantarkan banyak sekali bentuk kreatif dan inovatif yang mesti kita gali lebih dalam. Pembahasan perkembangan bentuk varian batik dan banyaknya inovasi dan kreativitas pada produk batik menjadi urgensi penulisan makalah ini.

 

1.2. Rumusan Permasalahan

  1. Bagaimana bentuk wirausaha berbasis budaya mengenai batik tulis Pekalongan?
  2. Bagaimana cara wirausaha batik pekalongan untuk menunjang terjadinya kebudayaan batik tulis Pekalongan?

 

1.3. Tujuan Penulisan

  1. Mengetahui bentuk wirausaha yang berbasis kebudayaan seputar batik tulis Pekalongan.
  2. Mengetahui cara dari wirausaha batik pekalongan sebagai penunjang terjaganya kebudayaan batik tulis Pekalongan.

 

1.4. Manfaat Penulisan

  • Manfaat Teoritis

Manfaat penulisan makalah ini secara teoritis adalah untuk menambah pemahaman tentang wirausaha yang berbasis kebudayaan dan untuk menambah khasanah keilmuan dalam ruang lingkup Sosiologi Kebudayaan sebagai pengembangan wacana pembelajaran. Makalah ini juga diharapkan menjadi bahan untuk landasan berdiskusi pada tema-tema yang berkaitan dengan wirausaha berbasis kebudayaan nantinya.

  • Manfaat Praktis

Secara praktis diharapkan penulisan makalah ini dapat memenuhi tugas terstruktur mata kuliah Sosiologi Kebudayaan dan berguna untuk bahan bacaan yang menunjang pengembangan wacana pembaca dalam tema yang berkaitan dengan wirausaha berbasis budaya dan batik tulis Pekalongan.

 

BAB II

PEMBAHASAN

Penelitian tentang batik tulis dan wirausaha berbasis kebudayaan sudah banyak yang menulis. Penelitian tentang batik tulis Pekalongan ini meliputi beberapa topik penelitian. Penelitian-penelitian terdahulu ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana topik pembahasan terkait Batik Tulis Pekalongan ini sudah dibahas. Berikut adalah beberapa penelitian terkait Batik Tulis Pekalongan dan Wirausaha berbasis Kebudayaan berikut:

contoh tinjauan pustaka

 

Metode Penelitian

Metode penelitian yang dipergunakan dalam penulisan makalah ini adalah studi Pustaka. Studi Kepustakaan adalah Teknik pengumpulan data dengan menggunakan studi penelaahan terhadap literatur-literatur, buku-buku, laporan-laporan. Catatan-catatan, dan jurnal-jurnal yang ada dengan masalah yang akan dipecahkan (Nazir, 1988).

 

Hasil dan Pembahasan

Untuk menumbuhkan wirausaha di bidang kebudayaan terutama kebudayaan batik tulis dari Pekalongan ini tentunya memerlukan rentetan proses yang Panjang, mulai dari penyiapan sumber daya manusia hingga sumberdaya pendukung yang lainnya seperti ketersediaan sarana, dana, prasarana, dan pelatihan yang memadai. Untuk lebih memudahkan proses tumbuh kembang wirausaha perlu ada ikut campurnya peran pemuda dan elemen masyarakat yang lainnya sehingga dapat mengoptimalkan program penumbuhan dan pembinaan wirausaha berbasis kebudayaan ini.

Wirausaha berbasis kebudayaan ini menyangkut pada peran dari setiap keluarga yang ada di sana. Setiap anggota keluarga berperan sebagai generasi penerus yang mampu menjamin kesejahteraan keluarga dengan menembangkan usaha yang digeluti sebagai mata pencaharian. Untuk itu, wirausaha berbasis kebudayaan perlu disiapkan sebaik mungkin sebagai generasi muda penerus wirausaha tersebut. Pemuda sebagai penerus haruslah memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan untuk dapat mengembangkan usaha ekonomi kreatif.

Oleh karena itu, pengembangan wirausaha berbasis kebudayaan ini adalah upaya bagaimana peningkatan kompetensi wirausaha yang kreatif dalam mengakses teknologi, pasar, modal, dan manajemen sehingga menjadi wirausaha mandiri yang inovatif, kreatif, mampu bersaing, profesional, dan memiliki pengetahuan global sehingga usahanya dan kebudayaannya dapat berkembang lebih besar dan berdampak bukan hanya untuk dirinya sendiri melainkan untuk bangsa dan daerahnya.

 

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Wirausaha berbasis budaya adalah bentuk wirausaha yang memperhatikan nilai budaya yang ada di dalam masyarakat. Wirausaha ini menjunjung tinggi nilai budaya yang ada di dalam masyarakat. Bentuk usaha yang seperti ini akan menjadikan budaya itu akan terus ada dan eksis di dalam masyarakat. Keadaan ini akan menyebarkan dan mempertahankan budaya tersebut. Banyak sekali bentuk dari wirausaha. Proses kreativitas harus terus menjadi yang paling utama di dalam wirausaha. inovasi dan segala macam yang berkaitan dengan wirausaha harus terus ada karena itu inti wirausaha. Oleh karena itu, pengembangan wirausaha berbasis kebudayaan ini harus meningkatan kompetensi wirausaha yang kreatif dalam mengakses teknologi, pasar, modal, dan manajemen sehingga menjadi wirausaha mandiri yang inovatif, kreatif, mampu bersaing, profesional, dan memiliki pengetahuan global sehingga usahanya dan kebudayaannya dapat berkembang lebih besar dan berdampak bukan hanya untuk dirinya sendiri melainkan untuk bangsa dan daerahnya. 

 

Saran

Penulisan makalah selanjutnya diharapkan menggali lebih dalam lagi terkait budaya batik di Pekalongan sebagai sebuah aset budaya daerah. Pendalaman materi dan bahan literasi juga disarankan agar penulisan makalah selanjutnya memiliki kedalaman materi dan kedalaman analisis sesuai kebutuhan penulisan makalah yang ada. Pada penulisan makalah yang lainnya semoga dapat diperluas tema pembahasannya tidak hanya seputar wirausaha berbasis kebudayaan dan batik Pekalongan, melainkan pada aspek dan bidang yang lain yang berkaitan dengan wirausaha kreatif berbasis kebudayaan.

 

Daftar Pustaka

Astuti, Sri Puji, Hastuti, Rani (2017). IDENTIFIKASI PERSENTASE PRINTING, BATIK TULIS DAN BATIK CAP DI BLOK VIP International Batik Center (IBC) PEKALONGAN. Universitas Pekalongan.

Elliot, I. M. (2004). Batik Fabled Cloth of Java. Singapore: Periplus Edition.

Nazir. (1988). Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Robbins, S. P. (2010). Manajemen Edisi Kesepuluh Jilid 2. Jakarta: Erlangga.

Wanty, E. E. (2006). ANALISIS PRODUKSI BATIK CAP DARI UKM BATIK KOTA PEKALONGAN (Studi Pada Sentra Batik Kota Pekalongan-Jawa Tengah). Semarang: Universitas Diponegoro.

 

2. Contoh Makalah Singkat tentang Homeschooling

contoh makalah tentang homeschooling

 

Kata Pengantar

Segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul “Homeschooling, Sebagai Sistem Pendidikan Alternatif di Indonesia” dengan lancar dan dapat diselesaikan oleh penulis. Makalah ini disusun dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh nilai mata kuliah Sosiologi Pendidikan dan pemenuhan tugas Ujian Akhir Semester (UAS) Program Pascasarjana S2 Sosiologi Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Penulisan Makalah ini dapat dibuat dan diselesaikan dengan adanya bantuan dari pihak Dosen Pengajar sebagai pembimbing materi maupun teknis dan dengan segala kerendahan hati serta penuh rasa hormat penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya bagi semua pihak yang telah memberikan bantuan dalam penyusunan makalah ini hingga selesai.

(Kota), (Tanggal)

(Penulis)

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Sistem pendidikan nasional mengakui bahwa ada tiga jalur pendidikan, yaitu pendidikan formal, pendidikan informal, dan pendidikan nonformal. Ketiga jalur pendidikan tersebut saling melengkapi dan melengkapi (Pasal 13) (UU RI No. 20 Tahun 2003). Namun model pendidikan yang paling dikenal dan dikenal di masyarakat adalah sistem sekolah atau pendidikan formal, termasuk sekolah yang diadakan pemerintah dan swasta. Beberapa orang sering berpikir bahwa sekolah umum lebih efektif dibandingkan dengan sekolah yang berbasis informal atau nonformal.

Homeschooling bukanlah hal baru di Indonesia. Orang Indonesia sudah mengenal sistem pendidikan ini sejak lama. Sebelum sistem pendidikan Belanda muncul, seperti di pesantren, banyak kyai, buya, dan guru master yang mengkhususkan diri dalam mendidik anak-anaknya di rumah. kali, mereka lebih memilih untuk mendidik anak-anak mereka secara pribadi di rumah daripada mempercayakan pendidikan mereka kepada orang lain (Mulyadi, 2007). Menyikapi permasalahan di atas, penulis mencoba menggali permasalahan ini secara mendalam, apakah konsep homeschooling dapat menjadi alternatif pendidikan bagi anak-anak dan orang tua Indonesia.

 

1.2. Rumusan Permasalahan

  1. Bagaimana konsep pendidikan homeschooling?
  2. Bagaimana kebijakan politik pemerintah terhadap homeschooling?

 

1.3. Tujuan Penulisan

  1. Dapat menggambarkan dan menjelaskan konsep pendidikan homeschooling.
  2. Dapat menggambarkan dan menjelaskan kebijakan politik pemerintah terhadap homeschooling.

 

1.4. Manfaat Penulisan

  • Manfaat Teoritis

Secara teoritis, studi mengenai “Homeschooling, Sebagai Sistem Pendidikan Alternatif di Indonesia” diharapkan dapat berguna dalam rangka mendalami pemikiran terkait sistem pembelajaran Alternatif dan terkait bentuk sekolah homeschooling, dan memperkaya referensi sosiologi pendidikan.

  • Manfaat Praktis

Secara praktis penelitian ini diharapkan dapat dijadikan acuan berbagai diskusi intelektual terkait wacana pendidikan alternatif dan homeschooling. Serta memberikan penjelasan terkait hal-ihwal bentuk pendidikan alternatif dan homeschooling bagi para mahasiswa. Serta dapat menjadi acuan diskusi dan penelitian yang berkaitan dengan sosiologi pendidikan.

 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Pendidikan Homeschooling

Tidak ada definisi tunggal tentang homeschooling, karena model pendidikan yang dikembangkan oleh homeschooling sangat beragam (Kurniasih, 2009). Oleh karena itu, yang perlu diingat di sini adalah jangan memaknai belajar mandiri di rumah secara ketat sebagai kegiatan belajar yang hanya bisa dilakukan di rumah, sebaliknya belajar tidak ada batasnya. Menurut Yayah Komariyah, konsep homeschooling adalah suatu proses pelayanan pendidikan secara sadar, teratur dan terarah yang dilakukan oleh orang tua atau anggota keluarga di rumah atau di tempat lain. lingkungan, terutama karena setiap potensi anak adalah unik, dan tujuan ini dapat dikembangkan secara optimal (Komariyah, 2007). Sementara itu, menurut A. Abe Saputra, homeschooling merupakan pilihan pendidikan lain yang diselenggarakan oleh sekolah. Anak-anak belajar di bawah pengawasan orang tua mereka, dan orang tua akan memutuskan isi atau materi kursus mereka (Saputra, 2007).

 

2.2. Tujuan Homeschooling

Homeschooling merupakan sistem pendidikan alternatif bagi anak-anak di luar sekolah. Dimana saat ini sedang berkembang di Indonesia, keberadaannya sah dan dijamin oleh undang-undang. Homeschooling menjadi pilihan masyarakat sebagai metode pendidikan alternatif karena beberapa alasan. Misalnya, harapan masyarakat untuk lebih fleksibel dalam mendidik anak, menyediakan sistem pendidikan yang lebih ramah perkembangan bagi anak, dan memenuhi kebutuhan bakat anak. Secara garis besar, homeschooling mempunyai beberapa tujuan, yaitu:

  • Menjamin penyelesaian pendidikan dasar dan menengah yang bermutu bagi peserta didik yang berasal dari anak dan keluarga yang memilih jalur homeschooling.
  • Menjamin pemerataan dan kemudahan akses pendidikan bagi setiap individu untuk proses pembelajaran akademik dan kecakapan hidup.
  • Melayani peserta didik yang memerlukan pendidikan akademik dan kecakapan hidup secara fleksibel untuk meningkatkan mutu pendidikannya (Asmani, 2012).

 

2.3. Kebijakan Politik terhadap Pendidikan Homeschooling

Bicara tentang politik, lalu bicara tentang legitimasi dan kebijakan yang mengikutinya. Di negara ini, legalitas selalu menjadi masalah serius. Apa yang ilegal akan selalu ditolak atau bahkan tidak diakui keberadaannya. Oleh karena itu, segala bentuk kegiatan, lembaga dan lembaga harus mendapat legitimasi dari pemerintah. Demikian pula homeschooling, tanpa legitimasi pemerintah, masyarakat tentu tidak akan percaya dengan apa yang disebut homeschooling ini (Asmani, 2012).

Danang Sasongko berpendapat bahwa pendidikan keluarga merupakan kegiatan pendidikan informal di Indonesia (dikutip dari Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003). Pendidikan informal yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan berupa kegiatan belajar mandiri. Negara tidak mengatur proses pembelajaran, tetapi menurut standar nasional pendidikan, setelah siswa lulus ujian, hasil pendidikan informal sama dengan pendidikan formal dan pendidikan nonformal (Asmani, 2012). 

Dengan kata lain, karena pendidikan keluarga merupakan perwujudan dari pendidikan nonformal dalam sistem pendidikan nasional, maka ada dalam UU No. Pada tanggal 20 20 2003, pendekatan pendidikan nonformal adalah pendekatan pendidikan keluarga dan lingkungan (Pasal 1) Setelah siswa lulus ujian standar nasional pendidikan, hasil pendidikan nonformal diakui setara dengan pendidikan formal dan nonformal. pendidikan formal (Pasal 1).1). 27 Ayat 2). Tidak dapat dipungkiri bahwa pelaksanaan homeschooling memiliki landasan hukum yang kuat dan merupakan salah satu model pendidikan yang kaya dan beragam yang beroperasi di masyarakat (Saputra, 2007). 

 

BAB III

PENUTUP

Dari paparan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa, homeschooling bisa menjadi pendidikan alternatif yang baik bagi anak dan juga orangtua yang menginginkan pendidikan sesuai dengan bakat, kemampuan anak-anak mereka yang memiliki keunikan serta kemampuan yang berbeda-beda, sehingga dalam perkembangannya mampu berkembang sesuai dengan bakat dan minatnya. Bahwa aspek legalitas dari homeschooling telah ada berdasarkan UU Sisdiknas No.20. Tahun 2003, dan hasil lulusannya disetarakan sesuai dengan tingkatan sekolah siswa tersebut dibuktikan dengan ijazah kesetaraan.

 

Daftar Pustaka

Asmani, Jamal Ma’ruf, Buku Pintar Homeschooling, Yogyakarta: Flash Books, 2012.

Komariyah, Yayah, Homeschooling: Trend Baru Sekolah Alternatif,  Jakarta: Sakira Publishing, 2007.

Kurniasih, Imas, Homeschooling Bersekolah di Rumah, Kenapa Tidak?, Yogyakarta: Cakrawala, 2009.

Mulyadi, Seto, Homeschooling Keluarga Kak Seto: Mudah, Murah, Meriah dan di Restui Pemerintah, Bandung: Mizan Pustaka, 2007.

Saputra, A. Abe, Rumahku Sekolahku, Yogyakarta: Graha Pustaka: 2007.

Sumardiono, Homeschooling: Lompatan Cara Belajar, Jakarta: Elex Media Komputindo, 2007. 

Baca Juga: Pengertian Karya Ilmiah, Ciri-Ciri, Struktur, Jenis & Contohnya

 

3. Contoh Makalah Kelompok

contoh makalah tentang media sosial

 

Kata Pengantar

Segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul “Media Sosial dan Pembangunan Budaya” dengan lancar dan dapat diselesaikan oleh penulis. Makalah ini disusun dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh nilai mata kuliah Sosiologi Perubahan Budaya dan pemenuhan tugas Ujian Akhir Semester (UAS) Program Pascasarjana S2 Sosiologi Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Penulisan Makalah ini dapat dibuat dan diselesaikan dengan adanya bantuan dari pihak Dosen Pengajar sebagai pembimbing materi maupun teknis dan dengan segala kerendahan hati serta penuh rasa hormat penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya bagi semua pihak yang telah memberikan bantuan dalam penyusunan makalah ini hingga selesai.

(Kota), (Tanggal)

(Penulis)

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Budaya dalam penggunaan teknologi yang salah satunya adalah penggunaan media sosial yang bersifat online ini adalah sebuah proses secara simbolik yang berlangsung tidak terhenti yang merubah setiap individu yang ada di dalamnya (Sarkawi, 2016). Perubahaan tersebut juga dapat menciptakan kemudahan untuk saling bertukar informasi yang setiap saat dapat langsung diteruskan kepada orang lain lagi dan dari generasi ke generasi. sejalan dengan pengertian budaya yakni fenomena yang mencakup kehidupan individu yang dapat menjelaskan berbagai hal tentang manusia dan kehidupannya.

 

1.2. Rumusan Permasalahan

Bagaimana konsep Media Sosial dengan Pembangunan Budaya?

 

1.3. Tujuan Penulisan

Dapat menggambarkan dan menjelaskan konsep konsep Media Sosial dengan Pembangunan Budaya.

 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Media Sosial dan Kebudayaan

Adanya media sosial akhirnya memotong batasan-batasan negara yang artinya pengaruh budaya dari satu negara ke negara lainnya akan mudah dan banyak sekali bentuknya. Penjelasan di atas menggambarkan bahwa media sosial dengan budaya adalah satu kesatuan yang utuh dan saling berkesinambungan. Pengaruh dari media sosial sangatlah beragam setiap individunya, hal ini disebabkan oleh adanya perbedaan pola pikir dampak dari pengalaman yang ada, perbedaan sifat, pengambilan sikap setiap orangnya, perbedaan budaya, dan hubungan sosial sehari-hari dari seorang individu. Perubahan sosial di dalam masyarakat kita berorientasi kepada upaya untuk dapat meninggalkan unsur-unsur yang mesti ditinggalkan oleh kita semua, berorientasi terhadap pembentukan unsur baru, serta berorientasi pada nilai-nilai yang telah ada pada masa yang lalu. 

Gambaran tentang realitas yang dibentuk oleh media sosial inilah yang nantinya menjadikan respons masyarakat. Informasi yang salah dari media sosial akan memunculkan gambaran tentang sesuatu yang salah juga pada objek sosial yang ada. Oleh karena itu Media sosial dituntut menyampaikan informasi yang berkualitas dan mendukung perubahan pembangunan. Kualitas informasi inilah yang merupakan tuntutan etis dan moral penyajian data dan ini dari media sosial. Tanpa sadar media telah membawa kita masuk ke dalam pola budaya yang baru dan memulai mengharuskan merubah dan menentukan pola pikir serta perilaku masyarakat kita. Perubahan pola perilaku yang paling terasa pada masa sekarang ini adalah aspek gaya hidup seperti, mode berpakaian, berdandan, dan pola interaksi. Hal tersebut adalah sesuatu yang paling terlihat dan dirasakan dalam lingkungan sekarang ini, terlebih lagi anak-anak muda. 

 

2.2. Media Sosial dan Pembangunan 

Media sosial memiliki implikasi pada keseimbangan penggunaan indera manusia. Media sosial merupakan elemen penting yang menjadi kekuatan sosial dari luar yang masuk atau memang sengaja dimasukan ke dalam situasi sosial tertentu dan mengakibatkan efek perubahan sosial yang beruntun. Media sosial telah menciptakan jalan yang bebas hambatan tidak hanya menciptakan ekonomi global saja tetapi, juga mengaburkan batas sosial dan budaya. Media sosial juga memiliki dampak perubahan sosial yang sangat signifikan, seperti pada perubahan cara belajar dari konvensional menjadi E-Learning, perubahan dilakukan karena perkembangan teknologi yang sudah mencapai batas kita mempergunakan media sosial yang ada. Maka dari itu e-learning menjadi menciptakan perubahan dalam perkembangan budaya dan pembangunan. Masyarakat diarahkan pada perubahan sosial yang membangun dan berkelanjutan sebagai sebuah keharusan untuk bertahan di dalam kondisi perkembangan zaman dan teknologi seperti sekarang ini.

 

2.3. Pembangunan Berbasis teknologi pada Media Sosial

Media adalah institusi sosial yang menghubungkan seluruh unsur di dalam masyarakat kedalam satu area melalui produk media, seperti media sosial. Produk dari media sosial berupa konten-konten yang berupaya menyesuaikan diri dengan khalayak yang heterogen dan berbagai sosio kultural, ekonomi dan psikologi. Produksi media sosial berupa budaya kekinian yang mana hal tersebut menjadi salah satu hal yang harus kita terima pada saat ini.

Media dan implikasinya dalam konteks global adalah membuat sesuatu hal yang pertama dalam sejarah untuk membuat sistem komunikasi yang memungkinkan untuk berjalan cepat antara sejumlah tempat di dunia, atau sering kita sebut dengan global village. Fenomena percepatan transformasi ide menurut koentjaraningrat (1997) adalah sesuatu difusi, ketika unsur-unsur kebudayaan yang timbul di salah satu tempat di muka bumi ini yang berlangsung sangat cepat, bahkan sering kali tanpa adanya kontak antara individu.

 

BAB III

PENUTUP

Dari paparan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa, Media sosial adalah sebuah instrumen antara fungsi dan peran terhadap sebuah perubahan sosial budaya yang ada di dalam masyarakat kita. Hal ini menimpa siapa saja dan apa saja yang ada di dunia ini. Perubahan tersebut terjadi melalui beberapa proses reproduksi, pembelajaran terhadap kebudayaan, perkembangan budaya, transformasi sosial dan berbagai macam unsur inovasi yang ada. Media sosial juga dapat berperan sebagai alat untuk berubah dan bertransformasi kepada suatu hal. banyak sekali perubahan sosial yang dapat kita lakukan di dalam media sosial dari perubahan terkecil hingga besar. hal ini dapat kita simpulkan bahwa kita ada dalam lingkung media, namun media ada di tangan kita, dan kita bisa berbuat sesuatu terserah yang kita mau, semua tergantung di diri kita.

 

Daftar Pustaka

Koentjaraningrat. 1997. Metode-Metode Penelitian Masyarakat. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Sarkawi, Dewi. 2016. “Perubahan Sosial dan Budaya Akibat Media Sosial.” Jurnal Administrasi Kantor 37 – 38.

 

4. Contoh Makalah Mahasiswa

contoh makalah mahasiswa

 

Kata Pengantar

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah penelitian ini dengan lancar. Makalah ini disusun sebagai salah satu tugas akademis dalam mata kuliah Ekonomi Politik. Dalam proses penyusunan makalah ini, Penulis telah melakukan berbagai tahapan penelitian yang meliputi pengumpulan data, analisis data, serta pembahasan temuan.

Penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan dan bantuan dalam proses penelitian ini. Terima kasih kepada dosen pembimbing yang telah memberikan arahan, masukan, dan bimbingan selama penyusunan makalah ini. Tidak lupa Penulis mengucapkan terima kasih kepada teman-teman sejawat yang telah memberikan kontribusi, dukungan, dan motivasi dalam menyelesaikan penelitian ini.

Penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan, namun kami berharap dapat memberikan kontribusi kecil dalam peningkatan pengetahuan dan pemahaman dalam bidang yang diteliti.

Akhir kata, penulis berharap makalah ini dapat memberikan manfaat dan menjadi referensi yang berguna bagi pembaca yang membutuhkan. Kritik dan saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan untuk perbaikan di masa yang akan datang.

Salam sejahtera,

[Nama Penulis]

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Media Massa yang merupakan salah satu produk budaya sudah tidak dapat dipungkiri dan telah terbukti menjadi faktor yang amat signifikan dan determinasinya dalam sejarah panjang perjalanan politik Indonesia dari era kolonial hingga era reformasi seperti saat ini. Saat ini, disamping maraknya media baru yang digandrungi masyarakat, ternyata pada faktanya media televisi di Indonesia tetap tidak kalah digandrungi khalayak dalam konsumsi hiburan maupun informasi. Diantaranya adalah program televisi berupa tayangan religi, terutama saat bulan ramadhan tiba. Hampir semua stasiun televisi menayangkan beraneka ragam konten tayangan televisi yang bernuansa religi seperti iklan makanan dan minuman khas ramadhan, kuis ramadhan, kultum menjelang buka puasa, sinetron religi, dan tayangan lainnya. Stasiun televisi pun berlomba-lomba untuk menyuguhkan program acara dengan kemasan semenarik mungkin. Terlebih potensi masyarakat Indonesia mayoritas umat muslim. Sehingga konsumsi masyarakat di bulan ramadhan cenderung  meningkat baik kebutuhan dalam bentuk barang maupun jasa hiburan untuk mengisi kegiatan di bulan ramadhan sambil menunggu waktu berbuka puasa. 

 

1.2. Rumusan Permasalahan

Bagaimana bentuk komodifikasi tayangan religi di televisi saat bulan Ramadhan?

 

1.3. Tujuan Penulisan

Mengetahui bentuk komodifikasi tayangan religi di televisi saat bulan Ramadhan.

 

1.4. Manfaat Penulisan

  • Manfaat Teoritis

Manfaat penulisan makalah ini secara teoritis adalah untuk menambah pemahaman tentang ekonomi politik yang berbasis media massa dan untuk menambah khasanah keilmuan dalam ruang lingkup ekonomi politik sebagai pengembangan wacana pembelajaran. 

  • Manfaat Praktis

Secara praktis diharapkan penulisan makalah ini dapat memenuhi tugas terstruktur mata kuliah Ekonomi Politik dan berguna untuk bahan bacaan yang menunjang pengembangan wacana pembaca dalam tema yang berkaitan dengan komodifikasi media massa.

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Momentum bulan ramadhan menjadikan para pengelola media mengemas berbagai tayangan televisi dengan kreatif, unik, cerdas, dan inovatif. Sehingga bisa kita lihat, sajian tayangan yang bernuansa religi dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi tayangan yang menarik untuk sebuah hiburan. Secara sepintas, seolah televisi telah berperan menjadi media peningkatan aspek religiusitas khalayak di bulan Ramadhan. Ditandai dengan beberapa konten acara dikhususkan untuk para ulama dan da’i berdakwah. Namun jika kita teliti lebih dalam, mayoritas konten acara dakwah itu disajikan dalam sebuah komedi maupun sinetron, termasuk kuis ramadhan yang kental dengan nuansa canda dan tawa. Maka sebenarnya, religiusitas itu hanya sebatas  kemasan sederhana, sedangkan yang lebih dominan tetaplah aspek hiburan. 

Dari kasus di atas jelaslah komodifikasi berlaku pada tayangan agama yang disajikan media televisi. Graham Ward menjelaskan bahwa komodifikasi agama kerap berdekatan dengan kapitalisme. Agama dikonsumsi oleh khalayak sebagai tontonan yang kemudian menjadi pertukaran nilai (change values) dengan pertukaran uang (changes money). Hal ini berarti terdapat nilai ekonomis yang menjadi logika televisi.

 

BAB III

METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan karya tulis ilmiah saat ini adalah studi pustaka. Studi pustaka adalah sebuah teknik pengumpulan data yang digunakan untuk menelaah literatur-literatur, laporan, buku, jurnal, atau catatan dengan masalah yang akan dipecahkan oleh penulis (Nazir, 1998).

 

BAB IV

PEMBAHASAN

4.1. Ekonomi Politik Media

Ekonomi politik media digunakan oleh para pemilik modal untuk mempertahankan investasi bisnisnya dari keterbatasan income dan sekaligus menjadi alat untuk menambah kekuasaan serta memperluas sumberdaya yang dimiliki oleh stakeholder. Dengan kata lain bahwa media adalah sebagai institusi politik dan institusi ekonomi yang mempunyai kekuatan untuk mempengaruhi masyarakat. Sehingga dalam hal ini Institusi media dapat dinilai sebagai bagian dari sistem ekonomi yang juga berkaitan erat dengan sistem politik. Teori ekonomi politik media memfokuskan perhatian pada media sebagai proses ekonomi yang menghasilkan komoditi (Dennis, 1997).

 

4.2. Komodifikasi

Pengertian komodifikasi adalah sebuah proses transformasi barang dan jasa beserta nilai gunanya menjadi suatu komoditas yang mempunyai nilai tukar di pasar. Dalam proses ini, produk media dapat dijadikan barang dagangan yang dapat dipertukarkan dan bernilai ekonomis. Dalam proses dan lingkup kelembagaan, awak media dilibatkan untuk memproduksi dan mendistribusikan kepada konsumen yang beraneka ragam. 

 

4.3. Komodifikasi dan Konten Media

Perspektif ekonomi politik menekankan bahwa jika ingin mengerti konten media, dan khususnya karakter ideologisnya, maka harus memulai dengan melihat lagi secara lebih teliti kepemilikan dan kontrol industri media dan hubungan mereka dengan sekelompok elit politik dan ekonomi dalam masyarakat. Jika budaya produksi dijalankan, didominasi tanpa henti untuk mencari keuntungan dan dilakukan oleh yang memiliki berbagai kepentingan ekonomi, maka perspektif ekonomi politik menghantarkan kita untuk menyimpulkan bahwa yang menjadi korban adalah konten media yang mana secara langsung menantang kepentingan kapitalis.

 

BAB V

PENUTUP

Kesimpulan

Berdasarkan uraian di atas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa, terjadi komodifikasi konten tayangan televisi bernuansa religi pada program acara televisi ditandai dengan maraknya acara-acara religi menghiasi layar kaca saat bulan ramadhan tiba diantaranya sinetron religi, kajian ceramah menjelang buka puasa dan sahur, acara komedi bernuansa religi termasuk konten iklan bernuansa religi di bulan ramadhan. Tayangan acara yang sesuai dengan iklan ramadhan sangat menguntungkan para pemilik media karena mampu menarik banyak konsumen pemirsa. Semakin banyak iklan yang diperoleh, maka keberlangsungan suatu stasiun televisi atau program acara akan berjalan langgeng. 

 

Saran

Penulisan makalah selanjutnya diharapkan menggali lebih dalam lagi terkait Ekonomi Politik Media Massa. Pendalaman materi dan bahan literasi juga disarankan agar penulisan makalah selanjutnya memiliki kedalaman materi dan kedalaman analisis sesuai kebutuhan penulisan makalah yang ada. Pada penulisan makalah yang lainnya semoga dapat diperluas tema pembahasannya tidak hanya seputar komodifikasi di televisi saja, melainkan pada aspek dan bidang yang lain yang berkaitan dengan komodifikasi media massa.

 

Daftar Pustaka

McQuail, Dennis, 1997. Teori Komunikasi Massa. Jakarta: Erlangga, hal. 64

Nazir. (1988). Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.

 

5. Contoh Makalah Kuliah

contoh makalah tugas kuliah

 

Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan karunianya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Makalah ini berjudul “Laki-Laki Dalam Ruang Lingkup Ekonomi dan Ketidakadilan Gender Akibat Sistem Patriarki”. Penulisan makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah SIstem Sosial Budaya. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca untuk perbaikan makalah ini di masa depan.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini, terutama dosen pengampu mata kuliah Sistem Sosial Budaya atas bimbingan dan arahannya. Akhir kata, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan menambah wawasan.

Salam sejahtera,

[Nama Penulis]

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Pada kenyataanya ketimpangan gender tidak hanya ada di salah satu aspek seperti ekonomi, sosial, atau politik saja melainkan seluruh aspek kehidupan di Indonesia. masih terlihat jelas batas capaian manfaat hasil pembangunan perempuan terhadap laki-laki yang berkaitan dengan kebutuhan dasar manusia untuk dapat memperoleh pendidikan, pekerjaan dan kesehatan. Hal yang sangat jelas terlihat saat ini memang masih banyak hal yang berbau diskriminasi terhadap gender masih terus bermunculan di tengah kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat sekarang ini. Banyak sekali diskriminasi yang bermunculan dengan berbagai macam bentuk di setiap daerah di Indonesia. 

 

1.2. Rumusan Permasalahan

Bagaimana kondisi Laki-Laki Dalam Ruang Lingkup Ekonomi dan Ketidakadilan Gender Akibat Sistem Patriarki?

 

1.3. Tujuan Penulisan

Mengetahui kondisi laki-laki di dalam ruang lingkup ekonomi dan ketidakadilan gender akibat sistem patriarki.

 

1.4. Manfaat Penulisan

  • Manfaat Teoritis

Manfaat penulisan makalah ini secara teoritis adalah untuk menambah pemahaman tentang sistem sosial budaya Indonesia dan untuk menambah khasanah keilmuan dalam ruang lingkup sistem sosial budaya sebagai pengembangan wacana pembelajaran. 

  • Manfaat Praktis

Secara praktis diharapkan penulisan makalah ini dapat memenuhi tugas terstruktur mata kuliah Sistem Sosial Budaya dan berguna untuk bahan bacaan yang menunjang pengembangan wacana pembaca dalam tema yang berkaitan.

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Laki-laki dalam lingkung sosial adalah sebuah pembahasan dimana dan bagaimana laki-laki melakukan peran sosialnya. Hal tersebut sangat erat kaitannya dengan sebuah bentuk Ideologi yakni Ideologi patriarki.  Ideologi Patriarki adalah salah satu dari sebuah variasi dari ideologi hegemoni. Suatu ideologi yang membenarkan adanya bentuk penguasaan suatu kelompok terhadap kelompok yang lainnya. Dominasi tersebut dapat bekerja pada bentuk kekuasaan antar kelompok berdasarkan perbedaan pada berbagai sub sistem pada sistem sosial seperti, agma, ras, ekonomi, atau banyak lagi. 

 

BAB III

METODE PENELITIAN

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Bogdan dan Taylor (Moleong, 2013) berpendapat bahwa penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang serta perilaku yang dapat diamati. Menurut Creswell (2010), penelitian kualitatif adalah jenis penelitian di mana peneliti sangat bergantung pada informasi yang diberikan oleh objek/partisipan: berbagai jenis, pertanyaan umum, pengumpulan data (terutama terdiri dari kata-kata/teks partisipan), interpretasi dan analisis Kosakata dan penelitian subyektif. 

 

BAB IV

PEMBAHASAN

4.1. Posisi Laki-laki dalam Lingkung Sosial

Laki-laki dalam lingkungan sosial adalah sebuah pembahasan dimana dan bagaimana laki-laki melakukan peran sosialnya. Hal tersebut sangat erat kaitannya dengan sebuah bentuk Ideologi yakni Ideologi patriarki. Tampak disamping hal tersebut diperlukan pemahaman yang lebih baik mengenai isu laki-laki, sehingga diskursus tentang isu gender yang ada di dalam masyarakat patriarkis dapat dilakukan secara lebih seimbang menuju tercapainya masyarakat yang lebih egaliter dan fleksibel.

 

4.2. Konsepsi Maskulinitas dalam Dunia Sosial

Maskulinitas adalah suatu stereotipe tentang laki-laki yang dapat dipertentangkan dengan bentuk feminisme sebagai sebuah stereotipe untuk perempuan. Seorang laki-laki yang memiliki sebuah identitas yang membentuk karakter yang identik dengan bentuk stereotip maskulin disebut dengan laki-laki maskulin, dan jika melebihi dari kadar tersebut disebut dengan seorang lelaki yang super maskulin, dan jika kurang disebut dengan laki-laki feminim yang dalam artian merujuk ke arah merendahkan feminism karena bentuk yang lebih rendah dari maskulinitas tersebut. 

 

4.3.Bentuk Rekonstruksi pada Maskulinitas

Perlu dicatat bahwa maskulinitas dan femininitas bukanlah konsep dengan dimensi kategori tunggal. Ada berbagai bentuk maskulinitas dan femininitas.  Artinya konsep tersebut bervariasi antar masyarakat, kelas sosial, maupun tingkat peradaban. Dengan kata lain Maskulinitas dan Feminitas adalah suatu konstruksi sosial yang dapat diberi makna yang berbeda oleh setiap masyarakat. Dengan menyadari maskulinitas sebagai konsep yang multi dimensi, terbuka ruang bagi kita untuk melakukan dekonstruksi dan rekonstruksi konsep tersebut.

 

BAB V

PENUTUP

Kesimpulan

Diskursus tentang kelaki-lakian yang ada di Indonesia masihlah sedikit sekali dan sudah seharusnya kita memusatkan kepada permasalahan yang dialami oleh kedua belah pihak antara perempuan dan laki-laki sehingga menghasilkan keseimbangan juga dalam analisis fenomena secara konfrehensif. Karena patut kita sadari juga akhirnya banyak sekali masalah yang ditimbulkan oleh adanya sistem patriarki ini dan sudah seharusnya dua kelompok yang mendapatkan ketidakadilan ini coba untuk bersatu dan merumuskan satu sistem yang lebih dapat mengatur manusia tanpa merendahkan dan menginjak salah satu pihak. Kita sudah seharusnya sadar bahwa sistem patriarki ini merusak dan membuat banyak sekali permasalahan dan harus bersama-sama untuk menggesernya. Jangan sampai terus melakukan sentimen antar kelompok yang akhirnya tujuan utama dari gerakan menggeser patriarki menjadi tidak terlaksana.

 

Saran

Penulisan makalah selanjutnya diharapkan menggali lebih dalam lagi terkait budaya patriarki dan ketimpangan gender. Pendalaman materi dan bahan literasi juga disarankan agar penulisan makalah selanjutnya memiliki kedalaman materi dan kedalaman analisis sesuai kebutuhan penulisan makalah yang ada. Pada penulisan makalah yang lainnya semoga dapat diperluas tema pembahasannya.

 

Daftar Pustaka

Creswell, J. W. (2010). ‘Research design: pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan mixed’. Yogyakarta: PT Pustaka Pelajar

Moleong, R. (2013). ‘Metode Penelitian Kualitatif’. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Baca Juga: Kumpulan Contoh Kata Pengantar berbagai Laporan dan Karya Tulis

 

6. Contoh Makalah Penelitian

contoh makalah penelitian

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak kebijakan pembatasan plastik sekali pakai terhadap lingkungan dan masyarakat di Kota X. Metode penelitian yang digunakan meliputi survei penduduk, observasi lapangan, dan analisis data lingkungan. Temuan utama dari penelitian ini adalah bahwa implementasi kebijakan pembatasan plastik sekali pakai telah mengurangi jumlah sampah plastik di lingkungan, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang masalah lingkungan, dan mendorong adopsi perilaku ramah lingkungan. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah pentingnya kebijakan publik yang efektif dalam mengurangi dampak negatif plastik sekali pakai terhadap lingkungan dan masyarakat.

Kata Kunci: Kebijakan Pembatasan Plastik, Evaluasi

 

Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penelitian ini dengan lancar. Makalah ini disusun sebagai hasil dari penelitian yang kami lakukan dalam rangka memenuhi salah satu tugas akhir mata kuliah Penelitian Lingkungan di Universitas ABC. Kami berharap makalah ini dapat memberikan kontribusi kecil namun berarti dalam pemahaman tentang dampak kebijakan pembatasan plastik sekali pakai terhadap lingkungan dan masyarakat di Kota X.

Kami ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses penelitian ini. Terima kasih kepada dosen pembimbing kami yang telah memberikan arahan, masukan, dan bimbingan selama proses penelitian ini. Terima kasih juga kepada responden yang telah bersedia berpartisipasi dalam survei kami. Tidak lupa, kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada teman-teman sejawat yang telah memberikan dukungan dan motivasi selama proses penelitian ini.

Kami sadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan, namun kami berharap dapat memberikan gambaran yang jelas dan bermanfaat mengenai dampak kebijakan pembatasan plastik sekali pakai di Kota X. Kami juga berharap makalah ini dapat memberikan sumbangan yang positif bagi upaya pelestarian lingkungan di masa depan.

Akhir kata, kami berharap makalah ini dapat menjadi bahan referensi yang berguna bagi pembaca yang membutuhkan informasi tentang kebijakan lingkungan dan dampaknya terhadap masyarakat.

Salam hangat,

[Nama Penulis]

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Plastik sekali pakai telah menjadi masalah lingkungan yang serius di banyak kota besar di seluruh dunia. Kota X tidak terkecuali, dengan jumlah sampah plastik yang terus meningkat setiap tahunnya. Dalam upaya untuk mengatasi masalah ini, Pemerintah Kota X telah menerapkan kebijakan pembatasan penggunaan plastik sekali pakai.

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak kebijakan tersebut terhadap lingkungan dan masyarakat di Kota X. Kami akan menganalisis perubahan dalam jumlah sampah plastik, tingkat kesadaran masyarakat, dan adopsi perilaku ramah lingkungan sejak diberlakukannya kebijakan ini.

 

1.2. Rumusan Permasalahan

Bagaimana dampak kebijakan pembatasan plastik sekali pakai terhadap lingkungan dan masyarakat di Kota X?

 

1.3. Tujuan Penulisan

Mengetahui dampak kebijakan pembatasan plastik sekali pakai terhadap lingkungan dan masyarakat di Kota X.

 

1.4. Manfaat Penulisan

  • Manfaat Teoritis

Manfaat penulisan makalah ini secara teoritis adalah untuk menambah pemahaman tentang dampak pembatasan kebijakan plastik sekali pakai dan untuk menambah khasanah keilmuan dalam ruang lingkup sistem sosial budaya sebagai pengembangan wacana pembelajaran. 

  • Manfaat Praktis

Secara praktis diharapkan penulisan makalah ini dapat memenuhi tugas terstruktur mata kuliah Penelitian Lingkungan dan berguna untuk bahan bacaan yang menunjang pengembangan wacana pembaca dalam tema yang berkaitan.

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Dalam tinjauan pustaka ini, kami akan mengulas beberapa penelitian terdahulu yang telah dilakukan tentang dampak kebijakan pembatasan plastik sekali pakai di berbagai negara. Kami juga akan membahas konsep-konsep teoritis yang relevan dengan penelitian kami, seperti teori perilaku manusia dan teori pengelolaan sampah.

 

BAB III

METODE PENELITIAN

Kami menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dalam penelitian ini. Survei penduduk dilakukan untuk mengumpulkan data tentang tingkat kesadaran masyarakat dan adopsi perilaku ramah lingkungan. Observasi lapangan juga dilakukan untuk memantau perubahan dalam jumlah sampah plastik di berbagai lokasi di Kota X.

 

BAB IV

PEMBAHASAN

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pembatasan plastik sekali pakai telah berhasil mengurangi jumlah sampah plastik di lingkungan. Selain itu, tingkat kesadaran masyarakat tentang masalah lingkungan juga meningkat, dan banyak yang telah mengadopsi perilaku ramah lingkungan, seperti menggunakan tas belanja kain dan memilah sampah.

Pembahasan akan meliputi analisis mendalam tentang dampak kebijakan pembatasan plastik sekali pakai terhadap lingkungan dan masyarakat di Kota X. Kami akan membahas temuan kami dalam konteks teori-teori yang telah dibahas dalam tinjauan pustaka.

 

BAB V

KESIMPULAN

Kesimpulan akan merangkum temuan utama dari penelitian ini dan memberikan rekomendasi untuk langkah-langkah selanjutnya yang dapat diambil untuk meningkatkan efektivitas kebijakan pembatasan plastik sekali pakai di Kota X.

 

7. Contoh Makalah Pendidikan

contoh makalah pendidikan

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi model pembelajaran berbasis proyek dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa di Sekolah Menengah Atas. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen kuasi dengan desain pre-test post-test kontrol kelompok tunggal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model pembelajaran berbasis proyek secara signifikan meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya penerapan model pembelajaran yang berorientasi pada proyek sebagai salah satu pendekatan yang efektif dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis di sekolah.

Kata Kunci: Implementasi, Pembelajaran Berbasis Proyek, SMA

 

Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penelitian ini dengan baik. Makalah ini disusun sebagai hasil dari penelitian yang kami lakukan dalam rangka memenuhi tugas akhir mata kuliah Metodologi Penelitian Pendidikan di Universitas ABC. Dalam penelitian ini, kami tertarik untuk mengeksplorasi potensi model pembelajaran berbasis proyek dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa di Sekolah Menengah Atas.

Kami ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada dosen pembimbing kami yang telah memberikan arahan, masukan, dan bimbingan selama proses penelitian ini. Terima kasih juga kepada pihak sekolah dan guru yang telah memberikan dukungan dalam pelaksanaan penelitian. Tidak lupa, kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh responden yang telah bersedia berpartisipasi dalam penelitian ini.

Kami sadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, namun kami berharap dapat memberikan kontribusi positif dalam bidang pendidikan, khususnya dalam pengembangan model pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa.

Akhir kata, kami berharap makalah ini dapat memberikan manfaat dan menjadi bahan referensi yang berguna bagi pembaca yang membutuhkan informasi tentang implementasi model pembelajaran berbasis proyek.

Salam hangat,

[Nama Penulis]

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Pendahuluan akan membahas latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, serta manfaat penelitian. Kami akan menjelaskan mengapa kami tertarik untuk mengeksplorasi potensi model pembelajaran berbasis proyek dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa.

 

1.2. Rumusan Permasalahan

Bagaimana potensi model pembelajaran berbasis proyek dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa di Sekolah Menengah Atas?

 

1.3. Tujuan Penulisan

Mengetahui potensi model pembelajaran berbasis proyek dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa di Sekolah Menengah Atas.

 

1.4. Manfaat Penulisan

  • Manfaat Teoritis

Manfaat penulisan makalah ini secara teoritis adalah untuk menambah pemahaman tentang potensi model pembelajaran berbasis proyek dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa di Sekolah Menengah Atas dan untuk menambah khasanah keilmuan dalam ruang lingkup pendidikan sebagai pengembangan wacana pembelajaran. 

  • Manfaat Praktis

Secara praktis diharapkan penulisan makalah ini dapat memenuhi tugas terstruktur mata kuliah Metodologi Penelitian Pendidikan dan berguna untuk bahan bacaan yang menunjang pengembangan wacana pembaca dalam tema yang berkaitan.

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Tinjauan pustaka akan merangkum hasil-hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan topik penelitian kami. Kami akan membahas teori-teori dan konsep-konsep yang mendukung penggunaan model pembelajaran berbasis proyek dalam pengembangan keterampilan berpikir kritis.

 

BAB III

METODE PENELITIAN

Metode penelitian akan menjelaskan desain penelitian, populasi dan sampel, instrumen pengumpulan data, prosedur pengumpulan data, serta analisis data yang digunakan dalam penelitian ini.

 

BAB IV

PEMBAHASAN

Pembahasan akan menganalisis temuan-temuan penelitian dan menghubungkannya dengan teori-teori yang telah dibahas dalam tinjauan pustaka. Kami juga akan membahas implikasi hasil penelitian ini bagi dunia pendidikan.

Hasil penelitian akan menyajikan temuan utama dari penelitian ini, termasuk perubahan dalam keterampilan berpikir kritis siswa sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran berbasis proyek.

 

BAB V

KESIMPULAN

Kesimpulan akan merangkum temuan utama dari penelitian ini dan memberikan rekomendasi untuk pengembangan lebih lanjut dalam penggunaan model pembelajaran berbasis proyek dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa.

 

8. Contoh Makalah tentang Pendidikan Kewarganegaraan

contoh artikel pendidikan kewarganegaraan

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi model pembelajaran berbasis proyek dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa di Sekolah Menengah Atas. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen kuasi dengan desain pre-test post-test kontrol kelompok tunggal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model pembelajaran berbasis proyek secara signifikan meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya penerapan model pembelajaran yang berorientasi pada proyek sebagai salah satu pendekatan yang efektif dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis di sekolah.

Kata Kunci: Implementasi, Pembelajaran Berbasis Proyek, SMA

 

Kata Pengantar

Puji syukur saya panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, atas Anugerah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan penulisan makalah tentang “Analisis Tindak Pidana Korupsi Terhadap Keseimbangan Negara”. Adapun maksud dan tujuan dari penyusunan Makalah ini selain untuk menyelesaikan tugas terstruktur yang diberikan oleh Dosen pengajar, juga untuk lebih memperluas pengetahuan para mahasiswa khususnya bagi saya selaku penulis.

Saya telah berusaha untuk dapat menyusun Makalah ini dengan baik, namun saya pun menyadari bahwa saya memiliki keterbatasan. Oleh karena itu jika didapati adanya kesalahan-kesalahan baik dari segi teknik penulisan, maupun dari isi, maka kami memohon maaf dan mohon untuk di kritik. Serta saran dari dosen pengajar dan untuk semua pembaca sangat diharapkan oleh saya untuk dapat mengevaluasi makalah ini agar lebih baik lagi. Semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan yang bermanfaat bagi kita sekalian.

 Salam hangat,

[Nama Penulis]

 

BAB I

PEDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Korupsi memang menjadi sebuah permasalahan yang amat besar di dunia, dari negara kecil hingga negara adidaya sekalipun. Menurut Montesquieu, korupsi adalah suatu proses yang disfungsional par excellence dimana suatu sistem politik berubah menjadi sistem yang buruk Dimana pada sistem ini banyak terjadi kekacauan-kekacauan. Dimata dunia juga korupsi adalah sebagai sesuatu masalah besar yang dihadapi. Begitu pula di Indonesia, dari semua bidang di Indonesia, Korupsi adalah masalah yang utama yang perlu diwaspadai. Nasional Republika (2016) Indonesia masuk ke peringkat 88 terbesar di dunia. Ini membuktikan bahwa Indonesia sedang darurat korupsi, angka ini masih jauh dari negara tetangga kita malaysia yang berada di posisi 55. Tindak korupsi ini sangat harus diwaspadai karena akan menjadikan sebuah masalah yang besar yang mengancam stabilitas negara. 

 

1.2. Rumusan Permasalahan

  1. Bagaimana relevansi tindak pidana korupsi terhadap stabilitas negara? 
  2. Bagaimana dampak korupsi terhadap stabilitas negara?

 

1.3. Tujuan Penulisan

  1. Mengetahui relevansi tindak pidana korupsi terhadap stabilitas negara.
  2. Mengetahui dampak korupsi terhadap stabilitas negara.

 

1.4. Manfaat Penulisan

  • Manfaat Teoritis

Manfaat penulisan makalah ini secara teoritis adalah untuk menambah pemahaman tentang tindak pidana korupsi dan relevansi terhadap stabilitas negara dan untuk menambah khasanah keilmuan dalam ruang lingkup pendidikan sebagai pengembangan wacana pembelajaran. 

  • Manfaat Praktis

Secara praktis diharapkan penulisan makalah ini dapat memenuhi tugas terstruktur mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan dan berguna untuk bahan bacaan yang menunjang pengembangan wacana pembaca dalam tema yang berkaitan.

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Tinjauan pustaka akan merangkum hasil-hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan topik penelitian kami. Kami akan membahas teori-teori dan konsep-konsep yang mendukung penggunaan model pembelajaran berbasis proyek dalam pengembangan keterampilan berpikir kritis.

 

BAB III

METODE PENELITIAN

Metode penelitian akan menjelaskan desain penelitian, populasi dan sampel, instrumen pengumpulan data, prosedur pengumpulan data, serta analisis data yang digunakan dalam penelitian ini.

 

BAB IV

PEMBAHASAN

Pembahasan akan menganalisis temuan-temuan penelitian dan menghubungkannya dengan teori-teori yang telah dibahas dalam tinjauan pustaka. Kami juga akan membahas implikasi hasil penelitian ini bagi dunia pendidikan.

Hasil penelitian akan menyajikan temuan utama dari penelitian ini, termasuk perubahan dalam keterampilan berpikir kritis siswa sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran berbasis proyek.

 

BAB V

KESIMPULAN

Kesimpulan akan merangkum temuan utama dari penelitian ini dan memberikan rekomendasi untuk pengembangan lebih lanjut dalam penggunaan model pembelajaran berbasis proyek dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa.

Baca Juga: Kumpulan Contoh Proposal Kegiatan & Penelitian Berdasarkan Strukturnya

 

9. Contoh Makalah Bertema Biologi

CIRI-CIRI DAN PERAN BAKTERI DALAM KEHIDUPAN

 

Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan nikmat, taufik, serta hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan Makalah Biologi tepat pada waktu. Terima kasih juga kami ucapkan kepada guru pembimbing yang selalu memberikan dukungan dan bimbingannya.

Makalah ini kami buat dengan tujuan untuk memenuhi nilai tugas biologi. Tak hanya itu, kami juga berharap makalah ini bisa bermanfaat untuk penulis pada khususnya dan pembaca pada umumnya. Walaupun demikian, kami menyadari dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan. Maka dari itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran untuk kesempurnaan makalah ini.

Akhir kata, kami berharap semoga makalah Biologi ini bisa memberikan informasi dan ilmu yang bermanfaat bagi kita semua. Kami juga mengucapkan terima kami kepada para pembaca yang telah membaca makalah ini hingga akhir.

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Mikroorganisme sangat erat hubungannya dengan objek biologi yang ukurannya sangat kecil dan tidak dilihat dengan mata telanjang. Keberadaannya tidak terlihat namun penting dalam kehidupan makhluk hidup lainnya. Seiring berkembangnya ilmu biologi, pembahasan tentang mikroorganisme khususnya bakteri terus ditelaah dan dimanfaatkan untuk kepentingan hidup manusia.

 

1.2. Rumusan Masalah

  1. Apa yang dimaksud bakteri?
  2. Apa saja ciri-ciri bakteri?
  3. Bagaimana peran bakteri dalam kehidupan?

 

1.3. Tujuan Masalah

  • Mengetahui pengertian bakteri secara umum.
  • Mempelajari ciri-ciri bakteri.
  • Memahami peran bakteri dalam kehidupan.

 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Bakteri

Bakteri atau basil adalah organisme prokariotik atau organisme yang belum memiliki membran inti sel. Bakteri adalah sekelompok mikroorganisme yang masuk dalam kelompok prokaryotae bersel satu, berkembang biak dengan membelah diri, dan bahan genetiknya tidak terbungkus dalam membran inti.

Bakteri berasal dari kata bahasa latin yaitu bacterium. Bakteri mempunyai jumlah spesies mencapai ratusan ribu atau bahkan lebih. Umumnya, bakteri tidak mempunyai klorofil, kecuali beberapa spesies tertentu yang mempunyai pigmen fotosintesis. Maka dari itu, ada bakteri yang hidupnya heterotrof dan ada juga bacteria yang hidup autotrof.

 

2.2. Ciri-Ciri Bakteri

  • Bersel satu, prokariotik, dan tidak berklorofil
  • Bersifat heterotrof
  • Berkembang biak dengan cara vegetatif
  • Beradaptasi terhadap lingkungan buruk menggunakan endospora
  • Ukuran tubuh bervariasi antara 0,12 sampai ratusan mikro. Umumnya, mempunyai ukuran rata-rata 1-5 mikron
  • Pada bakteri yang hidupnya kosmopolit di berbagai lingkungan, dinding selnya memiliki peptidoglikan

 

2.3. Peran Bakteri dalam Kehidupan

Dalam kehidupan manusia, bakteri bisa berperan menguntungkan maupun merugikan. Adapun peran menguntungkan dari kehadiran bakteri, sebagai berikut:

  • Berguna dalam pembuatan makanan seperti keju dan yoghurt
  • Berperan dalam pembuatan antibiotik
  • Bersimbiosis dengan akar tumbuhan

 

Sementara itu, untuk peran bakteri yang merugikan antara lain:

  • Penyebab penyakit pada manusia seperti penyakit tifoid yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi
  • Penyebab penyakit pada hewan dan tanaman
  • Menyebabkan kerusakan makanan

 

BAB III

PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Bakteri merupakan kelompok mikroorganisme yang termasuk prokaryotae bersel satu, berkembang biak dengan cara membelah diri, dan memiliki bahan genetik yang tidak dibungkus membran inti.

 

3.2. Saran

Diharapkan bagi pembaca untuk menambah informasi dari sumber literasi lain. Hal tersebut bertujuan agar informasi dan pengetahuan yang didapat semakin lengkap.

 

10. Contoh Makalah Bertema Sejarah

SEJARAH BOM ATOM HIROSHIMA NAGASAKI DAN DAMPAKNYA

 

Kata Pengantar

Penulis panjatkan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Atas rahmat dan hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “Sejarah Bom Atom Hiroshima Nagasaki dan Dampaknya” dengan baik dan tepat waktu.

Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata pelajaran Sejarah. Selain itu, makalah ini bertujuan menambah wawasan tentang sejarah Indonesia bagi para pembaca dan juga bagi penulis.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada Ibu Rini selaku guru pembimbing mata pelajaran Sejarah. Tidak lupa juga penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu diselesaikannya makalah ini.

Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kritik dan saran yang membangun diharapkan untuk memperbaiki makalah ini menjadi sempurna.

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Sejarah Indonesia sangat beragam. Salah satunya adalah ledakan bom atom Hiroshima Nagasaki menjadi salah satu peristiwa bersejarah di seluruh dunia. Bom atom ini dijatuhkan oleh Amerika Serikat pada tanggal 6 Agustus 1945 dan tanggal 9 Agustus 1945 di Kota Hiroshima dan Nagasaki.

Hiroshima adalah kota pelabuhan yang didirikan pada abad ke-16 sebagai kota istana di delta Sungai Ota. Kota Hiroshima terletak di tepi Laut Pedalaman Seto yang terkenal sebagai pusat industri tekstil dan barang-barang yang terbuat dari karet.

Kota Nagasaki merupakan Ibu Kota dan kota terbesar di Prefektur Nagasaki yang terletak di pesisir sebelah barat daya Kyushu, Jepang. Kota Nagasaki juga merupakan kota pelabuhan.

 

1.2. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana Sejarah Bom Atom Hiroshima Nagasaki?
  2. Bagaimana Dampak Bom Atom Hiroshima Nagasaki Untuk Indonesia?
  3. Bagaimana Dampak Bom Atom Hiroshima Nagasaki di Jepang?

 

1.3. Tujuan Masalah

  • Untuk mengetahui bagaimana sejarah bom atom Hiroshima Nagasaki.
  • Untuk mengetahui bagaimana dampak bom atom Hiroshima Nagasaki untuk Indonesia.
  • Untuk mengetahui bagaimana dampak bom atom Hiroshima Nagasaki di Jepang.

 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Sejarah Bom Atom Hiroshima Nagasaki

Sejarah bom atom Hiroshima dan Nagasaki dimulai pada tahun 1945. Kala itu kedudukan Jepang dalam Perang Asia Timur Raya semakin terdesak. Pada tanggal 6 Agustus 1945, Kota Hiroshima pun dijatuhi bom atom yang dilemparkan oleh pihak sekutu dengan menggunakan pesawat jenis B-29 milik AS, yang bernama Enola Gay.

Setelah kejadian bom atom di Kota Hiroshima, kemudian tiga hari berikutnya pada tanggal 9 Agustus 1956, Kota Nagasaki juga dijatuhi bom atom. Alasan Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki merupakan perintah dari presiden Amerika Serikat, Harry S, Truman. Akibat ledakan bom atom Hiroshima Nagasaki yang sangat dahsyat, sebanyak 140.000 orang di Kota Nagasaki dan sebanyak 80.000 orang di Kota Nagasaki meninggal dunia.

2.2. Dampak Bom Atom Hiroshima Nagasaki Untuk Indonesia

Pada tanggal 9 Agustus 1945, Soekarno, Mohammad Hatta, dan Radjiman Wedyodiningrat memutuskan untuk berangkat ke Dalat, Vietnam Selatan untuk bertemu dengan Jenderal Terauchi. Dalam pertemuan tersebut, pihak Jepang akhirnya memutuskan untuk menyerahkan kemerdekaan kepada Indonesia.

Hal ini disebabkan oleh keadan Jepang yang berada di ambang kekalahan dalam Perang Asia Timur Raya. Lalu, pada tanggal 15 Agustus 1945 setelah Soekarno, Mohammad Hatta dan Radjiman Wedyodiningrat kembali ke Jakarta, mereka mengumumkan penyerahan tanpa syarat kepada sekutu. Berita kekalahan Jepang disiarkan oleh radio luar negeri telah diketahui oleh Sutan Syahrir.

Sutan Syahrir merupakan tokoh pejuang dari golongan muda. Sejak berita kekalahan Jepang tersebar luas, golongan pemuda mulai mendesak golongan tua untuk mempersiapkan proklamasi kemerdekaan Indonesia.

 

2.3. Dampak Bom Atom Hiroshima Nagasaki di Jepang

Peristiwa ledakan bom atom Hiroshima Nagasaki ini telah mendorong berakhirnya masa penjajahan Jepang di Indonesia yang menimbulkan banyak dampak negatif. Peristiwa ini dapat dilihat dari dua sisi.

Sisi pertama adalah perang besar menjadi berakhir, dan sisi kedua adalah menyisakan dampak negatif yang luas dan berkepanjangan. Dampak negatif dari bom atom tidak hanya berdampak kepada Kota Hiroshima dan Nagasaki saja, namun dampaknya tersebar luas sampai kepada manusia yang tinggal di sekitarnya.

Saat itu tidak hanya menyebabkan kematian saja, tetapi penurunan derajat kesehatan manusia juga diwariskan ke generasi berikutnya.Banyak bayi yang dilahirkan dalam keadaan cacat fisik, akibat terjadinya mutasi gen.

Selain itu, pencemaran udara, tanah, dan air juga berlangsung dalam waktu yang lama dan mempengaruhi secara langsung derajat kesehatan manusia. Perlu diketahui bahwa Hiroshima merupakan markas militer Jepang, sehingga kota tersebut menjadi target utama Amerika Serikat guna melemahkan pihak Jepang.

 

BAB III

PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Bom Atom Hiroshima Nagasaki merupakan peristiwa bersejarah yang sangat diingat oleh seluruh bangsa Indonesia, sebab peristiwa ini menjadi awal dari detik-detik Indonesia akan merdeka. Akan tetapi, dampak dari peristiwa ini sangat dahsyat.

3.2. Saran

Penulisan makalah ini diharapkan bagi para pembaca lebih memahami bagaimana sejarah-sejarah penting yang ada di Indonesia.

Baca Juga: Cara Membuat Proposal Kegiatan & Contohnya

 

11. Contoh Makalah Bertema Sosial Budaya

DINAMIKA MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN

 

Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat-Nya sehingga makalah dengan judul “Dinamika Masyarakat dan Kebudayaan” ini dapat tersusun hingga selesai. Tidak lupa juga kami mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.

Penyusunan makalah ini bertujuan untuk memenuhi nilai tugas dalam mata kuliah Pengantar Antropologi. Selain itu, pembuatan makalah ini juga bertujuan agar menambah pengetahuan dan wawasan bagi para pembaca.

Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman maka kami yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Akhir kata, semoga makalah ini dapat berguna bagi para pembaca.

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Kebudayaan merupakan seluruh cara hidup manusia. Manusia mempunyai salah satu sifat yang paling mendasar yaitu berubah atau melakukan perubahan. Perubahan tersebut tentu mempengaruhi cara-cara hidup manusia beserta masyarakat sekitarnya sehingga terjadilah perubahan kebudayaan atau yang disebut dengan dinamika kebudayaan. Dinamika kebudayaan merupakan suatu hal yang unik dan menjadi perhatian para ahli antropologi. Para ahli banyak meneliti hingga terlahirlah konsep-konsep dinamika kebudayaan.

 

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah maka dapat dirumuskan suatu pokok masalah yang kemudian disusun dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut:

  1. Apa yang dimaksud dengan dinamika?
  2. Apa yang dimaksud dengan masyarakat?
  3. Apa yang dimaksud dengan kebudayaan?
  4. Apa yang dimaksud dengan dinamika masyarakat dan kebudayaan secara umum?
  5. Apa saja konsepsi-konsepsi khusus mengenai pergeseran masyarakat dan kebudayaan?
  6. Apa saja contoh dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan konsepsi-konsepsi tersebut?

 

1.3. Tujuan Masalah

Adapun tujuan dalam pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut:

  • Untuk memenuhi nilai tugas mata kuliah Pengantar Antropologi.
  • Untuk menambah wawasan tentang dinamika masyarakat dan kebudayaan.
  • Untuk mengetahui konsep-konsep mengenai pergeseran masyarakat dan kebudayaan.
  • Untuk mengetahui contoh-contoh dalam kehidupan sehari-hari mengenai pergeseran masyarakat dan kebudayaan.

 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Dinamika

Dinamika adalah sesuatu yang mengandung arti tenaga kekuatan, selalu bergerak, berkembang dan dapat menyesuaikan diri secara memadai terhadap keadaan. Dinamika juga berarti adanya interaksi dan interdependensi antara anggota kelompok dengan kelompok secara keseluruhan. Keadaan ini dapat terjadi karena selama ada kelompok, semangat kelompok (group spirit) terus-menerus ada dalam kelompok itu, oleh karena itu kelompok tersebut bersifat dinamis, artinya setiap saat kelompok yang bersangkutan dapat berubah.

 

2.2. Pengertian Masyarakat

Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), di mana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata “masyarakat” berasal dari kata dalam bahasa Arab, musyarakah. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.

 

2.3. Pengertian Kebudayaan

Kebudayaan merupakan hasil cipta, rasa, dan karsa manusia yang biasa disebut sebagai karya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Kebudayaan juga dapat diartikan sebagai keseluruhan sistem, gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya.

 

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Dinamika masyarakat dan kebudayaan adalah pergerakan atau pergeseran suatu budaya (meliputi pengetahuan, gagasan, dan ide) atau kebiasaan masyarakat dari hal lama kepada suatu hal baru. Internalisasi adalah proses panjang sejak manusia dilahirkan sampai ia hampir meninggal, dimana ia belajar menanamkan dalam kepribadiannya segala perasaan hasrat, nafsu, serta emosi yang diperlukannya sepanjang hidupnya. Sementara itu, sosialisasi adalah pengenalan kehidupan pada makhluk baru; bayi/lingkungan baru, proses sosialisasi ditentukan oleh susunan kebudayaan dan lingkungan sosial yang bersangkutan.

 

12. Contoh Makalah Bertema Statistika

IMPLEMENTASI METODE CNN DALAM KLASIFIKASI KUALITAS BUAH TOMAT

 

Kata Pengantar

Puji syukur kami haturkan kehadirat Allah Swt. yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami bisa menyelesaikan karya ilmiah tentang “Implementasi Metode CNN dalam Klasifikasi Kualitas Buah Tomat”.

Tidak lupa juga kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah turut memberikan kontribusi dalam penyusunan karya ilmiah ini. Tentunya, tidak akan bisa maksimal jika tidak mendapat dukungan dari berbagai pihak.

Sebagai penyusun, kami menyadari bahwa masih terdapat kekurangan, baik dari penyusunan maupun tata bahasa penyampaian dalam karya ilmiah ini. Oleh karena itu, kami dengan rendah hati menerima saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki karya ilmiah ini.

Kami berharap semoga karya ilmiah yang kami susun ini memberikan manfaat dan juga inspirasi untuk pembaca.

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Indonesia adalah negara dengan potensi pertanian yang luar biasa. Tomat adalah salah satu hasil pertanian yang melimpah. Data BPS tahun 2012 menunjukkan bahwa tomat merupakan komoditas hortikultura dengan laju produktivitas menempati posisi kedua.

Posisi pertama adalah dari komoditas bawang merah. Laju produksi akan tomat tinggi karena kebutuhan masyarakat akan tomat juga tinggi. Tuntutan akan kualitas tomat yang bagus semakin diharapkan oleh masyarakat Indonesia maupun mancanegara.

Namun, saat ini, proses pemilihan tomat masih menggunakan cara manual. Cara ini memiliki beberapa kelemahan, di antaranya membutuhkan waktu yang lama, kondisi psikologis pemilih yang berbeda, keterbatasan visual pemilih, sehingga hasil tomat yang dipilih pun tidak konsisten dalam hal kualitas. Apalagi jika cara ini masih dilakukan di sebuah perkebunan yang besar di saat masyarakat sangat membutuhkan tomat untuk kesehariannya.

Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan bisa menjadi solusi akan hal ini. Gambar atau citra tomat bisa digunakan sebagai langkah awal untuk menciptakan sebuah sistem yang bisa mengklasifikasikan kualitas tomat. Dengan demikian, implementasi cara manual sebelumnya bisa ditambah atau bahkan digantikan dengan cara baru menggunakan teknologi.

Metode yang digunakan yaitu Convolutional Neural Networks (CNN). CNN dipilih karena kualitas analisisnya begitu bagus. Pada penelitian ini menggunakan package Keras pada software Rstudio.

 

1.2. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana implementasi metode CNN untuk klasifikasi kualitas buah tomat?
  2. Bagaimana hasil pengklasifikasian yang didapatkan?

 

1.3. Tujuan Penelitian

  • Mengetahui cara implementasi metode CNN dalam hal klasifikasi kualitas buah tomat.
  • Mengetahui hasil klasifikasi yang dilakukan.

 

1.4. Manfaat Penelitian

  • Diperoleh suatu cara baru untuk klasifikasi buat tomat dengan bantuan teknologi.
  • Diperoleh suatu pengembangan algoritma analisis pengolahan citra baru.

 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian 280 citra tomat.

 

2.2. Variabel

Variabel yang digunakan adalah citra tomat dengan kualitas bagus dan tidak.

 

2.3. Jenis dan Sumber Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer.

 

2.4. Metode Analisis Data

Metode analisis data yang digunakan adalah histogram gambar dan metode CNN.

 

2.5. Hasil dan Pembahasan

Ada beberapa proses yang dilakukan dalam menyelesaikan penelitian ini, antara lain adalah melakukan pengumpulan data citra, melakukan persiapan sebelum citra digunakan untuk dianalisis, serta melakukan pelatihan model dengan menggunakan metode CNN. Selanjutnya, dilakukan pengujian model dengan mengubah parameter-parameter yang digunakan, sehingga diperoleh hasil yang paling baik.

 

BAB III

PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Setelah dilakukan penelitian, adapun beberapa kesimpulan yang didapatkan adalah:

  • Implementasi metode CNN baik untuk melakukan klasifikasi citra tomat.
  • Hasil klasifikasi menunjukkan bahwa 90% tomat berhasil dilakukan klasifikasi dengan benar.

 

3.2. Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas, dapat diberikan beberapa saran sebagai berikut:

  • Data citra tomat yang digunakan lebih banyak lagi agar sistem yang dibuat dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.
  • Spesifikasi teknologi yang digunakan lebih tinggi. Misalnya dengan menggunakan komputer dengan Random Access Memory (RAM) yang tinggi dan Graphics Processing Unit (GPU).

 

Itulah beberapa contoh makalah singkat yang bisa kamu jadikan referensi. Kita bisa melihat beberapa perbedaan penulisan makalah, sesuai dengan kebutuhan atau tujuan dari makalah itu dibuat. Meskipun sebenarnya, perbedaannya tidak terlalu banyak, ya. Untuk cover, kata pengantar, metode penelitian, isi, kesimpulan, dan daftar pustaka, formatnya tetap sama.

Nah, dalam dunia akademik, penulisan makalah menjadi suatu keterampilan yang penting, karena makalah adalah media informasi yang kita buat untuk menjelaskan apa yang kita teliti atau kerjakan.

Jika teman-teman masih bingung dan membutuhkan bimbingan untuk menulis makalah, kamu bisa lho untuk belajar di ruangbelajar! Di sana, kamu akan dibimbing oleh kakak-kakak Master Teacher yang asik, dan ngajarin kamu dari konsepnya!

CTA ruangbelajar

Referensi:

https://www.detik.com/sulsel/berita/d-6585514/15-contoh-makalah-lengkap-beserta-struktur-penulisannya (Diakses pada 26 Februari 2024)

https://berita.99.co/contoh-makalah-singkat/ (Diakses pada 26 Februari 2024)

https://katadata.co.id/safrezi/berita/61b1b210e063f/contoh-makalah-beserta-struktur-penulisannya#google_vignette (Diakses pada 26 Februari 2024)

Ringgana Wandy Wiguna