Jenis-Jenis Pasar Modal dan Mekanisme Transaksinya | Ekonomi Kelas 10

Pasar Modal

Apa itu pasar modal dan apa saja jenisnya? Yuk, kita kupas materi tentang jenis-jenis pasar modal beserta proses perdagangan hingga mekanisme transaksinya!

--

 

Saat kamu tua nanti, kira-kira apa yang ingin kamu lakukan? Memiliki banyak uang? Mobil mewah? Hmmm... boleh-boleh saja, kok. Semua bisa kamu dapatkan kok asal kamu giat belajar dan bekerja nantinya. Setelah kamu mendapat pekerjaan, jangan lupa sebagian gaji yang kamu terima, harus kamu tabung ya.

Menabung nggak cuma di bank aja, lho! Kamu bisa memanfaatkan salah satu instrumen keuangan berupa reksadana. Btw, ada yang udah kenal reksadana?

 

investasi reksadana

 

Reksadana merupakan satu dari beberapa instrumen keuangan yang masuk dalam pasar modal (capital market). Pasar modal adalah pasar yang merupakan sarana bagi perusahaan dan pemerintah untuk memperoleh dana jangka panjang dengan cara menjual saham atau obligasi. Pasar modal berperan sebagai wadah pendanaan dengan melakukan kegiatan investasi.

Investasi di pasar modal ini nggak sama dengan menabung, lho. Ada beberapa kelemahan dan kelebihan pasar modal yang harus kamu cermati sebelum terjun ke sana. Terlebih lagi, investasi di pasar modal biasanya dilakukan dalam jangka waktu yang cukup lama, misalnya satu tahun.

Sebelum kamu memutuskan buat berinvestasi di pasar modal, baca artikel berikut ini ya yang bakal ngejelasin kamu tentang jenis dan mekanisme transaksi di pasar modal.

 

Jenis-Jenis Pasar Modal

Menurut waktu transaksinya, jenis-jenis pasar modal dapat dibedakan menjadi dua macam nih, guys. Ada pasar perdana dan pasar sekunder.

 

Pasar Perdana

Pasar perdana adalah pasar yang transaksinya terjadi saat surat berharga itu dijual pertama kali ke masyarakat.

 

Proses Perdagangan Pasar Perdana

Untuk memahami dengan lebih mudah, kita analogiin seandainya kamu mau beli motor baru. Misalnya, kamu pengin motor baru dengan merek A buatan PT. Rogu. Lalu, kamu mendatangi showroom atau dealer yang menjual motor dari PT. Rogu itu. Setelah kamu setuju dan cocok dengan dealer tersebut, kamu bayar deh motornya dan nggak lama kemudian, motor kamu diantar. Pembayaran yang diterima dealer tersebut kemudian diserahkan ke PT. Rogu.

Nah, dalam analogi pasar perdana tadi, PT. Rogu bertindak sebagai Emiten, kamu sebagai Investor, dan dealer tersebut sebagai Penjamin Emisi.

 

proses perdagangan pasar perdana

 

Lalu, bagaimana transaksi di pasar sekunder?

 

Pasar Sekunder

Nah, kalau transaksi di pasar sekunder itu terjadi saat saham sudah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

 

Proses Perdagangan Pasar Sekunder

Analoginya tetap sama ya, tentang jual beli motor. Kalau tadi beli motor baru, sekarang analoginya beli motor bekas. Misalnya kamu sudah punya motor baru dari PT. Rogu dan dipakai selama 3 tahun. Terus, kamu ingin menjual motor ini. Kamu pun akhirnya menghubungi dealer motor bekas.

Di waktu yang bersamaan, ternyata teman kamu, sebut saja Bunga (bukan nama asli), ingin membeli motor bekas. Bunga mendatangi dealer motor bekas dan bertemu denganmu untuk melakukan transaksi. Nah, PT. Rogu selaku pembuat motor tersebut, tidak dilibatkan dalam transaksinya.

Baca Juga: 9 Lembaga dan Pelaku Pasar Modal di Indonesia

Berarti, berdasarkan analogi tadi, kamu dan Bunga berperan sebagai investor, sementara dealer motor bekas berperan sebagai perantara.

 

proses perdagangan pasar sekunder

 

Nah, biar kamu makin paham perbedaan antara pasar perdana dan pasar sekunder, kamu bisa lihat infografik berikut ini.

 

perbedaan pasar perdana dan pasar sekunder

 

Nah, kira-kira kamu berminat melakukan transaksi di pasar yang mana, nih?

Pasar perdana, pasar sekunder, atau…...Pasar Senen?

Sebelum memutuskan transaksi di pasar mana, ada baiknya kamu tahu dulu nih, mekanisme transaksi di pasar modal!

 

Mekanisme Transaksi Pasar Modal

Berinvestasi di pasar modal tidak semudah investasi di celengan, Ferguso…

Ada beberapa persyaratan yang harus kamu lengkapi seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan formulir pembuatan rekening dana nasabah (RDN). Kamu bisa datang langsung ke kantor perusahaan efek atau mengurus semua prosesnya secara online.

Di Indonesia, proses perdagangan efek di pasar modal dilakukan dengan menggunakan fasilitas JATS (Jakarta Automatic Trading System). Yap, transaksinya menggunakan sistem secara daring. Bukan transaksi tunai kayak di warung dekat rumah kamu. Nah, perdagangan efek ini hanya bisa dilakukan oleh anggota bursa yang sudah menjadi anggota KPEI (Kliring Penjaminan Efek Indonesia).

 

JATS Next-G

 

Terus, gimana nih mekanisme transaksi di pasar modal?

Jadi gini. Calon pembeli saham pertama-tama harus menjadi nasabah di perusahan efek. Calon pembeli saham harus punya rekening terlebih dahulu dan tercatat oleh Biro Administrasi Efek (BAE). Setelah itu, baru deh bisa melakukan order transaksi.

Transaksi jual-beli saham itu awalnya dari investor kepada perusahaan efek, kemudian diteruskan kepada petugas perusahaan efek yang ada di lantai bursa. Petugas di lantai bursa kemudian memasukkan pesanan ke sistem JATS. Di tahap ini ada komunikasi jual-beli antara broker (petugas perusahaan efek) dan investor.

Nah, setelah order (pesanan) yang masuk ke JATS ini bertemu dengan harga yang muncul pada sistem JATS, maka transaksi sudah selesai. Informasi bahwa order telah selesai, kemudian diinformasikan ke investor.

Lalu, tahap akhirnya adalah penyelesaian transaksi. Pada tahap ini, ada proses kliring, transfer (pemindahbukuan) yang dilakukan oleh KPEI, dan proses lain sebelum investor memperoleh haknya yang berupa uang karena telah menjual saham, atau berupa saham yang dibelinya.

 

mekanisme perdagangan saham di pasar modal

 

Nah, itu tadi penjelasan mengenai jenis-jenis pasar modal serta mekanisme transaksinya. Habis baca artikel ini, kamu berminat menjadi investor di pasar modal, nggak? Jangan sampai gegabah karena tergiur dengan keuntungannya, ya! Selain itu, jangan lupa pelajari juga risikonya. Untuk penjelasan lebih lanjut yang nggak kalah seru tentang pasar modal, kamu bisa langsung akses di ruangbelajar. Gabung sekarang, yuk!

New Call-to-action

Referensi:

Alam, S. (2013). Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas X Kurikulum 2013. Jakarta: Erlangga.

 

Artikel ini telah diperbarui pada 9 Desember 2021.

Profile

Tedy Rizkha Heryansyah