Sejarah Kerajaan Mataram Islam Mulai Berdiri hingga Runtuh | Sejarah Kelas 10

Seperti apa sejarah kerajaan Mataram Islam mulai dari berdirinya, masa kejayaannya, hingga runtuhnya? Yuk, kita bahas tuntas di artikel Sejarah Kelas 10 ini!
—
Kalau kamu lagi belajar sejarah Indonesia, pasti pernah dengar tentang Kerajaan Mataram Islam. Kerajaan ini bukan cuma terkenal karena wilayah kekuasaannya yang luas, tapi juga karena perannya dalam melawan penjajahan dan membentuk budaya Jawa yang masih terasa sampai sekarang.
Nah, di artikel ini kita bakal kupas tuntas sejarah Kerajaan Mataram Islam, mulai dari awal berdirinya, para rajanya, masa kejayaan, runtuhnya, hingga peninggalannya. Yuk, kita bahas bareng!
Berdirinya Kerajaan Mataram Islam
Awalnya, Kesultanan Mataram Islam bukanlah sebuah kerajaan besar seperti yang kita kenal sekarang. Mataram dulunya hanyalah sebuah kadipaten kecil yang berada di bawah kekuasaan Kerajaan Pajang. Letak Kerajaan Mataram Islam berada di wilayah Jawa Tengah bagian Selatan, dengan pusat pemerintahan di Kotagede (sekarang termasuk wilayah Yogyakarta).
Kalau kita lihat dari lokasi Kerajaan Mataram Islam, daerah ini sangat strategis. Tanahnya subur, dekat dengan sungai, dan cocok untuk pertanian. Hal inilah yang membuat Kerajaan Mataram Islam disebut sebagai kerajaan agraris karena sebagian besar masyarakatnya menggantungkan hidup pada sektor pertanian.
Baca Juga: Sejarah Kesultanan Demak, Kerajaan Islam Pertama di Tanah Jawa
A. Pendiri Kerajaan Mataram Islam
Tokoh penting di balik berdirinya kerajaan ini adalah Sutawijaya, yang juga dikenal sebagai Panembahan Senopati. Beliau merupakan pendiri Kerajaan Mataram Islam sekaligus raja pertama Kerajaan Mataram Islam. Setelah berhasil melepaskan diri dari Pajang, Sutawijaya membangun pondasi kekuasaan Mataram dan mulai memperluas wilayahnya.
Sebagai raja Kerajaan Mataram Islam, Sutawijaya dikenal sebagai pemimpin yang kuat, baik dalam bidang militer maupun politik. Beliau menggunakan strategi ekspansi untuk memperluas kekuasaan hingga ke berbagai daerah di Jawa.
B. Sumber Sejarah Kerajaan Mataram Islam
Untuk mengetahui perjalanan kerajaan ini, para sejarawan menggunakan berbagai sumber sejarah Kerajaan Mataram Islam, seperti:
- Catatan Belanda (VOC)
- Kitab Serat Sastra Gending karya Sultan Agung
- Babad Tanah Jawa
- Bangunan bersejarah seperti Masjid Agung Surakarta
Dari sumber-sumber inilah kita bisa merekonstruksi peta Kerajaan Mataram Islam dan memahami bagaimana wilayah kekuasaannya berkembang dari waktu ke waktu.
Yuk, siapkan dirimu untuk bisa berhasil meraih skor terbaik di PAS, PTS, maupun SNBT dengan banyak berlatih soal di ruanguji!
Para Pemimpin Kerajaan Mataram Islam
Setelah Panembahan Senopati, kepemimpinan Mataram dilanjutkan oleh beberapa raja penting yang masuk dalam silsilah Kerajaan Mataram Islam. Berikut beberapa di antaranya:
1. Mas Jolang (Panembahan Seda ing Krapyak)
Mas Jolang adalah putra dari Sutawijaya. Beliau melanjutkan ekspansi wilayah dan berhasil menaklukkan daerah-daerah penting seperti Gresik. Namun, masa pemerintahannya tidak berlangsung lama karena beliau wafat di Krapyak.
2. Sultan Agung Hanyokrokusumo
Nah, ini dia tokoh paling terkenal dalam sejarah Mataram. Kerajaan Mataram Islam mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Agung.
Di bawah kepemimpinannya, wilayah Mataram meluas hampir ke seluruh Pulau Jawa. Sistem pemerintahannya pun diperkuat dan disusun hukum di kerajaan yang dikenal sebagai Surya Alam.
Selain itu, pada masa pemerintahannya, dilakukan penyerangan terhadap VOC di Batavia. Sultan Agung juga dikenal sebagai pemimpin yang mampu menggabungkan budaya Jawa dan Islam dalam pemerintahannya.
3. Sunan Amangkurat I
Setelah Sultan Agung wafat, kondisi kerajaan mulai berubah. Pada masa Sunan Amangkurat I, hubungan dengan Belanda (VOC) mulai terjalin. Sayangnya, kerja sama ini justru menimbulkan konflik internal.
4. Sunan Amangkurat II
Pada masa pemerintahannya, wilayah Mataram semakin menyempit. Beliau bahkan memindahkan pusat kerajaan ke Kartasura. Hal ini menandai awal kemunduran kekuasaan Mataram.
Baca Juga: Sejarah Kerajaan Aceh: Asal Mula, Masa Kejayaan, hingga Peninggalannya
Masa Kejayaan Kerajaan Mataram Islam
Masa kejayaan Kerajaan Mataram Islam terjadi pada masa pemerintahan Sultan Agung. Pada periode ini, Mataram menjadi salah satu kekuatan terbesar di Nusantara.
A. Kondisi Politik Kerajaan Mataram Islam
Kondisi politik Kerajaan Mataram Islam sangat solid, meskipun masih menghadapi tantangan dari pihak luar, terutama saat masa pemerintahan Sultan Agung.
Pada masa kepemimpinannya, beliau berhasil menyatukan wilayah Jawa di bawah satu kekuasaan, mengendalikan para bupati daerah, serta mengurangi pengaruh VOC.

Sultan Agung Mataram
B. Kehidupan Ekonomi Kerajaan Mataram Islam
Kehidupan ekonomi Kerajaan Mataram Islam sangat bergantung pada sektor pertanian. Hal ini didukung oleh tanah yang subur dan sistem irigasi yang baik.
Beberapa hasil bumi yang mendukung kehidupan masyarakat Kerajaan Mataram Islam antara lain yaitu padi, palawija, dan hasil perkebunan lainnya. Selain itu, perdagangan juga mulai berkembang meskipun tidak sebesar kerajaan maritim.
C. Kondisi Sosial Kerajaan Mataram Islam
Kondisi sosial Kerajaan Mataram Islam membagi masyarakatnya ke dalam beberapa lapisan, yakni raja dan keluarga kerajaan, bangsawan, serta rakyat biasa (petani, pedagang, dll).
Budaya Jawa berkembang pesat dengan pengaruh Islam yang kuat. Selain itu, tradisi seperti upacara adat dan kesenian juga mulai berkembang pada masa ini.
Baca Juga: Perlawanan Indonesia Sebelum Abad 19 Terhadap Portugis dan VOC
Runtuhnya Kerajaan Mataram Islam
Seiring berjalannya waktu, kejayaan Mataram mulai memudar. Ada beberapa penyebab runtuhnya Kerajaan Mataram Islam, di antaranya:
1. Konflik Internal
Perselisihan antar keluarga kerajaan dan pemberontakan daerah melemahkan kekuatan pusat.
2. Campur Tangan VOC
Belanda (VOC) mulai ikut campur dalam urusan politik Mataram. Hal ini membuat kedaulatan kerajaan semakin berkurang.
3. Perjanjian Giyanti
Puncak keruntuhan terjadi saat ditandatanganinya Perjanjian Giyanti tahun 1755. Perjanjian ini membagi Mataram menjadi dua yakni Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta. Peristiwa ini menandai berakhirnya kekuasaan tunggal Mataram.
Mau tau pembahasan lebih dalam tentang keruntuhan Kesultanan Mataram Islam? Kamu bisa lihat penjelasan lengkapnya di fitur ADAPTO, lho! Yuk langganan sekarang juga!
Peninggalan Kerajaan Mataram Islam
Meskipun Kesultanan Mataram Islam sudah tidak berdiri sebagai satu kerajaan utuh, jejak kejayaannya masih bisa kita lihat sampai sekarang.
Berbagai peninggalan Kerajaan Mataram Islam ini bukan cuma sekadar bangunan atau benda bersejarah, tapi juga menjadi bukti nyata bagaimana kehidupan politik, sosial, dan budaya masyarakat saat itu berkembang.
Berikut penjelasan lebih lengkap mengenai bukti peninggalan Kerajaan Mataram Islam:
1. Keraton Yogyakarta dan Surakarta
Salah satu peninggalan paling penting dari Mataram adalah berdirinya dua pusat kekuasaan baru setelah perpecahan, yaitu Keraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta.
Keraton ini muncul setelah Perjanjian Giyanti yang membagi wilayah Mataram menjadi dua kekuasaan. Hingga saat ini, kedua keraton tersebut masih berdiri dan berfungsi sebagai pusat budaya Jawa.
Di dalam keraton, kamu bisa menemukan berbagai peninggalan sejarah seperti:
- Arsitektur khas Jawa dengan filosofi mendalam
- Koleksi benda pusaka kerajaan
- Sistem tata pemerintahan tradisional
Keraton ini juga menjadi bukti bagaimana kondisi politik Kerajaan Mataram Islam berubah dari sistem kerajaan tunggal menjadi dua kekuasaan yang berbeda.
Selain itu, keraton juga berperan besar dalam melestarikan budaya Jawa, seperti upacara adat, tari tradisional, dan musik gamelan. Dengan kata lain, keraton bukan hanya bangunan sejarah, tapi juga pusat hidupnya budaya Mataram hingga sekarang.
2. Masjid Agung
Masjid menjadi salah satu simbol penting dalam perkembangan Mataram sebagai kerajaan berbasis Islam. Beberapa masjid peninggalan Mataram masih berdiri kokoh hingga kini, seperti Masjid Agung di wilayah Yogyakarta dan Surakarta.
Ciri khas masjid peninggalan Mataram antara lain:
- Atap berbentuk tumpang (berlapis)
- Tidak menggunakan kubah seperti masjid Timur Tengah
- Memadukan unsur budaya Jawa dan Islam
Hal ini menunjukkan bahwa dalam kondisi sosial Kerajaan Mataram Islam, terjadi proses akulturasi budaya yang kuat antara tradisi lokal dan ajaran Islam.
Masjid pada masa itu tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tapi juga sebagai pusat pendidikan agama, tempat musyawarah masyarakat, dan simbol legitimasi kekuasaan raja. Dari sini terlihat bahwa agama memiliki peran besar dalam kehidupan masyarakat dan pemerintahan Mataram.
Baca Juga: Sejarah Kerajaan Aceh: Asal Mula, Masa Kejayaan, hingga Peninggalannya
3. Makam Raja-Raja Imogiri
Kalau kamu ingin melihat langsung jejak para raja Mataram, kamu bisa berkunjung ke kompleks makam Imogiri. Tempat ini merupakan makam resmi para raja Mataram Islam dan keturunannya.
Makam Imogiri dibangun pada masa Sultan Agung, yang juga dimakamkan di sana. Lokasinya berada di dataran tinggi, yang mencerminkan filosofi Jawa tentang kedudukan raja yang luhur.
Beberapa hal menarik dari makam Imogiri antara lain:
- Letaknya di perbukitan dengan ratusan anak tangga
- Memiliki aturan adat khusus bagi pengunjung
- Menjadi tempat ziarah penting hingga sekarang

Tangga Menuju Makam Imogiri
Keberadaan makam ini menjadi salah satu bukti peninggalan Kerajaan Mataram Islam yang menunjukkan bagaimana raja dihormati bahkan setelah wafat. Selain itu, makam ini juga memperlihatkan perpaduan antara budaya Jawa dan Islam dalam tradisi pemakaman.
4. Karya Sastra dan Tradisi Budaya
Selain bangunan fisik, Mataram juga meninggalkan warisan berupa karya sastra dan tradisi budaya yang masih hidup sampai sekarang.
Salah satu sumber sejarah Kerajaan Mataram Islam yang terkenal adalah Babad Tanah Jawa. Naskah ini berisi cerita tentang asal-usul kerajaan, silsilah raja, hingga berbagai peristiwa penting dalam sejarah Jawa.
Melalui karya sastra ini, kita bisa memahami:
- Silsilah Kerajaan Mataram Islam
- Nilai-nilai budaya masyarakat Jawa
- Cara pandang masyarakat terhadap kekuasaan dan kehidupan
Selain itu, berbagai tradisi budaya yang berkembang di masa Mataram juga masih dilestarikan, seperti Sekaten (perayaan kelahiran Nabi Muhammad SAW), Grebeg (upacara kerajaan), wayang kulit, serta gamelan. Tradisi ini mencerminkan bagaimana kondisi sosial Kerajaan Mataram Islam sangat erat kaitannya dengan budaya dan agama.
5. Sistem Irigasi dan Pertanian
Kerajaan Mataram Islam disebut sebagai kerajaan agraris karena mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani. Oleh sebab itu, salah satu peninggalan pentingnya adalah sistem pertanian dan irigasi.
Masyarakat Mataram sudah mengenal sistem pengairan sawah, pembagian lahan pertanian, dan teknik bercocok tanam yang efektif. Hal ini mendukung kehidupan ekonomi Kerajaan Mataram Islam, yang bergantung pada hasil pertanian.
Adapun hasil bumi yang mendukung kehidupan masyarakat Kerajaan Mataram Islam yaitu padi sebagai komoditas utama, jagung dan palawija, serta hasil perkebunan. Sistem pertanian ini menjadi dasar berkembangnya ekonomi masyarakat hingga Mataram bisa menjadi kerajaan besar.
6. Peta dan Wilayah Kekuasaan
Meskipun tidak berupa benda fisik yang utuh, rekonstruksi peta Kerajaan Mataram Islam juga termasuk peninggalan penting dalam bentuk pengetahuan sejarah.
Dari berbagai sumber, diketahui bahwa wilayah Mataram pernah meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur, dan sebagian Jawa Barat. Hal ini menunjukkan betapa luasnya kekuasaan Mataram, terutama saat masa kejayaan Kerajaan Mataram Islam di bawah Sultan Agung.
Baca Juga: Kehidupan Masyarakat di Masa Kerajaan Islam
—
Dari pembahasan di atas, kita bisa melihat bahwa sejarah Kerajaan Mataram Islam adalah perjalanan panjang dari sebuah kadipaten kecil menjadi kerajaan besar yang berpengaruh di Pulau Jawa. Mulai dari pendiri Kerajaan Mataram Islam, masa kejayaan di bawah Sultan Agung, hingga akhirnya runtuh karena konflik internal dan campur tangan asing.
Kerajaan ini juga meninggalkan banyak warisan penting, baik dalam bentuk budaya, sistem pemerintahan, maupun bangunan bersejarah. Jadi, mempelajari Mataram bukan cuma soal masa lalu, tapi juga memahami akar budaya yang masih kita rasakan sampai sekarang.
Mau belajar sejarah Mataram Islam secara lebih mendalam lagi? Yuk, gabung dengan Ruangguru Privat Sejarah sekarang! Belajar nggak cuma menyenangkan, tapi kamu juga bakal diajari konsepnya sampai paham! Para pengajar di Ruangguru Privat juga sudah terstandarisasi kualitasnya, loh. Kamu juga bisa pilih nih, mau diajarkan secara langsung (offline) atau daring (online). Fleksibel, kan? Untuk info lebih lanjut, cuss klik link berikut!
Referensi:
Poesponegoro, Marwati Djoened & Notosusanto, Nugroho (ed). (2019) Sejarah Nasional Indonesia III. Jakarta: Balai Pustaka
Sumber Gambar:
Sultan Agung Mataram [daring]. Tautan: https://id.wikipedia.org/wiki/Sultan_Agung_dari_Mataram#/media/Berkas:Anyakrakusuma_of_Mataram.jpg (Diakses: 4 Mei 2026)
Makam Imogiri [daring]. Tautan: https://id.wikipedia.org/wiki/Astana_Pajimatan_Himagiri#/media/Berkas:COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Begrafenis_van_Z.V.H._Pakoe_Boewono_X_Soesoehoenan_van_Solo._Na_de_bijzetting_lopen_toeschouwers_terug_over_de_lange_trap_die_naar_de_heuveltop_van_Imogiri_voert_TMnr_10003254.jpg (Diakses: 4 Mei 2026)




