Penyimpangan Sosial: Pengertian, Jenis, dan Contohnya | Sosiologi Kelas 10

Penyimpangan Sosial

Artikel Sosiologi kelas X kali ini akan membahas tentang penyimpangan sosial mulai dari pengertian, jenis, dan contohnya

 

Di lingkungan sekitar kita, ada banyak kebiasaan yang sebenarnya sederhana tapi penting untuk jadi perhatian. Misalnya, berbicara sopan saat berdiskusi, tidak menyerobot antrian orang lain, tidak mencontek saat ujian, atau menjaga ketenangan di tempat umum.

Hal-hal seperti ini mungkin kelihatannya sepele, tapi punya peran besar dalam menciptakan kehidupan sosial yang tertib dan nyaman.

Sayangnya, tidak semua orang mau atau mampu mematuhi kebiasaan tersebut. Ada perilaku yang bertentangan dengan nilai dan norma yang berlaku di masyarakat.

Perilaku inilah yang dikenal sebagai penyimpangan sosial. Lantas, apa yang dimaksud dengan penyimpangan sosial? Apa saja jenis dan contohnya? Yuk, kita bahas bersama.

Baca Juga: Nilai, Norma, dan Keteraturan Sosial

 

Pengertian Penyimpangan Sosial 

penyimpangan sosial hari guru - apa itu penyimpangan sosial

 

Apa yang dimaksud dengan penyimpangan sosial? Penyimpangan sosial adalah perbuatan atau tingkah laku individu maupun kelompok yang melanggar, bertentangan, atau tidak sesuai dengan norma serta harapan yang berlaku di lingkungan masyarakat.

Norma tersebut bisa berupa norma agama, norma kesusilaan, norma kesopanan, hingga norma hukum yang dibuat untuk menjaga ketertiban dan keseimbangan sosial.

Penyimpangan sosial dapat terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari pelanggaran ringan seperti berkata kasar dan tidak mematuhi aturan sekolah, hingga tindakan yang lebih serius seperti pencurian, penyalahgunaan narkoba, dan tindak kriminal lainnya.

Meskipun demikian, penilaian terhadap suatu perilaku sebagai penyimpangan sering kali bergantung pada nilai dan budaya yang berlaku di masyarakat tersebut.

Baca Juga: Masalah Kependudukan dalam Permasalahan Sosial

 

Jenis Penyimpangan Sosial

Lalu, apa saja jenis penyimpangan sosial?

penyimpangan sosial hari guru - penyimpangan primer dan sekunder

 

Secara umum, penyimpangan sosial terbagi menjadi dua jenis, ada penyimpangan primer dan penyimpangan sekunder.

 

1. Penyimpangan Primer

Penyimpangan primer merupakan bentuk penyimpangan sosial yang bersifat sementara dan tidak dilakukan secara terus-menerus.

Perilaku ini umumnya terjadi karena situasi tertentu, dorongan sesaat, atau kurangnya kesadaran individu terhadap norma yang berlaku. Karena tingkat pelanggarannya relatif ringan, masyarakat masih dapat mentolerir perilaku tersebut dan pelakunya belum dianggap sebagai orang yang menyimpang secara sosial.

Contoh penyimpangan primer antara lain bolos sekolah, menyontek saat ujian, serta melanggar lampu lalu lintas. Tindakan-tindakan ini memang melanggar aturan, tetapi biasanya tidak berdampak besar terhadap tatanan sosial.

Selain itu, pelaku penyimpangan primer masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan kembali mematuhi norma yang berlaku tanpa mendapat stigma negatif dari masyarakat.

 

2. Penyimpangan Sekunder

Penyimpangan sekunder merupakan bentuk penyimpangan sosial yang dilakukan secara berulang atau telah menjadi pola perilaku, sehingga pelaku dianggap telah menyimpang secara nyata dari norma yang berlaku.

Berbeda dengan penyimpangan primer, penyimpangan sekunder tidak dapat ditolerir oleh masyarakat karena menimbulkan dampak yang serius serta merugikan orang lain maupun lingkungan sosial.

Contoh penyimpangan sekunder antara lain pemerkosaan dan pembunuhan. Tindakan-tindakan ini melanggar norma hukum, norma moral, dan norma kemanusiaan, sehingga pelakunya dikenai sanksi tegas sesuai dengan hukum yang berlaku.

Meskipun dalam beberapa kasus penyimpangan sekunder dapat terjadi dalam waktu singkat, tingkat pelanggarannya yang berat membuat masyarakat tetap memberikan penolakan dan stigma sosial terhadap perilaku tersebut.

 

Oke, biar kamu  kebayang, aku mau kasih contoh perundungan atau bully yang pernah marak beberapa tahun lalu saat ada seorang guru yang di-bully oleh muridnya.

Tindakan bully yang dilakukan murid-murid kepada Pak Joko, guru asal Kendal tersebut kira-kira masuk ke dalam kategori penyimpangan primer atau penyimpangan sekunder? Kamu pasti bisa menjawabnya kan? Nah, sekarang kita lanjut yuk.

Murid-murid dari Pak Joko Susilo tersebut melakukan penyimpangan secara berkelompok. Penyimpangan ini memiliki dampak yang lebih luas dan kuat di masyarakat dibandingkan dengan penyimpangan yang dilakukan secara individual.

Coba deh, kamu pikir, mana dampak yang lebih luas di masyarakat antara pelaku penyontek PR dengan pelaku pem-bully-an kepada Pak Joko?

Sebenarnya, penyimpangan sosial baik di sekolah atau di lingkungan masyarakat itu bisa dicegah asalkan faktor-faktor penyebabnya itu bisa diketahui. Paling nggak ada enam faktor penyebab penyimpangan sosial. Di artikel ini cuma dibahas secara singkat aja. Kalau kamu mau tahu lebih lengkap, jelas, dan menarik bisa lihat di ruangbelajar ya.

CTA Ruangguru

 

Faktor Penyebab Penyimpangan Sosial

penyimpangan sosial hari guru - infografikjpeg

 

1. Sosialisasi Tidak Sempurna

Jangan heran kalau sekarang ini ada anak umur 5 tahun yang sudah mulai menjadi perokok. Nggak perlu kaget lah. Itu dikarenakan adanya kegagalan dalam proses pengalaman nilai dan norma secara utuh dan benar yang dilakukan pihak keluarga. Biasanya sih orang tuanya nggak mau memperhatikan perkembangan anaknya di rumah. Masa bodo gitu deh.

 

2. Sub Kebudayaan Menyimpang

Pernah nggak kamu diajak teman kamu bolos sekolah? Nah, itu salah satu contoh dari sub kebudayaan yang menyimpang. Artinya, penyimpangan yang dipelajari dari interaksi kelompok masyarakat yang membuat anggota kelompok masyarakat tersebut ikut melakukan kegiatan penyimpangan

penyimpangan sosial hari guru - meme fiki joker bangijal

 

3. Labelling

“Dasar anak malas!” ucap guru.

“Aaaa….anak malas…anak malas….” teman-teman sekelasnya mengelu-elukan si A.

Pernah nemu kejadian kayak gitu nggak Squad? Itu namanya labelling atau labelisasi. Pemberian cap atau julukan yang membuat seseorang menjadi terbiasa melakukan tindakan menyimpang.

 

4. Permasalahan Ekonomi

Kebutuhan ekonomi yang semakin tinggi kadang memaksa seseorang melakukan tindakan yang tidak mengindahkan norma yang berlaku. Maka, kalau di berita sering adanya penjambretan, pencurian, bahkan begal, bisa saja motif pelakunya ialah karena himpitan ekonomi.

penyimpangan sosial hari guru - tahukah kamu begal

 

5. Pelampiasan Rasa Kekecewaan

“Aku pokoknya mau mainan itu”

“Nanti ya, Ayah belum ada uang”

“Pokoknya aku mau mainan itu!”, si anak berteriak kepada ayahnya.

Hayooo ngaku siapa yang pernah begitu ke ayahnya? Buruan minta maaf deh. Kenapa? Itu salah satu bentuk penyimpangan. Rasa kekecewaan bisa saja dikeluarkan dalam bentuk tindakan yang tidak memperhatikan norma-norma yang berlaku.

 

6. Perkembangan Teknologi

Di zaman yang serba canggih seperti sekarang ini, semua informasi bisa menyebar dengan cepat. Ya seperti video Pak Joko yang pernah viral beberapa tahun di media sosial itu contohnya, langsung bisa disebarluaskan dan ditonton banyak pasang mata.

Nah, yang ditakutkan ialah kalau remaja yang menonton video tersebut, kemudian diterapkan kepada guru di sekolahnya, itu yang bahaya. Makanya, tidak menutup kemungkinan kalau perkembangan teknologi juga ikut memilki andil dalam terjadinya penyimpangan sosial.

Semoga setelah kamu belajar tentang penyimpangan sosial, kamu jadi bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, dan tentu saja, kamu dapat menjauhi perbuatan-perbuatan penyimpangan sosial tersebut ya guys! Kalau kamu mau belajar tentang penyimpangan sosial lebih dalam, kamu boleh lho konsultasi ke guru-guru privat berpengalaman dari Ruangguru Privat Sosiologi.

Belajar nggak cuma menyenangkan, tapi kamu juga bakal diajari konsepnya sampai paham! Para pengajar di Ruangguru Privat juga sudah terstandarisasi kualitasnya, loh. Kamu juga bisa pilih nih, mau diajarkan secara langsung (offline) atau daring (online). Fleksibel, kan? Untuk info lebih lanjut, cuss klik link berikut!

CTA Ruangguru Privat

Artikel ini pertama kali diterbitkan pada 24 November 2018, kemudian diperbarui.

Tedy Rizkha Heryansyah