Aliran Energi dalam Rantai Makanan, Jaring-Jaring Makanan & Ekosistem | Biologi Kelas 10

dampak pencemaran lingkungan bagi aliran energi

Artikel Biologi kelas 10 ini membahas tentang apa sih energi itu dan bagaimana proses aliran energi terjadi dalam rantai makanan, jaring-jaring makanan, serta ekosistem.

 

Pada dasarnya, setiap makhluk hidup membutuhkan energi. Manusia, tumbuhan, hewan, semua bergantung pada energi, karena energi merupakan kebutuhan utama. Kamu tahu nggak manusia mendapatkan energi dari mana? Yap, jelas dari apa yang dikonsumsinya, bisa dari hewan, bisa juga dari tumbuhan. Lalu, bagaimana dengan tumbuhan dan hewan?

Tumbuhan membutuhkan energi yang cukup untuk melakukan proses fotosintesisnya. Kenapa tumbuhan butuh fotosintesis? Karena tumbuhan butuh mengubah senyawa anorganik menjadi organik. Nah, energi yang didapat untuk melakukan proses fotosintesis itu berasal dari radiasi matahari.

Tanpa energi radiasi matahari, proses fotosintesis tidak akan berjalan dengan baik, atau kurang optimal. Bagaimana kalau tidak optimal? Ya jelas, tumbuhan itu tidak akan memunculkan energi baru, dan energi di lingkungan kita akan berkurang.

bentuk-bentuk energi

 

Nah, proses saat kita makan, atau saat tumbuhan melakukan fotosintesis inilah yang disebut dengan aliran energi. Proses ini sangat penting dalam ekosistem karena menjadi proses dasar dari kehidupan yang ada di Bumi.

Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang aliran energi, mulai dari pengertiannya, bagaimana energi mengalir dalam rantai makanan, jaring-jaring makanan, ekosistem, hingga konsep piramida ekologi. Baca perlahan biar kamu paham, ya!

Baca Juga: Pengertian Keseimbangan Ekosistem, Ancaman & Pelestariannya

 

Pengertian Aliran Energi

Aliran energi adalah proses berpindahnya energi dari satu makhluk hidup ke makhluk hidup lainnya di dalam suatu ekosistem. Sumber utama energi dalam ekosistem berasal dari matahari. Energi matahari ini diserap oleh tumbuhan hijau sebagai produsen melalui proses fotosintesis untuk membuat makanan.

Selanjutnya, energi yang tersimpan dalam tumbuhan akan berpindah ke hewan pemakan tumbuhan atau konsumen tingkat pertama. Setelah itu, energi tersebut diteruskan lagi ke hewan pemakan hewan sebagai konsumen tingkat kedua, dan seterusnya sesuai dengan rantai makanan yang terjadi. Ketika tumbuhan dan hewan mati, sisa-sisa tubuhnya akan diuraikan oleh dekomposer seperti bakteri dan jamur, sehingga unsur hara dapat kembali ke lingkungan.

Dalam setiap perpindahan energi, hanya sekitar 10% energi yang dapat dimanfaatkan oleh tingkat trofik berikutnya, sementara sisanya hilang dalam bentuk panas. Oleh karena itu, pemahaman tentang bagaimana energi mengalir dalam suatu ekosistem sangat penting untuk menjaga keseimbangan lingkungan.

aliran energi

Gambar aliran energi dalam ekosistem. (Sumber: kompas.com)

 

Aliran Energi pada Rantai Makanan

Proses aliran energi dalam rantai makanan sebenernya nggak sesederhana soal makan dan dimakan. Tapi, ya melalui rantai makanan inilah kira-kira kita bisa lebih mudah memahami tentang aliran energi. Dalam rantai makanan, tumbuhan menempati trofik pertama. Maksudnya trofik itu apa ya?

Maksud dari tingkatan trofik adalah pengelompokan organisme berdasarkan posisinya dalam rantai makanan. Nah, posisi tumbuhan itu penting. Karena posisisnya yang penting, proses fotosintesis tumbuhan harus terjadi secara efisien.

Ketika tumbuhan menangkap energi dari radiasi matahari, tumbuhan akan mengubahnya menjadi energi kimia (autotrof). Energi kimia yang dihasilkan oleh tumbuhan yang telah berfotosintesis itu baik ya, contohnya itu oksigen. Maka dari itu, energi yang dihasilkan oleh tumbuhan ini berguna untuk makhluk hidup lainnya.

Baca Juga: Apa Saja Jenis-Jenis Interaksi dalam Ekosistem?

Misalnya rumput sebagai trofik pertama dalam rantai makanan, sekaligus sebagai autotrof. Kemudian ada sapi yang merupakan hewan herbivora dan mamalia, memakan rumput. Yak arena sapi makanan utamanya adalah rumput. Lalu ada juga macan, yang merupakan hewan karnivora pemakan herbivora.

Ketiganya saling ketergantungan untuk memenuhi energinya, dengan rumput menyerap radiasi matahari, sapi memakan rumput, macan memakan sapi. Kira-kira begitulah konsep sederhana dari proses aliran energi pada rantai makanan.

Rantai makanan juga ada tingkatan-tingkatannya, ada yang 3 tingkatan, 4 tingkatan, 5 tingkatan, dan seterusnya. Nah contoh dari rantai makanan 3 tingkatan itu seperti, Rumput – Sapi – Macan.

sebutan tingkatan rantai makanan

 

Aliran energi yang terjadi pada makhluk hidup berakhir pada dekomposer yang menguraikan sisa-sisa organisme mati dan mengembalikan nutrisi ke tanah. Dengan demikian, aliran energi dalam suatu rantai makanan menunjukkan hubungan antarorganisme dalam memanfaatkan energi yang tersedia.

 

Aliran Energi pada Jaring-Jaring Makanan

Nah, makhluk hidup sebenarnya nggak cuma bergantung pada satu jenis makanan aja. Setiap organisme biasanya punya beberapa pilihan makanan, tergantung dari apa yang tersedia di lingkungannya. Oleh karena itu, dalam ekosistem, interaksi antarorganisme akan lebih kompleks, dan membentuk yang namanya jaring-jaring makanan.

Aliran energi pada jaring-jaring makanan juga jauh lebih rumit, dibandingkan rantai makanan. Misalnya, seekor tikus nggak cuma dimakan oleh satu predator aja, tapi juga bisa jadi mangsa burung hantu, ular, atau kucing liar. Di sisi lain, tikus juga memakan berbagai jenis tumbuhan, biji-bijian, atau sisa makanan. Jadi, hubungan antarorganisme pun makin luas dan saling berkaitan.

Keberadaan jaring-jaring makanan ini penting banget buat menjaga keseimbangan ekosistem. Soalnya, kalau satu jenis makhluk hidup jumlahnya berkurang, yang lain masih punya pilihan sumber makanan lain. Dengan begitu, ekosistem nggak gampang terganggu dan tetap bisa berjalan dengan baik.

Walaupun terlihat lebih rumit, sebenarnya aliran energi dalam jaring-jaring makanan tetap mengikuti pola yang sama seperti rantai makanan. Energi selalu dimulai dari produsen, seperti tumbuhan, lalu berpindah ke konsumen tingkat pertama, konsumen berikutnya, sampai akhirnya ke dekomposer yang bertugas menguraikan sisa-sisa makhluk hidup. Baik dalam rantai makanan maupun jaring-jaring makanan, semuanya menunjukkan bagaimana energi mengalir secara terus-menerus dalam sebuah ekosistem.

Baca Juga: Cara Melakukan Konservasi Flora dan Fauna yang Terancam Punah

 

Aliran Energi pada Ekosistem

Sekarang, mari kita bahas peran aliran energi dalam ekosistem, yuk. Aliran energi ini sebenarnya mirip dengan yang terjadi pada rantai makanan maupun jaring-jaring makanan, cuma cakupannya lebih luas karena melibatkan keseluruhan komponen biotik dalam suatu ekosistem.

Secara umum, ekosistem dibagi menjadi dua jenis, yaitu ekosistem darat dan ekosistem perairan. Pada ekosistem darat, sumber energi utama berasal dari matahari yang kemudian dimanfaatkan oleh tumbuhan hijau sebagai organisme autotrof melalui proses fotosintesis. Energi tersebut lalu diteruskan ke konsumen tingkat berikutnya.

Contoh aliran energi dalam ekosistem darat antara lain:

  • Matahari → Rumput → Ulat → Ayam → Musang
  • Matahari → Padi → Belalang → Ayam → Ular
  • Matahari → Buah-buahan → Manusia

 

Dari contoh tersebut, terlihat bahwa tumbuhan berperan sebagai produsen yang menjadi sumber energi bagi hewan dan manusia. Selama aliran energi ini berjalan dengan baik, keseimbangan ekosistem darat dapat terjaga.

Sebelum kita bahas tentang proses aliran energi yang terjadi pada ekosistem laut, kalo masih ada poin-poin yang belum kamu mengerti, mending belajar sama ahlinya, deh. Belajar bareng kakak-kakak pengajar di Ruangguru Privat Biologi misalnya.

Belajar nggak cuma menyenangkan, tapi kamu juga bakal diajari konsepnya sampai paham! Para pengajar di Ruangguru Privat juga sudah terstandarisasi kualitasnya, loh. Kamu juga bisa pilih nih, mau diajarkan secara langsung (offline) atau daring (online). Fleksibel, kan? Untuk info lebih lanjut, cuss klik link berikut!

CTA Ruangguru Privat

 

Selain ekosistem darat, terdapat pula ekosistem perairan seperti laut, sungai, rawa, dan danau. Pada ekosistem ini, peran produsen tidak dijalankan oleh tumbuhan darat, melainkan oleh fitoplankton dan ganggang. Fitoplankton merupakan jenis plankton yang mampu melakukan fotosintesis sehingga menjadi sumber energi utama bagi organisme perairan lainnya.

Contoh aliran energi dalam ekosistem perairan, antara lain:

  • Matahari → Fitoplankton → Ubur-ubur → Penyu
  • Matahari → Fitoplankton → Siput → Ikan → Hiu
  • Matahari → Fitoplankton → Zooplankton → Ikan paus

 

Nah, dari contoh-contoh di atas, dapat disimpulkan kalau aliran energi punya peranan penting dalam menjaga keberlangsungan makhluk hidup, baik di darat maupun di perairan.

 

Dampak Kerusakan Lingkungan terhadap Aliran Energi

Proses aliran energi dapat terganggu apabila lingkungan mengalami kerusakan. Salah satu permasalahan yang banyak terjadi di wilayah perkotaan adalah berkurangnya lahan hijau akibat pembangunan gedung dan pabrik. Kondisi ini menyebabkan jumlah tumbuhan sebagai produsen energi semakin berkurang, sehingga aliran energi dalam ekosistem darat menjadi tidak optimal.

Selain itu, polusi udara yang berasal dari asap kendaraan dan pabrik juga berdampak buruk bagi lingkungan. Polusi ini tidak hanya membahayakan kesehatan manusia, tetapi juga dapat menghambat tumbuhan dalam menyerap sinar matahari untuk berfotosintesis. Jika produsen terganggu, maka aliran energi ke tingkat trofik selanjutnya pun ikut terhambat.

Kerusakan lingkungan juga banyak terjadi pada ekosistem perairan, khususnya laut. Pencemaran laut oleh sampah plastik, seperti kantong plastik, botol, dan sedotan menjadi ancaman serius bagi organisme laut. Banyak hewan laut yang secara tidak sengaja memakan plastik karena mengira benda tersebut sebagai makanan, seperti penyu yang sering mengira kantong plastik sebagai ubur-ubur.

Akibatnya, alih-alih memperoleh energi, hewan-hewan laut justru mengalami gangguan kesehatan bahkan kematian. Kondisi ini menunjukkan bahwa kerusakan lingkungan dapat memutus aliran energi dalam ekosistem dan merusak keseimbangan alam secara keseluruhan.

Baca Juga: 10 Dampak Pemanasan Global bagi Makhluk Hidup & Lingkungan

Salah seorang seniman, Biboy Royong, kemudian membuat sebuah karya seni sebagai bentuk kepeduliannya terhadap laut beserta ekosistemnya. Ia membuat karya seni ini (gambar di bawah) untuk diserahkan kepada organisasi lingkungan, sebagai bentuk edukasi masyarakat, dan juga kritik terhadap perilaku manusia belakangan ini.

paus mati karena plastik-1

Karya Seni Biboy Royong. Sumber: Mongabay.co.id

 

Lihat kan dampaknya kalau kita masih memakai plastik dan membuangnya sembarangan? Bukannya energi yang didapatkan oleh hewan laut, malah penyakit, yang berbahaya sampai membuat mati.

Maka dari itu, yuk kita mulai cintai lingkungan kita, baik di darat maupun di laut. Karena kenapa? Jika hewan-hewan di darat dan laut sudah tercemar oleh sampah, otomatis kandungan di dalamnya pun sudah nggak bagus. Sementara kita kan butuh energi dari memakan hewan-hewan dan tumbuhan yang ada.

Kalau semuanya udah rusak dan tercemar? Tamatlah kita, aliran energi juga nggak akan berjalan dengan baik. Biar kamu makin paham dan mengerti kenapa kita harus menjaga lingkungan kita demi ekosistem yang baik, kamu bisa kok pelajarinnya di ruangbelajar.

Banyak banget materi di sana yang menjelaskan materi pelajaran dengan konteks kehidupan sehari-hari kita. Langganan dan terus belajar yaa. Supaya pengetahuan yang kamu miliki bisa bermanfaat dan bisa diaplikasikan di kehidupan sehari-hari.

CTA ruangbelajar

Referensi:

https://www.gramedia.com/literasi/aliran-energi/ (Diakses pada 27 Februari 2026)

https://education.nationalgeographic.org/resource/energy-flow-and-10-percent-rule/ (Diakses pada 27 Februari 2026)

 

Artikel ini telah diperbarui oleh Kenya Swawikanti dan disunting oleh Hani Ammariah pada 27 Februari 2026. 

Fahri Abdillah