Hal-Hal Penting dalam Indeks Pembangunan Manusia | Geografi Kelas 11

Indeks Pembangunan Manusia

Arikel Geografi Kelas 11 ini menjelaskan apa itu indeks pembangunan manusia, rumus-rumus indeks pembangunan manusia, serta apa saja upaya-upaya yang dilakukan terhadap pembangunan kualitas penduduk.

 

Sejak kecil kita diajarkan jika ingin menjadi orang sukses dan mewujudkan cita-cita, kita harus berusaha dengan keras, terus belajar, tidak pantang menyerah, rajin berdoa, fokus, dan konsisten. Begitu juga dengan sekelompok tim sepakbola, atau basket, atau voli, atau kelompok-kelompok lainnya. Jika ingin menjadi sebuah tim yang kuat dan disegani oleh tim yang lainnya, sudah pasti tim itu harus memiliki kualitas pemain yang baik.

Tapi ingat, dalam sebuah tim tidak boleh ada yang terlalu menonjol sementara masih ada beberapa pemain yang belum mampu mengimbangi. Karena apa? Karena akan timbul ketimpangan dalam sebuah tim, dan berakibat pada kualitas permainan yang buruk. Memang, ketika sebuah tim memiliki pemain yang menonjol itu bisa dikatakan sebagai tim yang bagus, tapi tidak kuat. Percaya deh. Begitu juga dengan negara kita ini, Indonesia.

Indonesia menjadi salah satu negara dengan jumlah populasi terbesar di dunia. Kurang lebih Indonesia memiliki sumber daya manusia sebanyak 250 juta jiwa, angka yang besar ya. Dengan jumlah SDM yang sangat besar, ada 2 kemungkinan yang akan terjadi di negara ini; menjadi negara dengan kualitas ekonomi terkuat atau justru menjadi yang semakin lemah. Nah kita bisa melihatnya melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Apa sih yang dimaksud dengan Indeks Pembangunan Manusia?

 

Pengertian Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) adalah komponen untuk mengukur kualitas hidup dan pembangunan manusia di suatu wilayah. Pengukuran tersebut dilakukan berdasarkan 3 komponen utama, yaitu pengetahuan (tingkat pendidikan), umur panjang dan hidup sehat (tingkat kesehatan), dan standar hidup layak (tingkat pendapatan).

Kalau kita lihat selain Indonesia, ada China dan India yang memiliki jumlah populasi terbesar di dunia. Namun, keduanya perlahan menjadi negara yang kuat, baik di bidang ekonomi maupun pendidikan. Apakah negara kita bisa? Oh tentunya sangat bisa.

Kamu harus ingat nih, bahwa penduduk suatu negara adalah sumber daya manusia yang memiliki potensi tinggi dalam kemajuan pembangunan negara tersebut. Oleh karena itu, dengan jumlah populasi manusia yang sangat besar, pemerintah kita harus melakukan kerja-kerja yang mampu meningkatkan kualitas masyarakatnya.

Baca Juga: Dampak-Dampak Bonus Demografi Bagi Indonesia

Eits, sebelum lanjutin pembahasan tentang Indeks Pembangunan Manusia,  misal kamu tertarik lebih dalam dengan materi geografi nih, kamu boleh loh belajar langsung bareng tutor yang keren-keren dari Ruangguru Privat Geografi!

Belajar nggak cuma menyenangkan, tapi kamu juga bakal diajari konsepnya sampai paham! Para pengajar di Ruangguru Privat juga sudah terstandarisasi kualitasnya, loh. Kamu juga bisa pilih nih, mau diajarkan secara langsung (offline) atau daring (online). Fleksibel, kan? Untuk info lebih lanjut, cuss klik link berikut!

CTA Ruangguru Privat

 

Komponen Utama Indeks Pembangunan Manusia

Kita bisa melihat dan mengukur apakah negara kita sudah bisa menyamai China, India, Amerika, atau justru akan semakin jauh, melalui 3 macam tingkatan ini.

 

1. Tingkat Pendidikan

Tingkat pengusaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tergantung dari sejauh mana tingkat pendidikannya. Tingkat pendidikan di sini bukan cuma dilihat dari pendidikan sekolah ya, tapi harus dilihat juga dari tingkat pendidikan keluarga, lingkungan, dan lainnya.

Jika seseorang memiliki pengetahuan yang tinggi pada suatu bidang, ia sangat mungkin dapat mengolah sumber daya alam dengan baik. Sehingga taraf hidup pun meningkat.

Sejak dulu tingkat pendidikan di negara berkembang relatif lebih rendah jika dibandingkan dengan negara maju. Apa ya alasannya?

 

Penyebab Rendahnya Tingkat Pendidikan di Negara Berkembang

1) Tingkat kesadaran masyarakat yang rendah.

2) Sarana pendidikan yang tidak seimbang dengan jumlah anak usia sekolah.

3) Pendapatan penduduk per kapita yang rendah.

 

Dampak Rendahnya Tingkat Pendidikan terhadap Pembangunan

  • Rendahnya penguasaan teknologi maju, sehingga harus mendatangkan tenaga ahli dari negara maju.
  • Rendahnya pendidikan mengakibatkan sulitnya masyarakat menerima hal-hal yang baru.

 

Baca Juga: Apa Sih Dampak Teknologi Terhadap Kebiasaan Belajar Kita?

 

Langkah-Langkah dalam Memajukan Pendidikan

1. Membangun sekolah-sekolah di daerah terpencil.

2. Menambah jumlah dan meningkatkan kualitas guru.

3. Mencanangkan program wajib belajar dan gerakan nasional orang tua asuh.

4. Memberikan beasiswa kepada murid yang kurang mampu.

indeks pembangunan manusia

 

2. Tingkat Kesehatan

Kita bisa menilai tinggi rendahnya tingkat kesehatan suatu negara dari besar kecilnya angka kematian. Semakin rendah tingkat kesehatan, maka tingkat kematiannya pun akan semakin tinggi.

 

Penyebab Rendahnya Kualitas Kesehatan

1) Kurangnya sarana dan prasarana kesehatan.

2) Kurangnya air bersih untuk kesehatan sehari-hari.

3) Kurangnya pengetahuan tentang kesehatan dan gizi.

4) Penyakit menular dan lingkungan yang tidak sehat.

 

Dampak Rendahnya Tingkat Kesehatan

  • Terhambatnya pembangunan fisik karena perhatian tercurah pada perbaikan kesehatan yang lebih utama karena menyangkut jiwa manusia.
  • Tidak maksimalnya hasil kerja.

 

Upaya-Upaya Mengatasi Kesehatan Masyarakat

1) Mengadakan perbaikan gizi masyarakat.

2) Pencegahan dan pemberantasan penyakit menular.

3) Penyediaan air bersih dan sanitasi lingkungan.

4) Membangun sarana-sarana kesehatan.

5) Mengadakan program pengadaan dan pengawasan obat dan makanan.

6) Mengadakan penyuluhan tentang kesehatan gizi dan kebersihan lingkungan.

indeks pembangunan manusia

 

3. Tingkat Pendapatan

Tingkat pendapatan suatu negara seringkali diukur berdasarkan pendapatan per kapitanya, atau jumlah pendapatan rata-rata penduduk di suatu negara dalam jangka waktu satu tahun. Namun, tidak sedikit negara dengan pendapatan per kapita yang rendah.

 

Penyebab Rendahnya Pendapatan Per Kapita

1) Pendidikan masyarakat rendah dan tidak banyak tenaga ahli.

2) Jumlah penduduk banyak dan besarnya angka ketergantungan.

 

Dampak Rendahnya Tingkat Pendapatan terhadap Pembangunan 

  • Rendahnya daya beli masyarakat berakibat terhadap pembangunan di bidang ekonomi yang kurang baik.
  • Pembangunan hanya dinikmati oleh kelompok masyarakat golongan menengah ke atas.

 

Upaya-Upaya untuk Meningkatkan Pendapatan Masyarakat

1) Menekan laju pertumbuhan penduduk.

2) Merangsang wisatawan domestik dan mancanegara untuk berkunjung ke Indonesia.

3) Menggiatkan usaha kerajinan rumah tangga dan industri rumah tangga.

4) Memperluas kesempatan kerja.

5) Meningkatkan Gross National Product (GNP) dengan cara meningkatkan perdagangan barang dan jasa.

indeks pembangunan manusia

 

UNDP (United Nation Development Program), sebuah organisasi yang memiliki tujuan dalam memberikan bantuan serta meningkatkan pembangunan negara-negara berkembang, mendefinisikan pembangunan manusia sebagai sumBer proses dalam memperluas pilihan-pilihan penduduk.

Pada konsep tersebut, penduduk atau masyarakat ditempatkan sebagai tujuan akhir, nah pembangunan adalah upaya untuk mencapai tujuan itu. Lalu, untuk menjamin tercapainya tujuan pembangunan manusia, terdapat 4 hal pokok yang perlu kita perhatikan.

 

4 Tujuan Pokok Pembangunan Manusia

1. Produktivitas

Tujuannya agar meningkatkan pendapatan dan nafkah.

2. Pemerataan

Tujuannya untuk memberi akses seluas-luasnya bagi masyarakat.

3. Kesinambungan

Tujuannya untuk memastikan akses sumber daya ekonomi maupun sosial dapat dinikmati generasi selanjutnya.

4. Pemberdayaan

Tujuannya agar masyarakat dapat berpartisipasi dalam mengambil keputusan dan proses yang menentukan arah kehidupan mereka ke depannya.

indeks pembangunan manusia

 

Kita juga bisa nih mengukur capaian dari indeks pembangunan manusia. Secara khusus, IPM mengukur capaian pembangunan manusia berbasis sejumlah komonen dasar kualitas hidup. IPM bisa dihitung berdasarkan data yang dapat menggambarkan keempat komponen. Apa saja kah itu?

  • Angka harapan hidup yang mewakili bidang kesehatan
  • Angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah mengukur capaian di bidang pendidikan
  • Kemampuan daya beli masyarakat, terhadap beragam kebutuhan pokok yang dilihat dari rata-rata pengeluaran perkapita. Hal itu dilakukan sebagai pendekatan pendapatan, yang mewakili capaian pembangunan untuk hidup layak sebagai ukuran kualitas hidup.

 

Rumus Menghitung Indeks Pembangunan Manusia

Nah untuk menghitung Indeks Pembangunan Manusia, kita harus melihat terlebih dahulu komponen-komponennya. IPM memiliki 3 komponen yaitu, angka harapan hidup, tingkat pendidikan, dan tingkat kehidupan layak. Coba kamu perhatikan rumus-rumusnya di bawah ini ya.

indeks pembangunan manusia

Dengan menggunakan rumus itu, kita bisa melihat sejauh mana kenaikan pembangunan manusia di setiap negara, khususnya negara kita. Nantinya akan terukur apakah pembangunan manusia di negara kita itu berangsur naik atau justru turun.

Kalau kamu mau latihan bagaimana cara menghitungnya, kamu bisa memelajarinya di ruangbelajar. Di ruangbelajar, ada video yang menerangkan bagaimana cara menggunakan rumus itu dan ada juga latihan-latihan soalnya. Pokoknya lengkap dan kamu akan dengan mudah memahaminya.

Nah yang terakhir nih, indeks pembangunan manusia ini berkaitan dengan bonus demografi yang akan diterima Indonesia. Ketika bonus demografi sudah sampai pada puncaknya dan diimbangi dengan pembangunan manusia yang baik, maka bukan tidak mungkin seperti yang disampaikan oleh PwC (PricewaterhouseCoopers), bahwa pada tahun 2050 Indonesia menjadi raja ekonomi ke 4 di dunia itu akan terwujud.

CTA Ruangguru

Artikel ini pertama kali terbit 22 Oktober 2018, kemudian diperbarui tanggal 29 November 2020 dan 26 Januari 2026.

Referensi:

Utoyo, Bambang. 2009. Geografi: Membuka Cakrawala Dunia untuk Kelas XI. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Nugroho, Adi. 2020. Indeks Pembangunan Manusia. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

Fahri Abdillah