Faktor yang Mempengaruhi Penawaran (Supply) & Permintaan (Demand) | Ekonomi Kelas 10

Faktor yang Mempengaruhi Permintaan dan Penawaran

Apa saja sih, faktor yang bisa mempengaruhi penawaran (supply) dan permintaan (demand)? Yuk, baca penjelasannya berikut ini!

--

Kamu pernah nggak, mengamati harga-harga kebutuhan pokok ketika menjelang Ramadhan atau Hari Raya Idulfitri? Harga-harga kebutuhan pokok cenderung naik, kan, daripada biasanya? Kenapa ya, bisa seperti itu?

Ternyata, kenaikan harga-harga kebutuhan pokok setiap menjelang Ramadhan atau Idulfitri itu memang ada teorinya, guys. Dalam ilmu ekonomi, kenaikan harga dan kelangkaan barang itu bisa disebabkan oleh ketidakseimbangan antara penawaran (supply) dan pemintaan (demand). Pada teori supply and demand ini, kita bisa melihat interaksi antara produsen dan konsumen. Apabila jumlah barang yang ditawarkan oleh produsen lebih sedikit dibandingkan jumlah barang yang diminta oleh konsumen, maka akan terjadi kelangkaan barang. Nah, kondisi ini digambarkan pada kurva penawaran dan permintaan yang tidak mencapai titik keseimbangan.

Hmm, sebenarnya penawaran (supply) dan permintaan (demand) itu apa, sih?

 

Pengertian Penawaran (Supply)

Penawaran atau supply adalah kesediaan penjual untuk menyerahkan berbagai barang pada tingkat harga dalam waktu tertentu dan keadaan tertentu. Hukum penawaran menyatakan bahwa ketika harga suatu barang meningkat dan ceteris paribus (faktor-faktor lain dianggap tidak ada perubahan), maka jumlah penawaran barang tersebut juga akan meningkat. Artinya antara harga dengan penawaran berbanding lurus atau positif.

 

Faktor yang Mempengaruhi Penawaran (Supply)

Jumlah penawaran dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain sebagai berikut:

 

1. Harga Barang Itu Sendiri

Produsen atau perusahaan akan menawarkan lebih banyak barang jika harga barang tersebut naik. Begitupun sebaliknya. Jika harga barang turun, maka jumlah penawaran barang tersebut akan sedikit. 

 

2. Harga Barang Lain yang Terkait

Untuk memahami poin ini, kita gunakan contoh kasus, ya. Misalnya, seorang petani memiliki lahan yang dapat ditanami jagung atau kacang-kacangan. Nah, ketika harga jagung naik, maka petani akan mengurangi penanaman kacang dan menggantinya dengan jagung karena lebih menguntungkan.

Baca juga: Apa Saja Macam-Macam Kebutuhan Manusia & Alat Pemenuhannya?

 

3. Biaya Produksi

Produsen membutuhkan berbagai faktor produksi untuk dapat menghasilkan barang dan jasa. Oleh karena itu, jika biaya produksi mengalami kenaikan, maka harga barang akan cenderung naik. Akibatnya, produsen cenderung mengurangi jumlah produksinya, sehingga jumlah penawarannya pun akan berkurang. Hal ini juga berlaku sebaliknya.

 

4. Tingkat Teknologi

Perusahaan yang menggunakan teknologi maju dapat meningkatkan hasil produksinya dengan cepat. Di samping itu, penggunaan teknologi yang maju juga dapat menyebabkan biaya produksi semakin murah. Hasil produksi yang meningkat dan biaya produksi yang semakin murah, akan menyebabkan jumlah barang yang ditawarkan semakin banyak pada tingkat harga tertentu.

 

5. Jumlah Produsen

Semakin banyak jumlah produsen, maka semakin banyak pula jumlah barang yang ditawarkan. Misalnya, jika beberapa produsen es krim memutuskan untuk berhenti berjualan dan keluar dari pasar, maka tentu jumlah es krim yang dijual di pasar akan turut berkurang.

 

6. Kebijakan Pemerintah

Kebijakan pemerintah yang berpengaruh terhadap penawaran, dibedakan menjadi dua jenis, yakni pajak dan subsidi.

a. Pajak

Asumsinya, pajak akan menjadi beban penjual (penambah harga yang ditawarkan) dan mengurangi laba. Maka semakin besar pajak, jumlah barang yang ditawarkan akan menurun, begitu pula sebaliknya.

b. Subsidi

Subsidi dapat mengurangi biaya produksi, sehingga menjadi pengurang harga yang ditawarkan dan menambah laba. Karena itu, semakin besar subsidi, maka jumlah barang yang ditawarkan akan bertambah.

 

7. Faktor Alam

Pengaruh alam dapat mempengaruhi penawaran untuk produk pertanian dan perikanan. Misalnya, bagi para petani padi, iklim yang tidak menentu dapat menyebabkan gagal panen. Akibatnya, jumlah beras yang ditawarkan akan berkurang.

 

8. Prediksi Produsen tentang Kondisi pada Masa Mendatang

Untuk memahami poin ini, kita gunakan contoh kasus juga, ya. Misalnya, produsen meramalkan bahwa akan terjadi kenaikan harga beras pada bulan depan. Maka, pada bulan ini, produsen akan mengurangi stok penjualannya dan menunggu hingga bulan depan untuk mengeksploitasi keuntungan yang mungkin bisa diperoleh akibat naiknya harga.

Baca juga: Macam-Macam Sistem Ekonomi & Karakteristiknya

Okee, sekarang lanjut ke pembahasan permintaan, yuk!

 

Pengertian Permintaan (Demand)

Permintaan atau demand adalah jumlah keseluruhan barang dan jasa yang ingin dibeli oleh konsumen pada berbagai tingkat harga. Hukum permintaan menyatakan bahwa ketika harga suatu barang meningkat, maka jumlah permintaan barang tersebut akan menurun. Begitu pula sebaliknya. Ketika harga suatu barang menurun, maka jumlah permintaan barang tersebut akan meningkat.

Intinya, hubungan antara harga barang dan jumlah barang yang diminta adalah berbanding terbalik atau negatif. Namun, dengan asumsi ceteris paribus, artinya, faktor selain harga dianggap tetap.

 

Faktor yang Mempengaruhi Permintaan (Demand)

Jumlah permintaan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain sebagai berikut:

 

1. Harga Barang Itu Sendiri

Apabila harga suatu barang semakin murah, maka jumlah permintaan terhadap barang tersebut akan bertambah. Hal ini berlaku juga sebaliknya. Jika harga suatu barang semakin mahal, maka jumlah permintaan terhadap barang tersebut akan berkurang.

 

2. Harga Barang Lain yang Terkait

Untuk harga barang lain yang terkait, dibedakan berdasarkan barang substitusi dan barang komplementer.

a. Barang Substitusi

Apabila harga barang substitusinya (pengganti) turun, maka permintaan akan barang tersebut akan berkurang. Tentunya karena harga barang substitusinya terasa lebih murah dibandingkan harga barang tersebut. Namun, apabila harga barang substitusinya naik, maka permintaan barang tersebut akan meningkat. Berarti hubungan antara harga barang substitusi dan jumlah permintaan barangnya berbanding lurus atau positif.

Baca juga: Pengertian Ilmu Ekonomi, Kelangkaan & Skala Prioritas

b. Barang Komplementer

Apabila harga barang komplementernya turun, maka permintaan akan barang tersebut akan naik. Sebaliknya, jika harga barang komplementernya naik, maka permintaan akan barang tersebut akan turun. Berarti hubungan antara harga barang komplementer dan jumlah permintaan barangnya berbanding terbalik atau negatif.

Barang Substitusi dan Komplementer

 

3. Tingkat Pendapatan

Tingkat pendapatan konsumen akan menunjukkan daya beli konsumen. Semakin tinggi tingkat pendapatan, maka semakin meningkat permintaan terhadap barang tersebut. Contohnya, Caca mendatangi bazar baju murah di suatu pasar malam. Pada bazar tersebut, Caca memutuskan hanya membeli satu baju seharga Rp80.000, karena Caca hanya memiliki penghasilan Rp500.000/bulan. Berbeda dengan Ahmad yang memutuskan membeli dua baju pada bazar tersebut karena penghasilannya adalah Rp1.000.000/bulan.

 

4. Selera Masyarakat

Selera atau kebiasaan juga akan memengaruhi permintaan suatu barang. Jika selera masyarakat terhadap suatu barang meningkat, permintaan terhadap barang itu pun akan meningkat. Contohnya, celana cutbray sedang menjadi tren saat ini, akibatnya jumlah permintaan model celana cutbray cenderung meningkat.

 

5. Jumlah Penduduk

Semakin besar jumlah penduduk suatu daerah atau negara, maka semakin tinggi permintaan suatu barang untuk harga tertentu.

Fakta Indonesia dan Singapura

 

6. Prediksi Konsumen tentang Kondisi pada Masa Mendatang

Bila kita memperkirakan bahwa harga suatu barang akan naik di masa mendatang, maka kita akan berpikir untuk membeli barang itu sekarang daripada nanti setelah harganya naik. Hal ini akan mendorong orang lain untuk membeli lebih banyak pula pada masa kini, guna menghemat uang belanja di masa mendatang.

--

Itu dia penjelasan mengenai penawaran (supply) dan permintaan (demand), serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Sudah paham, kan, sekarang? Jangan lupa kerjakan kuis dan latihan soal mengenai materi ini di ruangbelajar, ya!

ruangbelajar

Referensi:

Alam S., (2016). Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas X. Jakarta: Erlangga.

Artikel ini pertama kali ditulis oleh Aulia Annaisabiru E dan telah diperbarui oleh Kenya Swawikanti pada 13 Oktober 2022.

Profile

Kenya Swawikanti

A full-time cat person who likes spicy food a bit more than Oreo cheesecake and chocolate ice cream. You can call me Kenya or Kay. Nice to meet you!