Macam-Macam Sistem Ekonomi | Ekonomi Kelas 10

Banner-Jul-29-2021-07-58-59-56-AM

Ada yang tau kalo sistem ekonomi itu banyak macamnya? Nah, di artikel ini akan dijelaskan mengenai macam-macam sistem ekonomi. Simak sama-sama, yuk!

--

Sebagai warga negara Indonesia, pasti kamu pernah dengar pernyataan ini, deh, “sumber daya atau barang yang sangat penting bagi eksistensi negara dan kebutuhan hidup orang banyak dikelola oleh negara”. Pernah, kan? Itu artinya, di Indonesia, pihak swasta nggak boleh mengelola sesuatu yang menjadi kebutuhan banyak orang, seperti listrik misalnya.

Nah, hal itu memang sudah diatur oleh sistem ekonomi yang digunakan di Indonesia. Tapi, belum tentu berlaku buat negara-negara lain. Masing-masing negara pasti memiliki preferensinya sendiri terhadap sistem ekonomi yang ideal. Pada bahasan kali ini, aku akan membahas macam-macam sistem ekonomi. Yuk, simak pembahasannya!

 

Pengertian Sistem Ekonomi

Sebelum kita bahas macam-macamnya, kita harus tau dulu, apa sih, sistem ekonomi itu? Sistem ekonomi adalah susunan unsur-unsur ekonomi yang saling berhubungan dan bekerja untuk memecahkan masalah ekonomi serta mencapai tujuan tertentu. Kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi, itu semua berperan besar dalam sebuah sistem ekonomi. Nah, sekarang pertanyaannya adalah, kenapa sistem ekonomi banyak macamnya, ya? 

Baca juga: Perkembangan Sistem Perekonomian di Indonesia dari Masa ke Masa

Secara umum, hal mendasar yang membedakan sistem ekonomi yang satu dengan lainnya terlihat pada faktor produksinya. Misalnya, menurut sistem A, sumber daya alam diolah oleh pemerintah. Tapi menurut sistem B, sumber daya alam boleh diolah oleh individu atau kelompok tertentu. Untuk lebih jelasnya, aku akan jelaskan empat macam sistem ekonomi yang akan jadi bahasan kita kali ini, ya! Macam-macam sistem ekonomi yang akan kita bahas antara lain ada sistem ekonomi tradisional, komando, liberal, dan campuran. Yuk, kita bahas satu-satu!

 

1. Sistem Ekonomi Tradisional

Sistem ekonomi tradisional memiliki hubungan yang erat dengan tradisi dan adat-istiadat. Biasanya, negara yang menggunakan sistem ekonomi tradisional adalah negara yang masih sangat bergantung dengan sektor pertanian. 

Produktivitas pada sistem ekonomi ini umumnya juga masih rendah. Hal ini disebabkan karena masyarakatnya yang belum atau nggak memiliki hasrat untuk mengembangkan hartanya. Yaaa… bisa dibilang, orang-orang yang hanya bekerja untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya aja. Kalau kebutuhan harian seputar makan dan tempat tinggalnya sudah terpenuhi, maka nggak perlu lagi menambah harta untuk keperluan lainnya. Sederhana banget, kan? Mungkin kalo kayak gini, nggak perlu mikirin kuota internet lagi buat mabar Free Fire kali, ya.

Sistem Ekonomi Tradisional

 

Pada sistem ekonomi tradisional, kelebihan yang dapat dirasakan adalah terjaganya kondisi alam dan sumber daya karena nggak adanya eksploitasi yang berlebihan. Tetapi, kekurangannya, biasanya peradaban dengan sistem ini lebih susah maju dan berkembang. Ini juga dapat dipengaruhi oleh tradisi dan adat yang masih kuat, sehingga dapat menghambat kemajuan teknologi akibat adanya penolakan dari masyarakat.

 

2. Sistem Ekonomi Komando

Sistem ekonomi komando merupakan sistem dimana pemerintah memiliki kuasa penuh atau dominan terhadap kegiatan ekonomi negaranya. Sistem ini biasa juga disebut sistem ekonomi terpimpin. Jadi, faktor produksi dipegang penuh oleh pemerintah, sehingga nggak ada pihak swasta atau perseorangan yang menguasai barang atau sumber daya tertentu. Kalaupun ada masyarakat yang memegang sektor produksi, tentunya dalam pengawasan dan batasan oleh pemerintah.

Sistem Ekonomi Komando

 

Kamu pasti pernah dengar kan, ada blok barat dan blok timur, ada poros kanan dan poros timur.  Nah, sistem ekonomi komando bergantung pada ideologi sosialisme dan komunisme. Jadi, biasanya, sistem ini digunakan oleh negara blok timur atau poros kiri, seperti Tiongkok, Rusia, dan Korea Utara. 

Kelebihan dari sistem ekonomi komando adalah perekonomian masyarakat yang dijamin oleh negara. Selain itu, negara juga lebih mudah mengendalikan harga dan inflasi. Tetapi, kekurangan yang dapat dirasakan adalah inovasi masyarakat dapat terhambat karena terlalu mengandalkan solusi dari pemerintah. Ini juga dapat menjadi masalah baru apabila negara justru nggak mampu memenuhi kebutuhan masyarakatnya karena konflik politik ataupun masalah internal lainnya.

 

3. Sistem Ekonomi Liberal

Sistem ekonomi liberal adalah sistem ekonomi yang memberikan kebebasan seluas-luasnya kepada masyarakat dalam melakukan kegiatan ekonomi. Sistem ekonomi ini dikenal juga dengan sebutan sistem ekonomi kapitalis atau sistem ekonomi pasar. Prinsip yang paling jelas dari sistem ini adalah adanya keperluan untuk mencari keuntungan pribadi, tanpa mementingkan keperluan pihak lain. Dalam hal perekonomian, pemerintah nggak memiliki pengaruh yang kuat untuk membatasi perekonomian individu atau masyarakatnya.

Sistem Ekonomi Liberal

 

Berbanding terbalik dengan sistem ekonomi komando, sistem ekonomi liberal bergantung pada ideologi kapitalisme dan liberalisme. Itulah mengapa negara yang menggunakan sistem ini biasanya merupakan negara blok barat atau poros kanan, seperti Amerika Serikat, Jerman, dan Belanda.

Kelebihan dari sistem ekonomi liberal antara lain adalah adanya kebebasan individu di bidang ekonomi dan produktivitas yang tinggi karena masyarakatnya memiliki ambisi yang tinggi untuk menambah harta. Namun, kelemahan dari sistem ini adalah terciptanya kesenjangan ekonomi antara golongan kaya dengan golongan miskin, serta tingginya persaingan dan monopoli untuk merebut pasar.

 

4. Sistem Ekonomi Campuran

Sistem ekonomi campuran adalah gabungan dari sistem ekonomi komando dan liberal. Pada sistem ekonomi ini, baik pihak pemerintah maupun swasta memiliki peran dalam sektor perekonomian. Masyarakat memiliki kebebasan dalam sektor ekonomi, namun pemerintah juga memiliki kendali dalam sektor perekonomian. Ini bertujuan untuk mencegah adanya penguasaan penuh oleh segelintir masyarakat.  

Sistem Ekonomi Campuran

 

Beberapa negara yang menggunakan sistem ekonomi campuran di antaranya India, Filipina, dan Malaysia. Kelebihan dari penggunaan sistem ekonomi campuran adalah kestabilan ekonomi lebih terjamin dan mencegah adanya monopoli pasar oleh sekelompok masyarakat tertentu. Namun, kekurangan dari sistem ekonomi ini, keuntungan sektor swasta nggak maksimal apabila dibandingkan dengan sistem ekonomi liberal, dan kadang bisa ditemukan ketidakjelasan mengenai batasan pemerintah dan swasta dalam sektor perekonomian.

Baca juga: Apa Itu Ilmu Ekonomi?

 

Nah, itu dia macam-macam sistem ekonomi dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya. Walaupun secara umum hanya dibagi menjadi empat macam, tapi tiap negara biasanya juga memiliki kebijakannya masing-masing yang membuat ada sedikit perbedaan tertentu. Jadi, nggak jarang tuh kalau ada beberapa negara yang menggunakan sistem ekonomi yang sama, tapi kebijakannya beda-beda. Misalnya kayak sistem ekonomi Indonesia yang termasuk ke sistem ekonomi campuran, tetapi punya ciri khas sendiri dan diberi nama sistem ekonomi Pancasila. 

Kalau kamu mau memperdalam lagi wawasan kamu tentang materi ini atau materi lain di pelajaran ekonomi, aku saranin kamu langsung cobain ruangbelajar, ya! Banyak banget video animasi menarik yang bisa bikin kamu lebih semangat lagi untuk terus belajar. Apalagi, sekarang ruangbelajar juga sudah dilengkapi fitur-fitur baru yang keren banget. Tentunya, jadi makin betah dong ya, hihi. Sampai jumpa di bahasan berikutnya! Dadah~

New Call-to-action

Referensi:

Alam S., (2016) Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas X. Jakarta: Erlangga

Profile

Kak Ali MT Soshum

Lulusan Pendidikan Geografi Universitas Negeri Jakarta. Hobi berkebun, menulis, dan membaca (yang fiksi aja tapi hehe). Suka ngajar dan ngelatih juga. Pelatih Paskibra favoritmu.

Beri Komentar