15 Macam Hukum Bacaan Mad Beserta Contohnya

hukum bacaan mad

Artikel ini akan membahas hukum bacaan mad dalam ilmu tajwid, meliputi pengertian, macam-macam beserta masing-masing contohnya. Yuk, simak!

 

Salah satu hukum bacaan dalam ilmu tajwid yang penting untuk dipelajari oleh umat Islam adalah hukum mad. Hukum mad terdiri dari 15 macam, di mana masing-masing hukum bacaan memiliki karakteristik tersendiri.

Supaya kamu lebih paham tentang hukum bacaan mad beserta contohnya, yuk pelajari selengkapnya dalam artikel berikut!

 

Pengertian Hukum Mad

Secara etimologi, kata mad berasal dari bahasa Arab yang berarti memanjangkan. Dalam ilmu tajwid, mad berarti memanjangkan suara saat membaca huruf atau lafaz tertentu sesuai dengan aturan yang berlaku.

Jadi, hukum mad adalah hukum yang mengatur panjangnya bacaan dalam Al-Qur’an. Bacaan dipanjangkan ketika suatu huruf bertemu salah satu dari tiga huruf mad, yaitu wau sukun (وْ), ya sukun (يْ), dan alif (ا) dengan ketentuan tertentu.

Nah, panjangnya bacaan mad itu berbeda-beda, tergantung jenis dan sebab terjadinya. Ada mad yang dibaca 2 harakat, sementara beberapa jenis lainnya dibaca 4–5 atau 6 harakat.

Lalu, apa saja macam-macam hukum mad dan bagaimana cara membacanya?

Baca Juga: 4 Macam Hukum Nun Mati dan Tanwin Beserta Contohnya

 

Macam-Macam Hukum Mad dan Contohnya

“Hukum mad ada berapa?”

Hukum mad terbagi menjadi 15 macam. Wah, banyak juga ya!

Kelima belas macam hukum bacaan mad ini, secara umum dapat digolongkan menjadi dua, yaitu mad thabi’i dan mad far’i. Mad thabi’i hanya terdiri atas satu hukum (tunggal) yang disebut juga sebagai mad asli. Sedangkan mad far’i atau yang disebut juga sebagai mad turunan terdiri atas 14 macam.

No Bacaan Mad Sebab Terjadinya Panjang Harakat
1 Mad Thabi’i/Mad Asli Tidak bergantung pada sebab khusus. 2 harakat
2 Mad Wajib Muttasil Huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata. 4 – 5 harakat
3 Mad Jaiz Munfasil Huruf mad bertemu hamzah di kata yang berbeda. 4 – 5 harakat
4 Mad Lazim Mutsaqqal Kilmi Huruf mad bertemu huruf bertasydid dalam satu kata. 6 harakat
5 Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi Huruf mad bertemu huruf sukun asli dalam satu kata. 6 harakat
6 Mad Lazim Harfi Mutsaqqal Huruf mad bertemu tasydid dalam pembuka surah. 6 harakat
7 Mad Lazim Harfi Mukhaffaf Huruf mad dalam pembuka surah. 2 harakat
8 Mad Lin/Mad Layyin Huruf wau atau ya sukun didahului fathah dan dibaca waqaf. 2, 4, atau 6 harakat
9 Mad ‘Aridh Lissukun Huruf mad bertemu huruf yang menjadi sukun karena waqaf. 2, 4, atau 6 harakat
10 Mad Shilah Qashirah Ha dhamir diapit huruf berharakat dan tidak bertemu hamzah. 2 harakat
11 Mad Shilah Thawilah Ha dhamir bertemu hamzah setelahnya. 4 – 5 harakat
12 Mad Iwadh Fathatain yang dibaca waqaf. 2 harakat
13 Mad Badal Hamzah bertemu huruf mad dalam satu kata. 2 harakat
14 Mad Farqi Hamzah istifham bertemu hamzah washal dalam bacaan tertentu. 6 harakat
15 Mad Tamkin Ya bertasydid dan berkasrah bertemu ya sukun. 2 harakat

 

Untuk mengetahui macam-macam dan contoh hukum mad lebih lengkap, langsung aja yuk, simak uraian berikut!

 

mad asli - mad thabi'i

 

1. Mad Thabi’i (Mad Asli)

Mad thabi’i atau mad asli, adalah mad yang tidak bergantung pada sebab khusus. Hukum mad thabi’i terjadi ketika terdapat:

  • Harakat fathah (ــَـ) diikuti dengan alif (ا).
  • Harakat kasrah ( ِ- ) diiringi dengan huruf ya sukun (يْ).
  • Harakat dhammah ( ُ- ) yang diikuti dengan huruf wau sukun (وْ).

 

Cara membaca mad thabi’i atau mad asli adalah dengan panjang 2 harakat. Contoh mad thabi’i adalah sebagai berikut:

  • QS An-Nas ayat 4: مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ
  • QS An-Nas ayat 5: فِيْ صُدُوْرِ
  • QS An-Nas ayat 1: قُلْ اَعُوْذُ

 

mad far'i - hukum bacaan mad

Sementara itu, mad far’i adalah mad yang terjadi karena adanya sebab tertentu, seperti adanya hamzah atau sukun setelah huruf mad asli. Bisa dikatakan, mad far’i merupakan turunan dari mad asli. Mad far’i dibagi menjadi 14 jenis, yakni:

 

2. Mad Wajib Muttasil

Hukum mad wajib muttasil adalah hukum bacaan ketika mad asli bertemu dengan huruf hamzah (ء) dalam satu kata. Cara membaca mad wajib muttasil, harus dipanjangkan menjadi 4  – 5 harakat. Contoh mad wajib muttasil, di antaranya:

  • QS Al-Baqarah ayat 6: سَوَاۤءٌ عَلَيْهِمْ
  • QS Al-Maun ayat 6: يُرَآءُونَ
  • QS Al-Bayyinah ayat 5: حُنَفَآءَ

 

3. Mad Jaiz Munfasil

Kebalikannya, hukum mad jaiz munfasil adalah hukum bacaan ketika mad asli bertemu dengan hamzah (ء), namun tidak dalam satu kata. Cara membaca mad jaiz munfasil, yakni dengan dipanjangkan sebanyak 4 – 5 harakat. Contoh mad jaiz munfasil, di antaranya:

  • QS Al-Kafirun ayat 2: لَآ أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ
  • QS Al-Kafirun ayat 3: وَلَآ أَنتُمْ عَٰبِدُونَ مَآ أَعْبُدُ
  • QS Al-Quraisy ayat 4: الَّذِيْٓ اَطْعَمَهُمْ مِّنْ جُوْعٍ

 

4. Mad Lazim Mutsaqqal Kilmi

Hukum mad lazim mutsaqqal kilmi adalah hukum mad yang terjadi, ketika mad asli bertemu dengan huruf bertasydid ( ّ- ) dalam satu kata. Cara membaca mad lazim mutsaqqal kilmi, yakni dengan memanjangkan bacaan hingga 6 harakat. Contoh mad lazim mutsaqqal kilmi, di antaranya:

  • QS Al-Fatihah ayat 7: وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ
  • QS Al-Haqqah ayat 1: اَلْحَاۤقَّةُۙ
  • QS Al-Haqqah ayat 2: مَا الْحَاۤقَّةُۚ

 

5. Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi

Hukum mad lazim mukhaffaf kilmi adalah hukum mad yang terjadi ketika huruf mad bertemu dengan huruf berharakat sukun ( ْ- ) dalam satu kata. Cara membaca mad lazim mukhaffaf kilmi, yakni dipanjangkan sampai 6 harakat

Baca Juga: 3 Macam Hukum Bacaan Mim Mati Beserta Contohnya

Dalam Al-Quran, hanya terdapat dua mad lazim mukhaffaf kalimi, yaitu pada surah Yunus ayat 51 dan 91 sebagai berikut:

  • QS. Yunus ayat 51: أَثُمَّ إِذَا مَا وَقَعَ ءَامَنتُم بِهِۦٓ ۚ ءَآلْـَٰٔنَ وَقَدْ كُنتُم بِهِۦ تَسْتَعْجِلُونَ 
  • QS. Yunus ayat 91: ءَآلْـَٰٔنَ وَقَدْ عَصَيْتَ قَبْلُ وَكُنتَ مِنَ ٱلْمُفْسِدِينَ 

 

6. Mad Lazim Harfi Mutsaqqal

Hukum mad lazim harfi mutsaqqal adalah hukum mad yang terjadi di awal surat, dengan syarat ada huruf mad yang bertemu huruf sukun yang diidghomkan (tasydid) dalam bentuk huruf saja (huruf fawatihus suwar).

Sementara itu, huruf fawatihus suwar, terdiri dari huruf nun (ن), qaf (ق), shad (ص), ‘ain (ع), sin (س), lam (ل), kaf (ك), dan mim (م) di awal surat.

Cara membaca mad lazim mutsaqqal harfi, yakni dibaca sepanjang 6 harakat. Contoh mad lazim harfi mustaqqal, di antaranya:

  • QS Al-Qalam ayat 1: نۤ,   dibaca nuuun.
  • QS Asy-Syu’ara’ ayat 1: طٰسٓمّٓ,   dibaca thoo-siiim-miiim.
  • QS Maryam ayat 1: كٓهٰيٰـعٓـصٓ,   dibaca kaaaf-haa-yaa-‘aiiin-shoood.

 

7. Mad Lazim Harfi Mukhaffaf

Hukum mad lazim harfi mukhaffaf adalah hukum mad yang terjadi di awal surat, yang terdiri dari enam huruf fawatih, yaitu huruf kha (ح), ya (ي), tha (ط), alif (ا), Ha (ه), dan ra (ر). Cara membaca mad lazim mukhaffaf harfi, yakni dengan panjang 2 harakat. Contohnya yaitu:

  • QS Thaha ayat 1: طٰهٰ,   dibaca thaa-haa.
  • QS Yasin ayat 1: يٰسۤ,dibaca yaa-siiin.
  • QS Al-Fussilat ayat 1: حٰمۤ,   dibaca khaa-miiim.

 

8. Mad Lin/Mad Layyin

Hukum mad layyin adalah hukum bacaan ketika huruf berharakat fathah, bertemu dengan huruf ya (ي) atau wau (و) bertanda sukun, kemudian di depannya lagi ada huruf yang dimatikan karena waqaf (berhenti).

Dengan kata lain, hukum mad layyin hanya terjadi dalam kondisi waqaf atau berhenti. Cara membaca mad layyin, yakni dengan dipanjangkan sebanyak 2, 4, atau 6 harakat.

Namun, jika sudah memilih salah satu, pilihan itu harus konsisten ketika menemukan bacaan serupa hingga akhir tilawah. Contoh mad layyin, di antaranya:

  • QS Al-Quraisy ayat 1: لِاِيْلٰفِ قُرَيْشٍۙ ۝١
  • QS Al-Quraisy ayat 2: اٖلٰفِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاۤءِ وَالصَّيْفِۚ ۝٢
  • QS Al-Quraisy ayat 3: فَلْيَعْبُدُوْا رَبَّ هٰذَا الْبَيْتِۙ ۝٣

 

9. Mad ‘Aridh Lissukun

Hukum mad ‘aridh lissukun adalah hukum bacaan yang terjadi ketika huruf mad diikuti oleh huruf lain yang diwaqafkan. Cara membaca mad ‘aridh lissukun, yakni harus panjang 2, 4, atau 6 harakat. Contoh mad ‘aridh lissukun, antara lain:

  • QS Al-Kafirun ayat 1: قُلْ يٰٓاَيُّهَا الْكٰفِرُوْنَۙ ۝١
  • QS Al-Kafirun ayat 2: لَآ اَعْبُدُ مَا تَعْبُدُوْنَۙ ۝٢
  • QS Al-Kafirun ayat 6: لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِࣖ ۝٦

 

10. Mad Shilah Qashirah

Hukum mad shilah qashirah adalah hukum mad yang terjadi, apabila huruf ha dhamir (ه) berharakat kasrah atau dhammah, berada di antara dua huruf yang berharakat (bukan huruf mati). Huruf sebelumnya berharakat hidup (bukan mad), dan huruf setelahnya bukan hamzah.

Cara membaca mad shilah qashirah, yakni dengan dipanjangkan sebanyak 2 harakat. Contoh mad shilah qashirah, yakni:

  • QS Al-Qariah ayat 9: فَاُمُّهٗ هَاوِيَةٌ
  • QS An-Naziat ayat 17: اِذْهَبْ اِلٰى فِرْعَوْنَ اِنَّهٗ طَغٰىۖ
  • QS An-Naziat ayat 40: وَاَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهٖ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوٰىۙ

 

11. Mad Shilah Thawilah

Hukum mad shilah thawilah adalah hukum mad yang terjadi, ketika huruf ha dhamir (ه) bertemu dengan huruf hamzah. Cara membaca mad shilah thawilah, yakni dengan panjang 4 – 5 harakat. Contoh mad shilah thawilah, di antaranya:

  • QS Al-Baqarah ayat 255: عِنْدَهٗٓ اِلَّا
  • QS Al-Humazah ayat 3: يَحْسَبُ اَنَّ مَالَهٗٓ اَخْلَدَهٗۚ
  • QS Al-Balad ayat 7: اَيَحْسَبُ اَنْ لَّمْ يَرَهٗٓ اَحَدٌۗ

 

12. Mad Iwadh

Hukum mad iwadh adalah hukum bacaan ketika, bacaan tanwin yang dihentikan (waqaf), sehingga dibaca panjang (mad). Sebagai pengecualian, mad iwadh tidak terjadi pada huruf ta’ marbutah (ة).

Cara membaca mad iwadh, yaitu bunyi tanwin (an) dihilangkan, dan dibaca seperti fathah biasa (bunyi a) dengan panjang 2 harakat. Contoh bacaan mad iwadh, antara lain:

  • QS An-Nisa ayat 1: كَثِيْرًا وَّنِسَاۤءً
  • QS Al-‘Adiyat ayat 1: وَالْعٰدِيٰتِ ضَبْحًاۙ
  • QS Al-‘Adiyat ayat 2: فَالْمُوْرِيٰتِ قَدْحًاۙ

 

13. Mad Badal

Hukum mad badal adalah hukum bacaan yang terjadi, ketika bertemunya dua hamzah (ء) dalam satu kalimat. Hamzah yang satu berharakat, sedangkan hamzah yang lain sukun.

Nah, hamzah yang sukun ini, kemudian diganti dengan huruf mad yang sesuai pada harakat hamzah kedua, untuk meringankan bacaan.

Cara membaca atau hukum bacaan mad badal, yakni dengan dipanjangkan sebanyak 2 harakat. Contoh mad badal, di antaranya:

  • QS Al-Baqarah ayat 8: اٰمَنَّا بِاللّٰهِ
  • QS Al-Baqarah ayat 9: وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْ
  • QS Al-Baqarah ayat 13: اٰمِنُوْا كَمَآ اٰمَنَ النَّاسُ

 

14. Mad Farqi

Secara bahasa, farqi artinya memisahkan. Jadi, hukum mad farqi adalah hukum mad yang terjadi, apabila mad badal bertemu dengan tasydid. Cara membacanya, yakni dipanjangkan hingga 6 harakat. Contoh mad farqi, antara lain: 

  • QS Al-An’am ayat 143: قُلْ ءٰۤالذَّكَرَيْنِ
  • QS Yunus ayat 59: قُلْ ءٰۤاللّٰهُ
  • QS An-Naml ayat 59: ءٰۤاللّٰهُ خَيْرٌ

 

15. Mad Tamkin

Hukum mad tamkin adalah hukum mad yang terjadi, ketika huruf ya () atau wau () berharakat tasydid (ـّـ) atau kasrah (ـِـ), bertemu dengan huruf ya atau wau berharakat sukun (ـْـ). Panjang bacaan mad tamkin, yakni sejumlah 2 harakat. Contoh mad tamkin, di antaranya:

  • QS Ali Imran ayat 75: فِى ٱلْأُمِّيِّينَ سَبِيلٌ
  • QS Ali Imran ayat 20: وَالْاُمِّيّٖنَ ءَاَسْلَمْتُمْ
  • QS Al-Muthaffifin ayat 18: لَفِيْ عِلِّيِّيْنَ

 

Baca Juga: Hukum Tajwid Alif Lam Qomariyah, Macam Huruf, dan Contohnya

Sebelum lanjut ke materi berikutnya, kalau kamu ingin belajar agama Islam dengan materi yang lebih lengkap dan terarah, kamu bisa loh cobain fitur Ruangngaji di ruangbelajar!

CTA Ruangguru

 

Perbedaan Hukum Bacaan Mad yang Sering Tertukar

Beberapa hukum bacaan mad, memiliki ciri yang hamper mirip, sehingga kadang, buat kita yang baru belajar ilmu tajwid, bakal sering tertukar. Nah, supaya lebih mudah membedakannya, yuk perhatikan beberapa perbedaan hukum mad berikut!

 

  • Bedanya Mad Wajib Muttasil dengan Mad Jaiz Munfasil

Kunci pembedanya adalah posisi hamzah. Jadi, lihat apakah huruf mad dan hamzah berada dalam satu kata atau terpisah ke kata berikutnya.

Mad Wajib Muttasil Mad Jaiz Munfasil
Huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata.

Contoh:

سَوَاۤءٌ عَلَيْهِمْ

Huruf mad bertemu hamzah pada kata yang berbeda.

Contoh:

وَلَآ أَنتُمْ عَٰبِدُونَ مَآ أَعْبُدُ

 

  • Bedanya Mad Layyin dengan Mad ‘Aridh Lissukun

Bedanya terletak pada huruf yang menjadi dasar terjadinya mad. Pada Mad Layyin, perhatikan huruf wau (و) atau ya (ي) sukun yang didahului fathah. Sementara itu, pada Mad ‘Aridh Lissukun, perhatikan huruf mad yang berada sebelum huruf terakhir yang menjadi sukun karena waqaf.

Mad Layyin Mad ‘Aridh Lissukun

Ada huruf ya (ي) atau wau (و) bersukun, didahului huruf berharakat fathah, kemudian setelahnya terdapat huruf lain yang diwaqafkan.

Contoh:

لِاِيْلٰفِ قُرَيْشٍۙ ۝١

Huruf mad diikuti oleh huruf lain yang diwaqafkan.

Contoh:

قُلْ يٰٓاَيُّهَا الْكٰفِرُوْنَۙ ۝١

 

  • Bedanya Mad Thabi’i dengan Mad Badal

Mad Thabi’i dan Mad Badal sama-sama dibaca sepanjang 2 harakat, tetapi keduanya memiliki sebab terjadinya yang berbeda.

Mad Thabi’i Mad Badal

Huruf mad tidak bertemu hamzah.

Contoh:

مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ

Ada hamzah yang diikuti huruf mad dalam satu kata.

Contoh:

اٰمَنَّا بِاللّٰهِ

 

  • Bedanya Mad Shilah Qashirah dengan Mad Shilah Thawilah

Perbedaan keduanya dapat dilihat dari huruf yang muncul setelah ha dhamir.

Mad Shilah Qashirah Mad Shilah Thawilah

Ha dhamir tidak bertemu hamzah.

Contoh:

فَاُمُّهٗ هَاوِيَةٌ

Ha dhamir bertemu hamzah.

Contoh:

عِنْدَهٗٓ اِلَّا

 

  • Bedanya Mad Lazim Mutsaqqal Kilmi dengan Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi

Pembedanya terdapat pada kondisi huruf setelah mad, khususnya ada atau tidaknya tasydid.

Mad Lazim Mutsaqqal Kilmi Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi

Huruf mad bertemu dengan huruf yang memiliki tasydid.

Contoh:

وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ

 

Huruf mad bertemu dengan sukun asli tanpa tasydid.

Contoh:

ءَآلْـَٰٔنَ وَقَدْ كُنتُم بِهِۦ تَسْتَعْجِلُونَ

 

Sekian uraian mengenai hukum mad dalam ilmu tajwid, mulai dari pengertian, jenis-jenis, serta contohnya. Apakah kamu sudah paham? Supaya makin paham, jangan lupa untuk menerapkan hukum bacaan yang sudah kamu pelajari ketika kamu membaca Al-Quran, ya!

Jika kamu masih memerlukan bimbingan, kalian bisa mencari guru privat yang sesuai dengan kriteria kalian di Ruangguru Privat Mengaji. Para pengajar di Ruangguru Privat juga sudah terstandarisasi kualitasnya, loh. Kamu juga bisa pilih nih, mau diajarkan secara langsung (offline) atau daring (online). Fleksibel, kan? Untuk info lebih lanjut, cuss klik link berikut!

ruangguru privat

Referensi:

https://an-nur.ac.id/hukum-mad-pengertian-jenis-dan-cara-membaca-yang-benar/ (Diakses pada 8 Oktober 2024)

https://tirto.id/macam-macam-mad-dalam-ilmu-tajwid-beserta-contoh-hukum-bacaannya-gm2J (Diakses pada 8 Oktober 2024)

Kenya Swawikanti