Candi Prambanan: Sejarah, Lokasi, Arsitektur dan Legenda yang Mengelilinginya

Kamu pernah berkunjung ke Prambanan? Tahukah kamu tentang sejarah Candi Prambanan dan legenda tentang candi ini? Yuk, baca selengkapnya!
—
Indonesia dikenal sebagai negeri yang kaya akan peninggalan sejarah dan budaya, salah satunya adalah Candi Prambanan. Candi megah yang terletak di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah ini bukan hanya menjadi ikon pariwisata, tetapi juga menjadi saksi bisu dari kejayaan masa lampau.
Di balik keindahan arsitekturnya yang menawan, sejarah Candi Prambanan menyimpan berbagai cerita menarik, mulai dari legenda, fungsi keagamaan, hingga misteri siapa sebenarnya yang membangun kompleks candi megah ini.
Kalau kamu pernah melihat gambar Candi Prambanan, dengan tiga candi utama menjulang tinggi di tengah pelataran, kamu pasti setuju bahwa situs ini bukan hanya indah, tapi juga sarat makna spiritual dan historis. Yuk, kita bahas lebih dalam tentang sejarah Candi Prambanan, serta kisah legenda yang melingkupinya!
Apa Itu Candi Prambanan?
Secara sederhana, Candi Prambanan adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia dan salah satu yang paling megah di Asia Tenggara. Candi ini didedikasikan untuk Trimurti, yaitu tiga dewa utama dalam agama Hindu, yaitu Dewa Brahma (pencipta), Dewa Wisnu (pemelihara), dan Dewa Siwa (pelebur).
Kompleks Prambanan terdiri atas lebih dari 240 candi besar dan kecil. Dari semuanya, tiga candi utama, Candi Siwa, Candi Brahma, dan Candi Wisnu, berdiri megah di tengah pelataran. Di tengah-tengah Candi Siwa terdapat arca besar Siwa Mahadewa, yang menjadi pusat spiritual dari seluruh kompleks.

Gambar Kompleks Candi Prambanan (Sumber: worldhistory.org)
Arsitektur Candi Prambanan bercorak Hindu klasik dengan ciri khas bentuk meruncing ke atas seperti gunung, simbol Gunung Meru yang dianggap sebagai tempat tinggal para dewa.
Struktur ini mencerminkan filosofi spiritual masyarakat masa itu, yakni semakin tinggi bentuk candi, maka semakin dekat manusia kepada Yang Maha Kuasa.
Baca Juga: Candi Borobudur: Sejarah, Relief, dan Bagian-bagiannya
Letak Candi Prambanan
Mungkin banyak orang yang sudah tahu tentang Candi Prambanan, tapi sayangnya tidak semua orang tahu di mana lokasi persis Candi Prambanan.
Candi Prambanan terletak di Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan sebagian areanya juga masuk wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Lokasinya hanya sekitar 17 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta dan mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.
Keunikan Prambanan adalah posisinya yang strategis, berdiri di antara dua provinsi besar dan di dekat Sungai Opak. Lokasi ini bukan kebetulan, karena masyarakat kuno percaya bahwa sungai merupakan elemen penting dalam konsep kosmologi Hindu, yaitu sebagai simbol pemurnian dan kehidupan. Tak heran, banyak candi besar di masa lalu dibangun di sekitar sungai.
Sejarah Candi Prambanan
Seperti apa sejarah Candi Prambanan? Jika kita hendak membahas sejarah atau asal usul Candi Prambanan, tentunya tidak bisa terlepas dari pembahasan mengenai awal pembangunan Candi Prambanan.
Kapan Candi Prambanan dibangun? Menurut para ahli arkeologi, Candi Prambanan dibangun sekitar pertengahan abad ke-9 Masehi, yakni pada masa pemerintahan Raja Rakai Pikatan dari Kerajaan Mataram Kuno.
Baca Juga: Sejarah Kerajaan Sriwijaya, Mataram Kuno, dan Medang
Pembangunannya diperkirakan dimulai sekitar tahun 850 M dan terus berlanjut selama beberapa dekade. Saat itu, Kerajaan Mataram Kuno menjadi salah satu kerajaan Hindu terbesar di Nusantara dan Prambanan dibangun sebagai simbol kejayaan sekaligus bentuk penghormatan kepada Dewa Siwa.
Namun, setelah beberapa waktu, pusat pemerintahan Mataram Kuno berpindah ke Jawa Timur, dan Candi Prambanan pun perlahan ditinggalkan. Akibatnya, candi megah ini tertimbun abu vulkanik dari letusan Gunung Merapi dan sempat terlupakan selama berabad-abad.
Secara historis, Candi Prambanan merupakan peninggalan kerajaan Mataram Kuno yang beraliran Hindu. Pembangunan candi ini juga sering dihubungkan dengan pergeseran kekuasaan dari Wangsa Syailendra (penganut Buddha) ke Wangsa Sanjaya (penganut Hindu).
Dengan demikian, Candi Prambanan peninggalan kerajaan Mataram Kuno ini menjadi bukti nyata adanya percampuran budaya dan keagamaan di masa lalu. Saat Wangsa Syailendra membangun Candi Borobudur sebagai simbol agama Buddha, Wangsa Sanjaya membangun Candi Prambanan sebagai lambang kebangkitan Hindu di Jawa.
Lalu, siapa yang membangun Candi Prambanan? Berdasarkan prasasti dan catatan sejarah, pembangun utama Candi Prambanan adalah Rakai Pikatan, yang merupakan raja dari Wangsa Sanjaya dari Kerajaan Medang (Mataram Kuno) untuk menghormati Dewa Trimurti (Brahma, Wisnu, dan Siwa). Ia memerintah sekitar tahun 840-856 Masehi dan dikenal sebagai raja yang bijaksana sekaligus pemeluk Hindu Siwa yang taat.
Lho, bukannya Candi Prambanan dibangun sama Bandung Bondowoso, ya? Eits, kalau itu mah, cuma cerita legenda aja, ya! Kalau menurut catatan sejarah, Candi Prambanan itu dibangun oleh Rakai Pikatan.
Rakai Pikatan membangun Prambanan untuk menandingi kemegahan Candi Borobudur yang dibangun oleh Wangsa Syailendra, sekaligus memperkuat posisi agama Hindu di Mataram Kuno.
Lalu, setelah wafatnya Rakai Pikatan, pembangunan dilanjutkan dan disempurnakan oleh raja-raja penerusnya, seperti Raja Lokapala dan Sri Maharaja Dyah Balitung Maha Sambu. Candi ini juga terus diperluas dengan ratusan candi tambahan di sekitarnya.
—
Apakah kamu tahu, ruangbelajar punya fitur yang namanya ADAPTO, lho! Di ADAPTO, kamu bisa memilih pembahasan lebih dalam, agar kamu lebih paham, dan pastinya makin pintar! Langsung aja cek fitur ini di ruangbelajar, ya!
Fungsi Keagamaan Candi Prambanan
Asal usul Candi Prambanan erat kaitannya dengan kehidupan spiritual masyarakat Hindu di masa itu. Candi ini berfungsi sebagai tempat pemujaan Dewa Siwa dan pusat kegiatan keagamaan. Di kompleks utama, umat Hindu melakukan upacara persembahan dan ritual keagamaan, seperti pemujaan, meditasi, serta penghormatan kepada dewa-dewi.
Secara simbolik, fungsi Candi Prambanan tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai representasi kosmos. Struktur bertingkatnya menggambarkan alam semesta, dari dunia manusia hingga dunia para dewa. Relief-relief yang terpahat di dinding candi juga mengisahkan ajaran moral dan spiritual yang menjadi pedoman hidup masyarakat kala itu.
Legenda Candi Prambanan: Kisah Roro Jonggrang
Selain sejarah dan arsitekturnya yang memukau, cerita Candi Prambanan juga terkenal karena adanya legenda Candi Prambanan yang melegenda hingga kini. Legenda ini berkisah tentang Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso.
Menurut cerita rakyat, Roro Jonggrang adalah putri cantik dari Kerajaan Prambanan. Suatu hari, datang seorang pangeran sakti bernama Bandung Bondowoso yang melamar dirinya. Namun, Roro Jonggrang menolak dengan alasan tidak mencintainya. Agar tidak menolak secara langsung, ia memberi syarat mustahil, yaitu Bandung Bondowoso harus membangun seribu candi dalam satu malam.
Dengan kesaktiannya, Bandung Bondowoso memanggil makhluk halus untuk membantu membangun candi-candi tersebut. Menjelang fajar, hampir seluruh candi selesai dibangun. Karena panik, Roro Jonggrang memerintahkan para dayang untuk menumbuk padi dan menyalakan obor agar ayam berkokok, seolah hari sudah pagi.
Mengetahui dirinya ditipu, Bandung Bondowoso murka dan mengutuk Roro Jonggrang menjadi arca batu. Arca itulah yang dipercaya sebagai perwujudan Dewi Durga di Candi Siwa dan dari sinilah lahir legenda Candi Prambanan yang terkenal hingga kini.
Baca juga: 21 Contoh Cerita Legenda Menarik dari Berbagai Daerah di Indonesia
Arsitektur dan Keindahan Candi Prambanan
Kalau kamu perhatikan gambar Candi Prambanan, kamu akan takjub dengan keindahan dan kerumitan struktur bangunannya. Candi utama setinggi 47 meter ini memiliki bentuk yang ramping dan menjulang tinggi, menggambarkan konsep Gunung Meru, gunung suci dalam kepercayaan Hindu.
Relief di dinding-dinding Candi Prambanan menggambarkan kisah epik Ramayana dan Krishnayana, dua cerita penting dalam mitologi Hindu. Setiap pahatan dibuat dengan detail yang luar biasa, menunjukkan keahlian seni pahat yang sangat maju pada zamannya.

Gambar Relief di Candi Prambanan (Sumber: Canva)
Tak hanya itu, kompleks Prambanan juga dikelilingi oleh ratusan candi perwara (candi kecil) yang dulu digunakan untuk menyimpan arca dan simbol persembahan. Keseluruhan kompleks ini membentuk tata ruang yang teratur dan harmonis, mencerminkan keseimbangan antara manusia dan alam semesta.
Sebagaimana disebutkan sebelumnya, Candi Prambanan bercorak Hindu yang sangat kental. Setiap elemen dalam arsitektur candi melambangkan ajaran Hindu, mulai dari konsep Trimurti (Brahma, Wisnu, Siwa) hingga bentuk struktur bertingkat yang menggambarkan tahapan spiritual menuju moksa (pembebasan).
Pada bagian tengah kompleks, Candi Siwa menjadi pusatnya karena Siwa dianggap sebagai dewa tertinggi dalam ajaran Hindu Jawa kuno. Sementara itu, di sisi kanan dan kiri berdiri Candi Brahma dan Candi Wisnu yang melengkapi konsep kesempurnaan Trimurti.
Kehancuran dan Pemugaran Candi Prambanan
Sejarah Candi Prambanan juga mencatat cerita masa-masa kelam, lho. Jadi, setelah pusat pemerintahan Mataram berpindah ke Jawa Timur, candi ini mulai terbengkalai. Kemudian, beberapa gempa bumi besar dan letusan Gunung Merapi menyebabkan banyak bagian candi runtuh dan mengalami kerusakan parah.
Nah, pada sekitar abad ke-16, reruntuhan Prambanan ini ditemukan kembali, namun kondisinya sudah rusak berat. Lalu, pada masa kolonial Belanda, tepatnya pada tahun 1811, arkeolog Inggris bernama Colin Mackenzie menemukan kembali reruntuhan Prambanan dan mulai mencatat keberadaannya, namun pada saat itu, masih belum dilakukan pemugaran.
Pemugaran baru resmi dimulai pada tahun 1918 dan berlanjut hingga setelah Indonesia merdeka. Hingga kini, pemugaran dan konservasi terus dilakukan untuk menjaga keaslian dan keindahan Candi Prambanan peninggalan kerajaan Mataram Kuno ini.
Pada tahun 1991, UNESCO menetapkan Candi Prambanan sebagai Warisan Dunia (World Heritage) dengan nama resmi Prambanan Temple Compounds. Penetapan ini terjadi pada Sidang Konferensi Warisan Dunia ke-15 di Carthage, Tunisia, bersamaan dengan Candi Borobudur. Hal ini semakin menegaskan nilai universal Candi Prambanan bagi peradaban manusia.
Makna Spiritual dan Budaya Candi Prambanan
Lebih dari sekadar bangunan kuno, Prambanan adalah simbol harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan. Dalam tradisi Hindu, bentuk candi dianggap sebagai perwujudan alam semesta. Dengan kata lain, memasuki Candi Prambanan berarti memasuki ruang suci yang membawa manusia lebih dekat dengan Yang Maha Kuasa.
Selain itu, Prambanan juga menjadi simbol toleransi budaya karena hanya berjarak sekitar 40 kilometer dari Borobudur yang merupakan candi Buddha, berdiri Candi Prambanan yang merupakan candi Hindu. Dua agama besar ini hidup berdampingan dengan damai dan mencerminkan nilai-nilai kebhinekaan yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu.
Candi Prambanan di Masa Kini
Sekarang, Prambanan bukan hanya menjadi situs bersejarah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan budaya. Salah satu acara kebudayaan paling terkenal yang diadakan di Candi Prambanan adalah Sendratari Ramayana, yakni pertunjukan seni tari dan drama yang menceritakan kisah Ramayana dengan latar belakang Candi Prambanan yang diterangi cahaya malam.

Gambar Sendratari Ramayana Prambanan (Sumber: www.expedia.co.id)
Situs ini juga menjadi destinasi wisata edukatif yang menarik bagi pelajar. Banyak sekolah mengajak siswa untuk mengenal fungsi Candi Prambanan, sejarahnya, serta nilai-nilai budaya yang dikandungnya.
Tidak hanya itu, Candi Prambanan di masa kini juga menjadi salah satu destinasi wajib bagi para pecinta musik, lho! Setiap tahunnya, di kompleks Candi Prambanan diselenggarakan konser musik yang bertajuk Prambanan Jazz Festival (PJF). Festival musik tahunan ini selalu berhasil mengundang banyak wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri.
Keindahan panggung konser berlatar belakang Candi Prambanan yang megah dengan diterangi cahaya bulan, menjadi salah satu daya tarik utama dari PJF. Selain itu, line up yang diundang pun tidak terbatas pada penyanyi dan musisi Indonesia saja, tetapi juga musisi mancanegara, sehingga banyak wisatawan yang rela datang jauh-jauh demi menikmati konser musik ini.
Baca Juga: 15 Contoh Hikayat Beragam Tema & Jenis-Jenisnya
—
Dari penjelasan di atas, kita bisa melihat bahwa sejarah Candi Prambanan tidak hanya berbicara tentang arsitektur yang megah, tetapi juga menggambarkan kejayaan, keyakinan, dan nilai-nilai luhur masa lalu. Mulai dari asal usul Candi Prambanan, siapa yang membangun Candi Prambanan, hingga fungsi Candi Prambanan di masa lampau, semuanya menyatu dalam satu warisan budaya yang luar biasa.
Melihat gambar Candi Prambanan saja sudah menakjubkan, apalagi jika kamu menyaksikannya secara langsung. Kemegahannya benar-benar menggambarkan kejeniusan arsitektur dan kedalaman spiritual leluhur bangsa Indonesia. Prambanan bukan hanya simbol masa lalu, tapi juga sumber inspirasi masa depan, tentang pentingnya menjaga budaya, menghormati perbedaan, dan terus belajar dari sejarah.
Kalau kamu ingin mengenal lebih dalam tentang sejarah dan budaya Indonesia dengan cara yang seru dan mudah dipahami, yuk belajar bareng tutor berpengalaman di Ruangguru Privat Sejarah!
Belajar nggak cuma menyenangkan, tapi kamu juga bakal diajari konsepnya sampai paham! Para pengajar di Ruangguru Privat juga sudah terstandarisasi kualitasnya, loh. Kamu juga bisa pilih nih, mau diajarkan secara langsung (offline) atau daring (online). Fleksibel, kan? Untuk info lebih lanjut, cuss klik link berikut!
Referensi:
Ibrahim, Maulana. (1996) Kompleks Candi Prambanan dari Masa ke Masa. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Tautan: https://repositori.kemendikdasmen.go.id/13324/1/Kompleks%20candi%20prambanan%20darimasa%20ke%20masa.pdf)
Prambanan [daring]. Tautan: https://injourneydestination.id/destinations/prambanan/ (Diakses: 31 Maret 2026)
Sejarah Candi Prambanan dan Awal Mulanya Dibuat dan Diciptakan! [daring]. Tautan: https://www.gramedia.com/literasi/sejarah-candi-prambanan/?srsltid=AfmBOoq7HYf3m9mVN-3b5CnqqoETEuDCzFRgNVLeEjSK7wjDceT0ftrm (Diakses: 31 Maret 2026)
Sumber Foto:
Candi Prambanan [daring]. Tautan: https://www.worldhistory.org/img/r/p/1500×1500/9249.jpg (Diakses: 31 Maret 2026)
Sendratari Ramayana Prambanan [daring]. Tautan: https://www.expedia.co.id/things-to-do/sendratari-ramayana-prambanan.a49287107.aktivitas-detail?location=Prambanan%2C%20Special%20Region%20of%20Yogyakarta%2C%20Indonesia&startDate=2026-03-31&endDate=2026-04-14&rid=6224763 (Diakses: 31 Maret 2026)



