Game COC Season 3 Episode 2: Number Disco & Voices of Champions

Keseruan masih berlanjut. Kali ini kita akan mengulik rules dari game di episode 2 Clash of Champions Season 3. Simak aturan main, sistem penilaian dan strategi menyelesaikannya.
—
Kalau episode 1 aja udah bikin deg-degan, kebayang dong seberapa pecahnya episode 2? Setelah menyaksikan para Champions dari kampus dalam negeri unjuk kemampuan di episode pertama, sekarang giliran Champions dari kampus-kampus terbaik di dunia yang datang untuk menunjukkan kelasnya!
Eits, tapi sebelum lanjut… siapa nih peserta dari kampus luar negeri yang berhasil bikin kamu oleng? Kalau aku sih nggak berani pilih satu. Soalnya mereka bener-bener paket lengkap! Smart? Jelas. Good looking? Banget. Good personality? Nggak usah ditanya. Semuanya diborong, guys!
Nah, seperti di episode pertama, para Champions bakal menghadapi dua game yang nggak kalah menantang, yaitu Number Disco dan Voices of Champions. Skor yang mereka kumpulkan dari kedua game ini juga akan diakumulasikan untuk menentukan peringkat, sama seperti pada episode sebelumnya.
Dari nama gamenya aja udah bikin penasaran ya. Kira-kira seperti apa aturan mainnya? Tantangan apa yang harus ditaklukkan para Champions? Dan strategi apa yang mereka pakai buat meraih skor setinggi mungkin? Daripada cuman nebak-nebak, yuk, kita kupas tuntas aturan permainan, sistem penilaian, sampai strategi para champions menghadapi setiap tantangan!
Baca Juga: Game COC Season 3 Episode 1: Arithmetic Stereo & Aroma Master
Number Disco
Number? Yup! Dancing with numbers? Nope! Walaupun namanya disco, jangan bayangin tantangan kali ini bakal seasyik joget atau nyanyi lagu-lagu disko, ya, guys.
Sesuai namanya, Number Disco akan menguji kemampuan numerik para Champions. Kalau di episode sebelumnya, para Champions harus menyelesaikan operasi hitung dari dua suara berbeda, kali ini mereka harus menghitung dari dua warna berbeda, merah dan biru.
Buat para fans setia COC, pasti langsung sadar kalau game ini punya vibes yang mirip dengan Flickering Sum di COC Season 2. Setuju nggak?

(Sumber: YouTube Ruangguru)
Nah, angka-angka dengan latar warna merah dan biru akan muncul secara bergantian, sementara lampu di studio terus berkedip seperti di disco. Di tengah distraksi lampu yang kelap-kelip, para Champions tetap dituntut menghitung dengan cepat dan akurat. Kira-kira gimana ya para Champions menghadapi tantangan ini?
Aturan Permainan
- Terdapat 50 operasi hitung yang akan muncul satu persatu secara berurutan. Operasi hitung akan ditampilkan dalam latar berwarna biru dan latar berwarna merah.
- Tugas para Champions adalah menentukan hasil akhir dari perhitungan seluruh operasi hitung masing-masing warna secara simultan dengan memasukkan kedua jawaban ke Adapto X.
- Seluruh proses dilakukan secara mental, tanpa kalkulator, kertas, ataupun alat bantu lainnya.
- Aturan perhitungan matematika tidak berlaku dalam tantangan ini. Artinya, semua operasi cukup dihitung sesuai dengan urutan kemunculannya, tanpa harus memperhatikan urutan operasinya.

(Sumber: YouTube Ruangguru)
Sistem Penilaian
- Para Champions akan memperoleh poin sesuai dengan peringkat yang diperolehnya. Sistem pemeringkatan ditentukan berdasarkan urutan Champions yang berhasil memberikan dua jawaban dengan benar tercepat.
- Champions di peringkat pertama akan mendapatkan 25 poin, peringkat kedua 24 poin, dan seterusnya hingga peringkat ke-25 akan mendapatkan 1 poin.
- Champions yang bisa menjawab benar dengan sempurna akan diberikan poin tambahan sebanyak 3 poin.
- Tantangan akan berlangsung selama 30 menit. Jika jawaban dari Champions masih belum tepat sempurna sampai waktu habis, maka peringkat akan ditentukan dari selisih terkecil dengan jawaban benar.
- Jika dua Champions atau lebih memiliki selisih yang sama, maka peringkat ditentukan berdasarkan waktu submit jawaban terakhir ke AdaptoX. Artinya, semakin cepat submit jawaban, maka peringkatnya juga akan semakin tinggi.
Strategi Menyelesaikan Tantangan
Pusing nontonnya? Yes, aku juga! Tapi, untungnya hal itu nggak berlaku buat para Champions.
Masing-masing punya strategi sendiri untuk menaklukkan Number Disco. Misalnya, Shifa yang memilih mengamati pola lebih dulu. Ia mencari tahu warna mana yang menurutnya lebih mudah dihitung, lalu fokus menyelesaikan operasi hitung dari satu warna terlebih dahulu sebelum beralih ke warna lainnya.
Kalau Evan, mahasiswa NUS dari jurusan Double Major in Computer Science and Mathematics, justru punya pendekatan yang berbeda. Nggak heran kalau strategi ini berhasil membawanya menjadi peserta tercepat kedua yang menyelesaikan game dengan jawaban sempurna.
Alih-alih fokus pada satu warna, Evan menghitung angka merah dan biru secara bersamaan. Hasil perhitungan angka berlatar merah ia “simpan” di tangan kanan, sementara hasil untuk warna biru di tangan kiri. Dengan teknik itu, ia bisa memproses dua rangkaian operasi hitung sekaligus hingga mendapatkan jawaban yang tepat untuk keduanya.

(Sumber: YouTube Ruangguru)
Baca Juga: Evan, Mahasiswa NUS Ber-IPK Sempurna Peserta COC Season 3
Selain harus fokus menghitung angka yang terus bermunculan, para Champions juga sukses dibikin pusing oleh lampu yang terus berkedip tanpa henti. Bahkan, Jeff sampai bilang kalau di akhir matanya berkunang-kunang dan sempat melihat warna merah serta biru berubah jadi ungu! 😀
Well, belum sempat bernapas lega, para Champions sudah harus menghadapi game kedua yang nggak kalah mind-blowing.
Kalau di episode sebelumnya indra penciuman yang jadi kunci utama, kali ini indra pendengaran yang bakal jadi pemeran utamanya.
Ayo, pasang telinga untuk Voices of Champions!
Voices of Champions
Setelah tantangan numerik, terbitlah tantangan memori. Yup, di game ini mereka harus mengandalkan ingatan untuk membedakan serta menghafal berbagai suara yang mengucapkan satu kata yang sama, yaitu “Champions.”
Huh, gimana cara ngafalnya tuh?
Aturan Permainan
- Tantangan ini terdiri dari dua fase: Fase Memorize dan Fase Recall.
- Pada Fase Memorize akan diperdengarkan suara dari 40 orang yang berbeda, namun mengucapkan sebuah kata yang sama. Setiap suara akan memiliki nomor identitas masing-masing, dari nomor 1 sampai nomor 40.

(Sumber: YouTube Ruangguru)
- Dalam waktu 20 menit, Champions dapat mendengarkan dan mengingat nomor identitas dari masing-masing suara tersebut.
- Pada Fase Recall, terdapat 12 soal yang terkait dengan suara yang telah diingat pada Fase Memorize. Champions harus menjawab soal di AdaptoX dan mengumpulkan Starchamps sebanyak-banyaknya.

(Sumber: YouTube Ruangguru)
Sistem Penilaian
- Peringkat akan ditentukan berdasarkan total Starchamps yang dikumpulkan oleh para Champions.
- Setiap jawaban benar bernilai 100-120 Starchamps, bergantung pada kecepatan Champions dalam menjawab pertanyaan.
- Jika jawaban salah, Champions tidak akan memperoleh poin.
- Jika terdapat total Starchamps yang sama, peringkat ditentukan berdasarkan durasi submit seluruh jawaban.
- Pada tantangan ini, Champions akan memperoleh poin sesuai dengan peringkat yang diperolehnya.
- Di akhir tantangan, poin dari tantangan pertama dan kedua akan diakumulasikan untuk menentukan peringkat akhir Champions. Dari hasil tersebut, 18 Champions pada peringkat teratas akan lolos ke babak berikutnya. Sementara itu, 7 Champions dengan peringkat terbawah akan masuk ke babak Deathmatch.
Strategi Menyelesaikan Tantangan
Begitu audio diputar, para Champions langsung sibuk menyusun strategi menghafal untuk masing-masing suara.
Kaitlyn, mahasiswi NUS jurusan Electrical Engineering, memilih fokus pada keunikan setiap suara. Misalnya, suara nomor 6 yang menurutnya terdengar flirty, sehingga lebih mudah dibedakan dari suara lainnya. Sementara untuk suara-suara yang terdengar mirip, Kaitlyn memberi mereka “identitas” dengan mengaitkannya pada nama teman-temannya.

(Sumber: YouTube Ruangguru)
Baca Juga: Profil Peserta Clash of Champions (COC) Season 3 Batch 6
Beda lagi nih dengan Ayden, mahasiswa Harvard dari jurusan Applied Mathematics and Economics, justru menggunakan pendekatan yang super matematis. Ia mengelompokkan setiap audio layaknya struktur biner (binary tree), mulai dari asal negara si sumber suara, jenis kelamin, hingga tinggi rendahnya nada suara. Terstruktur banget!

(Sumber: YouTube Ruangguru)
Kalau Azka, mahasiswa Engineering Science dari Oxford, membuat kotak-kotak untuk tiap suara. Lalu, ia hubungkan setiap suara dengan orang-orang yang ia kenal. Ada yang terdengar seperti tetangganya, ada yang mengingatkannya pada mantan guru, dan masih banyak asosiasi unik lainnya.

(Sumber: YouTube Ruangguru)
Lain halnya dengan Shifa, mahasiswi Mining Engineering dari Curtin University, yang mengandalkan kekuatan visual. Karena lebih mudah mengingat lewat gambar di kepalanya, setiap suara ia ubah menjadi karakter atau adegan tertentu. Ada yang ia bayangkan sebagai orang yang centil, pasangan suami istri, pasangan cowok-cewek, hingga visual-visual unik lainnya.

(Sumber: YouTube Ruangguru)
Nggak cuma itu, masih ada strategi lain yang nggak kalah kreatif. Darren memilih menyusun cerita untuk setiap lima suara agar lebih mudah diingat. Sedangkan Michael memanfaatkan pengetahuannya tentang bahasa Mandarin dengan mengelompokkan suara berdasarkan pola nada, seperti datar, naik, atau turun.
Menarik banget, ya? Meskipun tantangannya sama, cara berpikir setiap Champions ternyata benar-benar berbeda. Ada yang mengandalkan logika, ada yang mengandalkan visual, ada juga yang lebih mudah mengingat lewat cerita atau asosiasi. Hal ini menunjukkan kalau dalam tantangan memori seperti ini, mengenali strength diri sendiri bisa jadi senjata terbesar untuk menghadapi Fase Recall.
Nah, strategi siapa yang paling efektif? Siapa yang berhasil unggul di game ini, dan siapa yang harus berjuang di Deathmatch? Langsung tonton keseruannya lewat video di bawah ini!
—
Yuk, pantengin terus blog Ruangguru, blog Brain Academy, sosial media, channel WhatsApp, aplikasi, dan YouTube Ruangguru biar kamu nggak ketinggalan update seru, aksi menegangkan, dan kejutan yang pastinya bakal pecah banget di panggung COC Season 3! Jangan lupa untuk terus dukung jagoanmu di COC Season 3 dengan vote di link ini ya!


