Game COC Season 3 Episode 4: Lips Recall

Clash of Champions Season 3 episode 4 menghadirkan game Lips Recall yang menguji memori para Champions. Simak aturan, sistem penilaian, dan strategi menyelesaikannya!
–
Clash of Champions Season 3 episode 4 benar-benar sesuai judulnya, guys: pembantaian massal!
Setelah babak Deathmatch Gateway Call di episode sebelumnya, akhirnya para Champions dari Universe 1, Universe 2, dan Universe 3 berkumpul di main arena sebagai Top 64. Vibes-nya langsung berubah total. Arena makin penuh, lawannya makin banyak, dan tekanan kompetisinya makin kerasa.
Nah, setelah sebelumnya para Champions sudah diuji lewat indra penciuman di Aroma Master dan indra pendengaran di Voices of Champions, episode kali ini kembali menghadirkan tantangan yang bikin semua peserta menebak-nebak.
Sebelum game dimulai, seperti biasa, game crew sudah standby di depan para champions dengan membawa sebuah properti bertutupkan kain hitam. Champions berasumsi tentang apa yang ada di balik kain hitam itu. Bahkan beberapa orang beranggapan bahwa ada huruf braille di balik kain hitam itu yang siap untuk menguji kemampuan taktil para champions!
Tapi ternyata, setelah kain hitam dibuka… Big surprise! Ada patung bibir di situ! Awalnya, banyak Champions mengira mereka akan menghadapi game yang berhubungan dengan indra pengecap. Ada yang menebak bakal mencicipi makanan, ada juga yang menduga mereka harus menebak rasa.
Yaps, banyak yang udah berharap games kali ini bertema mukbang! Tapi ternyata, tantangan kali ini bukan soal rasa, melainkan soal memori visual.
Game episode 4 Clash of Champions Season 3 ini berjudul Lips Recall. Di game ini, para Champions harus menghafal 64 foto bibir peserta, menyusunnya kembali sesuai urutan, lalu bertahan dari eliminasi di setiap round reveal. Kebayang nggak sih, menghafal 64 foto bibir yang sekilas mirip semua? Wah, ini sih benar-benar bikin otak panas!
Baca Juga: Game COC Season 3 Episode 3: Scholastic Stamina & Deathmatch
Lips Recall

(Sumber: YouTube Ruangguru)
Tantangan kali ini menguji kemampuan memori para Champions. Tapi bukan memori angka, kartu, rumus, atau kata-kata, ya. Mereka harus menghafal foto bibir dari 64 Champions yang ditampilkan di layar.
Uniknya, sebelum game dimulai, para Champions sempat memakai lip product dari Fav Beauty untuk seru-seruan dan foto-foto. Siapa sangka, foto bibir mereka ternyata menjadi bahan utama untuk game ini. Jadi, momen yang awalnya terlihat santai malah berubah jadi tantangan eliminasi yang super menegangkan.
Begitu para Champions tahu bahwa mereka harus menghafal 64 bibir, reaksi mereka langsung campur aduk. Ada yang bingung harus menghafal dari bentuk, warna, atau detail di sekitar bibir. Ada juga yang merasa ini jauh lebih susah daripada menghafal kartu, karena banyak foto yang terlihat mirip satu sama lain.
Game ini juga jadi menarik karena setiap peserta punya cara menghafal yang berbeda-beda. Ada yang mengandalkan warna lipstick, bentuk gigi, arah senyum, ketebalan bibir, sampai ciri kecil seperti tahi lalat atau bayangan di sekitar foto. Di sinilah kemampuan observasi detail benar-benar diuji.
Aturan Permainan:

(Sumber: YouTube Ruangguru)
- Game ini adalah game yang menguji kemampuan memori para champions. Game terdiri dari 3 fase, yaitu fase Memorize, fase Recall, dan fase Reveal.
- Pada fase Memorize, champions harus menghafalkan 64 gambar bibir yang sudah ditampilkan di layar, dalam waktu 30 menit.
- Pada fase Recall, para champions harus mengurutkan 64 gambar bibir yang telah dihafalkan ke dalam adaptoX yang ada pada tablet masing-masing dalam waktu maksimal 10 menit.
- Fase Reveal berlangsung selama 8 round. Pada tiap round, akan direveal jawaban urutan 8 bibir.
Jadi, alur permainannya adalah:
1. Champions menghafal 64 foto bibir selama 30 menit.
2. Champions menyusun ulang 64 foto bibir di tablet selama 10 menit.
3. Jawaban akan di-reveal dalam 8 round.
4. Setiap round membuka 8 urutan foto bibir.
5. Champions dengan hasil terendah akan tereliminasi.
Aturannya kelihatan simpel, ya? Tapi justru di situlah jebakannya. Karena ketika 64 foto bibir ditampilkan bersamaan, setiap detail kecil bisa terasa membingungkan. Apalagi saat masuk fase Recall, foto yang harus dipilih muncul dalam ukuran lebih kecil dan acak. Wah, makin susah membedakannya!
Baca Juga: Game COC Season 3 Episode 2: Number Disco & Voices of Champions
Sistem Penilaian

(Sumber: YouTube Ruangguru)
- Di akhir tiap round, jawaban para champions akan diakumulasikan. Jika jumlah jawaban benar sama, maka akan diurutkan berdasarkan waktu submit tercepat di AdaptoX.
- Akan ada champions yang tereliminasi di tiap round dengan ketentuan berikut : Di round 1-6 akan ada 2 champions yang tereliminasi, dan di round 7 dan 8 masing-masing akan ada 1 champions yang tereliminasi.
- 50 champions yang tersisa di akhir akan langsung lolos ke babak berikutnya.
Format eliminasi ini bikin ketegangan terus naik di setiap round. Di awal, masih banyak Champions yang bisa mendapatkan skor sempurna. Pada round 1, ada 17 Champions yang berhasil mengurutkan 8 bibir pertama dengan benar. Tapi semakin jauh round berjalan, jumlah peserta yang mampu mempertahankan akurasi semakin sedikit.
Di round-round berikutnya, nama-nama seperti Kafka, Kemal, Jericho, Derrick, Alia, David, Christopher, dan beberapa Champions lainnya mulai mencuri perhatian karena mampu menjaga skor tinggi. Kafka dari UNHAN bahkan beberapa kali muncul sebagai salah satu peserta terkuat di game ini.

(Sumber: YouTube Ruangguru)
Pada akhir game, peringkat seluruh Champions dibacakan. Kafka dari UNHAN berhasil menempati peringkat pertama, disusul Jericho dari NTU di peringkat kedua. Kemal dari CUHK juga masuk jajaran atas dan sempat mencuri perhatian karena mampu mempertahankan perfect score hingga beberapa round.
Baca Juga: Kemal, Si Jago Matematika dari CUHK Peserta COC Season 3
Strategi Menyelesaikan Tantangan
Lips Recall bukan hanya soal punya memori kuat, tapi juga soal memilih strategi yang tepat. Karena 64 foto bibir terlalu banyak untuk dihafal secara asal, para Champions harus cepat menemukan pola atau ciri pembeda dari setiap gambar.

(Sumber: YouTube Ruangguru)
Salah satu strategi yang banyak digunakan, salah satunya oleh Dihya, adalah mencari karakteristik paling menonjol dari setiap bibir. Misalnya, apakah bibirnya tersenyum, terlihat gigi, warnanya merah terang, glossy, tipis, tebal, miring ke kanan, atau punya detail unik di sekitarnya.
Beberapa Champions juga memilih untuk tidak menghafal semua gambar. Mereka membuat target sendiri, misalnya fokus pada 50 persen foto awal agar skor di round-round pertama cukup aman. Strategi ini cukup masuk akal, karena eliminasi dilakukan per 8 foto. Kalau hafalan di bagian awal kuat, peluang untuk bertahan di round awal bisa lebih besar.
Ada juga Champions yang menghafal dengan cara membuat asosiasi. Contohnya, satu foto bibir dikaitkan dengan bentuk tertentu, warna tertentu, atau bahkan cerita lucu agar lebih mudah diingat. Cara ini membantu otak mengubah gambar yang mirip-mirip menjadi memori yang lebih spesifik.
Baca Juga: Game COC Season 3 Episode 1: Arithmetic Stereo & Aroma Master

(Sumber: YouTube Ruangguru)
Salah satu Champions yang menggunakan cara ini adalah Aisha. Ia memberi contoh, misalnya nomor 2 diasosiasikan sebagai angsa, dengan gambar bibir berliptint orange, maka dia mengingatnya sebagai angsa orange.
Tapi tantangan sebenarnya muncul saat fase Recall. Di fase Memorize, foto bibir terlihat lebih besar di layar. Sementara saat Recall, foto-foto muncul dalam ukuran lebih kecil dan acak di tablet. Akibatnya, banyak peserta yang awalnya percaya diri mulai ragu karena warna dan bentuk bibir terlihat semakin mirip.
Di sinilah ketelitian jadi kunci. Kalau terlalu cepat submit, risikonya jawaban bisa banyak yang salah. Tapi kalau terlalu lama, waktu bisa habis dan submit time juga berpengaruh saat skor seri. Jadi, Champions harus menyeimbangkan kecepatan dan akurasi.
Strategi terbaik untuk game seperti Lips Recall adalah:
1. Cari ciri paling unik dari setiap gambar.
2. Kelompokkan foto berdasarkan warna, bentuk, gigi, dan detail sekitar bibir.
3. Buat asosiasi atau cerita singkat agar urutan lebih mudah diingat.
4. Fokus pada bagian awal jika tidak yakin bisa menghafal semuanya.
5. Saat Recall, jangan panik melihat peserta lain submit lebih cepat.
6. Gunakan sisa waktu untuk mengecek foto yang paling meragukan.
Kelihatannya sederhana, tapi ketika harus dilakukan di bawah tekanan kompetisi, hasilnya bisa jauh berbeda. Apalagi, satu atau dua kesalahan saja bisa langsung menentukan posisi aman atau tereliminasi.
Baca Juga: Jadwal Tayang Clash of Champions (COC) Season 3 Minggu Ini
Momen Menegangkan di Lips Recall

(Sumber: YouTube Ruangguru)
Salah satu bagian paling seru dari episode ini adalah fase Reveal. Karena setiap 8 foto dibuka, para Champions langsung tahu siapa yang masih aman dan siapa yang mulai terancam.
Pada round 1, 17 Champions berhasil mendapatkan perfect score. Tapi setelah itu, persaingan makin ketat. Di round 2, hanya 8 Champions yang berhasil mengurutkan 16 bibir dengan benar. Lalu di round 3, jumlahnya semakin menyusut menjadi 4 Champions yang berhasil mengurutkan 24 bibir dengan benar.
Makin ke belakang, tekanan makin terasa. Ada peserta yang awalnya terlihat aman, tetapi akhirnya tereliminasi karena jawaban di baris berikutnya banyak yang salah. Ada juga peserta yang muncul sebagai kuda hitam, seperti Jericho, yang sempat tidak selalu masuk top di round awal, tetapi berhasil naik di round-round berikutnya.
Eliminasi di episode ini juga terasa emosional karena jumlah peserta yang gugur cukup banyak. Beberapa Champions seperti Excell dari Korea University, Michael dari KAIST, Agatha dari UGM, Felix dari UNHAN, Cindy dari UNAIR, dan Koda dari Universitas Brawijaya harus menghentikan langkah mereka di game ini.

(Sumber: YouTube Ruangguru)
Nggak heran kalau episode ini disebut “pembantaian massal”. Dalam satu game, 14 Champions langsung tereliminasi, sementara 50 lainnya lanjut ke babak berikutnya. Benar-benar brutal, ya!
Tapi, ngomongin soal Lips Recall, rasanya gak afdol kalau ga nyebut nama Man of the Match kali ini, yaitu… Kafka! Yes, Kafka berhasil menjadi peringkat 1 di 7 ronde, dan mendapat perfect score di 3 round. Keren banget yaaa Kafka! Padahal di awal ia bilang memorinya biasa aja, tau-tau jadi peringkat 1 nih, hehe. Kalau kamu penasaran sama sosok Kafka, bisa baca artikelnya di Kafka Bintang, Si Photographic Memory Peserta COC Season 3!
—
Itu dia pembahasan game episode 4 Clash of Champions Season 3, Lips Recall. Dari luar mungkin terlihat hanya menghafal foto bibir, tapi setelah melihat aturan, fase, dan sistem eliminasinya, game ini ternyata benar-benar menguji memori, observasi, strategi, dan mental para Champions.
Penasaran seperti apa keseruan dan ketegangannya? Langsung saja tonton di video ini, ya!
Yuk, pantengin terus blog Ruangguru, blog Brain Academy, sosial media, channel WhatsApp, aplikasi, dan YouTube Ruangguru biar kamu nggak ketinggalan update seru, aksi menegangkan, dan kejutan yang pastinya bakal pecah banget di panggung COC Season 3! Jangan lupa untuk terus dukung jagoanmu di COC Season 3 dengan vote di link ini ya!


