Apa Itu Teknologi Tidak Ramah Lingkungan? | Biologi Kelas 9

Apa Itu Teknologi Tidak Ramah Lingkungan? | Biologi Kelas 9

 Di artikel ini, kita akan membahas tentang teknologi yang tidak ramah lingkungan. Kita akan bahas secara rinci tentang pengertian, jenis-jenis, dan dampaknya terhadap lingkungan. Mari kita belajar!

--

Pernah gak sih, pas kamu sedang naik motor atau jalan kaki, eh ternyata di depan kamu ada metromini atau kopaja? Kalau sudah dalam situasi tersebut, siap-siap aja guys, dengan semburan asap hitam pekatnya dari knalpotnya!  

Nah, teknologi atau mesin yang dipakai oleh metromini atau kopaja itu bisa disebut dengan teknologi tidak ramah lingkungan. Asap hitam tersebut merupakan hasil pembakaran bahan bakar, dan sangat merusak lingkungan khususnya pencemaran udara.

Nah, polusi dari asap tersebut seberbahaya apa ya kira-kira? Yuk kita pelajari apa yang bisa diakibatkan oleh teknologi tidak ramah lingkungan!

 

Pengertian Teknologi Tidak Ramah Lingkungan

Sebelum kita bahas spesifik mengenai teknologi tak ramah lingkungan, coba kita pahami dulu ya apa itu teknologi. Jadi, teknologi adalah suatu sistem yang bisa memudahkan pekerjaan manusia.

Sistem tersebut bisa berupa benda berwujud, misalnya mesin atau barang. Teknologi yang mungkin lekat dengan hidup kita, salah satunya adalah kendaraan bermotor yang memudahkan kebutuhan transportasi kita.

Karena ada teknologi, kita bisa lebih nyaman, dan nggak harus naik kuda kalau ingin berangkat ke sekolah.

Nah, tapi, dibalik manfaatnya untuk hidup kita, teknologi juga punya sisi yang negatif. Teknologi juga bisa memberi dampak buruk khususnya pada lingkungan di sekitar kita. 

Contohnya kendaraan bermotor yang bahan bakarnya menggunakan minyak bumi (bensin/solar) yang bisa nimbulin polusi udara. Polusi udara ini tentunya nggak baik buat kualitas udara dan mempengaruhi kesehatan kita.

Oleh karena itu, ada beberapa jenis teknologi yang digolongkan sebagai teknologi tak ramah lingkungan, guys! 

Sampai sini, kita bisa simpulkan kalau teknologi tidak ramah lingkungan adalah teknologi yang memudahkan manusia, tetapi memberikan dampak negatif berlebih bagi lingkungan.

Baca juga: Bioteknologi: Pengertian, Penggolongan, dan Penerapannya

 

Teknologi tidak ramah lingkungan

Prinsip Teknologi Tidak Ramah Lingkungan

Bagaimana kita bisa memahami lebih jauh tentang jenis teknologi ini? Jadi, ada prinsip-prinsip yang umumnya ada pada teknologi tidak ramah lingkungan, yakni:

 

1. Menggunakan SDA yang tidak dapat diperbaharui

Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui, antara lain SDA yang jumlahnya sendiri terbatas di alam. SDA ini akan terus berkurang dan akan habis ketika kita terus konsumsi. 

Contohnya antara lain bahan bakar fosil, batu bara, dan komoditas yang terbentuk dari proses pembusukan organisme yang mati jutaan tahun lalu. Karena proses pembentukannya lama, dan nggak sebanding dengan yang kita habiskan setiap harinya, maka jumlahnya akan semakin sedikit dan terbatas.

 

2. Menghasilkan limbah yang berbahaya

Prinsip selanjutnya dari teknologi tak ramah lingkungan, yakni menghasilkan limbah yang berbahaya. Limbah tersebut berasal dari proses pengumpulan, juga proses pengolahan. 

Misalnya nih ya, bensin yang kita gunakan sehari-hari, berasal dari minyak bumi yang proses pengeborannya menimbulkan limbah, pengolahannya juga menghasilkan limbah.

Baca juga: Belajar Peran Tanah dan Organisme Tanah Lewat Games dan Kartun

Pengeboran minyak teknologi tak ramah lingkungan

 

3. Prosesnya dapat merusak lingkungan

Prinsip terakhir, yakni teknologi tak ramah lingkungan dapat merusak lingkungan. Misalnya kita ambil salah satu contoh teknologinya, yakni kendaraan bermotor. 

Saat digunakan, mesin kendaraan akan melakukan proses pembakaran, dan akan melepaskan gas beracun yang juga akan merusak lingkungan kita dengan polusi udara.

Mesin atau teknologi yang hasil buangannya berpotensi merusak lingkungan, bisa digolongkan sebagai teknologi tidak ramah lingkungan. Teknologi ini digunakan manusia karena penggunaan teknologi alternatif yang ramah lingkungan masih sulit dilakukan, kesulitan yang paling utama adalah biaya pembuatan dan perawatan yang masih mahal.

 

Contoh Teknologi Tidak Ramah Lingkungan

Berikut ini adalah beberapa contoh teknologi tidak ramah lingkungan yang sering kamu temui.

 

1. Mesin Kendaraan Bermotor

Seluruh mesin kendaraan bermotor yang masih menggunakan bahan bakar fosil termasuk dalam kategori tidak ramah lingkungan.

Hal ini disebabkan karena dalam proses pembakaran pada mesin, bahan bakar yang terbakar menghasilkan beberapa gas, dua di antaranya yang berbahaya adalah karbon dioksida dan karbon monoksida

Gas-gas tersebut adalah gas beracun yang membahayakan kesehatan, selain itu juga menjadi penyebab terjadinya fenomena efek rumah kaca dan pemanasan global.

Manusia berusaha mengurangi keluaran gas tersebut dengan memasang konverter katalis di knalpot. Zat-zat dan senyawa kimia di dalam konverter katalis bereaksi dengan karbon monoksida dan karbon dioksida untuk merubahnya menjadi uap air.

Baca juga: Mengenal Hukum Mendel tentang Pewarisan Sifat pada Makhluk Hidup

Tambang batubara teknologi tak ramah lingkungan

2. Semprotan Aerosol

Semprotan aerosol adalah semprotan yang menggunakan tekanan gas untuk menyemprotkan cairan yang tersimpan di dalamnya. Biasanya bisa kamu temukan dalam parfum, pengharum ruangan semprot, obat nyamuk semprot dan lain-lain.

Bahan yang digunakan untuk gas pendorongnya dahulu adalah CFC (Chloro Fluoro Carbon), tetapi kemudian diketahui bahwa CFC jika terlepas ke udara dapat bereaksi dan menyebabkan penipisan  lapisan ozon bumi.

Jika ozon menipis dan berlubang, maka banyak efek negatif yang ditimbulkan. Misalnya,  lebih banyak radiasi matahari yang dapat masuk ke bumi. 

Hal tersebut dapat menyebabkan peningkatan suhu bumi, sehingga berdampak pada perubahan iklim. Selain itu, tingginya radiasi matahari juga dapat mengganggu kesehatan dengan menyebabkan kanker kulit.

Sejak tahun 1989, penggunaan CFC untuk semprotan aerosol sudah dilarang, sekarang semprotan aerosol menggunakan bahan lain sebagai gas pendorong, misalnya propana, DME, atau HFA.

 

3. Pembangkit Listrik Tenaga Diesel atau Uap

Sama seperti mesin mobil, pembangkit listrik tenaga diesel menggunakan solar sebagai bahan bakar untuk memutar turbin dan menghasilkan listrik. Sementara pada pembangkit listrik tenaga uap, pembakaran batu bara digunakan untuk memanaskan air yang menghasilkan uap yang dimampatkan.

Uap yang bertekanan tinggi digunakan untuk memutar turbin. Asap hasil pembakaran batu bara dan diesel seperti halnya mesin mobil, menghasilkan karbon dioksida dan karbon monoksida.

Dewasa ini, penggunaan teknologi tidak ramah lingkungan mulai ditinggalkan, manusia sudah menyadari bahwa penggunaan teknologi ini akan menghancurkan lingkungan dan tempat hidup manusia. Sehingga pada zaman sekarang, manusia mulai mengganti dan beralih ke teknologi ramah lingkungan.

Penggunaan mesin konvensional pada kendaraan mulai digantikan oleh mesin listrik atau menggunakan teknologi hybrid, yaitu campuran antara motor listrik dan mesin konvensional.

Pada bidang penyediaan listrik, penggunaan tenaga alam sekarang lebih disukai daripada memakai bahan bakar konvensional seperti batu bara, diesel, atau nuklir. Selain lebih aman, seperti sudah disebutkan di atas, tenaga alam tersedia kapan saja dan tak terbatas jumlahnya.

 

Nah udah tau dong ‘kan, kenapa kita harus beralih dari teknologi tidak ramah lingkungan ke teknologi yang ramah lingkungan. Supaya kamu lebih jelas dan paham lagi nih, coba kamu tonton video penjelasannya di ruangbelajar.

Selain video tentang topik ini, di sana juga tersedia ribuan video dengan tema dan pembahasan yang berbeda untuk semua mata pelajaran, coba yuk!

 

ruangbelajar

 

Artikel ini pertama kali di tulis oleh Seno Aji, diperbarui pada tanggal 21 April oleh Leo Bisma

Profile

Leo Bisma

Suka nonton film, liat bulan kalau malam, dan membaca semua kecuali pikiran. Oh ya, suka menulis juga di Ruangguru