Game COC Season 3 Episode 16: Orbital Genesis, Number Hunter & Vertical Limit

Setelah melewati perjalanan panjang dan berbagai tantangan yang super menegangkan, akhirnya Clash of Champions Season 3 sampai di babak Grand Final!
—
Masih ingat dengan keseruan episode sebelumnya? Rexx dan Nasywaa berhasil mengamankan dua tiket terakhir menuju babak puncak setelah melewati game The Last Dinner. Sementara itu, Christoffer harus menghentikan langkahnya di posisi ketiga setelah memberikan perjuangan luar biasa sampai babak Top 3.
Kini, hanya tersisa dua Champions yang akan bertarung memperebutkan gelar The Ultimate Champion Clash of Champions Season 3. Di satu sisi ada Rexx dari National University of Singapore (NUS), yang dikenal konsisten dan tenang saat menghadapi berbagai tantangan. Di sisi lain ada Nasywaa dari Universitas Indonesia (UI), yang punya strategi kuat dan mampu membalikkan keadaan di momen-momen penting.
Grand Final kali ini menggunakan format Best of Three. Artinya, Champions yang berhasil memenangkan dua game terlebih dahulu akan keluar sebagai juara Clash of Champions Season 3.
Tiga game yang harus mereka lewati adalah Orbital Genesis, Number Hunter, dan Vertical Limit. Setiap game menguji kemampuan berbeda, mulai dari memori dan perhitungan cepat, numerik, hingga logika spasial.
Kira-kira, game apa yang menjadi penentu kemenangan Rexx dan Nasywaa? Dan siapa yang berhasil menjadi pemenang dari Clash of Champions Season 3? Yuk, simak keseruan Grand Final Clash of Champions Season 3 di artikel ini!
Baca Juga: Game COC Season 3 Episode 15: Helix Dominion & The Last Dinner
Orbital Genesis

Orbital Genesis. (Sumber: YouTube Ruangguru)
Game pertama di Grand Final berjudul Orbital Genesis. Tantangan ini menguji kemampuan memori, kecepatan menghitung, dan kemampuan memahami pergerakan beberapa objek secara bersamaan.
Para finalis harus menghafal posisi, kecepatan, dan pergerakan simultan dari 10 planet imajiner, 6 satelit, dan 2 komet. Semua informasi tersebut harus disimpan dalam ingatan sebelum digunakan untuk menjawab pertanyaan pada fase berikutnya.
Kebayang nggak sih, guys? Menghafal posisi satu objek saja sudah cukup sulit. Di Orbital Genesis, Rexx dan Nasywaa harus memperhatikan banyak objek yang bergerak dengan kecepatan berbeda. Mereka juga harus memahami hubungan antara planet, satelit, dan komet dalam satu sistem yang terus berubah.
Game ini menjadi pembuka Grand Final yang sangat menantang karena memadukan memori visual dan perhitungan. Champions tidak cukup hanya mengingat posisi awal. Mereka juga perlu memperkirakan posisi objek setelah bergerak dalam waktu tertentu.
Aturan Permainan
Secara umum, Orbital Genesis menguji kemampuan finalis dalam aspek memori, spasial, dan numerik.
Berikut aturan dari tantangan Orbital Genesis:
- Game terdiri dari 2 fase, yaitu Fase Memorize dan Fase Recall, yang berlangsung selama 60 menit.
- Dalam Fase Memorize, akan ditampilkan board tata surya yang berisi 10 planet imajiner, 6 satelit imajiner, dan 2 komet imajiner.
- Champions harus menghafal seluruh planet, satelit, dan komet beserta pergerakan dan kecepatannya, dalam waktu 30 menit.

Planet, satelit, dan komet imajiner yang harus dihapal di fase Memorize. (Sumber: YouTube Ruangguru)
- Pada Fase Recall, Champions harus membuktikan hafalannya dengan menjawab 15 soal yang tersedia.
- Champions harus berebut untuk menjawab soal, dengan menekan bel terlebih dahulu.
- Champions yang memenangkan tantangan ini adalah Champions yang berhasil menjawab lebih banyak soal dengan benar terlebih dahulu dari 15 soal yang tersedia.
Strategi Permainan
Orbital Genesis menuntut Champions untuk membangun gambaran besar di dalam kepala. Mereka perlu memahami posisi objek, arah gerakan, dan hubungan antarobjek secara bersamaan.
Selain itu, Champions juga perlu memperhatikan perubahan, bukan hanya posisi awal. Dalam game seperti ini, informasi yang paling penting justru bisa muncul setelah objek bergerak.
Strategi Rexx dalam menghafal seluruh informasi adalah dengan membuat tabel yang berisi nama planet, nama sektor, dan kecepatan. Nama planet disingkat dalam bentuk huruf seperti A, B,C dan seterusnya.

Strategi memorizing ala Rexx. (Sumber: YouTube Ruangguru)
Untuk sektor, Rexx mengganti sektor yang tadinya berbentuk huruf menjadi angka, misalnya sektor A jadi sektor 1, sektor B jadi sektor 2, dan seterusnya. Sementara itu, untuk menghafal kecepatan per bulan, Rexx membuat singkatan sektor per bulan, contohnya 2 sektor per 3 bulan dihafal menjadi ⅔.
Setelah Fase Memorize selesai, Fase Recall pun dimulai. Nasywaa menjadi Champions yang menjawab soal pertama, dan sempat mendominasi di awal permainan.

Nasywaa menjelaskan cara menjawab soal pertama di Orbital Genesis. (Sumber: YouTube Ruangguru)
Pada soal ketiga, Nasywaa memberikan jawaban yang salah, dan ini menjadi momentum bagi Rexx untuk membalikkan situasi. Rexx mulai mendapat poin dari soal-soal yang dijawabnya, hingga tantangan Orbital Genesis pun berakhir dimenangkan Rexx dengan 8 poin untuk Rexx, dan 4 poin untuk Nasywaa.

Leaderboard sementara, Rexx memenangkan game pertama. (Sumber: YouTube Ruangguru)
Baca Juga: Profil Rexx, Alumni AOC yang Siap Bersaing di COC Season 3
Number Hunter

Number Hunter. (Sumber: YouTube Ruangguru)
Setelah melewati game pertama, Grand Final berlanjut ke tantangan Number Hunter. Sesuai namanya, game ini berfokus pada kemampuan numerik dan kecepatan memilih jawaban.
Dalam Number Hunter, Rexx dan Nasywaa harus memilih papan operasi matematika sesuai kategori angka tertentu. Setiap ronde memiliki batas waktu 3 menit, sehingga keduanya harus membaca kategori, mencari operasi yang sesuai, dan menentukan pilihan dalam waktu singkat.
Game ini terlihat sederhana, tapi tekanan waktunya membuat tantangan menjadi jauh lebih sulit. Champions tidak hanya harus menemukan operasi yang benar, tetapi juga perlu bergerak cepat agar tidak kehilangan kesempatan.
Aturan Permainan

49 operasi bilangan dalam smartboard.(Sumber: YouTube Ruangguru)
Number Hunter menguji kemampuan numerik para Champions dalam mengenali operasi matematika berdasarkan kategori angka yang diberikan.
- Champions akan mengerjakan game pada layar smartboard masing-masing, yang sudah memuat 49 operasi bilangan.
- Misi Champions adalah memilih sebanyak-banyaknya operasi yang menghasilkan bilangan sesuai kategori yang diminta, dalam waktu 3 menit di setiap rondenya.
- Terdapat 5 kategori yang bisa kamu lihat pada gambar di bawah ini.

5 kategori pada game Number Hunter. (Sumber: YouTube Ruangguru)
- Untuk menjawab, Champions dapat menekan kotak operasi yang dipilih pada smartboard. Operasi yang lebih dahulu dipilih oleh salah satu Champions dan jawabannya benar, maka tidak dapat dipilih lagi oleh lawan.
- Jika memilih operasi yang salah, maka nyawa Champions akan berkurang, dan Champions lainnya tidak akan mengetahui mana operasi yang salah.
- Champions diberikan 2 nyawa untuk setiap ronde.
- Tantangan ini terdiri dari maksimal 5 ronde dengan kategori yang berbeda di setiap rondenya.
- Pemilihan kategori akan dilakukan secara bergantian.
Sistem Penilaian
Sistem penilaian untuk tantangan ini sangat simple, yaitu :
- Champions yang menjawab benar lebih banyak akan dinyatakan sebagai pemenang di ronde tersebut.
- Champions yang lebih dulu menang dalam 3 ronde akan memenangkan tantangan ini.
Strategi Number Hunter
Strategi utama dalam Number Hunter adalah memahami apa yang sebenarnya diminta sebelum mulai melihat pada papan operasi yang tersedia.
Setelah itu, mereka harus segera mencari pola operasi yang paling mudah diverifikasi. Operasi yang terlihat panjang belum tentu lebih sulit, begitu juga operasi yang terlihat sederhana belum tentu langsung menghasilkan jawaban yang benar.
Ada beberapa cara mudah untuk mendapatkan jawaban pada tantangan ini, salah satunya dijelaskan oleh CEO Ruangguru, Kak Belva Devara. Beliau mengambil contoh kategori operasi bilangan yang digit terakhirnya adalah 7. Coba analisis bareng-bareng yuk, contoh operasi bilangan yang kedua!

Kak Belva menjelaskan salah satu cara mendapatkan operasi bilangan yang tepat. (Sumber: YouTube Ruangguru)
Jika melihat operasi bilangan ini, maka operasi yang ada di bagian depan satuannya adalah 5, dan ketika ditambah dengan 2, maka satuannya juga menjadi 7, jadi ini adalah salah satu operasi bilangan yang benar. Gak perlu menghitung semua angkanya, asal tau triknya, tetap bisa dapat jawaban. Cool, ya!
Nasywaa cukup mendominasi di awal permainan, dengan memenangkan ronde pertama. Namun, Rexx mengejar di ronde kedua. Setelah itu, ronde ketiga berlangsung ketat dan penuh tekanan, sehingga membuat Nasywaa melakukan kesalahan yang membuat nyawanya habis di ronde tersebut. Otomatis, ronde ketiga dimenangkan oleh Rexx.
Untungnya, Nasywaa berhasil mengejar di ronde keempat dan kelima, sehingga Nasywaa berhasil mengamankan dirinya menjadi pemenang pada tantangan Number Hunter. Karena skor sekarang 1-1 antara Rexx dan Nasywaa, mereka pun perlu bertanding di game terakhir untuk menentukan siapa pemenangnya. Say Hello to the next challenge, Champions!

Leaderboard sementara, Nasywaa memenangkan game kedua. (Sumber: YouTube Ruangguru)
Baca Juga: Nasywaa, Second Winner of Clash of Champions Season 3
Vertical Limit
Karena skor masih sama, game ketiga menjadi penentu utama Grand Final. Tantangan terakhir ini bernama Vertical Limit.

game terakhir sekaligus penentu, Vertical Limit. (Sumber: YouTube Ruangguru)
Vertical Limit menguji kemampuan logika dan spasial. Singkatnya, Rexx dan Nasywaa harus menyusun pilar pada papan berukuran 4×4, 5×5, hingga 6×6 berdasarkan indikator penglihatan yang diberikan.
Game ini tidak hanya menguji kemampuan melihat bentuk dari sudut tertentu. Champions juga harus memahami posisi setiap pilar, memperkirakan hubungan antarbagian, dan menyusun seluruh elemen agar sesuai dengan petunjuk.
Semakin besar ukuran papan, semakin kompleks pula susunannya. Papan 4×4 menjadi tahap awal, lalu tantangan meningkat ke papan 5×5 dan 6×6 yang memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi.
Aturan Permainan
Aturan permainan Vertical Limit :
- Champions harus menempatkan pilar dengan tinggi yang berbeda secara fisik ke dalam board, sesuai aturan yang berlaku.
- Ada total 5 ronde, dengan tingkat kesulitan yang meningkat di setiap rondenya.
- Ronde 1, Champions harus menempatkan 16 pilar pada board 4×4, dengan batas waktu pengerjaan 3 menit.
- Ronde 2 dan 3, Champions harus menyusun 25 pilar pada board 5×5 dengan batas waktu pengerjaan 6 menit.
- Pada ronde 4 dan 5, Champions harus menempatakan 36 pilar ke dalam board 6×6, dengan batas waktu pengerjaan 10 menit.
- Champions yang telah selesai menyusun pilar pada board harus menekan bel.
- Setelah menekan bel, Champions tidak bisa mengganti jawaban.
Aturan penyusunan pilar pada board :
- Board berisikan grid dan angka-angka di sekelilingnya. Angka ini menunjukkan ada berapa banyak pilar yang dapat dilihat dari arah tersebut.
- Pilar terlihat jika tidak ada pilar yanag lebih tinggi di depannya. Pilar yang lebih tinggi akan menutupi pilar yang lebih rendah di belakangnya.

Ilustrasi penyusunan pilar sesuai aturan. (Sumber: YouTube Ruangguru)
- Contoh, angka 4, berarti ada 4 pilar yang terlihat dari arah itu, sedangkan angka 1 berarti hanya 1 pilar yang terlihat.
- Tidak boleh ada pilar dengan tinggi yang sama pada 1 baris atau 1 kolom.
Sistem Penilaian
Sistem penilaian pada tantangan ini juga sangat simple, yaitu ;
- Setiap ronde akan dimenangkan oleh Champion dengan jawaban yang tepat dan waktu penyelesaian lebih cepat.
- Champion yang lebih dulu memenangkan 3 ronde akan memenangkan tantangan ini, dan menjadi pemenang di Clash of Champions Season 3.
Satu kesalahan penempatan bisa membuat susunan tidak sesuai dengan petunjuk. Karena itu, Champions harus teliti, tetapi tetap berani mengambil keputusan saat sudah yakin.
Baca Juga: Kenalan dengan Rexx, Peserta Academy of Champions dari Banten
Strategi Vertical Limit
Untuk menyelesaikan Vertical Limit, Champions perlu membangun gambaran susunan dari bagian yang paling mudah terlebih dahulu. Pilar yang posisinya sudah jelas bisa dijadikan titik acuan untuk menyusun bagian lainnya.
Nasywaa juga pakai strategi ini, nih, untuk menyusun pilarnya. Ia memulai dari sisi-sisi yang nilainya 1, karena Ia bisa langsung menyimpan balok bertingkat 4 di sana. Setelah itu, kalau ada sisi yang nilainya 1 dan berseberangan dengan sisi yang nilainya 2, maka Nasywaa bisa menaruh pilar yang tingginya 3 di sisi itu. Abis itu, tinggal lengkapin deh sisi-sisi yang masih kosong.

Nasywaa menjelaskan strateginya di game Vertical Limit. (Sumber: YouTube Ruangguru)
Rexx berhasil mencuri poin pada ronde pertama dengan papan 4×4. Ia kemudian memperlebar keunggulan pada ronde kedua menggunakan papan 5×5 setelah Nasywaa melakukan kesalahan dalam menata pilar, di mana Nasywaa menaruh pilar dengan tinggi yang sama pada 1 baris.

Nasywaa melakukan kesalahan penyusunan pilar pada babak kedua. (Sumber: YouTube Ruangguru)
Pada ronde berikutnya, keduanya sempat gagal menyelesaikan susunan secara sempurna sehingga poin dinyatakan seri. Namun, pada ronde terakhir dengan papan 6×6, Rexx tampil tenang dan berhasil menyusun 36 pilar dengan akurasi sempurna.
Keberhasilan itu membuat Rexx mengunci kemenangan dengan skor akhir 2-1 sekaligus meraih gelar The Ultimate Champion Clash of Champions Season 3.

Selebrasi Rexx atas kemenangannya di Clash of Champions Season 3. (Sumber: YouTube Ruangguru)
Hasil Grand Final Clash of Champions Season 3
Setelah melalui tiga game yang sangat ketat, Rexx akhirnya keluar sebagai juara Clash of Champions Season 3. Ia berhasil mengalahkan Nasywaa dengan skor akhir 2-1 dalam format Best of Three.
Hasil lengkap Grand Final Clash of Champions Season 3 adalah:
1. Juara 1: Rexx dari National University of Singapore (NUS)
2. Juara 2: Nasywaa dari Universitas Indonesia (UI)
3. Juara 3: Christoffer dari BINUS University
Perjalanan Rexx menuju kemenangan tentu tidak mudah. Ia harus melewati Orbital Genesis yang menguji memori, Number Hunter yang menguji numerik, dan Vertical Limit yang menguji logika spasial.
Sementara itu, Nasywaa juga menunjukkan perlawanan yang luar biasa. Ia berhasil merebut game kedua dan membuat pertandingan berlanjut ke game penentuan. Keduanya membuktikan bahwa konsistensi, strategi, dan ketenangan sangat penting dalam kompetisi seperti Clash of Champions.
Baca Juga: Profil Christoffer Edbert, Mahasiswa BINUS University yang Jago Programming
–
Grand Final Clash of Champions Season 3 menjadi penutup yang sangat seru untuk perjalanan panjang para Champions. Lewat Orbital Genesis, Number Hunter, dan Vertical Limit, Rexx dan Nasywaa diuji dalam tiga kemampuan yang berbeda.
Rexx akhirnya berhasil mengunci gelar juara setelah menang dengan skor 2-1. Namun, perjuangan Nasywaa juga patut diapresiasi karena ia mampu memberikan perlawanan kuat dan merebut kemenangan di Number Hunter.
Itulah pembahasan game episode 16 Clash of Champions Season 3. Selamat untuk Rexx sebagai The Ultimate Champion, Nasywaa sebagai runner-up, dan seluruh Champions yang sudah berjuang sampai akhir!
Kalau kamu mau menyaksikan secara langsung keseruan dan ketegangan di episode terakhir ini, kamu bisa tonton tayangannya di Youtube dan aplikasi Ruangguru, atau kamu bisa langsung aja klik di bawah ini!
Kalau kamu perhatikan, di akhir tayangan, ada teaser Academy of Champions Season 2, lho! Yuk, pantengin terus blog Ruangguru, blog Brain Academy, sosial media, channel WhatsApp, aplikasi, dan YouTube Ruangguru biar kamu nggak ketinggalan update seru seputar Academy of Champions Season 2, ya!


