Potensi Sumber Daya Laut Indonesia & Pengelolaannya | Geografi Kelas 11

potensi sumber daya laut indonesia

Artikel Geografi kelas 11 ini berisi tentang macam-macam potensi sumber daya laut Indonesia dan bagaimana pengelolaannya bagi masyarakat.

Tahukah kamu bahwa sekitar dua pertiga wilayah Indonesia terdiri dari lautan? Nggak heran kalau Indonesia dikenal sebagai negara maritim yang memiliki kekayaan laut sangat melimpah. Laut Indonesia nggak cuma jadi habitat bagi berbagai jenis ikan dan biota laut, tetapi juga menyimpan beragam sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat.

Dari lautan Indonesia yang sebegitu luasnya, kira-kira apa aja potensi sumber daya laut Indonesia dan bagaimana pengelolaannya selama ini, ya?

Well, kamu perlu tau dulu kalau potensi laut itu bukan cuma ikan, udang, atau rumput laut aja. Tapi, mencakup berbagai sektor, mulai dari perikanan dan budidaya laut, energi, mineral, serta pariwisata bahari. Dengan pengelolaan yang baik, potensi tersebut memberikan manfaat besar bagi masyarakat, baik sebagai sumber pangan, mata pencaharian, maupun pendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Di artikel ini, akan dibahas apa aja macam-macam potensi sumber daya laut Indonesia serta pengelolaannya bagi masyarakat. Yuk, simak sampai habis, ya!

 

Apa yang Dimaksud dengan Potensi Sumber Daya Laut?

Oke, sebelum kita membahas tentang berbagai potensi sumber daya laut Indonesia, kita pahami dulu yuk apa yang dimaksud dengan sumber daya laut!

Sumber daya laut adalah segala kekayaan alam yang terdapat di wilayah perairan laut dan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Sumber daya tersebut dapat berupa sumber daya hayati, seperti ikan, udang, kerang, rumput laut, dan makhluk hidup lain, maupun sumber daya nonhayati, seperti garam, minyak bumi, gas alam, dan berbagai mineral yang tersimpan di dasar laut.

Nah, kalau potensi sumber daya laut adalah kemampuan atau peluang wilayah laut untuk memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Potensi ini dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang, seperti perikanan, pariwisata, transportasi, energi, hingga perdagangan.

Seperti yang kita tau, Indonesia itu memiliki potensi sumber daya laut yang sangat besar karena merupakan negara kepulauan. Selain itu, letak geografis Indonesia yang berada di antara dua benua, yaitu Asia dan Australia, serta dua samudra, yaitu Samudra Hindia dan Samudra Pasifik, turut mendukung melimpahnya sumber daya laut di Indonesia. Posisi strategis ini menjadikan perairan Indonesia sebagai jalur migrasi berbagai jenis ikan dan habitat bagi beragam biota laut.

Oleh karena itu, potensi sumber daya laut Indonesia perlu dikelola dan dimanfaatkan secara bijak agar dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. Sekaligus tetap menjaga kelestarian ekosistem laut untuk generasi mendatang.

Baca Juga: Potensi Sumber Daya Indonesia untuk Menuju Ketahanan Pangan

 

Jenis-Jenis Potensi Sumber Daya Laut Indonesia

Secara umum, potensi sumber daya laut Indonesia dapat dibedakan menjadi empat jenis, yaitu sumber daya hayati, sumber daya nonhayati, energi laut, dan jasa kelautan. Kita bahas satu per satu ya, supaya lebih jelas:

 

1. Potensi Sumber Daya Hayati Laut

Sumber daya hayati laut adalah seluruh makhluk yang hidup dan berkembang di ekosistem laut serta dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Beberapa contoh sumber daya hayati laut Indonesia antara lain ikan, udang, kepiting, rumput laut, terumbu karang, dan mutiara.

Ikan menjadi sumber daya laut yang paling banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia sebagai bahan pangan dan komoditas ekspor. Nah, siapa nih di antara kamu yang suka makan ikan? Ikan itu sangat bagus lho untuk jantung dan otak, karena mengandung protein berkualitas tinggi dan asam lemak omega-3. Selain itu, udang, kerang, dan kepiting juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena banyak diminati pasar domestik maupun internasional.

Sementara itu, rumput laut banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku makanan, kosmetik, hingga produk farmasi. Di sisi lain, terumbu karang berperan penting sebagai habitat berbagai biota laut sekaligus objek wisata bahari. Adapun mutiara merupakan hasil budidaya laut yang memiliki nilai jual tinggi dan sering digunakan sebagai perhiasan.

 

2. Potensi Sumber Daya Nonhayati Laut

Sumber daya nonhayati laut adalah kekayaan alam laut yang tidak berasal dari makhluk hidup dan umumnya terbentuk melalui proses geologi dalam waktu yang sangat lama. Contoh sumber daya nonhayati laut, antara lain minyak bumi, gas alam, garam, pasir laut, dan mineral dasar laut.

Minyak bumi dan gas alam merupakan sumber energi penting yang banyak ditemukan di wilayah lepas pantai Indonesia. Kedua sumber daya ini dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat maupun industri. Selain itu, garam yang dihasilkan melalui penguapan air laut digunakan dalam berbagai sektor, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga industri.

Pasir laut juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan konstruksi dan reklamasi, sedangkan mineral dasar laut mengandung berbagai bahan tambang yang berpotensi mendukung kebutuhan industri di masa depan.

 

3. Potensi Energi Laut

Kamu tau nggak, laut nggak cuma menyimpan sumber daya hayati dan nonhayati aja, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai sumber energi terbarukan. Potensi energi laut dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Apalagi, potensi energi laut Indonesia sangat besar karena wilayah perairannya yang luas dan berada di kawasan tropis. Namun, pengelolaannya masih memerlukan penelitian dan pengembangan teknologi yang memadai. Nah, beberapa jenis energi laut yang berpotensi dikembangkan di Indonesia, antara lain energi gelombang laut, energi pasang surut, energi arus laut, dan energi panas laut.

 

4. Potensi Jasa Kelautan

Selain menghasilkan berbagai sumber daya alam, laut juga memberikan manfaat dalam bentuk jasa kelautan. Hmm, apa sih jasa kelautan itu? Jasa kelautan adalah berbagai layanan/jasa yang diperoleh dari keberadaan wilayah laut dan pesisir untuk mendukung aktivitas ekonomi maupun sosial masyarakat. Contohnya, pariwisata bahari.

Indonesia memiliki banyak destinasi wisata laut yang terkenal karena keindahan pantai, terumbu karang, dan keanekaragaman biota lautnya. Wisata bahari tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Selain itu, sebagai negara kepulauan, laut juga berfungsi sebagai jalur transportasi yang menghubungkan berbagai pulau di Indonesia.

Lebih luas lagi, laut Indonesia juga mendukung kegiatan perdagangan internasional, karena banyak jalur pelayaran dunia yang melewati wilayah Indonesia.

Baca Juga: Jenis-Jenis Sumber Daya Alam, Potensi & Persebarannya

 

Pengelolaan Potensi Sumber Daya Laut Indonesia

Nah, agar manfaat dari masing-masing potensi sumber daya laut dapat terus kita rasakan, pengelolaannya perlu dilakukan secara berkelanjutan, gais. Misalnya dengan menjaga kebersihan kawasan wisata, melakukan penangkapan ikan berkelanjutan, melakukan konservasi biota laut, memperkuat infrastruktur transportasi laut, serta mengedukasi masyarakat terkait pentingnya melestarikan sumber daya laut. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasan di bawah ini, yuk!

 

1. Pengelolaan Sumber Daya Perikanan

Kita harus bersyukur, karena Indonesia punya wilayah laut yang luas, jadi kita bisa puas makan banyak jenis ikan. Jumlah ikan yang banyak ini perlu dikelola dengan baik, agar cucu kita juga tetap bisa merasakan ikan yang banyak seperti kita sekarang. Meski kita membutuhkan ikan untuk dikonsumsi, penangkapan ikan yang berlebihan harus dihindari karena dapat mengancam keberadaan ikan-ikan di laut. Salah satu cara mengelolanya adalah dengan menangkap ikan layak konsumsi yang memiliki tingkat regenerasi tinggi dan tidak termasuk dalam hewan terancam punah.

Cara lainnya adalah dengan melakukan budi daya, seperti ikan kakap dan kerapu. Selain ikan, ada juga budi daya moluska (kerang-kerangan, mutiara dan teripang), budi daya rumput laut, dan pengembangan industri bioteknologi kelautan (industri ini meliputi industri bahan baku untuk makanan, industri bahan pakan alami, benih ikan dan udang, serta industri bahan pangan).

tambak ikan tradisional untuk menjaga kelestarian ikan

Ini dia salah satu budi daya, tambak ikan. (Sumber: beritasampit.co.id).

 

2. Pengelolaan Pertambangan dan Energi

Seluruh perairan Indonesia punya potensi mineral laut yang sangat besar. 70% potensi minyak bumi dan gas bumi milik Indonesia terletak di wilayah pesisir dan lepas pantai. Wilayah laut Indonesia juga kaya akan mineral seperti emas, perak, timah, mangan, pasir kuarsa, monazite, zircon, nodul-mangan, kromit, dan bijih besi. Selain mineral-mineral tersebut, di laut Indonesia juga terdapat potensi nonmigas yang tinggi. Arus laut, gelombang, pasang surut, hingga suhu dapat digunakan sebagai energi terbarukan dan ramah lingkungan. Salah satu contoh penggunaannya adalah ocean thermal energy conversion (OTEC).

 Cara Kerja Ocean Tthermal Energy Conversion (OTEC)

Cara kerja ocean thermal energy conversion (OTEC) (Sumber: treehugger.com).

3. Pengelolaan Perhubungan Laut

Sebagai negara kepulauan, Indonesia sangat memerlukan sarana transportasi laut. Dengan jumlah pulau lebih dari 17.000, perlu pengelolaan industri transportasi yang membantu kelancaran transportasi antarpulau tersebut. Sarana ini ditujukan untuk meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas antarpulau.

Baca juga: Perkembangan Jalur Transportasi dan Perdagangan Internasional Indonesia.

4. Pengelolaan Pariwisata

Kalau dulu orang hanya mengenal Bali sebagai tempat wisata laut dan pantai yang baik, sekarang di Indonesia sudah semakin banyak pilihannya. Semakin banyak wilayah pantai dan laut yang dikelola dengan baik. Luasnya wilayah laut Indonesia perlu didukung oleh banyak pihak agar semakin maju. Bukan hanya pemandangan lautnya yang dapat dijadikan tempat wisata, Squad. Kehidupan masyarakat yang tinggal di sekitar laut tentunya juga menarik untuk diketahui lebih lanjut. Eits, tapi ingat, kalau berwisata ke laut jangan buang sampah sembarangan dan harus menjaga sopan santun yaa.

5. Potensi Sumber Daya Alam Kelautan Indonesia

Indonesia memiliki tingkat keragaman spesies padang lamun tertinggi di dunia, dengan luas 30.000-60.000 km2. Padang lamun memiliki nilai ekologis dan ekonomis paling tinggi di antara ekosistem lainnya seperti terumbu karang, rumput laut dan hutan mangrove. Indonesia merupakan salah satu negara dengan keragaman terumbu karang tertinggi di dunia, makanya kita bisa tergabung dalam Coral Triangle Initiative (CTI). Keren banget, yaa… Negara-negara lain yang tergabung dalam kelompok ini adalah Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Kepulauan Solomon dan Timor Leste. Selain potensi di bawah laut, di daratan juga ada hutan mangrove. Luas hutan mangrove di Indonesia mencapai 33.000 km2, kurang lebih 21,7% dari total luasan hutan mangrove di dunia.

terumbu karang raja ampat spot pariwisata menyelam

Salah satu spot menyelam di Indonesia yang terkenal, ya Raja Ampat! Gimana, keren ‘kan? (Sumber: xtremespots.com).

6. Pengelolaan Sumber Daya Laut Indonesia

Pengelolaan sumber daya laut berbasis komunitas lokal, merupakan salah satu strategi pengelolaan yang dapat meningkatkan efisiensi dan keadilan dalam pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya alam. Selain itu, pengelolaan ini juga dapat membawa efek positif secara ekologi dan sosial.

Pengelolaan dapat dilaksanakan dengan menyatukan sinergi antara tenaga terdidik dan masyarakat. Kaum terdidik bisa menerapkan berbagai teknologi untuk pemantauan sumberdaya laut, salah satunya adalah teknologi informasi berbasis radio atau dinamakan Monitoring Control and Surveillance (MCS). Dengan ini, pengembangan riset terkait sumber daya kelautan, baik dari segi fisik laut maupun biota laut dapat diterapkan secara nyata.

cara kerja Monitoring Control and Surveillance (MCS) untuk pengelolaan sumber daya laut

Cara kerja Monitoring Control and Surveillance (MCS) yang dapat memantau sumber daya laut yang ada. (Sumber: reefresilience.org).

Potensi-potensi yang dimiliki Indonesia tentunya harus dijaga agar dapat terlindungi dan tidak rusak. Sehingga, pengembangan potensi kelautan harus dilakukan dengan cara yang berkelanjutan, terpadu, serta tidak berpusat di satu lokasi. Agar hal tersebut bisa tercapai, tentunya pemerintah membutuhkan kerja sama internasional dan partisipasi masyarakat, termasuk kamu. Jika tertarik untuk memelajari materi ini lewat video animasi, kamu bisa tonton di RuangBelajar, lho.

ruangbelajar

Artikel ini terakhir diperbarui tanggal 04 Desember 2020.

Referensi:

Anjayani, Eni. 2009. Geografi untuk Kelas XI SMA/MA. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Irene Swastiwi Viandari Kharti