Perbedaan Meteoroid, Meteorit, dan Meteor | Fisika Kelas 7

Zara Larasati Feb 9, 2021 • 4 min read


Meteor, Meteorit, dan Meteoroi

Tahukah kamu perbedaan antara meteoroid, meteorit, dan meteor? Yuk, kenali perbedaanya di artikel IPA kelas VII berikut ini. Simak sampai habis ya!

--

Bintang kecil, di langit yang tinggi...

Amat banyak, menghias angkasa...

Aku ingin, terbang dan menari...

Jauh tinggi ke tempat kau berada…

 

Pernahkah kamu menyanyikan lagu tadi? Pasti pernah dong! Apalagi kalo ada bintang jatuh, pasti kamu langsung berdoa supaya dikabulin permohonannya 'kan?

bintang jatuh

Kamu pasti berdoa, ketika ada bintang jatuh (sumber: giphy.com)

Bintang jatuh itu, dalam ilmu sains biasanya dinamakan sebagai meteor. Wah apa sih meteor itu? Meteor adalah batu yang melayang-layang di luar angkasa sana. Selain dijuluki sebagai meteor, batu-batu ini ternyata punya julukan lain lho. tergantung kondisi tempatnya, batu-batu ini juga bisa dipanggil sebagai meteorit dan meteoroid. Lalu apa perbedaan meteor, meteorit, dan meteoroid? Yuk kita cari tahu!

Baca juga : Fakta yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Bumi

Meteoroid

Meteoroid adalah potongan batu atau puing-puing logan (yang mengandung unsur besi dan logam) yang bergerak di luar angkasa.

Meteoroid mengelilingi matahari dengan orbit tertentu dan kecepatan yang bervariasi. Meteoroid tercepat bergerak di sekitar 42 km/detik. Ketika meteoroid tertarik oleh gravitasi bumi, maka sebelum sampai ke bumi, meteoroid akan bergesekan dengan atmosfer bumi. Gesekan tersebut akan menghasilkan panas dan membakar meteoroid tersebut.

Nah, meteoroid yang habis terbakar oleh atmosfer bumi disebut dengan meteor. Namun, apabila meteoroid tidak habis terbakar oleh atmosfer bumi dan jatuh ke bumi disebut meteorit.

meteroid

Meteoroid memiliki ukuran hanya sebesar kerikil (sumber: giphy.com)

Meteor

Meteor adalah meteoroid yang jatuh dan masuk ke dalam atmosfer bumi. Karena melayang-layang nggak jelas di angkasa, seringkali meteoroid ini masuk ke bumi dan berubah namanya menjadi meteor. Ketika meteor jatuh ke dalam atmosfer bumi, maka akan terjadi gesekan dengan udara sehingga benda tersebut akan menjadi panas dan terbakar. Nah, meteor yang terbakar ini biasa kita sebut dengan bintang jatuh.

meteor-1

Meteor, atau yang biasa kita sebut dengan bintang jatuh (sumber: giphy.com)

Meteorit

Nah, yang terakhir adalah meteorit. Meteorit merupakan meteor yang tidak habis terbakar dan mencapai permukaan bumi. Tumbukan meteorit yang sampai ke permukaan bumi ini sering banget bikin lubang-lubang besar di permukaan bumi. Salah satu contoh lubang yang dihasilkan dari meteorit ini adalah Kawah Meteorit Arizona di Amerika Serikat. Lebarnya sebesar 1,265 meter, lho. Wow, gede banget ya.

kawah arizona - kenali perbedaan meteor, meteorit, dan meteoroidKawah Meteorit Arizona, Amerika Serikat (sumber: pinterest.com)

Tahukah kamu, Kawah Meteorit Arizona alias kawah Barringer, merupakan kawah yang terbentuk karena jatuhnya meteor pada 49.000 tahun yang lalu. Meteor yang jatuh ini merupakan meteor dengan ukuran panjang sekitar 45,72 meter. Walau ukuran meteor ini relatif kecil, namun mampu membuat kawah sebesar 2 km dengan kedalaman 175 meter. Tidak hanya itu, dampak dari meteorit ini menyebabkan pinggiran kawah yang terangkat setinggi 45 meter lebih tinggi dari dataran disekitar lokasi tabrakan. 

 

Nah, supaya kamu makin paham tentang perbedaan antara meteor, meteorit, dan meteoroid. Yuk perhatiin gif di bawah ini:

rangkumanPerjalanan meteor, meteorit, dan meteoroid (sumber: giphy.com]

Wah, itu lah perbedaan antara meteoroid, meteorit, dan meteor ya. Meskipun merupakan satu benda yang sama, kita harus menyebutnya dengan nama yang berbeda ya. Jangan sampai salah, lho! Nah kalau kamu mau belajar materi lainnya, yuk belajar dari ruangbelajar. Selain ada video-video beranimasi, kamu juga bisa belajar dari rangkuman yang bikin belajar kamu lebih menyenangkan.

New Call-to-action 

Referensi:

Widodo, Wihono. Rachmadiarti, Fida. Nurul Hidayati, Siti. (2017). Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Kemendikbud.

Artikel ini diperbaharui pada 4 Agustus 2021.

 
Profile

Zara Larasati

Beri Komentar