Redefinisi Maskulinitas: K-Pop Idol Pria Lawan Toxic Masculinity melalui Seni

Clara Pricilla Adiputra Agu 12, 2021 • 11 min read


Redefining Masculinity

Artikel ini akan membahas tentang bagaimana K-Pop idol pria melawan toxic masculinity melalui seni. Penasaran dengan cara mereka mendefinisikan ulang maskulinitas? Yuk, simak pemaparan di bawah ini!

--

Cause, ah-ah, I’m in the stars tonight, so watch me bring the fire and set the night alight!” begitulah lirik lagu Bangtan Sonyeondan (BTS) yang berbunyi keras di ruang keluarga Jennie. “Ayah, Kai pergi untuk berlatih boxing dulu, biar terlihat semakin macho, nggak kayak anggota boyband kesukaan Jennie” ucap Kai menyindir adiknya yang sedang asyik menonton BTS di televisi. Menatap sinis, Jennie pun menjawab: “Aduh, hari gini toxic masculinity sudah nggak zaman tau. Banyak baca konten yang mengedukasi, gih!”

Lah, lagian idolamu itu aneh, ngakunya laki-laki tapi pakai make up dan joget-joget di depan kamera” ucap Kai membujuk adiknya untuk berhenti menyukai BTS. Tak kuasa untuk menahan diri, Jennie bangkit dari tempat duduknya, mendekati Kai dan berkata dengan nada pemain TikTok di negara +62: “Iri? Bilang bos!” Bergabung dalam pembicaraan, Chris yang merupakan ayah dari Kai dan Jennie menambahkan: “Ngapain kamu iri, Kai? Jennie saja sukanya pria unyu dan cantik yang tentunya kalah macho sama kamu.”

Malas memperdebatkan opini Kai dan sang ayah sendirian, Jennie memutuskan untuk berhenti berbicara. Dalam diamnya, terlintas hal-hal yang sebenarnya ingin ia katakan untuk mematahkan stereotip orang terdekatnya terhadap K-Pop idol pria. Namun, pada saat yang bersamaan, ia menyadari bagaimana definisi awal maskulinitas memang jauh berbeda dari apa yang digambarkan oleh para K-Pop idol pria. “Ugh, if only they could see what I see in them” ucap Jennie dalam hati sambil menyaksikan idolanya bernyanyi dan menari.

Layaknya Kai dan sang ayah, kamu mungkin mempertanyakan apa yang sebenarnya dilihat oleh Jennie pada diri idolanya, bukan? Well, please know that your curiosity alone would be highly appreciated. Namun, ketika kamu hendak mempertanyakan sesuatu, hapuskanlah dulu segala prasangka (prejudice) yang ada di dalam hatimu, ya. Now, without further ado, let me help you get to know what’s on Jennie’s mind!

 

Segala Hal yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Maskulinitas: It's Relative

Sebelum menjelajahi isi kepala Jennie, ada baiknya untuk kita memahami arti maskulinitas yang diperbincangkan oleh Kai dan ayahnya. Nah, menurut Oxford Dictionaries, maskulinitas adalah kualitas atau atribut yang dikarakteristikan dimiliki oleh laki-laki. Related to this, disebutkan pula kata macho oleh Kai yang memiliki arti maskulinitas yang terlalu tegas hingga cenderung agresif. Yup, kalau kamu berpikir bahwa istilah ini bisa memproduksi toxic masculinity, you’re right!

Jika kamu perhatikan, definisi maskulinitas tidak menyertakan penyebutan atribut-atribut tertentu yang dapat menjadi tolak ukur maskulinitas seseorang. Hm, sampai disini, kamu bisa menebak nggak sih apa yang ingin penulis katakan? Kalaupun tidak, jangan khawatir, I will reveal it to you right away. Here’s what I’m trying to say, sebenarnya tidak pernah ada alat ukur kaku untuk menilai maskulinitas seseorang, loh. Dalam hal ini, ketahuilah bahwa arti maskulinitas tidak pernah bisa dilepaskan dari konteks sosial dan budaya tertentu.

However, there is of course a certain attribute of masculinity that the majority of people adores. Nah, lama-kelamaan atribut ini akan disepakati oleh banyak orang hingga bertransformasi menjadi sebuah standar maskulinitas. Hm, coba deh kamu perhatikan bagaimana mayoritas orang Indonesia baik laki-laki maupun perempuan berbondong-bondong menonton film berjudul Avengers demi melihat aksi Thor yang dimainkan oleh Chris Hemsworth. Lalu, saat film berakhir, seisi bioskop akan membicarakan kegagahan tubuh Chris Hemsworth dan suaranya yang berat itu.

Chris Hemsworth vs Park Jimin

 

Sementara itu, ketika laki-laki maupun perempuan berbondong-bondong menonton konser BTS di Indonesia, munculah pertanyaan seperti: “Dih, ngapain sih nonton pria yang gayanya menye-menye begitu? Mending nonton Avengers atau pertandingan sepak bola!”. Sekarang, kamu mungkin mengerti mengapa adik dan ayah Jennie mempertanyakan maskulinitas BTS. Hal ini terjadi karena dalam sudut pandang mereka, anggota boyband BTS tidak memiliki atribut maskulinitas yang disepakati banyak orang.

Now, let’s get to the most important part of this article, yaitu tentang bagaimana K-Pop idol pria melawan toxic masculinity melalui karya seni. Akhirnya, kita akan mengenali arti maskulinitas dan realisasinya dalam konteks Korean Pop Culture, nih!

 

1. Make Up dan Fashion: Tidak ada Hubungannya dengan Maskulinitas, Hanya Wujud Dedikasi Tinggi

Alah, alasan saja, apapun alasannya laki-laki nggak seharusnya menggunakan make up”, exactly how toxic masculinity sounds like. Dalam Korean Pop Culture, make up dipercaya mampu membuat para penggemar merasakan nuansa lagu yang dibawakan oleh idolanya. Oleh karena itu, make up seorang idol pria selalu disesuaikan dengan nuansa lagu yang akan dibawakan. Yup, this has nothing to do with their masculinity, just their big dedication for the performing arts world.

Eric Nam

 

Sama halnya dengan pemilihan pakaian, para stylist idol pria benar-benar memperhatikan nuansa lagu yang akan dibawakan. Oh ya, ketahuilah bahwa pakaian yang digunakan idol favoritmu sebenarnya merefleksikan citra yang ingin mereka tunjukkan, loh. Contohnya, pakaian yang digunakan Neo Culture Technology (NCT) untuk menyanyikan lagu Black on Black dan pakaian yang digunakan NCT Dream untuk lagu menyanyikan lagu Hello Future sangatlah berbeda.

NCT Black on Black

Black on Black by NCT 2018 - Powerful, Charismatic (Sumber: https://www.hellokpop.com/)

NCT Dream Hello Future-1

Hello Future by NCT Dream - Dreamy, Colorful (Sumber: https://www.allkpop.com/)

 

2. Respectful Bows dan Greetings: Nggak Sopan, Nggak Laki

Hey, kamu tau nggak sih kalau hampir seluruh grup boyband di Korea Selatan memiliki cara menyapa penggemarnya masing-masing? Eits, tentunya bukan sembarang sapaan, ya! Dalam hal ini, sapaan mereka sebenarnya melambangkan rasa terima kasih sekaligus hormat mereka kepada para penggemarnya. Makanya, kebanyakan sapaan oleh grup boyband di Korea Selatan melibatkan pembungkukkan badan atau kepala.

Respectful Bows Jungkook

Jungkook BTS membungkukkan badan saat sampai di bandara (Sumber: https://www.koreaboo.com/)

Oh ya, sapaan ini mereka bawa sampai ke negeri orang, loh. Dalam konteks Korean Pop Culture, sikap merupakan daya jual tertinggi seorang idol pria. Hm, mungkin kalau dalam bahasa gaulnya, bisa dibilang seperti ini: “Nggak sopan, nggak laki!”. So, gimana nih sobat? Kebiasaan mereka yang satu ini nyatanya bisa kalian jadikan contoh, kan? Jangan mengaku maskulin kalau nggak tahu cara menghormati orang lain, ya!

Baca Juga: Suka Nonton Kartun? Ini Sejarah Film Animasi

 

3. Good Work Ethic: Kegigihan yang Melambangkan Atribut Terbaik K-Pop Idol Pria

Kamu melihat idol favoritmu jalan-jalan ke luar negeri dengan tas bermerek? Atau mungkin kamu pernah melihat BTS berada pada posisi nomor 1 dalam kategori top global artist di Billboard? Cmon guys, kedua hal tersebut tidak jatuh ke tangan mereka dengan sendirinya. Satu hal yang perlu kamu ketahui, kerja keras adalah suatu sikap yang dijunjung tinggi oleh setiap pria yang terjun ke dalam industri musik Korea Selatan. Tampil di panggung megah di berbagai belahan dunia nyatanya merupakan buah manis dari kegigihan dan konsistensi.

Just in case you didn’t know, Kim Taehyung atau yang biasa dipanggil “V” bukanlah seseorang yang lahir dari keluarga kaya. Namun, dengan penuh keberanian dan semangat tinggi, V memutuskan untuk meninggalkan rumahnya dan menjadi trainee di Big Hit Entertainment. Clearly, meninggalkan rumah tanpa jaminan akan berujung menjadi seorang artis yang sukses tentunya memberikan dirinya banyak tekanan. Tak mau kalah dengan ketakutan dan tekanan yang ia rasakan, he works hard like no other. Thanks to his extremely good work ethic, he is now a member of the biggest boyband in the world!

 

4. Sing to Comfort: Berbicara Soal Kesehatan Mental melalui Lirik Lagu, Kenapa Harus Malu?

Bagi sebagian besar laki-laki, berbicara soal kesehatan mental pribadi tak jarang dilihat sebagai tanda kelemahan. Ucapan seperti: “Bro, akhir-akhir ini gue stress sama kerjaan” seringkali dijawab dengan: “Namanya juga kerja. Lo laki, kan? toughen up, lah!Yup, tipe jawaban seperti inilah yang membuat laki-laki cenderung menghindari perbincangan yang menuntut mereka untuk berbicara soal perasaan pribadi.

However, the concept above didn’t apply in the context of Korean Pop Culture. Di Korea Selatan, idol pria tidak merasa malu untuk mengungkapkan isi hati melalui lirik lagu yang mereka tulis. Contohnya, melalui lagu berjudul Abyss, Jin BTS menceritakan kelelahan yang ia rasakan selama bekerja di industri musik K-Pop. Selalu ingin tampil sempurna di hadapan para penggemar, Jin mengungkapkan bahwa ia mempertanyakan kemampuannya sendiri beberapa kali. Namun, memutuskan untuk keluar dari perasaan yang memenjarakannya itu, Jin menuangkan perasaannya melalui seni musik.

Alhasil, lagu ini ternyata membuat para penggemar merasa semakin dekat dan terhubung dengan idolanya. Lebih daripada itu, lagu yang menunjukkan sisi gelap kehidupan Jin ini berhasil mematahkan stereotip yang menilai bahwa big male K-Pop idol is always happy. Yup, everyone is definitely going through something and just because you didn’t see it, doesn’t mean it’s not there. Hm, penggemar boyband BTS bisa dibilang sangat beruntung banget, ya. Kalau sedang berada di titik terendah kehidupan, lirik lagu BTS dapat menjadi mantra untuk membangkitkan semangat yang sempat patah. See, isn’t it amazing how one song can mend so many broken hearts?

Magic Shop - BTS

 

Nah, itulah empat cara K-Pop idol pria kesukaanmu melawan toxic masculinity. Menurut penulis, satu hal yang perlu kamu ingat adalah bahwa maskulinitas itu relatif. Dalam hal ini, definisi maskulinitas tidak pernah bisa dilepaskan dari konteks sosial dan budaya tertentu.

So, kalau kamu bertemu dengan seseorang seperti Jennie, janganlah kamu bersikap seperti Kai dan sang ayah. Instead, try to put yourself in their shoes and be completely tolerant. Kamu ingin melawan toxic masculinity? Yuk, mulai dari diri sendiri. Ingat, your action matters!

New call-to-action

Referensi:

Koreaboo. 2020. 10+ Gifs Of BTS's Jungkook Bowing Respectfully Like The Humble King He Is. [online] Available at: https://www.koreaboo.com/lists/10-gifs-btss-jungkook-bowing-respectfully-like-humble-king/ [Accessed 9 August 2021].

SBS PopAsia. 2017. 11 K-pop idols who fought through hardships before debuting. [online] Available at: https://www.sbs.com.au/popasia/blog/2017/11/30/11-k-pop-idols-who-fought-through-hardships-debuting [Accessed 9 August 2021].

Ibighit. BUTTER. [online] Available at: https://ibighit.com/bts/eng/discography/detail/butter.php [Accessed 10 August 2021].

Harper's BAZAAR, 2020. Eric Nam’s Nighttime Skincare Routine | 에릭남의 저녁 스킨케어 루틴 | Go To Bed With Me | Harper's BAZAAR. [video] Available at: https://www.youtube.com/watch?v=YIMKtj0TsuU&t=282s [Accessed 10 August 2021].

Martínez, E., 2020. 5 ways K-pop band BTS is redefining masculinity in the US!. [online] YAAY. Available at: https://yaay.today/kpop/5-ways-K-pop-band-BTS-is-redefining-masculinity-in-the-US-20201025-0002.html [Accessed 9 August 2021].

ALLKPOP. 2021. NCT Dream win #1 + Performances from July 9th 'Music Bank'!. [online] Available at: https://www.allkpop.com/article/2021/07/nct-dream-win-1-performances-from-july-9th-music-bank [Accessed 9 August 2021].

HELLOKPOP. 2018. NCT Shows The Limitless Possibilities Of 18 Members Through New Album "Empathy". [online] Available at: https://www.hellokpop.com/kpop/nct-possibilities-new-album-empathy/ [Accessed 9 August 2021].

Pham, J., 2020. BTS’ Jin Released a Surprise Song For His Birthday & the Lyrics Will Make You Cry. [online] Style Caster. Available at: https://stylecaster.com/bts-jin-abyss-lyrics-english/ [Accessed 9 August 2021].

Zoe, N., 2021. How The Men In K-Pop Combat Toxic Masculinity Through Their Art. [online] Women's Republic. Available at: https://www.womensrepublic.net/redefining-masculinity-how-the-men-in-k-pop-combat-toxic-masculinity-through-their-art/ [Accessed 9 August 2021].

Profile

Clara Pricilla Adiputra

I am a 5th semester's student majoring in Sociology at the University of Indonesia. Being a part of the Faculty of Social and Political Science community have made writing became something that I truly love doing. The idea of being able to educate people through my writing is the icing on the cake.

Beri Komentar