Tindakan Sosial: Pengertian, Ciri, Jenis, dan Contohnya | Sosiologi Kelas 10

Tindakan Sosial

Apa itu tindakan sosial? Yuk, belajar tentang tindakan sosial, meliputi pengertian, ciri, jenis, dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari di artikel Sosiologi Kelas 10 berikut!

 

Pernah nggak kamu memperhatikan bagaimana seseorang bereaksi saat diajak bicara, diberi kabar gembira, atau saat menghadapi situasi yang menyulut emosi? Reaksi-reaksi itu bukan sekadar gerak spontan saja lho, tapi juga bisa disebut sebagai tindakan sosial.

Dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang pasti pernah terlibat dalam suatu interaksi sosial, mulai dari menyapa teman, membantu tetangga, sampai mematuhi aturan di sekolah atau tempat kerja. Nah, semua hal yang dilakukan dengan mempertimbangkan keberadaan orang lain ini termasuk dalam bentuk tindakan sosial.

Lalu, sebenarnya apa itu tindakan sosial, apa tujuannya, dan seperti apa contoh tindakan sosial di kehidupan nyata? Yuk, kita bahas satu per satu secara lengkap!

 

Pengertian Tindakan Sosial Secara Umum

Secara umum, pengertian tindakan sosial adalah tindakan yang dilakukan oleh seseorang dengan mempertimbangkan keberadaan orang lain, serta bertujuan untuk mempengaruhi atau merespons tindakan orang lain.

Artinya, suatu tindakan disebut sebagai tindakan sosial apabila tindakan tersebut tidak dilakukan secara individual semata, tapi memiliki hubungan dengan orang lain.

Tindakan sosial muncul sebagai akibat dari interaksi sosial, yaitu hubungan timbal balik antara dua individu atau lebih yang saling mempengaruhi. Tanpa adanya interaksi sosial, tindakan sosial tidak akan terjadi.

Sederhananya, tindakan sosial bisa diartikan sebagai reaksi atau respon yang tampak secara nyata setelah seseorang melakukan interaksi sosial. Misalnya, saat kamu menyampaikan berita baik kepada teman, lalu temanmu tersenyum bahagia, senyum itu adalah tindakan sosial.

Contoh lain, ketika seseorang merasa kecewa karena dihina lalu memutuskan untuk diam atau menangis, tindakan tersebut merupakan bentuk tindakan sosial afektif karena muncul dari emosi akibat interaksi sosial yang terjadi.

Dalam kehidupan bermasyarakat, penting banget untuk mempertimbangkan dampak dari setiap tindakan sosial yang kita lakukan. Sebab, satu tindakan bisa memicu tindakan lain dari orang di sekitar, dan hal ini bisa berujung baik atau sebaliknya.

Misalnya, ketika seseorang memarahi orang lain karena kesalahannya, lalu orang yang dimarahi itu tersinggung dan balik memarahi orang tersebut, maka akan tercipta siklus tindakan sosial yang bisa menimbulkan konflik. Namun, jika seseorang membalasnya dengan sabar dan tenang, maka siklusnya akan berakhir dengan damai.

Inilah sebabnya, dalam ilmu sosiologi, tindakan sosial menjadi hal yang penting dipelajari agar kita bisa berinteraksi secara bijak dan meminimalkan dampak negatif dalam kehidupan sosial.

Baca Juga: Mengenal 3 Teori Permasalahan Sosial

 

Ingin mempelajari lebih dalam tentang Tindakan Sosial atau materi Sosiologi lainnya? Kamu boleh loh belajar langsung bareng tutor yang keren-keren dari Ruangguru Privat Sosiologi!

Belajar nggak cuma menyenangkan, tapi kamu juga bakal diajari konsepnya sampai paham! Para pengajar di Ruangguru Privat juga sudah terstandarisasi kualitasnya, loh. Kamu juga bisa pilih nih, mau diajarkan secara langsung (offline) atau daring (online). Fleksibel, kan? Untuk info lebih lanjut, cuss klik link berikut!

CTA Ruangguru Privat

 

Pengertian Tindakan Sosial Menurut Para Ahli

Untuk memahami konsep ini lebih dalam, beberapa tokoh sosiologi terkenal juga memberikan definisi dan teori terkait tindakan sosial. Yuk, kita bahas satu per satu!

 

A. Max Weber

Tokoh paling berpengaruh dalam pembahasan ini tentu saja adalah Max Weber. Pengertian tindakan sosial menurut Max Weber adalah suatu perilaku manusia yang memiliki makna subjektif dan diarahkan kepada orang lain.

Dalam teori tindakan sosial Max Weber, ia menjelaskan bahwa tindakan seseorang dikatakan sosial jika tindakan itu memperhitungkan keberadaan orang lain dan dimaksudkan untuk mempengaruhi mereka.

Weber juga menegaskan bahwa sistem sosial terbentuk dari hubungan antarindividu yang saling mempengaruhi dalam kelompok.

 

B. George Ritzer

Menurut George Ritzer, tindakan sosial adalah perilaku berulang yang dilakukan secara sengaja karena adanya pengaruh dari situasi tertentu.

Jadi, tindakan sosial tidak muncul secara acak, melainkan sebagai hasil dari pemaknaan terhadap situasi sosial di sekitar individu.

Ritzer juga menekankan bahwa setiap tindakan sosial selalu memiliki tujuan dan dilakukan secara sadar, meskipun terkadang tujuannya bisa berbeda-beda tergantung konteks.

 

C. Karl Marx

Menurut Karl Marx, tindakan sosial adalah aktivitas manusia untuk mencapai tujuan tertentu, baik menghasilkan sesuatu maupun mengekspresikan nilai tertentu. Tindakan ini selalu bersifat subjektif karena dipengaruhi oleh nilai, keyakinan, dan preferensi individu.

Marx juga membedakan antara tindakan pribadi dan tindakan sosial. Misalnya, seseorang yang marah lalu membanting barang pribadi bukan tindakan sosial karena tidak ditujukan kepada orang lain. Namun, jika kemarahan itu diluapkan kepada teman atau orang lain, maka hal itu menjadi tindakan sosial karena memunculkan reaksi dari pihak lain.

Dari beberapa pendapat ahli yang sudah dijabarkan di atas, bisa disimpulkan bahwa tindakan sosial adalah aktivitas manusia yang dilakukan dengan mempertimbangkan keberadaan orang lain dan memiliki makna tertentu di dalam hubungan sosial.

 

Tujuan Tindakan Sosial

Tujuan utama dari tindakan sosial adalah untuk memenuhi kebutuhan individu sekaligus mempengaruhi individu lain dalam lingkungan sosial.

Lewat tindakan sosial, seseorang dapat menjalin hubungan, mempertahankan nilai dan norma sosial, serta menjaga keharmonisan dalam masyarakat.

Selain itu, tindakan sosial juga berfungsi untuk:

  • Membangun hubungan sosial yang positif antaranggota masyarakat.
  • Menciptakan kebudayaan bersama yang diwariskan dari generasi ke generasi.
  • Menjaga nilai-nilai moral, etika, dan agama dalam kehidupan bermasyarakat.
  • Menumbuhkan solidaritas sosial dan rasa saling menghargai antarindividu.

 

Dengan kata lain, tanpa tindakan sosial, manusia tidak akan mampu hidup sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain.

 

Ciri-Ciri Tindakan Sosial

Dalam sosiologi, ada beberapa ciri-ciri tindakan sosial yang bisa membedakannya dari sekadar perilaku individu biasa, yaitu:

1. Memiliki makna subjektif 

Tindakan sosial tidak dilakukan secara asal atau otomatis, melainkan didasari oleh makna yang diberikan oleh pelaku.

Makna ini bersifat subjektif karena bergantung pada cara seseorang memahami situasi, pengalaman pribadi, latar belakang budaya, serta tujuan yang ingin dicapai.

Misalnya, tindakan memberi senyum bisa dimaknai sebagai bentuk keramahan, sopan santun, atau bahkan sindiran, tergantung pada konteks dan penafsiran pelakunya.

 

2. Terarah kepada orang lain

Suatu tindakan disebut tindakan sosial apabila tindakan tersebut mempertimbangkan keberadaan orang lain atau ditujukan kepada orang lain.

Artinya, pelaku menyadari bahwa tindakannya akan dilihat, dirasakan, atau ditanggapi oleh pihak lain. Tindakan yang sepenuhnya bersifat pribadi dan tidak berkaitan dengan orang lain (seperti berbicara sendiri tanpa maksud komunikasi) tidak termasuk tindakan sosial.

 

3. Dipengaruhi dan mempengaruhi orang lain

Tindakan sosial terjadi dalam hubungan timbal balik antarindividu. Perilaku seseorang sering kali dipengaruhi oleh sikap, tindakan, atau harapan orang lain, dan pada saat yang sama dapat memengaruhi perilaku orang di sekitarnya.

Contohnya, seseorang menjadi lebih sopan karena lingkungannya menjunjung tinggi kesopanan, dan sikap sopannya itu kemudian mendorong orang lain untuk bersikap serupa.

 

4. Mengharapkan tanggapan

Dalam tindakan sosial, pelaku umumnya memiliki harapan akan adanya respons atau reaksi dari orang lain. Respons tersebut bisa berupa tindakan, ucapan, atau sikap tertentu.

Misalnya, ketika seseorang mengajukan pertanyaan, ia berharap mendapat jawaban. Harapan terhadap tanggapan ini menunjukkan bahwa tindakan sosial bersifat komunikatif dan melibatkan interaksi dua arah.

 

5. Dipengaruhi oleh norma dan nilai sosial

Tindakan sosial tidak lepas dari norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat. Norma agama, adat istiadat, etika, dan hukum menjadi pedoman bagi individu dalam bertindak agar sesuai dengan harapan sosial.

Dengan mengikuti norma dan nilai tersebut, tindakan sosial dapat diterima oleh masyarakat dan tidak menimbulkan konflik atau penolakan sosial.

 

6. Bersifat sukarela

Tindakan sosial pada dasarnya dilakukan atas kehendak dan kesadaran individu, bukan semata-mata karena paksaan fisik.

Meskipun demikian, keputusan untuk bertindak sering kali dipengaruhi oleh tekanan sosial, situasi tertentu, atau pertimbangan moral.

Artinya, individu tetap memiliki kebebasan memilih, meskipun pilihannya dibentuk oleh lingkungan sosial tempat ia berada.

Ciri-Ciri Tindakan Sosial

 

Baca Juga: Bentuk Interaksi Sosial Asosiatif: Kerja Sama, Asimilasi, dan Akulturasi

 

Jenis-Jenis Tindakan Sosial Menurut Max Weber

Dalam teori sosiologi, 4 tindakan sosial menurut Max Weber dibedakan berdasarkan dorongan atau motif yang melatarbelakanginya. Keempat jenis tindakan sosial ini adalah sebagai berikut:

 

1. Tindakan Rasional Instrumental

Tindakan rasional instrumental adalah tindakan sosial yang dilakukan secara rasional dan logis, di mana seseorang mempertimbangkan cara paling efisien untuk mencapai tujuan tertentu. 

Contoh tindakan sosial rasional instrumental:

  • Seorang pelajar yang belajar semalaman agar bisa lulus ujian dengan nilai tinggi.
  • Seorang petani menanam tanaman yang cepat panen untuk meningkatkan penghasilan.
  • Seorang karyawan bekerja lembur agar mendapat bonus tambahan.

 

Dalam setiap contoh di atas, tindakan dilakukan secara sadar dengan tujuan yang jelas dan cara yang terukur.

 

2. Tindakan Berorientasi Nilai

Tindakan berorientasi nilai adalah tindakan sosial yang berlandaskan pada nilai-nilai sosial atau moral. Dalam tindakan ini, individu bertindak karena merasa hal itu benar secara etika, agama, atau budaya, bukan semata karena ingin mendapatkan hasil.

Contoh tindakan sosial berorientasi nilai:

  • Anak-anak berhenti bermain ketika mendengar suara adzan, lalu bersama-sama ke masjid untuk melaksanakan sholat.
  • Seseorang membantu tetangga yang sedang kesulitan tanpa mengharap imbalan.
  • Seorang prajurit rela berkorban demi negara karena nilai patriotisme.

 

Tindakan-tindakan seperti ini disebut sebagai tindakan sosial berorientasi nilai, karena lebih menekankan pada makna dan norma daripada hasil akhir.

 

3. Tindakan Afektif

Tindakan sosial afektif adalah tindakan sosial yang dilakukan karena dorongan emosi atau perasaan tanpa pertimbangan logis.

Contoh tindakan sosial afektif:

  • Seorang ibu menangis sedih karena anaknya sedang sakit.
  • Pendukung sepak bola bersorak gembira ketika timnya mencetak gol.
  • Seseorang marah dan meninggalkan ruangan setelah disindir temannya.

 

Dalam jenis tindakan ini, emosi menjadi faktor utama yang mempengaruhi perilaku seseorang.

 

4. Tindakan Tradisional

Terakhir, ada tindakan tradisional. Tindakan tradisional adalah tindakan sosial yang dilakukan karena sudah menjadi kebiasaan turun-temurun dalam suatu masyarakat.

Contoh tindakan sosial tradisional:

  • Upacara Ngaben di Bali.
  • Tradisi Pesta Bakar Batu di Papua.
  • Kebiasaan memberi salam atau mencium tangan orang tua saat bertemu.

 

Tindakan-tindakan ini dilakukan bukan karena pertimbangan logis atau emosi, tapi karena warisan budaya yang sudah melekat kuat dalam kehidupan masyarakat.

4 Jenis Tindakan Sosial Menurut Max Waber

 

Contoh-Contoh Tindakan Sosial dalam Kehidupan Sehari-Hari

Agar kamu lebih paham lagi mengenai contoh tindakan sosial, berikut adalah beberapa contoh tindakan sosial yang bisa kita temukan dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan jenisnya:

A. Contoh Tindakan Sosial Rasional Instrumental

  • Seseorang menabung agar bisa membeli rumah di masa depan.
  • Mahasiswa belajar keras supaya bisa lulus tepat waktu.
  • Seorang ibu memasak banyak makanan saat hari raya agar bisa berbagi dengan tetangga.

 

B. Contoh Tindakan Sosial Berorientasi Nilai

  • Memberi sedekah kepada orang yang membutuhkan.
  • Menghormati guru dengan berbicara sopan.
  • Membantu korban bencana alam tanpa pamrih.

 

C. Contoh Tindakan Sosial Afektif

  • Seseorang memeluk sahabatnya karena bahagia.
  • Anak kecil menangis ketika ibunya marah.
  • Suporter meneteskan air mata saat tim kesayangannya kalah.

 

D. Contoh Tindakan Sosial Tradisional

  • Melakukan upacara adat pernikahan sesuai tradisi daerah.
  • Melaksanakan tradisi makan bersama keluarga besar setiap memasuki bulan Ramadan.
  • Mengikuti ritual adat sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur.

 

Dari berbagai contoh di atas, dapat dilihat bahwa tindakan sosial mencerminkan hubungan timbal balik antara individu dan masyarakat di mana mereka hidup. Tindakan ini menjadi pondasi penting bagi terbentuknya kehidupan sosial yang harmonis.

Baca Juga: Penelitian Sosial: Pengertian, Manfaat, Fungsi, Jenis & Contoh

 

Kesimpulan

Dari pembahasan panjang di atas, bisa kita simpulkan bahwa tindakan sosial adalah segala bentuk perilaku manusia yang dilakukan dengan mempertimbangkan keberadaan dan reaksi orang lain.

Suatu tindakan disebut sebagai tindakan sosial apabila memiliki makna subjektif, diarahkan kepada orang lain, dan bertujuan untuk mempengaruhi atau merespons mereka.

Dalam teori tindakan sosial menurut Max Weber, ada empat jenis tindakan sosial, yaitu tindakan rasional instrumental, tindakan berorientasi nilai, tindakan afektif, dan tindakan tradisional. Keempatnya menunjukkan bahwa manusia bertindak bukan hanya karena dorongan naluri, tapi juga karena nilai, emosi, kebiasaan, dan tujuan tertentu.

Dengan memahami teori dan jenis-jenis tindakan sosial ini, kita bisa belajar untuk lebih bijak dalam bersikap, berpikir sebelum bertindak, dan menjaga hubungan sosial yang sehat dengan orang lain. Karena setiap tindakan yang kita lakukan bisa memicu reaksi, baik atau buruk, dari lingkungan sekitar.

Tindakan sosial bukan sekadar konsep dalam buku sosiologi, melainkan bagian dari kehidupan nyata yang kita jalani setiap hari. Dari hal kecil seperti menyapa teman, hingga hal besar seperti berpartisipasi dalam kegiatan sosial, semuanya menunjukkan bahwa manusia adalah makhluk sosial yang saling bergantung satu sama lain.

Jadi, yuk mulai belajar memahami dan mengontrol setiap tindakan sosial kita agar bisa memberi dampak positif, baik untuk diri sendiri maupun untuk lingkungan sekitar.

Mau belajar lebih banyak tentang konsep-konsep sosiologi, maupun konsep mapel SMA lainnya? Kamu bisa belajar di aplikasi ruangbelajar! Ada banyak penjelasan interaktif, video belajar menarik, serta latihan soal yang seru dan bisa bikin kamu makin paham. Jadi, yuk download aplikasi ruangbelajar sekarang!

CTA Ruangguru 

Referensi:

Suhardi, Sri Sunarti. (2009) Sosiologi 1: Untuk SMA/MA Kelas X Program IPS. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. 

Artikel ini pertama kali ditulis oleh Rabia Edra pada 8 November 2017, kemudian diperbarui tanggal 27 November 2020 dan 5 Februari 2026.

Kenya Swawikanti