Liberalisme dan Sosialisme di Indonesia | Sejarah Kelas 11

liberalisme dan sosialisme di Indonesia

Artikel sejarah kelas XI ini akan mengajak kamu untuk tahu lebih banyak tentang liberalisme dan sosialisme di Indonesia.

Mendengar kata liberalisme dan sosialisme mungkin sudah tidak asing ya untuk kamu. Meski begitu, tahukah kamu kalau kedua paham ini juga berpengaruh dalam kehidupan Bangsa Indonesia. Di artikel ini, kamu akan tahu tentang liberalisme dan sosialisme di Indonesia, jadi simak terus ya, guys!

 

SEPARATOR_(2)_-_SEJARAH_KELAS_11_-_LIBERALISME_DAN_SOSIALISME_DI_INDONESIA-01

Pengertian dan Latar Belakang Liberalisme

Liberalisme adalah paham yang meyakini bahwa kebebasan politik dan ekonomi merupakan hak setiap individu dan ketidakadilan sosial merupakan hal yang wajar terjadi.

Awal perkembangan liberalisme terjadi di Inggris pada tahun 1215. Pada saat itu, Raja John mengeluarkan piagam Magna Charta yang menjamin kebebasan hak individu. Piagam Magna Charta merupakan langkah awal pembatasan kekuasaan absolut para Raja Inggris.

Pemikiran lebih lanjut mengenai liberalisme di Inggris dikembangkan oleh John Locke dalam bukunya yang berjudul Two Treatises of Government (1690). Dalam buku tersebut John Locke menyatakan bahwa pemerintah memiliki tugas utama untuk menjamin hak-hak dasar rakyat.

 

Liberalisme di Indonesia

Liberalisme masuk ke Indonesia setelah sekularisme masuk ke Indonesia, karena sekularisme merupakan akar liberalisme. Paham-paham ini masuk secara paksa ke Indonesia melalui proses penjajahan, khususnya oleh pemerintah Hindia Belanda. Prinsip negara sekuler telah ada dalam Undang-Undang Dasar Belanda tahun 1855 yang menyatakan bahwa pemerintah bersikap netral terhadap agama, artinya tidak memihak salah satu agama atau mencampuri urusan agama.

Baca juga: Menyimak Sejarah Pemilu 1955

infografis pengertian sekularisme dan liberalisme

 

Pada tahun 1870, pemerintah Hindia Belanda mulai menjalankan politik Pintu Terbuka, yaitu Indonesia terbuka bagi para pengusaha swasta (kapitalis) atau pemilik modal dapat menanamkan modalnya untuk usaha di bidang perkebunan, pertambangan, perindustrian, dan perdagangan. Para pengusaha diberi kesempatan untuk menyewa tanah dalam kurun waktu yang cukup lama.

Politik Pintu Terbuka di Indonesia berlangsung antara tahun 1870 hingga tahun 1900 dan periode ini disebut sebagai zaman berpaham kebebasan (liberalisme). Pada kurun waktu itu, kaum liberal yang kebanyakan terdiri atas pengusaha swasta, mendapat kesempatan untuk menanamkan modal usahanya di Indonesia secara besar-besaran.

Usaha yang dilaksanakan di bidang perkebunan antara lain mengusahakan tanaman kopi, teh, kina, kelapa, cokelat, tembakau, dan kelapa sawit. Adapun usaha di bidang industri antara lain mendirikan pabrik rokok, pabrik gula, pabrik cokelat, pabrik teh, dan pabrik karet.

Meskipun para pengusaha diberi kesempatan untuk menyewa tanah dalam kurun waktu yang lama, pemerintah Hindia Belanda tetap membatasinya dengan memberlakukan peraturan seperti Undang-Undang Agraria (Agrarische Wet) dan Undang-Undang Gula (Suiker Wet).

hubungannya kapitalisme dan liberalisme

 

SEPARATOR_(2)_-_SEJARAH_KELAS_11_-_LIBERALISME_DAN_SOSIALISME_DI_INDONESIA-02

Pengertian dan Latar Belakang Sosialisme

Sosialisme lahir sebagai reaksi terhadap Revolusi Industri yang berkembang akibat liberalisme. Industrialisasi telah memunculkan praktik kapitalisme yang lebih mementingkan individu si pemilik modal dan mengesampingkan kaum buruh yang merupakan bagian terbesar dari masyarakat.

Oleh karena itu, sosialisme berusaha mewujudkan kemakmuran bersama melalui usaha kolektif yang produktif di bawah kendali dan campur tangan pemerintah. Dalam sosialisme, kebebasan individu dibatasi dan mengutamakan pemerataan kesejahteraan bersama.

Tokoh pertama yang mengemukakan ide sosialisme adalah Thomas More (1478-1535). Ia menulis sebuah buku berjudul Utopia yang berisi tentang negara impian. Kemudian, cita-cita golongan sosialis utopia direalisasikan oleh para pemikir sosialisme seperti Saint Simon (1760-1825), Robert Owen (1771-1858), dan Louis Blanc (1811-1882).

 

Sosialisme di Indonesia

Sosialisme pertama kali masuk ke Indonesia melalui sebuah organisasi yang dibangun tahun 1914 bernama Indische Sociaal-Democratische Vereeniging (ISDV) atau Persatuan Sosial Demokrat Hindia Belanda. Organisasi ini pada awalnya merupakan kumpulan dari kaum sosialis Belanda yang bekerja di Hindia-Belanda dan dibentuk atas kegelisahan seorang sosialis Belanda yang berhadapan dengan kondisi-kondisi sosial-politik Hindia Belanda saat itu.

Sosialis tersebut bernama Hendricus Josephus Franciscus Marie Sneevliet. Kedatangannya ke Hindia Belanda pada tahun 1913 untuk bekerja di Soerjabajaasch Handelsblad (surat kabar di Surabaya) membawanya menjadi tonggak awal dari kemunculan ide-ide Sosialisme di Indonesia. Ide-ide ini diwujudkan dengan munculnya Partai Komunis Indonesia (PKI) dan Marhaenisme.

Hendricus Josephus Franciscus Marie Sneevliet

Hendricus Josephus Franciscus Marie Sneevliet (Sumber: arfanius.com).

Pada era perkembangan perekonomian, sosialisme juga ikut mempengaruhi adanya pemikiran-pemikiran tentang ekonomi Indonesia, salah satunya adalah Moh. Hatta. Aliran sosialisme demokrasi memiliki peranan yang penting dalam struktur pemikiran Hatta. Dalam beberapa tulisan pentingnya, Hatta merujuk pada sosialisme Barat, khususnya prinsip perikemanusiaan, sebagai sumber pemikiran tentang demokrasi untuk Indonesia merdeka.

Kehidupan ekonomi sosialis akan terbagi dalam tiga cabang besar yaitu produksi, distribusi, dan konsumsi seperti halnya dalam masyarakat kapitalis, tetapi kelas manusia hilang dalam masyarakat sosialisme. Dalam masyarakat sosialisme yang ada adalah pembagian fungsi pekerjaan. Diilustrasikan oleh Hatta, dalam masyarakat sosialis pekerjaan saudagar tetap ada, tetapi saudagar yang mencari keuntungan hanya untuk dirinya sendiri sudah tidak ada lagi dalam masyarakat tersebut.

Itu dia guys, sekilas mengenai kehidupan liberalisme dan sosialisme di Indonesia. Kalau kamu tertarik untuk belajar lebih banyak lagi tentang liberalisme dan sosialisme, kamu bisa cek ruangbelajar sekarang juga, lho! Di sana, kamu bisa belajar ditemani video-video animasi yang menarik!

IDN CTA Blog ruangbelajar for desktop Ruangguru

 

Sumber referensi:

Hapsari, R. Adil, M. (2016) Sejarah untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta: Erlangga.

Sumber foto:

Foto Hendricus Josephus Franciscus Marie Sneevliet [Daring]. Tautan: https://arfhanius.wordpress.com/2012/06/05/sekilas-mengenai-sneevliet/ (Diakses: 25 November 2020)

 

Artikel ini telah diperbarui pada 25 Agustus 2022.

 

Irene Swastiwi Viandari Kharti