Profil Christoffer Edbert, Mahasiswa BINUS University yang Jago Programming

Sempat menarik perhatian karena peserta ini berhasil mendapatkan Gold Medal dalam The International Collegiate Programming Contest (ICPC) Challenge World Finals, Christoffer siap menghadapi tantangan di Clash of Champions Season 3. Yuk, kita kenalan lebih dalam dengan Christoffer!
–
Setelah hiatus pada Season 2, kali ini BINUS University kembali hadir di Clash of Champions Season 3! Kenalin, Christoffer, mahasiswa BINUS University jurusan Computer Science!
Fun fact, pada tahun 2021, Christoffer berhasil meraih Gold Medal pada Olimpiade Sains Nasional (OSN). Sementara, Vannes, juara Clash of Champions Season 2, saat itu beraih Bronze Medal. WOW. Pertarungan siswa-siswa yang cerdas ini emang sering bikin geleng-geleng kepala ya ges ya.
Well, kamu penasaran gak sih sejago apa Christoffer dalam bidang programming? Simak QnA ini lebih dalam!
Baca Juga: Profil Vannes, Pemenang Clash of Champions Season 2
Yuk Kenalan dengan Christoffer

(Sumber: dok. pribadi)
Biodata Singkat Christoffer
Nama Lengkap
Christoffer Edbert Karuniawan
Nama Panggilan
Christoffer
Tempat, Tanggal Lahir
Surabaya, 20 Agustus 2004
Angkatan Kuliah
2022
Riwayat Pendidikan
- BINUS University
- SMAK St. Louis 1 Surabaya
GPA
3.95/4.00
Pengalaman Organisasi
- Ketua Juri Bina Nusantara Programming Contest for High School Students 2025
- Anggota Juri Bina Nusantara Programming Contest for High School Students 2024
- Komite Ilmiah Olimpiade Sains Nasional Informatika 2024
Akun Media Sosial
- Instagram: @christoffer_edbert
- TikTok: @christoffer_edbert
- LinkedIn: Christoffer Edbert Karuniawan
Hobi
- Bermain piano
- Bermain catur
- Bermain puzzle
- Bernyanyi
Prestasi Christoffer
- Gold Medal at ICPC Challenge World Finals 2025
- Gold Medal at Indonesian National Olympiad in Informatics 2021
- 1st place at ICPC Indonesia National Contest 2024
- Silver Medal at ICPC Asia Pacific Championship 2025
- ICPC World Finals High Honors 2025
For your information aja nih guys. Prestasi yang ditampilkan di artikel ini cuman sebagian aja. Aslinya mah, masih banyak banget! Hampir semua prestasi Christoffer berhubungan dengan programming, lho. Jadi makin penasaran deh buat mengulik kecintaan Christoffer terhadap programming.
Baca Juga: Jadwal Tayang Clash of Champions (COC) Season 3 Minggu Ini
Kecintaan Christoffer kepada Programming
1. Kayaknya kamu suka banget ya sama programming, boleh kasih tahu alasannya gak?
Jawaban:
Aku suka programming karena aku suka problem solving dan algoritma. Problem solving itu proses memecahkan masalah, seperti main puzzle logika saja, terus kita aplikasikan dan implementasikan lewat bahasa program.
Algoritma juga menarik untuk dipelajari. Kita bisa desain komputer untuk melakukan sesuatu sesuka kita. Dulu sebelum ada banyak AI seperti sekarang, aku bikin program sendiri di c++ untuk bantu cek jawaban tugas matematikaku. Terus kalo beda baru aku hitung ulang. Jadi bisa meminimalkan kesalahan hitung karena tidak teliti.

Christoffer saat mendapatkan Gold Medal dalam The International Collegiate Programming Contest (ICPC) Challenge World Finals
(Sumber: dok. pribadi)
2. Ada gak sih software atau anything related to programming yang berhasil kamu ciptakan sendiri? Atau soon ingin kamu buat?
Jawaban:
Software yang berhasil aku buat dari vibe coding dan cukup aku bilang berguna buat aku itu practice sempoa. Waktu itu aku yakin peluang besar banget di COC nanti ada game yang perlu hitung cepat. Aku bikin suatu software game hitung cepat sempoa pakai ChatGPT tanpa aku ngoding sama sekali, jadi cuma prompt aja.
Aku pake software itu buat latihan sebelum COC buat manasin otak. Sampai kadang-kadang keterusan, jadi otak ga bisa diam sama sekali. Kalo ada momen sedikit idle, nunggu, atau gabut, aku langsung main software itu. Kalo ada yang mau lihat programku ada di github-ku ya https://github.com/Chrisedyong/sempoa-practice
Tapi percayalah kalian bisa bikin software lebih bagus dari itu, aku bikin itu karena iseng dan pengin panasin otak sebelum COC saja.
3. Ada gak sih sosok inspiratif atau panutan yang membuat kamu jatuh cinta dengan Computer Science?
Jawaban:
Ada dong, Donald Knuth. Dia keren banget bisa menjadi author buku The Art of Computer Programming. Meskipun sudah tua, tapi otaknya masih saja digunakan dan anti pensiun untuk perkembangan computer science. Donald Knuth juga dikenal sebagai seorang yang bikin TeX, sebuah sistem untuk membantu penulisan matematika, computer science, dan research papers.
Dari yang aku tau, Donald Knuth juga menganggap programming sebagai sebuah seni dan bukan sebuah pekerjaan. Jadi yang ditekankan bukan sebuah solusi dari code yang berjalan tapi keindahan dan keeleganan algoritma yang dihasilkan. Banyak banget karya-karya algoritma yang dibikin sama Donald Knuth. Hal-hal yang terasa sulit menjadi lebih mudah karena keeleganan solusinya.
4. Di tahun 2021, kamu berhasil meraih Gold Medal di OSN Informatika dan berhasil lebih unggul dari Vannes. Boleh dong kasih tips gimana caranya kamu bisa dapetin Gold Medal!
Jawaban:
Waktu SMA, ada pandemi COVID-19. Aku tidak pergi ke sekolah, kelas jadi online, dan aku banyak belajar ngoding waktu sekolah online. Aku sacrifice dengerin Zoom kelas untuk bisa fokus belajar untuk OSN. Waktu guru kasih tugas baru aku kerjain tugasnya.
Beberapa teman juga pada call di Discord, kadang aku ikutan. Di situ pada kerjain tugas sama-sama. Mungkin, jam terbangku untuk ngoding cukup tinggi aja sih, sama faktor beruntung dan berkat Tuhan juga jadi aku bisa lebih unggul dari Vannes waktu itu.
Cerita Christoffer tentang Dunia Kampus
5. Kenapa kamu memilih Computer Science di BINUS? Apakah ada pengalaman pribadi, ketertarikan khusus, atau alasan lain yang mendorong keputusan kamu itu?
Jawaban:
Aku memilih Computer Science di BINUS karena aku dapat Beasiswa Widia untuk berkuliah selama 4 tahun penuh. Aku juga didukung penuh sama orang tua.
Selain itu, dulu aku pernah coba daftar ke Nanyang Technological University Singapore, tapi sayangnya waktu itu masih skill issue dan kurang persiapan jadi ga bisa diterima.
BINUS juga bagus karena ada komunitas Jollybee yaitu komunitas bersama yang melakukan competitive programming. Dari dulu memang passion-ku di matematika, logika, problem-solving jadi ya nyambung aja untuk masuk ke BINUS yang punya Jollybee.
Baca Juga: Profil Kendrick Lius Bong, Peserta COC Season 2 dari NTU
6. Selama kuliah di Computer Science BINUS, mata kuliah apa yang paling kamu suka dan kenapa? Apakah karena materinya relevan sama kehidupan sehari-hari, atau dosennya inspiratif?
Jawaban:
Mata kuliah yang aku paling suka selama kuliah di Computer Science BINUS adalah Algorithms and Programming. Itu mata kuliah basic yang sangat relevan untuk pemrograman. Sayangnya, banyak orang yang cara belajarnya salah jadi ga bisa bagus di mata kuliah ini. Materinya bisa dikaitkan ke kehidupan sehari-hari.
Logika if yaitu sesuatu yang harus kita lakukan jika suatu syarat terpenuhi. Logika for atau perulangan yaitu sesuatu yang harus kita lakukan secara berulang.
Contohnya belajar setiap hari, atau makan secara teratur demi kesehatan. Selain itu juga ada fungsi, yaitu kita bisa mendelegasikan pekerjaan ke orang lain untuk membantu produktivitas kita. Jadi, kita bisa fokus di tugas-tugas lain yang lebih besar.
—
Mau jago programming kayak Christoffer? Kamu bisa lho belajar di Ruangguru Privat Programming! Belajar nggak cuma menyenangkan, tapi kamu juga bakal diajari konsepnya sampai paham! Para pengajar di Ruangguru Privat juga sudah terstandarisasi kualitasnya, loh. Kamu juga bisa pilih nih, mau diajarkan secara langsung (offline) atau daring (online). Fleksibel, kan? Untuk info lebih lanjut, cuss klik link berikut!
7. Kamu pernah merasa demotivasi untuk belajar gak? Kalau iya, gimana cara kamu supaya bisa bangkit dari perasaan itu dan kembali lagi termotivasi?
Jawaban:
Pernah. Caraku buat bangkit dari perasaan demotivasi belajar itu berbeda-beda sepanjang aku kuliah. Waktu dulu semester 1 dan awal-awal kuliah, aku cenderung cari teman buat belajar bareng. Ada group WhatsApp yang ngajak belajar sekali sebelum ujian. Lama-kelamaan teman-teman itu menghilang dan berbeda peminatan denganku jadi sudah tidak relevan lagi untuk belajar bersama mereka.
Beberapa semester setelahnya, aku pernah belajar sama orang yang aku suka di kuliah. Itu membantu aku untuk tetap fokus dan produktif selama belajar. Tapi anehnya ya materi yang aku pelajari tidak ada hubungannya dengan yang dia pelajari. Jadi kehadiran orang itu hanya sebagai penyemangat yang bikin aku tetap belajar. Strategi ini juga ga bisa bertahan selamanya.
Strategi yang sekarang aku terapin adalah aku brainwash otak aku, coba deep thinking kenapa aku demotivasi belajar, kadang sampai menangis karena overthinking yang berlebihan. Setelah itu, aku selalu merasa lebih baik dan akhirnya langsung mulai belajar dengan perlahan sampai otak tidak sadar kalau aku sudah mulai belajar. Karena langkah awal adalah langkah yang paling berat, setelahnya otak akan berjalan sampai aku tidak sadar bahwa aku sudah belajar berjam-jam.
8. Kamu pernah aktif di organisasi tertentu gak, Christoffer? (Boleh organisasi kampus atau di luar kampus). Kalau iya, kegiatan apa aja yang kamu ikuti dan apa manfaatnya buat pengembangan diri kamu?
Jawaban:
Kalau Jollybee dihitung sebagai organisasi, aku aktif di sana sebagai anggota. Mungkin TOKI (Tim Olimpiade Komputer Indonesia), aku aktif di sana sebagai pengajar pelatnas TOKI dan juga sebagai developer yang develop soal untuk keperluan pelatnas TOKI.
Aku juga pernah menjadi juri OSN Informatika 2024, dan aku bertugas untuk mengembangkan kasus uji untuk salah satu soal. Dari organisasi yang aku ikuti, aku merasa aku mendapat koneksi baru, pengalaman berkolaborasi bersama beberapa orang baru, dan juga keseruan-keseruan yang tidak bisa didapatkan di organisasi lain.
Serba-Serbi Christoffer yang Perlu Kamu Tau
9. Selain yang sudah kamu capai sekarang, ada nggak goal atau achievement lain yang masih kamu kejar ke depannya?
Jawaban:
Banyak sekali goal atau achievement yang ingin aku capai kedepannya selama aku masih bisa hidup di dunia ini. Salah satu yang sangat obvious untukku di umur sekarang ini (21 tahun) adalah mencari uang sebanyak-banyaknya (unlimited 😂😂😂).
Semua orang tentunya juga ingin financial freedom. Selain itu, memiliki uang yang banyak juga membantu banget untuk menyelesaikan masalah. Untuk bisa meraih itu, tentu saja aku harus punya value yang bagus agar bisa mencapai goal itu.
10. Apakah kamu punya hobi unik atau kegiatan seru yang jarang orang tahu? Ceritain dong!
Jawaban:
Aku suka musik, dan aku suka banget sama nada tinggi. Kadang kalau aku dengerin musik di YouTube, aku menggunakan extension yang aku bikin sendiri dari chatGPT untuk bisa mengubah pitch jadi lebih tinggi. Kadang suaranya jadi lebih lucu dan lebih energetik.
Selain itu, aku juga suka main piano. Sudah jarang aku main piano karena aku kuliah di Jakarta, yaitu ngekos, di kos jelas tidak ada piano.
Christoffer di Clash of Champions Season 3
11. Ceritain dong, gimana awalnya kamu bisa ikutan Clash of Champions Season 3? Apakah kamu daftar sendiri, direkomendasikan orang lain, atau mungkin ditawarkan oleh pihak Ruangguru? Kita pengin tahu cerita di balik layar sampai akhirnya kamu bisa terjun di ajang kompetitif ini!
Jawaban:
Aku dapat tawaran dari pihak Ruangguru untuk ikut Clash of Champions. Sejak season 1 aku sudah dapat tawaran. Cuma waktu season 1 aku ga bisa ikut karena waktu itu aku ada ujian dan masih banyak kegiatan kuliah.
Season 2 aku dapat tawaran lagi, tapi waktu itu aku takut untuk ikut, mentalku masih belum siap. Season 3 aku dapat tawaran untuk ketiga kalinya. Aku lebih siap secara mental. Jadi aku memutuskan untuk terima tawaran, ikut tes, dan akhirnya bisa lolos menjadi cast.
12. Sebelum ikutan Clash of Champions Season 3, ada persiapan khusus gak sih yang kamu lakuin?
Jawaban:
Sebelum ikutan Clash of Champions Season 3, aku cuma persiapan di website Ruangguru, coba main game-game sebelumnya yang waktu itu masih bisa dimainkan secara gratis. Aku belum pernah nonton Clash of Champions Season 1 dan 2 secara penuh. Mungkin cuma 1 – 2 game saja dan dari cuplikan-cuplikan saja. Pernah juga aku nonton full 1 episode waktu ada free-time di pelatnas TOKI 2025.
Sebelum ikutan, aku juga tanya Keiko Clash of Champions Season 2, tentang apa yang perlu aku persiapkan, dan apa persiapan dia waktu itu. Keiko waktu itu jawab, dia ga ada persiapan apa-apa. Aku jadinya mikir oh ga perlu persiapan apa-apa ya.
Terakhir, aku buat game sendiri pake ChatGPT yaitu game untuk practice-sempoa, akhirnya aku banyak main game itu sebelum ikutan Clash of Champions.
Baca Juga: Profil Peserta Clash of Champions Season 3 Batch 3
—
Yuk, vote Christoffer sebagai peserta favorit pilihan kamu di sini. Jangan sampai kelewatan keseruannya, cuss, pantengin terus media sosial, blog Ruangguru, channel WhatsApp COC Season 3, buat dapetin info ter-update!
Siap jadi juara di Tahun Ajaran Baru 2026/2027? Yuk, segera klaim diskon spesial beragam paket produk dari Ruangguru.



