Game COC Season 3 Episode 15: Helix Dominion & The Last Dinner

Game Episode 15 Clash of Champions Season 3

COC Season 3 episode 15 hadir dengan tensi yang makin tinggi. Setelah para Champions melewati babak Top 10 dan berbagai tantangan yang bikin posisi mereka berubah-ubah, kini mereka harus menghadapi kesempatan terakhir sebelum menuju Grand Final.

Masih ingat keseruan episode sebelumnya? Para Champions harus mengandalkan kemampuan numerik, memori, dan strategi lewat game 4 Way Numbers dan Coin Royale. Di tahap itu, setiap keputusan punya dampak besar. Salah hitung sedikit, salah strategi sedikit, atau telat mengambil langkah, posisi aman bisa langsung berubah.

Setelah Game Coin Royale selesai, tersisa 5 Champions di panggung Clash of Champions Season 3. Ini dia Top 5 di COC Season 3!

Top 5 Clash of Champions Season 3. (Sumber: YouTube Ruangguru)

 

Nah, di episode 15 ini, tekanannya naik lagi. Para Champions yang tersisa harus membuktikan bahwa mereka bukan cuma cepat dan teliti, tapi juga mampu membaca pola, menyusun strategi, dan mengambil keputusan dalam situasi yang semakin menegangkan.

Game episode 15 Clash of Champions Season 3 kali ini menghadirkan dua tantangan utama, yaitu Helix Dominion dan The Last Dinner. Dua game ini menjadi penentu penting bagi para Champions yang masih berjuang menuju babak puncak.

Kebayang kan, guys? Di titik sepenting ini, setiap langkah terasa makin berat. Satu keputusan bisa membuka jalan menuju Grand Final, tapi satu kesalahan juga bisa membuat perjuangan panjang terhenti tepat sebelum babak akhir.

So, seperti apa keseruan game COC Season 3 episode 15? Yuk, kita bahas!

Baca Juga: Game COC Season 3 Episode 14: 4 Way Numbers & Coin Royale

 

Helix Dominion

 

Helix Dominion. (Sumber: YouTube Ruangguru)

 

Game pertama di episode ini adalah Helix Dominion. Dari namanya saja, tantangan ini sudah terasa cukup kompleks, ya. Kata “helix” identik dengan bentuk spiral atau susunan yang berputar, sementara “dominion” memberi kesan penguasaan area atau kendali terhadap sesuatu.

Di game ini, para Champions ditantang untuk tetap fokus dalam membaca pola dan menentukan strategi terbaik. Tantangannya bukan hanya soal menjawab dengan cepat, tetapi juga bagaimana mereka memahami struktur permainan dan mengambil keputusan yang tepat di tengah tekanan.

Helix Dominion menjadi salah satu game yang menuntut ketelitian tinggi. Peserta perlu memperhatikan hubungan antar elemen, membaca perubahan yang terjadi, dan memastikan setiap keputusan tidak justru merugikan posisi mereka sendiri.

Dengan persaingan yang semakin dekat menuju Grand Final, game seperti ini jelas bukan cuma menguji kemampuan akademik. Mental bertanding para Champions juga ikut diuji. Mereka harus bisa tetap tenang, bahkan ketika situasi permainan berubah cepat.

 

Aturan Permainan

 

5 Board pada Game Helix Dominion. (Sumber: YouTube Ruangguru)

 

  • Ada 5 board dengan 5 warna. Masing-masing warna mewakili 1 champion.
  • Tugas Champions adalah memindahkan 4 bidak dari area start ke finish dengan secepat mungkin.
  • Tantangan terdiri dari 10 round.
  • Champions dapat memindahkan bidak dengan gerakan-gerakan berikut : jalan 1 langkah sesuai jalur yang tersedia, short jump atau lompat jarak dekat, dan long jump atau lompatan jauh, yaitu lompat melewati satu area kosong, dengan posisi lompat simetris.
  • Jika bidak sampai ke area finish, Champions mendapatkan 1 ekstra move.
  • Setiap melompati bidak lawan, Champions harus melakukan battle dengan pemilik bidak yang dilompati. Soal pada battle ini akan menguji pemahaman Champions terhadap soal TKA SMA.
  • Pada board, terdapat 15 diamonds atau kartu kesempatan. Champions dapat mengklaimnya dengan mengerjakan soal. Champions juga bisa memilih untuk tidak mengklaim diamonds.
  • Jika jawaban benar, Champions bisa mengklaim diamonds, dan diamonds tersebut tidak bisa diklaim lagi oleh Champions lainnya.
  • Champions hanya bisa mengklaim maksimal 4 diamonds atau kartu kesempatan, dan bisa menggunakan lebih dari 1 kartu kesempatan dalam satu putaran.

 

Hal yang membuat Helix Dominion menarik adalah kombinasi antara pola dan strategi. Champions yang bisa memahami sistem permainan lebih cepat tentu punya peluang lebih besar untuk unggul. Namun, mereka tetap harus berhati-hati, karena satu kesalahan kecil bisa memengaruhi hasil akhir.

Di tahap menuju Grand Final, kecepatan memang penting. Tapi, kecepatan tanpa ketepatan bisa jadi bumerang. Karena itu, Champions harus tahu kapan harus bergerak cepat dan kapan harus berhenti sejenak untuk memastikan langkah mereka sudah benar.

Baca Juga: Evan, Mahasiswa NUS Ber-IPK Sempurna Peserta COC Season 3

 

Sistem Penilaian

 

Penentuan pemenang dalam Helix Dominion. (Sumber: YouTube Ruangguru)

 

  • 3 Champions yang paling cepat memasukkan 4 bidak ke garis finish otomatis langsung lolos ke babak berikutnya.
  • Jika sampai waktu habis, atau sudah di round ke 10, masih belum ada 3 Champions yang memindahkan 4 bidak ke garis finish, maka peringkat akan ditentukan berdasarkan jumlah bidak yang telah mencapai garis finish.
  • Jika jumlah bidak sama, peringkat akan ditentukan berdasarkan jumlah kemenangan battle.
  • Jika jumlah kemenangan battle juga sama, maka peringkat ditentukan dari kecepatan bidak mencapai garis finish.

 

Strategi Helix Dominion

Untuk menghadapi Helix Dominion, Champions perlu punya strategi yang rapi. Mereka harus memahami dulu aturan dasar dan pola yang muncul dalam permainan. Jangan sampai terlalu cepat mengambil keputusan sebelum benar-benar membaca alur game.

Rexx jadi salah satu Champions yang punya strategi brilian di game ini. Dia memindahkan 2 bidak awal, yaitu bidak 1 dan 2, menjadi 1 garis lurus di area tengah. Hal ini memudahkan bidak-bidak berikutnya untuk melakukan long jump ke board di seberang, sehingga mudah sekali untuk mencapai garis finish.

 

Strategi Rexx pada game Helix Dominion. (Sumber: YouTube Ruangguru)

 

Ada juga strategi unik ala Darren, yang berusaha menghalau gerak lawan, seperti di round 5 ketika Darren memfreeze bidak 1 milik Christoffer, lalu di round 7 di mana Darren menempatkan bidak di tengah-tengah kedua bidak milik Christoffer, ataupun saat Darren menempatkan bidak di center sehingga menghalangi gerak seluruh bidak lawan yang akan menyeberang.

Baca Juga: Profil Darren, Mahasiswa Electrical & Electronic Engineering NTU Peserta COC Season 3

 

Darren menjalankan strateginya pada game Helix Dominion. (Sumber: YouTube Ruangguru)

 

Setelah 10 round berjalan, ternyata hanya Rexx dan Christoffer yang berhasil memindahkan seluruh bidaknya ke garis finish. Nasywaa dan Evan memiliki kesamaan jumlah bidak di garis finish, juga kesamaan dalam jumlah kemenangan battle, sehingga peringkat dilihat dari kecepatan bidak mencapai garis finish.

Dan ternyata, tempat terakhir di Top 3 jatuh ke tangan Nasywaa! Yeay, selamat ya Nasywaa, Rexx, dan Christoffer yang sudah menjadi Top 3 di Clash of Champions Season 3! 🙂

Top 3 Clash of Champions Season 3. (Sumber: YouTube Ruangguru)

 

The Last Dinner

 

The Last Dinner, game penentu di Top 3. (Sumber: YouTube Ruangguru)

 

Setelah Helix Dominion, episode 15 berlanjut ke game berikutnya, yaitu The Last Dinner. Judulnya terdengar dramatis banget, ya guys. Sesuai namanya, game ini terasa seperti “jamuan terakhir” sebelum para Champions benar-benar menentukan siapa yang layak melangkah lebih jauh.

The Last Dinner menjadi tantangan yang unik karena membawa nuansa berbeda dari game sebelumnya. Jika Helix Dominion menekankan pola dan strategi, The Last Dinner menghadirkan suasana yang lebih intens, seolah para Champions sedang berada di momen penentuan terakhir.

Di game ini, para Champions harus benar-benar memperhatikan instruksi, membaca situasi, dan menjaga ketenangan. Karena dengan nama “The Last Dinner”, vibes-nya sudah jelas: ini bukan sekadar permainan biasa, tapi babak yang bisa menjadi titik balik bagi para peserta.

Tantangan seperti ini biasanya menguji kemampuan berpikir secara menyeluruh. Champions perlu menggabungkan logika, observasi, daya ingat, dan strategi agar bisa membuat keputusan terbaik.

Baca Juga: Profil Peserta Clash of Champions (COC) Season 3 Batch 1

 

Aturan Permainan The Last Dinner

Dalam The Last Dinner, Champions dihadapkan pada permainan yang menuntut kemampuan pada aspek memori, numerik, dan logika. Berikut adalah aturan permainannya:

  • Tantangan terdiri dari 2 fase, yaitu Fase Memorize dan Fase Recall.
  • Pada fase memorize, Champions harus memasukkan 21 koin yang mereka miliki ke dalam piring-piring kosong yang ada di tengah arena secara bergantian.
  • Setiap koin yang sudah ditaruh akan langsung ditutup, dan Champions harus menghafal letak dan jumlah seluruh koin dalam piring, baik milik sendiri, ataupun milik lawan.
  • Pada fase recall, champions akan menguji hafalan di fase sebelumnya. Akan diberikan soal berupa persamaan matematika, dan misi Champions adalah membuka piring dengan koin yang tepat untuk mengisi persamaan matematika tersebut.

 

Ilustrasi aturan permainan The Last Dinner. (Sumber: YouTube Ruangguru)

  • Terdapat 3 tingkat kesulitan persamaan, dari Difficulty 1, 2 dan 3.
  • Untuk menjawab soal, Champions harus menekan bel terlebih dahulu, lalu memilih piring dengan jumlah koin yang dapat memenuhi persamaan tersebut.

 

Ilustrasi Champions menyebutkan jawaban. (Sumber: YouTube Ruangguru)

  • Pada Fase Recall, Champions akan diberikan 15 koin. Jika jawaban benar, maka Champions harus menaruh sejumlah koin ke piring-piring yang telah dibuka, namun jika jawaban salah, maka Champions harus mengambil sejumlah koin pada piring-piring yang telah dibuka.

 

Karena game ini berada di fase akhir menuju Grand Final, setiap peserta harus ekstra hati-hati. Mereka tidak bisa hanya mengandalkan insting. Setiap langkah perlu dipikirkan dengan matang, tapi tetap dilakukan dalam waktu yang efisien.

The Last Dinner juga memberi tekanan emosional yang besar. Para Champions sudah melewati perjalanan panjang sejak awal kompetisi. Jadi, ketika berada di game ini, bukan hanya kemampuan berpikir yang diuji, tetapi juga seberapa kuat mereka menjaga fokus sampai akhir.

Baca Juga: Profil Christoffer Edbert, Mahasiswa BINUS University yang Jago Programming

 

Sistem Penilaian

Sistem penilaian untuk The Last Dinner sangat simple, yaitu sebagai berikut :

  • 2 Champions yang berhasil menghabiskan koinnya terlebih dahulu akan otomatis lolos dan menjadi Top 2 COC Season 3.
  • Jika tidak ada yang koinnya habis, maka yang akan lolos adalah 2 Champions pemilik koin paling sedikit setelah waktu habis.

 

Ilustrasi sistem penilaian di game The Last Dinner. (Sumber: YouTube Ruangguru)

 

Strategi The Last Dinner

Strategi utama dalam The Last Dinner adalah memperhatikan semua detail sejak awal. Dalam game penentuan seperti ini, informasi kecil bisa saja menjadi pembeda antara jawaban benar dan salah. Apalagi, seperti kata Rexx, yang diuji adalah kemampuan dynamic memory, di mana akan ada perubahan pada jumlah koin dalam piring di sepanjang game, dan itu harus dihapal oleh para Champions.

Adu strategi sudah dimulai sejak fase memorize, di mana Champions harus menempatkan koin milik mereka ke dalam piring. Rexx memilih menempatkan koin di piring dengan angka yang mudah diingat, seperti 1 koin di piring 10, 2 koin di piring 12, 3 koin di piring 13, dan 6 koin di piring terakhir yaitu piring 21.

Sementara, Nasywaa punya strategi berbeda. Dia memilih menempatkan koin pada piring dengan nomor yang menjadi selisih piring Rexx dan Christoffer. Misal, untuk koin pertama, Rexx menempatkan koinnya di piring 10, dan Christoffer di piring 3, maka karena 10-3 sama dengan 7, Nasywaa menaruh 1 koin miliknya di piring 7. Hal ini menurutnya bisa membuatnya mengingat lebih baik.

Setelah fase recall dimulai, Rexx menjadi Champions yang mendominasi game, hingga akhirnya koinnya berhasil habis. Dari awal, ini memang menjadi strateginya, di mana Ia menekan bel secepat mungkin, baru memastikan jawabannya. Sementara, Nasywaa dan Christoffer memilih memastikan dulu jawabannya, baru menekan bel, sehingga pergerakan mereka cenderung lebih slow dibanding Rexx.

Baca Juga: Profil Rexx, Alumni AOC yang Siap Bersaing di COC Season 3

 

Rexx menjawab soal pertama di game The Last Dinner. (Sumber: YouTube Ruangguru)

 

Kecepatan Rexx dalam menjawab soal membuat semua orang tercengang. Gimana enggak, soal baru ditampilkan sedetik, belum selesai dibacakan oleh Game Master, tapi Rexx udah tekan bel! Semua orang di arena, bahkan para Champions yang sudah tereliminasi dan menonton dari observation deck, semuanya terkagum-kagum dengan kemampuan Rexx!

 

Para Champions yang menonton dari Observation deck. (Sumber: YouTube Ruangguru)

 

Game pun berakhir dan menyisakan 2 pemenang yang menjadi Top 2 di Clash of Champions Season 3. Selamat, Rexx dan Nasywaa! Kalian sangat deserve berada di posisi ini. Dan untuk Christoffer, terima kasih sudah berjuang dan memberikan yang terbaik! You guys rock it!

Baca Juga: Profil Nasywaa, Peserta COC Season 3 dari Statistika UI

 

Top 2 Clash of Champions Season 3, Rexx dan Nasywaa. (Sumber: YouTube Ruangguru)

 

COC Season 3 episode 15 menjadi salah satu episode yang paling menegangkan karena membawa para Champions ke fase terakhir sebelum Grand Final. Lewat Helix Dominion dan The Last Dinner, Champions diuji untuk membaca pola, menyusun strategi, dan mengambil keputusan penting di bawah tekanan.

Episode ini menunjukkan bahwa Clash of Champions bukan hanya soal siapa yang paling cepat menjawab soal. Di tahap akhir, para Champions juga harus punya mental kuat, kemampuan observasi yang tajam, dan strategi yang matang.

Dengan Grand Final yang sudah semakin dekat, setiap langkah para Champions jadi makin menentukan. Kira-kira, siapa yang paling siap menghadapi tekanan menuju babak puncak Clash of Champions Season 3?

Itulah pembahasan game Helix Dominion dan The Last Dinner. Jangan lupa saksikan keseruannya secara langsung di Clash of Champions Season 3 Episode 15!

Yuk, pantengin terus blog Ruangguru, blog Brain Academy, sosial media, channel WhatsApp, aplikasi, dan YouTube Ruangguru biar kamu nggak ketinggalan update seru, aksi menegangkan, dan kejutan yang pastinya bakal pecah banget di panggung COC Season 3! Jangan lupa untuk terus dukung jagoanmu di COC Season 3 dengan vote di link ini ya!

clash of champions season 3 ruangguru

Ruangguru

Platform bimbingan belajar online terbesar dan terbaik di Indonesia. Menyediakan layanan belajar berbasis teknologi interaktif untuk jenjang SD, SMP, SMA/SMK.