Penemuan Ilmiah dari Ilmu Kimia Modern | Kimia Kelas 10

Penemuan Kimia Modern Kimia Kelas 10

Kali ini, kita akan membahas tentang penemuan ilmu kimia modern. Seperti apa ya, penemuannya? Simak penjelasannnya dalam artikel Kimia kelas 10 berikut!

--

Pernahkah kamu membakar selembar kertas hingga kertas itu berubah menjadi abu? Atau pernahkah kamu melihat besi yang berkarat? Nah, kamu tahu nggak sih, kalau kejadian-kejadian tersebut merupakan contoh dari proses kimia, lho! Di tingkat SMA kali ini, kamu akan mempelajari lebih lanjut tentang ilmu kimia yang tentunya akan membahas kejadian-kejadian, seperti pembakaran, perkaratan, dan berbagai kejadian lainnya berkaitan dengan ilmu kimia.

Tapi, sebenarnya, apa sih yang dimaksud dengan ilmu kimia?

 

Pengertian Ilmu Kimia

Ilmu kimia adalah cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang materi dan perubahannya, meliputi sifat materi, struktur materi, dan perubahan materi beserta energi yang menyertai perubahan tersebut.

Dalam ilmu kimia, ternyata ada penemuan-penemuan yang diperoleh secara kebetulan, maupun melalui proses trial and error berulang kali. Tapi, secara garis besar, ilmu kimia memiliki dua landasan penting, yaitu aspek teoritis (berlandaskan pada teori-teori) dan aspek empiris (diperoleh dari hasil observasi atau penelitian).

 

Antoine Lavoisier

Antoine Lavoiser, Bapak Kimia Modern (Sumber: alchetron.com)

 

Ilmuwan Pencetus Kimia Modern dengan Penemuannya

Serangkaian penemuan ilmiah yang berhubungan dengan proses dan reaksi pembakaran, dianggap sebagai titik awal lahirnya kimia modern. Hal ini disebabkan oleh temuan-temuannya yang dilandasi dengan prinsip dan teori yang dikembangkan oleh pakar kimia. Kemudian, dikaji melalui percobaan dengan menggunakan metode ilmiah. Nah, beberapa pakar kimia yang dianggap sebagai pencetus kimia modern adalah Joseph Priestley (1733-1804), Antoine Lavoisier (1743-1794), dan John Dalton (1766-1844).

Priestley merupakan orang yang pertama kali melakukan percobaan pembakaran materi yang dikaji secara ilmiah. Hasil dari pengukurannya, jika suatu materi dibakar akan mengalami kehilangan zat berflogiston. Hal tersebut dilihat dari perbedaan massa sebelum dan sesudah pembakaran.

Penemuan pengukuran ini pun kemudian dikenal dengan teori flogiston. Akan tetapi, terdapat kelemahan dari percobaan Priestley, yaitu pembakaran dilakukan dalam wajan yang terbuka, sehingga memungkinkan terjadinya pertukaran materi dengan lingkungan sekitarnya. Oleh sebab itulah, pernyataan Priestley ini disanggah oleh Lavoisier.

Hukum Kekekalan Massa Antoine Lavoisier

 

“Selama pembakaran tidak terjadi pengurangan maupun penambahan massa, asalkan wajan untuk pembakaran tertutup.” - Lavoisier.

Lavoisier pun menyebut sanggahannya ini sebagai Hukum Kekekalan Massa. Hingga kini, teorinya kerap menjadi rujukan bagi teori ilmu kimia modern. Sementara itu, ilmu kimia terus berusaha untuk mengembangkan berbagai bahan dan proses (pembakaran) dengan meminimalisir pencemaran terhadap lingkungan, baik di perairan, udara, dan tanah.

Untuk memenuhi hal tersebut, tentu perlu pemahaman konsep-konsep kimia yang valid dan mutakhir. Hal ini dapat dicapai dengan melakukan penelitian yang berkesinambungan dan terpadu.

Baca Juga: Mengenal Antoine Lavoisier, Bapak Kimia Modern Penemu Hukum Kekekalan Massa

Salah satu material yang sedang dikembangkan saat ini adalah polimer (bahan pembuat minuman kemasan). Selain itu, ada material lainnya seperti keramik, komposit, dan kristal cair. Bahkan, saat ini sedang dikembangkan teknologi CNTs (Carbon Nano Tubes).

Material CNTs ini memiliki konduktivitas (kemampuan menghantar panas) termal dan listrik yang sangat tinggi, sehingga sangat berguna untuk elektronik canggih. Misalnya pada mikroskop elektron. CNTs juga memiliki fleksibilitas dan kekuatan yang sangat luar biasa bahkan melebihi baja. Tak heran jika CNTs banyak digunakan sebagai material pesawat luar angkasa.

Nah, jika kita rangkum, dari pembahasan di atas, ada beberapa poin penting yang bisa kamu ingat tentang ilmu kimia modern, yaitu:

  • Dua landasan ilmu kimia yaitu aspek teoritis dan empiris.

  • Pencetus kimia modern adalah Joseph Priestley, Antoine Lavoisier, dan John Dalton.

  • Teori Flogiston menyatakan ada perbedaan massa sebelum dan sesudah pembakaran.

  • Hukum Kekekalan Massa oleh Lavoisier menjadi hukum rujukan ilmu kimia modern.

  • Material yang sedang dikembangkan ilmu kimia saat ini yaitu polimer, keramik, komposit, dan kristal cair.

Sekian penjelasan materi mengenai penemuan ilmiah dari ilmu kimia modern kali ini. Kamu jadi semakin tertarik mempelajarinya, kan? Yuk, belajar kimia bareng guru lulusan kampus ternama di dalam dan luar negeri! Cek infonya hanya di Ruangguru Privat!

New call-to-action

Sumber Gambar:

Gambar ‘Antoine Lavoisier’ [Daring]. Tautan: https://cdn.britannica.com/15/130415-050-CCFBF8C4/Antoine-Laurent-Lavoisier.jpg (Diakses: 28 Juli 2022)

Artikel ini telah diperbarui pada 29 Juli 2022.

Profile

Kenya Swawikanti

A full-time cat person who likes spicy food a bit more than Oreo cheesecake and chocolate ice cream. You can call me Kenya or Kay. Nice to meet you!