Kisah Nabi Ibrahim AS, Mukjizatnya, hingga Perintah Kurban

kisah nabi ibrahim as

Yuk, simak kisah lengkap Nabi Ibrahim Alaihissalam, mukjizat yang didapatkan, hingga kisah datangnya perintah untuk berkurban dalam artikel berikut ini!

 

Setiap tahun, umat Muslim merayakan dua macam Hari Raya, yakni Idul Fitri dan Idul Adha. Saat Idul Adha, umat Muslim akan melakukan ibadah kurban.

Dalam Bahasa Arab, kurban (qurban) berarti dekat atau mendekatkan, atau disebut juga Udhhiyah atau Dhahiyyah, yang secara harfiah berarti hewan sembelihan. Sementara itu, ibadah kurban merupakan ibadah dengan melakukan penyembelihan hewan ternak untuk dipersembahkan kepada Allah SWT.

Kurban dilakukan pada bulan Zulhijah pada penanggalan Islam, yakni pada tanggal 10 (Idul Adha), serta 11, 12, dan 13 (hari Tasyrik). Ibadah kurban saat Idul Adha identik dengan kisah Nabi Ibrahim dan Ismail. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap tentang kisah Nabi Ibrahim AS. Yuk, simak bersama!

 

Kehidupan Awal Nabi Ibrahim AS

Nabi Ibrahim Alaihissalam lahir dari seorang ayah yang bekerja sebagai pembuat patung berhala, yang pada saat itu dijadikan sebagai sesembahan. Terkait tempat kelahirannya, pendapat paling masyhur menyatakan bahwa Ibrahim lahir di Babilonia, tepatnya di kota Ur Kasdim.

Namun, ada juga pendapat yang mengatakan bahwa beliau lahir di sebuah dataran rendah di Damaskus

Ibrahim lahir di tengah masyarakat yang menyembah banyak dewa dan dewi. Pendapat lain menyebutkan bahwa kaum Ibrahim merupakan pemuja benda-benda langit, seperti matahari, bulan, dan bintang. Kemudian, patung-patung berhala tersebut digunakan sebagai perlambang benda-benda langit untuk melakukan ritual.

Ibrahim lahir pada masa kekuasaan seorang raja zalim yang bernama Namrud (Nimrod). Sebelum Ibrahim lahir, Raja Namrud disebutkan pernah melihat pertanda melalui bintang-bintang, bahwa akan ada seorang anak laki-laki yang lahir dan anak tersebut akan menghancurkan kekuasaan Raja Namrud beserta dengan patung-patung berhala yang disembah oleh kaumnya. 

Baca Juga: Seputar Haji, Pengertian, Hukum, Niat, Rukun, Syarat, Tata Cara & Larangannya

ilustrasi gambar menara babel namrud

Ilustrasi Menara Babel Raja Namrud (Sumber: smamalkautsarpk.sch.id)

 

Setelah berdiskusi dengan para penasihatnya, kemudian Raja Namrud mengeluarkan maklumat bahwa setiap bayi laki-laki yang lahir harus dibunuh. Kala itu, Ibu Ibrahim tengah mengandung seorang anak laki-laki, yaitu Ibrahim.

Namun, agar anaknya selamat dari kekejaman Raja Namrud, Ibu Ibrahim kemudian pergi ke luar kota saat mendekati waktu kelahiran dan melahirkan di sebuah gua.

Ibu Ibrahim lalu meninggalkannya di sana dengan berat hati dan Ibrahim yang masih bayi kemudian diasuh oleh Malaikat Jibril. Di sana, Ibrahim disebutkan tumbuh dengan sangat cepat, bahkan bisa berjalan dan bicara saat baru berusia dua puluh hari.

Ibrahim kemudian tumbuh menjadi seorang anak yang cerdas dan pandai. Beliau selalu bertanya-tanya tentang patung-patung berhala yang dibuat oleh ayahnya dan disembah oleh kaumnya.

Beliau tidak percaya bahwa patung-patung tersebut dapat memberi manfaat atau mudarat kepada manusia. Beliau juga tidak percaya bahwa Raja Namrud adalah Tuhan, karena Raja Namrud hanyalah seorang manusia biasa.

 

Perjalanan Dakwah Nabi Ibrahim AS

Seiring bertambahnya usia, Ibrahim pun mulai mencari tahu tentang Tuhan yang sebenarnya. Tuhan yang menciptakan langit dan bumi, matahari dan bulan, bintang-bintang, beserta segala makhluk di dunia.

Beliau mengamati alam semesta dengan teliti dan mendapati bahwa semua ciptaan Allah SWT bersifat fana dan berubah-ubah. Beliau menyadari bahwa Tuhan yang haq adalah satu, yaitu Allah SWT, yang tidak beranak dan tidak diperanakkan, tidak ada sesuatu yang serupa dengan-Nya, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Ibrahim awalnya berdakwah kepada ayahnya. Dengan lembut beliau menegaskan agar ayahnya meninggalkan sesembahan lamanya yang tidak dapat mendengar, melihat, dan memberi pertolongan sedikitpun.

Ibrahim juga menyatakan bahwa dia telah mendapat sebagian ilmu (wahyu) yang tidak dimiliki ayahnya, sehingga Ibrahim meminta agar ayahnya mau menurutinya. Meski demikian, ayahnya menolak ajakan Ibrahim, bahkan mengancam akan merajamnya, dan menyuruh Ibrahim meninggalkannya. Ibrahim kemudian menjauhkan diri dari ayahnya.

Ibrahim juga berdakwah kepada kaumnya. Sebagaimana seruan para rasul yang lain, Ibrahim menyeru kaumnya untuk bertakwa kepada Allah, mengesakan-Nya, dan meninggalkan sesembahan yang lain.

Ibrahim juga menegaskan bahwa sesembahan mereka tidak mampu memberi rezeki pada penyembahnya. Kaumnya menyatakan bahwa mereka melakukan penyembahan ini lantaran telah menjadi tradisi sejak leluhur mereka.

Ibrahim kemudian bertekad untuk melakukan tipu daya pada berhala-berhala sembahan kaumnya saat mereka pergi. Sebagian berpendapat bahwa Ibrahim hanya mengatakan tekadnya dalam hati. Namun, ada juga yang berpendapat bahwa Ibrahim mengatakannya secara lisan dan hal itu didengar oleh sebagian kaumnya.

 

Kisah Nabi Ibrahim Menghancurkan Berhala

Disebutkan bahwa kaum Ibrahim saat itu memiliki perayaan tahunan yang dilaksanakan di pinggiran kota. Ayah Ibrahim, yaitu Azar saat itu meminta Ibrahim ikut mendatanginya, namun Ibrahim berpura-pura mengatakan bahwa dirinya sedang sakit. 

Saat suasana sepi, Ibrahim kemudian pergi ke kuil pemujaan tempat berhala-berhala sesembahan kaumnya. Di sana, terdapat sesajian yang disuguhkan untuk berhala-berhala tersebut. Ibrahim kemudian mendatangi berhala-berhala tersebut dan bertanya pada mereka sebagai sindiran, “Mengapa kamu tidak makan? Mengapa kamu tidak menjawab?”.

Setelahnya, Ibrahim menghancurkan semua berhala-berhala yang ada di sana dengan kapak kecuali berhala yang terbesar.

Ibrahim kemudian meletakkan kapaknya di tangan berhala terbesar yang masih utuh tersebut untuk memberi kesan bahwa berhala induk tersebut cemburu dengan berhala-berhala kecil yang dianggap tidak pantas disembah bersamanya.

Baca Juga: Hukum Tajwid Alif Lam Qomariyah, Macam Huruf, dan Contohnya

Saat penduduk kembali, mereka terkejut ketika melihat keadaan berhala-berhala tersebut dan bertanya-tanya mengenai jati diri pelakunya. Sebagian penduduk kemudian mengatakan bahwa Ibrahim dikenal suka mencela sesembahan mereka.

Ibrahim kemudian ditanya, “Apakah kamu yang melakukan perbuatan ini terhadap Tuhan-Tuhan kami, Ibrahim?” Ibrahim kemudian membalas, “Sebenarnya patung yang besar itulah yang melakukannya. Maka tanyakanlah kepada berhala itu jika dia dapat berbicara.” Setelahnya, mereka membalas, “Engkau (Ibrahim) pasti tahu bahwa berhala-berhala itu tidak dapat berbicara.” 

Mendengar jawaban kaumnya, Ibrahim segera membalikkan keadaan, “Mengapa kamu menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikit pun, dan tidak mendatangkan mudarat kepada kamu? Celakalah kamu dan yang kamu sembah selain Allah! Tidakkah kamu mengerti?” — Al-Anbiya’ (21) : 66-67

Kaumnya marah setelah mendengar bantahan Ibrahim. Para penduduk tidak bisa menang debat dengan Ibrahim, sehingga mereka mengalihkan permasalahan dan menggunakan kekuatan untuk membungkam Ibrahim dengan cara berusaha melemparkannya ke dalam api. Sebelum dilemparkan ke api, Ibrahim dipenjara selama satu tahun tanpa makan dan minum.

Pada masa itu, Allah SWT kemudian mengutus malaikat untuk memberi Ibrahim makan dan minum agar tetap hidup. Kemudian, diusulkan kepada Raja Namrud, bahwa Ibrahim harus dibakar hidup-hidup di hadapan khalayak agar para penduduk dapat terus mempercayai Raja Namrud.

ilustrasi berhala dalam kisah nabi ibrahim

Ilustrasi Berhala dalam Kisah Nabi Ibrahim AS (Sumber: dakwah.kamikamu.co.id)

 

Cerita Nabi Ibrahim Dilempar ke Dalam Api

Setelah diputuskan bahwa Ibrahim akan dihukum bakar, para penduduk segera mengumpulkan kayu bakar dari segala penjuru selama berhari-hari. Kemudian, mereka menggali lubang yang sangat besar sebagai tempat kayu-kayu tersebut dinyalakan.

Api menyala sangat besar dan tidak ada yang bisa mendekat, sehingga Ibrahim diikat dan dibelenggu, kemudian dilemparkan ke tengah api menggunakan manjanik. 

Saat dilempar, Ibrahim mengucapkan “Cukuplah Allah sebagai pelindung kami.” Allah SWT kemudian memerintahkan, “Wahai api! Jadilah kamu dingin dan penyelamat bagi Ibrahim!” Kobaran api tersebut hanya membakar ikatan Ibrahim, tapi tidak tubuh maupun pakaiannya.

 

Hijrah Nabi Ibrahim ke Mesir

Nabi Ibrahim AS dan kafilah pengikutnya hijrah dari Iraq ke Syam, namun Syam mengalami paceklik hebat sehingga mereka pergi ke Mesir. Dalam sebuah riwayat, disebutkan bahwa raja memerintahkan untuk membawa Sarah, istri Ibrahim, ke istananya saat mendengar laporan dari para punggawanya mengenai kecantikan Sarah.

Saat utusan raja tiba dan menanyai mengenai Sarah, Ibrahim menjawab bahwa dia adalah saudarinya. Ibrahim juga berpesan kepada Sarah agar mengaku sebagai saudarinya, agar raja tersebut tidak membunuh Ibrahim.

Setelah Sarah dibawa ke istana, raja berusaha menyentuh Sarah, tetapi tangannya menjadi lumpuh mendadak. Raja memohon agar Sarah berdoa pada Allah SWT untuk menyembuhkannya dan Sarah melakukannya.

Setelah tangannya pulih, raja kembali mengulangi perbuatannya, tetapi dia mengalami kelumpuhan yang lebih berat dari sebelumnya. Raja kembali meminta Sarah mendoakannya dan berjanji tidak akan mengganggunya lagi. Setelahnya, raja memerintahkan agar Sarah dipulangkan kepada Ibrahim. Sarah juga diberi budak perempuan bernama Hajar sebagai hadiah.

 

Kelahiran Nabi Ismail AS

Dikisahkan Ibrahim dan Sarah kemudian kembali ke Syam. Setelah sekian tahun tinggal di sana, mereka tidak juga memiliki keturunan. Sarah kemudian memberikan Hajar sebagai selir atau menjadi istri Ibrahim lantaran dia sudah yakin tidak akan memiliki anak. Namun, setelah mengandung, Hajar menjadi merasa lebih mulia dari Sarah.

Hal ini membuat Sarah marah, sehingga dia memberi hukuman yang berat kepada Hajar. Hajar kemudian melarikan diri, tetapi dia didatangi malaikat yang menyuruhnya untuk kembali sembari menenangkannya bahwa Allah SWT akan memperbanyak keturunannya sampai tak bisa dihitung.

Malaikat juga menyuruhnya untuk memberikan anaknya dengan nama Ismail karena Allah SWT mendengar penindasan atas Hajar. Disebutkan bahwa Ismail lahir pada saat Ibrahim berusia 86 tahun.

 

Perintah Penyembelihan Nabi Ismail AS

Dalam surah Ash-Shaffat, disebutkan bahwa dalam mimpi, Ibrahim melihat dirinya menyembelih putranya dan hal ini ditafsirkan sebagai wahyu. Ibrahim bertanya pada anaknya, “Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu.

Maka pikirkanlah pendapatmu.” Anaknya menjawab, “Wahai bapakku, kerjakanlah yang diperintahkan kepadamu, insya Allah engkau mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”

Maka, keduanya kemudian melaksanakan mimpi tersebut. Saat Ibrahim membaringkan putranya tersebut dan siap menyembelihnya, ada sebuah suara menyeru, “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu.” Kemudian putranya tersebut diganti dengan seekor domba jantan yang besar.

Baca Juga: Bacaan Ayat Kursi (Arab, Latin, Arti) disertai Makna dan Keutamaannya

Kisah perintah penyembelihan Nabi Ismail AS ini pun menjadi percontohan bagi tindakan keikhlasan dan kepatuhan terhadap Allah SWT, karena sang anak sepenuhnya sadar akan upaya Ibrahim untuk mengorbankannya namun tetap menyetujuinya.

Persetujuannya ini pun menjadi keteladanan terkait penyerahan diri pada kehendak Allah SWT yang merupakan karakteristik penting dalam Islam. Kisah perintah penyembelihan inilah yang kemudian melatarbelakangi dilakukannya ibadah kurban (qurban) oleh umat Muslim setiap tahunnya pada saat Idul Adha.

perayaan idul adha

Perayaan Idul Adha (Sumber: kompas.com)

 

Wafatnya Nabi Ibrahim AS

Nabi Ibrahim AS wafat pada usia 175 tahun di Palestina. Beliau dimakamkan di samping makam istrinya, Sarah, yang terletak di gua Makhpela di Hebron. Beliau meninggalkan keturunan mulia dari anak-anaknya yaitu Ismail dan Ishaq, yang kemudian menjadi nenek moyang para nabi dan rasul setelahnya.

Di antara keturunan beliau adalah Nabi Musa AS, Nabi Daud AS, Nabi Sulaiman AS, Nabi Isa AS, dan Nabi Muhammad SAW.

 

Macam-Macam Mukjizat Nabi Ibrahim AS

Semasa hidupnya, Nabi Ibrahim AS mendapatkan beberapa mukjizat dari Allah SWT. Mukjizat Nabi Ibrahim AS, di antaranya:

 

1. Tubuhnya tidak hangus terbakar api

Seperti yang sudah dikisahkan di atas, Ibrahim tidak hangus terbakar api saat Raja Namrud beserta kaumnya berusaha membakar hidup-hidup Ibrahim karena telah menghancurkan berhala-berhala mereka. Allah SWT memerintahkan api yang membakar Ibrahim untuk menjadi dingin sehingga Ibrahim tidak terluka sedikit pun.

 

2. Dapat mengeluarkan madu dan susu dari jarinya

Saat masih kecil, Ibrahim ditinggal oleh ibunya di dalam gua sendirian karena menghindari terjadinya pertumpahan darah. Kemudian dikisahkan bahwa Ibrahim dirawat oleh Malaikat Jibril.

Ketika itu, jari-jari Ibrahim disebutkan dapat mengeluarkan madu dan susu, sehingga nutrisi Ibrahim tetap terpenuhi. Selain itu, Ibrahim juga disebutkan dapat tumbuh jauh lebih cepat dibandingkan manusia pada umumnya, sehingga saat keluar dari gua, usia Ibrahim sudah terlihat layaknya anak berumur 12 tahun.

 

3. Menghidupkan makhluk yang sudah mati

Kisah ini diabadikan dalam salah satu surah Al-Qur’an yakni Al-Baqarah ayat 260. Dikisahkan bahwa pada saat itu, Ibrahim belum mempercayai tentang keesaan Allah SWT. Akhirnya, diperlihatkan bagaimana cara menghidupkan makhluk mati yang tentunya tidak bisa dilakukan manusia normal.

Dalam Q.S. Al-Baqarah diceritakan bahwa Allah SWT memerintahkan Ibrahim untuk mencincang tubuh burung kemudian meletakkannya di atas bukit. Selanjutnya Ibrahim harus memanggil burung tersebut dan kejadian ajaib berlangsung. Burung tersebut hidup kembali sehingga dapat terbang menghampirinya. 

 

4. Mengubah pasir menjadi makanan

Ibrahim juga disebut mendapatkan mukjizat yakni dapat mengubah pasir menjadi makanan. Awal mula kejadiannya saat Ibrahim mendatangi Raja Namrud untuk mendapatkan makanan. Namun, harapannya ternyata pupus karena Ibrahim tetap teguh dengan pendiriannya ketika ditanyakan siapa Tuhannya.

Raja Namrud tidak memberi makanan kepada Ibrahim namun memberikan pasir yang kemudian Ibrahim letakkan dalam kantongnya. Kejadian ajaib pun dimulai saat Ibrahim membawa pasir dari Raja Namrud pulang ke rumah. Keesokan harinya, isi kantongnya penuh dengan bahan masakan berupa sayuran dan daging.

 

5. Orang pertama yang membangun Ka’bah

Salah satu keajaiban dunia yang terdapat di Makkah yaitu Ka’bah. Pembangunan pertamanya terjadi pada masa Nabi Ibrahim AS Prosesnya mendapatkan bimbingan langsung dari Allah SWT dengan desain yang menakjubkan.

Allah SWT memerintahkan Ibrahim untuk membangunkan rumah untuk-Nya. Kemudian, Allah SWT segera mendatangkan pondasi, lalu Ibrahim beserta putranya segera meninggikan bangunan tersebut.

 

Doa Nabi Ibrahim

Nabi Ibrahim AS pernah memanjatkan doa kepada Allah SWT semasa menanti kehadiran anaknya. Doa Nabi Ibrahim kepada anaknya ini kemudian diabadikan dalam Al-Qur’an. Semasa hidupnya, Nabi Ibrahim diberikan ujian oleh Allah SWT dengan kesulitan mendapatkan keturunan.

Dikisahkan bahwa Nabi Ibrahim dan Sarah, istrinya, sudah lama mendambakan kehadiran seorang buah hati. Namun, tidak kunjung datang pada mereka. Hingga tiba waktunya saat Sarah sudah merasa tua serta dalam kondisi usia yang tidak mungkin untuk hamil dan beranak. Akhirnya, ia memberi saran pada suaminya untuk menikahi Hajar.

Baca Juga: 100 Ucapan Hari Raya Idul Fitri 1445 H Islami, Singkat, Bahasa Arab & Inggris

Hal itu dengan tujuan semata-mata agar Hajar melahirkan seorang keturunan yang akan melanjutkan tugas sang suami sebagai Nabi. Nabi Ibrahim kemudian memanjatkan doa kepada Allah SWT dengan tujuan agar memiliki keturunan yang tumbuh menjadi seorang yang saleh, taat, sekaligus membantunya dalam menyiarkan dakwah.

Doa Nabi Ibrahim yang terdapat dalam Al-Qur’an, yaitu:

 

1. Qur’an Surah As-Saffat Ayat 100

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

Bacaan latin: Rabbi hab lī minaṣ-ṣāliḥīn

Artinya: “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang yang sholeh.”

 

2. Qur’an Surah Ibrahim Ayat 35 dan 40

(35) رَبِّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الأصْنَامَ

(40) رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

 

Bacaan latin: …Rabbij’al hāżal-balada āminaw wajnubnī wa baniyya an na’budal-aṣnām. Rabbij’alnī muqīmaṣ-ṣalāti wa min żurriyyatī rabbanā wa taqabbal du’ā

Artinya: “…Ya Tuhan, jadikanlah negeri ini (Makkah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku agar tidak menyembah berhala.

Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.”

Allah SWT kemudian memenuhi keinginan Nabi Ibrahim tersebut. Atas izin-Nya, Nabi Ibrahim dianugerahi keturunan yang sholeh untuk mewariskan kenabian dan menyebarkan dakwah. Anak-anak Nabi Ibrahim kemudian dikenal sebagai Nabi Ismail a.s. dan Nabi Ishak a.s. Nabi Ibrahim pun mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas terkabulnya doanya.

Itulah kisah lengkap tentang Nabi Ibrahim AS, macam-macam mukjizat Nabi Ibrahim AS, beserta kisahnya bersama Nabi Ismail AS yang melatarbelakangi perintah untuk berkurban. Semoga dari cerita para nabi ini, kita sebagai umat Muslim bisa memperoleh hikmah dan teladan agar dapat menjadi manusia yang lebih beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. Aamiin…

CTA ruangbelajar

Referensi:

https://id.wikipedia.org/wiki/Ibrahim

https://id.wikipedia.org/wiki/Ismail

https://www.gramedia.com/best-seller/kisah-nabi-ibrahim-as/ 

https://www.detik.com/hikmah/doa-dan-hadits/d-6727881/doa-nabi-ibrahim-untuk-anaknya-yang-terabadikan-dalam-al-quran

https://an-nur.ac.id/kisah-nabi-ibrahim-a-s-lengkap/  

Sumber Gambar:

https://www.kompas.com/tren/read/2022/06/29/143000965/kapan-idul-adha-2022-ini-jadwal-sidang-isbat-dan-ketetapan-muhammadiyah?page=all

Kenya Swawikanti