Mengenal Tahun Kabisat, Sejarah Perhitungan Tanggal dan Bulan

Ringgana Wandy Wiguna Feb 25, 2021 • 7 min read


Tahun kabisat

Artikel ini membahas terkait tahun kabisat, sejarah adanya tahun kabisat, bulan, tanggal, serta keunikannya.

--

Bulan Februari adalah bulan yang unik, karena jumlah hari pada bulan ini hanya berjumlah 28, sedangkan jumlah hari pada semua bulan pada tahun Masehi memiliki jumlah 30 dan 31.

Kenapa ya bisa berjumlah 28, sedangkan yang lainnya memiliki jumlah hari 30 dan 31? Nah, kita harus terbang dan berselancar sejarah ke sekitar tahun 753 SM ketika raja Romulus sedang berkuasa. 

raja romulus

Raja Romulus (Sumber: www.thevintagenews.com)

 

Pada kekuasaan beliau, raja Romulus ini menetapkan sistem pengkalenderan dengan hanya 10 bulan saja. Sepuluh bulan tersebut terdiri dari bulan Martius, Aprilis, Maius, Junius, Quintilis, Sexitilis, September, Oktober, November, dan Desember.

Kok bisa ya? Tentu saja bisa, karena kekuasaan lah yang dapat menentukan bagaimana arah peradaban dibangun. Pada saat itu raja Romulus yang berkuasa, maka dari itu semua sistem mengacu kepada kekuasaan saat itu.

Pada zaman tersebut, perayaan tahun baru itu bukan di tanggal 31 Desember ke 1 Martius lho, bukan juga dari tanggal 31 Desember ke 1 Januari seperti saat ini. Bukan karena belum ada bulan Januari, tetapi perayaan tahun baru dilakukan untuk menyambut musim semi yang setiap tahunnya jatuh pada bulan Martius tanggal 21 atau tanggal 21 Maret.

Nah, Karena kekuasaan raja Romulus berakhir, kekuasaan pun diduduki oleh raja-raja yang dipilih berikutnya, salah satunya Raja Numa Pompilius. Pada kepemimpinan raja Numa Pompilius yang berkuasa pada kisaran tahun 715 sampai 673 SM jumlah bulan pada satu tahun diubah menjadi 12 bulan. 

raja numa

Raja Numa Popilius (Sumber: fineartamerica.com)

 

Raja Pompilius ini menambahkan dua bulan setelah bulan Desember yakni Bulan Januari dan Februari. Nah pada bulan ini diberikan jumlah hari yang sama yakni 28 hari. Jadi jumlah hari pada satu tahun bertambah menjadi 354 hari. 

Jumlah hari pada satu tahun yang genap diubah karena kepercayaan di masyarakat pada waktu itu yang menganggap bahwa angka genap adalah angka sial. Nah jadi ditambah 1 hari menjadi 355 hari. Sistem penanggalan ini berjalan sangat lama. 

Perjalanan sistem pengkalenderan tidak hanya sampai di situ lho. Pada periode kekuasaan berikutnya diubah kembali. Raja Julius Caesar,  raja yang berkuasa pada kisaran tahun 44 SM, adalah raja yang mengubah sistem penanggalan kalender Masehi.

Baca Juga: Belajar dari Fiki Naki, Sepenting Itukah Bahasa Asing?

Pada zaman kekuasaan raja Julius Caesar ini, sistem pengkalenderan diubah menjadi sistem pengkalenderan yang menggunakan pergerakan matahari sebagai pengatur panjangnya hari dalam setahun. Kemudian ditetapkanlah satu tahun menjadi 365 hari, yang mana pada setiap 4 tahun sekali perputaran bumi mengelilingi matahari bertambah sekitar 24 Jam yang dinamakan sebagai tahun kabisat, dan jumlahnya menjadi 366 hari.

raja julius Cesar

Raja Julius Caesar (Sumber: theleidencollection.com)

 

Bumi ketika mengelilingi matahari dalam satu tahun, tidak tepat 365 hari lho. Bumi mengelilingi matahari membutuhkan waktu 365 hari 5 jam, 48 menit, dan 46 detik yang kalau dijumlahkan, kelebihan jam dan menit ini berkisar sampai 24 jam, yang artinya sama dengan satu hari. Jadi, pada kelipatan empat akan menghasilkan 1 hari tambahan yang kita sebut sebagai tahun kabisat.

Nah, apa lagi nih yang unik pada bulan Februari selain jumlah harinya pendek? Bulan Februari adalah bulan yang dianugerahi hari pada penambahan hari pada tahun kabisat. Kok bulan Februari ya yang ditambah kenapa engga di bulan yang lainnya? Karena lagi-lagi itu adalah ketetapan yang dibuat Julius Caesar pada penanggalan yang ia ciptakan.

raja octavianus

Raja Octavianus Augustus (Sumber: cdn.idntimes.com)

 

Sebenarnya jumlah hari pada bulan Februari itu pada sistem penanggalan Julius Caesar memiliki jumlah hari sebanyak 29, dan pada tahun kabisat menjadi 30 hari. Namun, sistem penanggalan tersebut diubah oleh kaisar Agustus. Kaisar Agustus ini mengubah bulan Sexitilis menjadi bulan Agustus dan memindahkan satu hari pada bulan Februari bulan Agustus yang tadinya memiliki jumlah hari 30 menjadi 31.

fakta tahun kabisat 1

Selanjutnya, yang unik dari tahun kabisat adalah tahun “lompatan”. Maksudnya, ketika pada setiap tahun nya maju satu hari. Misal, tanggal 1 Januari pada tahun non-kabisat jatuh pada hari Senin, maka tanggal 1 Januari pada tahun berikutnya di tahun non-kabisat jatuh pada hari Selasa. 

Nah, berbeda dengan tahun kabisat, misal tanggal 1 Januari pada tahun non-kabisat jatuh pada hari Senin, sedangkan tahun berikutnya adalah tahun kabisat, maka tanggal 1 Januari jatuhnya pada hari Rabu. Maka dari itu tahun kabisat adalah tahun lompatan.

fakta tahun kabisat 2

 

Terus, gimana ya kalau ada yang lahir di tanggal kabisat? Ulang tahunnya empat tahun sekali ya? Ya bisa dibilang kalau merayakan pada tanggal 29 Februari memang empat tahun sekali. Namun, pada abad ke-18 salah seorang moralis dari Jerman menulis esai yang berjudul “Consolations for the Unfortunates Born on 29 February” yang menuliskan saran untuk melakukan perayaan ulang tahun untuk orang-orang yang lahir pada tanggal 29 Februari.

Orang-orang yang lahir pada tanggal kabisat memiliki tradisi unik, yaitu mereka biasanya hanya menghitung umur mereka ketika mereka berulang tahun pada tahun kabisat. Jadi, mereka memiliki umur lebih muda empat kali dari orang-orang yang seumuran mereka. semisal si A berumur 28 tahun maka si B yang lahir pada tanggal kabisat memiliki umur 7 tahun, unik kan?

fakta tahun kabisat 3

 

Gimana, gimana, seru nggak?  Sekarang kamu sudah tahu kan keunikan bulan Februari dan Kabisat? Sangat beruntung sekali ketika bisa lahir di tanggal kabisat yah. Banyak nih yang dapat kamu pelajari di berbagai bulan yang ada, karena tentunya setiap apa yang kita jalani sekarang ini, adalah hasil cipta dan karya orang-orang terdahulu, seperti sistem penanggalan ini. 

Mungkin terkesan sangat sulit dan rumit ya menghafalkan sejarah yang ada tapi, ketika kita belajar dengan media audio visual yang menarik pasti kamu akan lebih mudah untuk paham dan mengerti. Salah satu media pembelajaran yang menarik dan dapat menambah pemahaman terkait sejarah adalah Ruangguru.

Dengan berlangganan produk ruangbelajar dari Ruangguru, kamu bisa belajar sejarah mulai dari pengetahuan dasar sampai pemahaman-pemahaman yang dalam lho. Selain itu sangat seru juga belajarnya karena kamu akan mendapatkan rangkuman infografis, video pembelajaran yang menarik sehingga kamu dapat memahami pelajaran dengan cepat dan mudah.
New call-to-action

 

Referensi:

Barbara A. Mowat, Paul Werstine. (1969). "The Tragedy of Julius Caesar." In Julius Caesar, by William Shakespeare, 1-209. Washington DC: The Folger Shakespeare Library.

Randy Rahayu Melta, Media Rosha, Riry Sriningsih. (2018). "Model Penentuan Hari dari Sebuah Tanggal." UNP Journal of Mathematics 65-70.

Turner, Aimee. (2016). "The Importance of Numa Pompilius: A Reconsideration of Augustan Coins." Open Library of Humanities 1-19.

 

Sumber Gambar:

Raja Romulus, https://www.thevintagenews.com/2020/02/26/romulus/

Raja Numa Pompilius, https://fineartamerica.com/featured/numa-pompilius-the-second-king-of-rome-mary-evans-picture-library.html

Raja Julius Caesar, https://www.theleidencollection.com/artwork/julius-caesar/

Raja Octavianus Augustus, https://www.idntimes.com/science/discovery/ganjar-firmansyah/fakta-menarik-octavianus-augustus-kaisar-pertama-romawi-exp-c1c2

Profile

Ringgana Wandy Wiguna

Beri Komentar