Pengertian Ekologi, Ruang Lingkup & Manfaatnya dalam Kehidupan | Biologi Kelas 10

Yuk, kita belajar tentang ilmu Ekologi, meliputi pengertian, manfaat, jenis-jenis, hingga masing-masing contohnya. Simak sampai akhir di artikel Biologi kelas 10 ini, ya!
—
Di antara sekian banyak cabang ilmu yang ada di dunia, ekologi menjadi salah satu bidang yang menarik untuk dipelajari, terutama bagi kamu yang penasaran dengan cara kerja alam dan kehidupan di dalamnya. Ekolgi merupakan bagian dari ilmu biologi yang secara khusus membahas hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungan tempat mereka tinggal. Mulai dari tumbuhan, hewan, manusia, hingga faktor alam seperti air, tanah, dan udara.
Nah, kamu sendiri sudah pernah belajar tentang ekologi belum? Kalau belum, yuk, simak penjelasan selengkapnya tentang ilmu Ekologi berikut ini!
Pengertian Ekologi
Secara etimologi, kata “ekologi” berasal dari bahasa Yunani, yaitu oikos yang berarti tempat tinggal atau habitat, dan logos yang berarti ilmu. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh seorang ilmuwan dari Jerman, yaitu Ernst Haeckel pada tahun 1866. Jadi, ekologi bisa diartikan sebagai ilmu yang mempelajari hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungan di sekitarnya.

Ernst Haeckel, ilmuan Jerman yang pertama kali memperkenalkan Ilmu Ekologi “Oecologie”. (Sumber: Wikipedia)
Dalam ekologi, pembahasannya nggak terbatas pada satu makhluk hidup saja. Ilmu ini mempelajari berbagai tingkat kehidupan, mulai dari individu, kelompok makhluk hidup sejenis (populasi), kumpulan berbagai makhluk hidup (komunitas), lingkungan tempat mereka hidup (ekosistem), hingga seluruh kehidupan di planet ini (biosfer).
Selain itu, ekologi juga membahas hubungan timbal balik dalam suatu ekosistem. Artinya, jika satu bagian lingkungan berubah, maka bagian lain juga bisa ikut terpengaruh. Contohnya, jika hutan ditebang secara berlebihan, maka hewan akan kehilangan tempat tinggal dan keseimbangan alam bisa terganggu.
Oleh karena itu, mempelajari ekologi sangat penting bagi manusia. Dengan memahami ekologi, kita bisa lebih peduli terhadap lingkungan, menjaga alam, dan menggunakan sumber daya secara bijak.
Baca Juga: Pengertian Ekosistem, Komponen Penyusun, Jenis & Contoh
Ruang Lingkup Ilmu Ekologi
Nah, sebelumnya sudah dijelaskan kan kalau ekologi itu punya cakupan yang luas dalam mempelajari interaksi makhluk hidup. Untuk memahami lebih lanjut, ruang lingkup ekologi terbagi menjadi beberapa tingkatan, yakni sebagai berikut:
1. Individu
Individu adalah satu makhluk hidup tunggal yang memiliki ciri khas dan kemampuan untuk berkembang biak. Pada tingkat ini, ekologi mempelajari bagaimana satu organisme hidup, mencari makan, tumbuh, dan menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
Contoh individu dalam ekologi, misalnya:
- Seekor burung elang
- Seekor harimau
- Sebuah pohon beringin
2. Populasi
Populasi adalah sekumpulan individu dari spesies yang sama (sejenis) yang hidup dalam habitat tertentu. Pada tingkat populasi, ekologi mempelajari jumlah makhluk hidup, cara mereka berkembang biak, dan bagaimana mereka saling mempengaruhi. Misalnya, jika jumlah ikan terlalu banyak/sedikit, maka keseimbangan sungai bisa terganggu.
Contoh populasi dalam ekologi, misalnya:
- Populasi ikan di Sungai Amazon
- Populasi kaktus di Gurun Sahara
- Populasi rusa di hutan hujan tropis
3. Komunitas
Komunitas adalah kumpulan berbagai populasi yang hidup bersama dan saling berinteraksi dalam satu tempat. Artinya, di dalam komunitas, ada banyak jenis makhluk hidup yang berbeda, mulai dari tumbuhan, hewan, serangga, hingga mikroorganisme.
Contohnya, dalam komunitas hutan hujan tropis terdapat berbagai spesies burung, monyet, ular, serangga, dan pohon-pohon besar yang saling berhubungan melalui rantai makanan. Nah, di tingkat komunitas ini, ekologi mempelajari hubungan yang lebih kompleks, seperti siapa yang memangsa siapa, siapa yang saling bersaing mencari makanan, dan hubungan simbiosis agar alam tetap seimbang.
4. Ekosistem
Ekosistem adalah gabungan antara makhluk hidup (biotik) dan lingkungan tak hidup (abiotik) yang saling berinteraksi. Kamu masih inget nggak, apa saja contoh komponen abiotik itu? Komponen abiotik terdiri dari air, tanah, udara, suhu, dan cahaya matahari.
Di dalam ekosistem, semua komponen pasti saling membutuhkan. Misalnya, tumbuhan butuh cahaya matahari, hewan butuh tumbuhan, dan manusia butuh semuanya. Kalau satu bagian rusak, ekosistem bisa ikut terganggu.

Contoh ekosistem laut. (Sumber: Kompasiana)
5. Biosfer
Biosfer adalah tingkatan paling besar dalam ekologi. Biosfer mencakup seluruh tempat di Bumi yang bisa mendukung kehidupan. Mulai dari daratan, lautan, maupun udara. Di tingkat ini, ekologi mempelajari bagaimana semua ekosistem di dunia saling terhubung dan memengaruhi satu sama lain.
Baca Juga: Apa Hubungan Biosfer dengan Persebaran Flora dan Fauna?
Jenis-Jenis Cabang Ilmu Ekologi dan Contohnya
Ilmu Ekologi juga terbagi menjadi beberapa cabang yang dikaitkan dengan disiplin ilmu lainnya, loh. Setiap cabang membahas hubungan makhluk hidup dengan lingkungannya dari sudut pandang yang berbeda. Supaya lebih mudah dipahami, yuk kita pelajari satu per satu jenis ekologi berikut ini!
1. Ekologi Manusia
Ekologi manusia mempelajari hubungan antara manusia dan lingkungannya, baik secara sosial, budaya, maupun ekologis. Contohnya, bagaimana manusia menciptakan sistem pertanian yang ramah lingkungan untuk mempertahankan keberlanjutan sumber daya alam, bagaimana manusia mengelola sampah agar tidak mencemari lingkungan, atau bagaimana manusia menghemat energi. Semua itu bertujuan agar sumber daya alam tetap terjaga untuk masa depan.
2. Ekologi Tumbuhan
Ekologi tumbuhan mempelajari hubungan antara tanaman dengan lingkungan tempat tumbuhnya. Setiap tumbuhan memiliki cara khusus untuk bertahan hidup sesuai dengan kondisi alam sekitarnya. Contohnya, pohon bakau memiliki akar kuat untuk menahan ombak laut, kaktus memiliki batang tebal untuk menyimpan air, dan padi yang tumbuh subur di daerah banyak air. Melalui ekologi tumbuhan, kita bisa memahami bagaimana anatomi tanaman menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
3. Ekologi Hewan
Nah, mirip dengan ekologi tumbuhan, kalua ekologi hewan mempelajari tentang hubungan antara hewan dengan lingkungannya serta dengan hewan lain. Di alam, hewan saling berinteraksi melalui berbagai cara, seperti mencari makan, berkembang biak, dan mempertahankan diri. Ilmu ini membantu kita memahami peran setiap hewan dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
4. Ekologi Perairan
Ekologi perairan mempelajari kehidupan makhluk hidup di lingkungan air, seperti sungai, danau, laut, dan rawa. Meskipun sama-sama di air, pada dasarnya, setiap tempat memiliki kondisi khusus. Misalnya, kadar garam, suhu, arus air, dan sebagainya. Sehingga, makhluk hidup di dalamnya harus beradaptasi.
5. Ekologi Habitat
Ekologi habitat akan mempelajari ciri-ciri tempat tinggal makhluk hidup untuk mendukung kehidupan ekosistem di dalamnya. Setiap habitat memiliki kondisi yang berbeda-beda, seperti suhu, kelembaban, dan jenis tumbuhan. Di habitat hutan hujan, misalnya, banyak hidup burung, harimau, serangga, dan tumbuhan epifit yang saling bergantung satu sama lain.
6. Ekologi Populasi
Ekologi populasi mempelajari jumlah makhluk hidup dalam suatu kelompok dan faktor yang mempengaruhinya. Nah, ada beberapa faktor yang mempengaruhi populasi, di antaranya ketersediaan makanan, penyakit, perburuan, dan perubahan lingkungan. Dengan mempelajari ekologi populasi, kita bisa mengetahui cara melindungi hewan dan tumbuhan yang terancam punah.
7. Ekologi Sosial
Ekologi sosial membahas hubungan antara manusia, lingkungan, dan kehidupan sosialnya. Ilmu ini akan melihat bagaimana manusia bekerja sama untuk menyesuaikan diri dengan kondisi alam. Contohnya, masyarakat pesisir yang hidup dari hasil laut, atau petani yang menanam jenis tanaman berdasarkan musim dan kondisi geografis.
8. Ekologi Bahasa
Pasti kamu nggak nyangka kan, kalau ekologi juga bisa mempengaruhi kosakata manusia berdasarkan tempat tinggalnya. Yap, ekologi bahasa mempelajari hubungan antara bahasa dan lingkungan sosial manusia. Contohnya, masyarakat pedalaman memiliki kosakata yang lebih kaya dalam menggambarkan alam sekitar mereka.
9. Ekologi Antariksa
Ekologi antariksa mempelajari kemungkinan kehidupan di luar Bumi dan cara menciptakan lingkungan yang mendukung kehidupan di luar angkasa. Ilmu ini masih terus dikembangkan oleh para ilmuwan. Contohnya adalah penelitian tentang kemungkinan kehidupan di Mars dan bagaimana menciptakan ekosistem buatan di luar angkasa. Wah, udah kayak di film-film ya, hehehehe.
Baca Juga: Menilik Sejarah Majunya Teknologi Luar Angkasa
—
Sebelum kita lanjut ke materi berikutnya, kalo masih ada poin-poin yang belum kamu mengerti, mending belajar sama ahlinya, deh. Belajar bareng kakak-kakak pengajar di Ruangguru Privat Biologi misalnya.
Belajar nggak cuma menyenangkan, tapi kamu juga bakal diajari konsepnya sampai paham! Para pengajar di Ruangguru Privat juga sudah terstandarisasi kualitasnya, loh. Kamu juga bisa pilih nih, mau diajarkan secara langsung (offline) atau daring (online). Fleksibel, kan? Untuk info lebih lanjut, cuss klik link berikut!
Piramida Ekologi
Dalam Ilmu Ekologi, ada juga konsep penting yang disebut piramida ekologi. Piramida ekologi biasanya disusun dari bagian paling bawah hingga paling atas, sesuai dengan peran setiap makhluk hidup dalam ekosistem.
Piramida ini menunjukkan aliran energi dan hubungan makan-memakan antar makhluk hidup dalam suatu ekosistem. Jadi, kita bisa tau dari mana energi bersal, proses perpindahan energi/aliran energi, dan kenapa populasi makhluk hidup semakin sedikit di tingkat paling atas.

Gambar jenis-jenis piramida ekologi. (Sumber: Brain Academy)
Dalam piramida ekologi, setiap lapisan disebut tingkat trofik, yaitu posisi makhluk hidup dalam rantai makanan. Berikut penjelasannya:
1. Produsen
Produsen berada di tingkat paling bawah piramida. Produsen merupakan makhluk hidup yang mampu membuat makanan sendiri melalui proses fotosintesis. Contoh produsen biasanya berupa tumbuhan hijau, alga, dan fitoplankton. Karena menjadi sumber makanan bagi makhluk hidup lain, produsen disebut sebagai dasar kehidupan dalam ekosistem. Tanpa adanya produsen, rantai makanan tidak akan berjalan.
2. Konsumen Primer (Konsumen I)
Konsumen primer atau konsumen tingkat pertama adalah makhluk hidup yang memakan produsen. Contohnya, hewan-hewan pemakan tumbuhan (herbivora), seperti belalang, sapi, kambing, kelinci, rusa, kerbau, dan lain sebagainya. Konsumen primer mendapatkan energi dari tumbuhan yang mereka makan. Energi ini kemudian akan diteruskan ke konsumen tingkat berikutnya.
3. Konsumen Sekunder (Konsumen II)
Konsumen sekunder atau konsumen tingkat kedua adalah hewan yang memakan konsumen primer. Contohnya, hewan-hewan pemakan daging (karnivora) atau hewan pemakan segala (omnivora), seperti katak, ular, burung, serigala, dan lain sebagainya. Pada tingkat ini, energi dari tumbuhan sudah berpindah dua kali, yaitu dari produsen ke herbivora, lalu ke karnivora.
4. Konsumen Tersier (Konsumen III)
Konsumen tersier atau konsumen tingkat ketiga berada di puncak piramida. Konsumen tersier disebut juga sebagai predator puncak, yaitu hewan yang hampir tidak memiliki musuh alami. Contohnya, harimau, elang, singa, dan hiu. Predator puncak berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Mereka membantu mengontrol jumlah hewan di bawahnya agar tidak berlebihan.
Nah, pertanyaannya, kenapa semakin tinggi tingkat piramida, semakin sedikit populasinya? Jawabannya karena energi yang tersedia semakin berkurang di setiap tingkat.
Setiap makhluk hidup menggunakan energi untuk bergerak, bernapas, tumbuh, dan bertahan hidup. Namun, hanya sekitar 10% energi yang bisa diteruskan ke tingkat berikutnya. Akibatnya, semakin ke atas, semakin sedikit energi yang tersedia untuk mendukung kehidupan.
Selain itu, hewan di tingkat atas membutuhkan banyak mangsa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, sehingga tidak mungkin jumlah predator terlalu banyak. Jika predator terlalu banyak, persediaan makanan akan cepat habis dan keseimbangan ekosistem akan terganggu. Oleh karena itu, alam secara alami mengatur agar jumlah makhluk hidup di tingkat atas piramida tetap sedikit demi menjaga keseimbangan lingkungan.
Baca Juga: Aliran Energi dalam Rantai Makanan, Jaring-Jaring Makanan & Ekosistem
Manfaat Mempelajari Ilmu Ekologi dalam Kehidupan
Memahami ilmu ekologi itu sangat penting, karena bukan cuma soal belajar tentang alam, tapi juga tentang bagaimana manusia bisa hidup selaras dengan lingkungan. Berikut beberapa manfaat utama dari belajar Ilmu Ekologi:
1. Mengenal Keanekaragaman Hayati
Salah satu manfaat utama ekologi adalah membantu kita memahami keanekaragaman makhluk hidup di Bumi. Setiap hewan dan tumbuhan punya ciri khas yang membuat mereka bisa bertahan hidup di lingkungannya.
Misalnya, beruang kutub memiliki bulu tebal untuk melindungi tubuhnya dari udara dingin, unta mampu menyimpan cadangan air agar bisa hidup di gurun yang panas, atau tumbuhan di hutan hujan punya daun lebar untuk menyerap cahaya matahari.
Dengan belajar ekologi, kita jadi tahu bahwa setiap makhluk hidup itu unik dan punya peran penting di alam. Sehingga, kita bisa lebih menghargai kehidupan di sekitar kita.
Baca Juga: Pengertian Keanekaragaman Hayati, Tingkatan, Contoh & Manfaatnya
2. Membantu Mengatasi Masalah Pertanian
Dalam bidang pertanian, ekologi sangat bermanfaat untuk memahami hubungan antar makhluk hidup dalam ekosistemnya. Petani jadi bisa mengetahui cara menanam yang baik tanpa merusak lingkungan. Dengan begitu, manusia bisa mendapatkan makanan tanpa merusak ekosistem.
3. Membantu Mengetahui dan Mengatasi Masalah Lingkungan
Ekologi juga membantu kita mengenali berbagai masalah lingkungan yang sedang terjadi, seperti polusi, penebangan hutan liar, sampah plastik, dan perubahan iklim.
Dengan ilmu ekologi, para peneliti dan pemerintah bisa mencari solusi untuk melindungi alam, seperti membuat taman nasional, hutan lindung, dan aturan perlindungan satwa. Jadi, ekologi membantu kita tidak hanya mengetahui masalah, tetapi juga mencari cara untuk memperbaikinya.
4. Meningkatkan Kesadaran akan Pentingnya Menjaga Lingkungan
Manfaat lainnya adalah membuat kita lebih sadar bahwa alam itu harus dijaga bersama-sama. Dalam ekosistem, semua makhluk hidup saling bergantung. Jika satu bagian rusak, bagian lain juga bisa terkena dampaknya. Contohnya, jika jumlah predator berkurang, maka hewan mangsa bisa berkembang biak terlalu banyak dan merusak ekosistem di dalamnya.
Dengan belajar ekologi, kita bisa menyadari bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tapi juga tanggung jawab semua orang.
—
So, itulah pembahasan lengkap mengenai Ilmu Ekologi, yang penting dipelajari untuk menjaga keseimbangan alam dan kehidupan di bumi. Melalui pemahaman tentang ekologi, kita dapat mengetahui bagaimana interaksi antara makhluk hidup, mengenali ancaman terhadap lingkungan, serta menemukan solusi untuk menjaga keberlanjutan ekosistem.
Nah, buat kamu yang tertarik belajar lebih jauh tentang ekologi, yuk langsung aja download aplikasi Ruangguru! Banyak banget materi di sana yang menjelaskan materi pelajaran dengan konteks kehidupan sehari-hari kita. Langganan dan terus belajar yaa. Supaya pengetahuan yang kamu miliki bisa bermanfaat dan bisa diaplikasikan di kehidupan sehari-hari.
Referensi:
https://lindungihutan.com/blog/pengertian-ekologi-dan-contohnya/ (Diakses pada 3 Februari 2025)
https://www.gramedia.com/literasi/ilmu-ekologi/ (Diakses pada 3 Februari 2025)
https://repository.ut.ac.id/4305/1/BIOL4215-M1.pdf (Diakses pada 3 Februari 2025)
Sumber Gambar:
https://kumparan.com/berita-terkini/bagaimana-kalau-salah-satu-dari-rantai-makanan-ekosistem-laut-punah-1v1sKiM3uzs (Diakses pada 28 Februari 2026)
https://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Ernst_Haeckel.jpg (Diakses pada 28 Februari 2026)
https://www.brainacademy.id/blog/mengenal-ekologi-piramida-dan-ruang-lingkupnya (Diakses pada 3 Februari 2025)
Artikel ini telah disunting oleh Hani Ammariah.



