Profil IPDN, Sekolah Kedinasan Bagi yang Tertarik Jadi Pamong Praja

Profil IPDN

Kamu pasti sering mendengar nama sekolah kedinasan IPDN. Tapi, sudah tau kah kamu mengenai profil lengkapnya? Yuk, cari tau di artikel ini!

--

Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) terkenal sejak lama mendidik murid calon pamong praja yang siap bekerja di sektor pemerintahan. Apa sih pamong praja itu? Dilansir dari berbagai sumber, pamong praja adalah petugas di sektor pemerintahan yang diangkat secara profesional untuk melaksanakan kegiatan birokrasi pemerintahan. Lalu, seperti apa ya sekolah di IPDN? Yuk, simak artikel ini.

Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) merupakan salah satu sekolah dinas di Indonesia. Sekolah kedinasan ini berada di bawah naungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia. Bergerak di bidang kepamongprajaan, IPDN memiliki tujuan untuk menghasilkan kader pemerintahan yang berkompetensi, berkarakter, dan berkepribadian baik di tingkat daerah maupun pusat.

For your information, dulu ada dua sekolah kedinasan khusus sektor pemerintahan, yaitu Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) dan Institut Ilmu Pemerintahan (IIP). Namun, Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono yang saat itu menjabat, memutuskan untuk menggabungkan keduanya menjadi Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) berdasarkan Keppres No 87 Tahun 2004.

 

Sejarah IPDN

  • Pra-APDN

Sebelumnya, IPDN memiliki nama APDN yang merupakan singkatan dari Akademi Pemerintahan Dalam Negeri. Sekolah ini dirintis sejak zaman pemerintahan Hindia Belanda pada tahun 1920, dengan nama Opleidingsschool Voor Inlandsche Ambtenaren (OSVIA), Middelbare Opleiding School Voor Inlandsche Ambtenaren (MOSVIA), dan Opleidingsschool Indische Ambtenaren (OSOBA). Para lulusan sekolah ini dibutuhkan untuk pelaksanaan birokrasi pemerintahan Hindia Belanda. 

Pada masa awal kemerdekaan RI, kebutuhan kader pamong praja semakin meningkat untuk melaksanakan kegiatan pemerintahan, baik di pusat maupun di daerah. Melihat hal ini, dibentuklah lembaga pendidikan dalam lingkungan Departemen Dalam Negeri, yaitu Sekolah Menengah Tinggi (SMT) Pangreh Praja. Lambat laun, sekolah ini pun berganti nama menjadi Sekolah Menengah Pegawai Pemerintahan Administrasi Atas (SMPAA) yang berlokasi di Jakarta dan Makassar.

  • Periode APDN Nasional dan STPDN (1988-2003)

Menteri Dalam Negeri Rudini yang bertugas pada tahun 1988 memutuskan untuk melakukan penyatuan 20 Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) yang tersebar di 20 Provinsi pada satu tempat. Dipilihkan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat, untuk menjadi lokasi pendidikan mahasiswa sekolah kedinasan APDN tersebut. Adapun kegiatan operasional pendidikan di 20 kampus APDN di daerah secara bertahap dihentikan hingga menyelesaikan lulusan terakhir pada tahun 1991.

Perkembangan kebutuhan lulusan pamong praja ini pun membuat APDN Nasional ditingkatkan statusnya menjadi Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN). Hal ini diatur dalam Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 1992 tentang Peningkatan APDN Nasional menjadi Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri. 

  • Periode IPDN (2004-sekarang)

Sebelumnya, STPDN menyelenggarakan pendidikan D4 dan Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) memiliki program Sarjana (S1). Namun, aturan tak boleh memiliki dua atau lebih perguruan tinggi membuat pemerintah segera menyatukan STPDN dan IIP dan merubahnya menjadi IPDN. Kini, IPDN telah menyediakan pendidikan akademik tak hanya program Diploma Tiga (DIII) dan Diploma IV (DIV), tetapi Sarjana Strata Satu (S1). 

Baca Juga: 15 Sekolah Kedinasan di Indonesia yang Bisa Kamu Jadikan Pilihan

 

Lokasi Kampus IPDN

Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) memiliki kampus pusat yang berlokasi di Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Namun, sekolah kedinasan ini pun memiliki beberapa kampus daerah sebagai berikut.

  • IPDN Kampus Jakarta

Jl. Ampera Raya No.1, Cilandak, Pasar Minggu, Jakarta Selatan

Website: https://jakarta.ipdn.ac.id/ 

  • IPDN Kampus Sumatera Barat 

Jl. Raya Bukittinggi – Payakumbuh KM 14 Baso, Kabupaten Agam

Website: https://sumbar.ipdn.ac.id/

  • IPDN Kampus Kalimantan Barat 

Jl. Raya Trans Kalimantan KM 11.5, Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya

Website: https://kalbar.ipdn.ac.id/#

  • IPDN Kampus Sulawesi Utara

Desa Tampusu, Kecamatan Remboken, Kabupaten Minahasa 

Website: https://sulut.ipdn.ac.id/ 

  • IPDN Kampus Sulawesi Selatan

Jl. Je'ne Madingin, Desa Kampili, Kabupaten Gowa

Website: https://ipdnsulsel.id/

  • IPDN Kampus NTB

Jl. Gajah Mada No.1, Leneng, Praya, Kabupaten Lombok Tengah

Website: https://ntb.ipdn.ac.id/

  • IPDN Kampus Papua

Asei Kecil, Sentani Timur, Kota Jayapura 

Website: https://papua.ipdn.ac.id/

 

Program Studi di IPDN

Ada beberapa program studi yang ditawarkan IPDN, mulai dari jenjang Diploma IV (D-IV), Sarjana (S1), hingga Magister (S2). 

  • Jenjang Diploma IV (D-IV)

Keuangan Daerah (Akreditasi B)

Manajemen Sumber Daya Aparatur (Akreditasi B)

Pembangunan dan Pemberdayaan (Akreditasi B)

Politik Pemerintahan (Akreditasi B)

Administrasi Kependudukan dan Catatan Sipil (Akreditasi B)

  • Jenjang Sarjana (S1)

Manajemen pemerintahan (Akreditasi B)

Manajemen Pembangunan (Akreditasi B)

Kebijakan Pemerintah (Akreditasi B)

  • Jenjang Magister (S2)

Administrasi Pemerintahan Daerah (Akreditasi B)

Magister Terapan Studi Pemerintahan (Akreditasi B)

 

Baca Juga: Kupas Tuntas Politeknik Statistika STIS!

 

Syarat dan Pendaftaran IPDN 2022

Saat ini, sekolah kedinasan sedang membuka pendaftaran bagi siswa baru, salah satunya IPDN. Pendaftaran sudah dibuka sejak 9 April 2022 dan akan ditutup pada 30 April 2022. Untuk ikut dalam seleksi ini, kamu harus melengkapi syarat berikut ini.

1. Berijazah paling rendah Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Madrasah Aliyah (MA) termasuk lulusan Paket C, bagi lulusan Tahun 2019 s.d. 2022, dengan ketentuan:

  • Nilai Rata-rata Ijazah minimal 70,00 (tujuh puluh koma nol-nol) untuk Nilai Rata-rata Rapor dan Nilai Ujian Sekolah; dan
  • Nilai Rata-rata Ijazah bagi Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat minimal 65,00 (enam puluh lima koma nol-nol) untuk Nilai Rata-rata Rapor dan Nilai Ujian Sekolah.

2. Bagi yang memperoleh ijazah dari sekolah di luar negeri, harus mendapat pengesahan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi;

3. KTP-el bagi peserta yang berusia 17 tahun atau Kartu Keluarga (KK) bagi yang belum memiliki KTP-el;

4. Berdomisili minimal 1 (satu) tahun di provinsi tempat mendaftar secara sah terhitung pada tanggal awal pendaftaran yang dibuktikan antara lain dengan KTP-el, KK, dan Surat Pindah (bagi yang pindah tempat tinggal) serta dokumen lain yang berhubungan dengan domisili, dikecualikan bagi orang tua (Bapak/Ibu Kandung) peserta yang lahir di tempat pendaftaran dibuktikan dengan akta kelahiran orang tua dan/atau surat penempatan pindah tugas orang tua dari instansi masing-masing. Apabila terbukti melakukan duplikasi/pemalsuan/rekayasa keterangan akan ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku;

5. Surat Keterangan Kelas XII SMA/MA yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah atau pejabat yang berwenang dan dicap/distempel basah, bagi siswa SMA/MA lulusan Tahun Ajaran 2021/2022;

6. Surat Keterangan Orang Asli Papua (OAP) khusus bagi peserta OAP yang ditandatangani oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota masing-masing dan mengetahui Ketua/Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP);

7. Pakta Integritas;

8. Surat Keterangan Bebas Narkoba yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Bhayangkara Polri/Rumah Sakit Pemerintah/Swasta atau Badan Narkotika Nasional Provinsi/Kabupaten/Kota;

9. Surat Keterangan Tidak Buta Warna yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Pemerintah/Swasta

10. Alamat e-mail yang aktif; dan

11. Pas foto berwarna ukuran foto 4x6 cm dengan menghadap ke depan dan tidak memakai kacamata, serta mengenakan kemeja lengan panjang berwarna putih polos dengan latar belakang merah.

Selengkapnya, kamu bisa cek laman resmi IPDN melalui alamat https://spcp.ipdn.ac.id/2022/

Baca Juga: Perbedaan Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Akademi, dan Politeknik

 

Lantas, Kerja Apa Setelah Lulus dari IPDN?

Tentu saja, lulus dari IPDN akan memiliki peluang kerja di lingkungan birokrasi pemerintahan. Kamu yang sudah lulus dari sekolah dinas ini akan bekerja di bawah Kemendagri. Hal ini sudah diatur dalam Peraturan Mendagri (Permendagri) Nomor 34 Tahun 2019, yang berisi setiap lulusan IPDN akan diangkat sebagai calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). 

Meski demikian, para lulusan IPDN juga harus mengikuti masa percobaan yang bersifat wajib sebelum diangkat sebagai PNS. Masa percobaan ini terdiri dari orientasi tugas serta pelatihan prajabatan. 

Lalu, bagaimana soal penempatan kerja? Setiap lulusan akan disesuaikan dengan fokus pendidikan yang ditempuh dan tidak semuanya ditempatkan di daerah asal. Hal ini mengacu pada pasal 8 Permendagri Nomor 34 Tahun 2019 mengenai alokasi penempatan tugas lulusan IPDN berikut ini.

  1. Sebanyak 85 hingga 100 persen lulusan IPDN akan dialokasikan untuk bekerja di Instansi daerah dan daerah perbatasan; 
  2. Sebanyak 0 hingga 15 persen lulusan IPDN akan dialokasikan untuk bekerja di instansi pusat. 
  3. Penempatan alokasi tugas masing-masing PNS lulusan IPDN dipertimbangkan oleh berbagai faktor, termasuk: indeks prestasi kumulatif (IPK); permintaan dan kebutuhan; keterwakilan provinsi; jurusan dan program studi; kondisi sosiokultural; anggaran belanja pegawai setiap instansi. 
  4. Lulusan IPDN diwajibkan untuk bersedia ditugaskan/ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia. 

Itulah teman-teman profil singkat sekolah kedinasan Institut Pemerintah Dalam Negeri (IPDN). Kamu bisa segera mendaftar sebelum ditutup pada 30 April 2022 mendatang. Lengkapi syarat yang tertera dan jadilah pegawai pemerintahan yang berkinerja baik. Sementara itu, yuk belajar mandiri di ruangbelajar, fitur unggulan Ruangguru!

New call-to-action


Referensi:

Laman resmi Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) [daring]. Tautan: SPCP IPDN 2022 diakses pada 17 April 2022.

Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) [daring]. Tautan: INSTITUT PEMERINTAH DALAM NEGERI (IPDN) - Info Perguruan Tinggi | Beelajar.com diakses pada 17 April 2022.

Lokasi Kampus IPDN di Indonesia dan Peluang Kerja Lulusan IPDN [daring]. Tautan: Lokasi Kampus IPDN di Indonesia dan Peluang Kerja Lulusan IPDN (tirto.id) diakses pada 17 April 2022.

Sumber Foto:

Gambar 'Sekolah IPDN' [Daring]. Tautan: https://trial.ipdn.ac.id/ (Diakses pada 26 April 2022)

Profile

Dinda Silviana Dewi