Runtuhnya Tembok Berlin dan Reunifikasi Jerman | Sejarah Kelas 12

Runtuhnya Tembok Berlin dan Reunifikasi Jerman

Tahukah kamu, di masa lampau Jerman pernah terbagi menjadi Jerman Barat dan Jerman Timur, serta dipisahkan oleh Tembok Berlin? Yuk simak kisahnya saat Tembok Berlin runtuh dan Jerman kembali bersatu di artikel Sejarah Kelas 12 ini!

 

Kalau bicara tentang sepak bola, Jerman gak usah diragukan lagi. Hingga saat ini, mereka sudah berhasil memenangkan Piala Dunia sebanyak empat kali, dan berhasil menjadi runner-up sebanyak empat kali juga!

Buat memenangkan ajang tersebut, tentunya butuh usaha dan kegigihan. Nah, kegigihan Tim Nasional Jerman ini tidak lepas dari kisah Jerman di masa lalu yang tentunya menarik untuk diikuti.

Salah satu peristiwa Bangsa Jerman yang melekat adalah runtuhnya Tembok Berlin. Kok bisa runtuh, ya? Coba cari tahu sejarah lengkapnya di bawah ini, ya!

 

Pembagian Jerman Barat dan Jerman Timur

Pasca perpecahan Uni Soviet, banyak negara di Eropa Timur yang meninggalkan ideologi komunis. Begitu pula Jerman yang menurut Perjanjian Postdam (1945) wilayahnya dibagi menjadi empat wilayah pendudukan, yaitu wilayah milik Amerika Serikat, Prancis, Inggris, dan Uni Soviet.

Dalam perkembangannya, wilayah Amerika Serikat, Prancis, dan Inggris menjadi satu wilayah pada 1949, sedangkan wilayah milik Uni Soviet (USSR) tidak ikut bergabung.

Akibatnya, wilayah Jerman kemudian dipecah menjadi dua bagian, yaitu Jerman Timur dan Jerman Barat. Jerman Timur yang “dimiliki” oleh Uni Soviet berhaluan komunis, sedangkan Jerman Barat berhaluan liberal-kapitalis.

Baca Juga: Sejarah Runtuhnya Uni Soviet, Penyebab, dan Dampaknya

Peta wilayah Jerman yang terbagi empat

Pembagian wilayah Jerman menjadi empat bagian. (Sumber: timetoast.com).

 

Pembangunan Tembok Berlin

Pemecahan wilayah tersebut semakin jelas saat dibangunnya Tembok Berlin pada 13 Agustus 1961. Tembok Berlin adalah simbol terjadinya Perang Dingin di Jerman karena perbedaan ideologi tersebut.

Dampak dari adanya Tembok Berlin yang paling dirasakan adalah larangan berkunjung di antara dua negara tersebut. Pemerintah Jerman Timur melarang warganya untuk migrasi ke Jerman Barat, begitu juga pemerintah Jerman Barat melarang warganya pindah ke Jerman Timur.

Baca Juga: Perang Dingin: Pengertian, Latar Belakang, Negara & Dampak

Tembok Berlin tahun 1961 memisahkan Jerman Barat dan Jerman Timur

Tembok Berlin yang memisahkan Jerman Barat dan Jerman Timur tahun 1961. (Sumber: news.usc.edu)

 

Ketegangan ini mulai reda saat pemimpin Jerman Timur, Willi Stoph, melakukan kunjungan politik pertama tahun 1969, yang berdampak cukup baik bagi hubungan kedua negara.

Tahun 1972, ditandatangani perjanjian kerja sama ekonomi, politik, dan kebudayaan, walaupun penduduk kedua negara masih belum bisa untuk saling berkunjung.

Pada tahun 1981, kanselir Jerman Barat, Helmut Schidmit, melakukan kunjungan balasan dan menandakan perbaikan hubungan kedua negara Jerman ini.

Lagi-lagi, perjanjian tidak menjamin kebebasan warganya. Meski pelarangan migrasi masih berlaku, kenyataannya ada sekitar 35.000 warga Jerman Timur yang menjadi imigran gelap di Jerman Barat.

Gagasan mengenai reunifikasi Jerman menguat saat Mikhail Gorbachev memulai reformasi politik pada 1985. Ketika itu, ada demokratisasi zona timur yang dimungkinkan oleh Gorbachev, dan keberanian ribuan orang untuk berjuang demi kebebasan mereka.

Jadi memang, keadaan politik yang semakin tidak stabil serta adanya isu keterbukaan dan restrukturisasi ekonomi membuat menguatnya keinginan untuk segera menyatukan Jerman.

Ditambah, adanya kemerosotan ekonomi Jerman Timur dan daya tarik perkembangan pesat ekonomi Jerman Barat. Dampaknya adalah menimbulkan gerakan warga untuk menyatukan kembali Jerman Timur dengan Jerman Barat.

Di akhir 1989, terbentuk sebuah negara baru, yaitu Republik Federal Jerman (yang masih berdiri hingga saat ini).

Eits, tapi sebelum itu, kalau kamu ada pertanyaan terkait materi atau tugas di sekolah, kamu bisa tanyakan ke Roboguru, ya! Pertanyaan sesulit apapun akan bisa dijawab dengan mudah oleh Roboguru!

CTA Roboguru

 

Runtuhnya Tembok Berlin

Seperti apa kronologi dari runtuhnya Tembok Berlin? Yuk simak tabel di bawah ini!

Tanggal Kejadian Peristiwa
8 Agustus 1989 130 orang melarikan diri dari Republik Demokratik Jerman (Jerman Timur) ke Perwakilan Tetap Republik Federal di Berlin Timur. Mereka adalah orang yang ingin meninggalkan Jerman Timur melalui Hungaria, Cekoslowakia, dan Polandia.
4 September 1989 1.000 orang berkumpul di Leipzig, Jerman Timur, untuk menuntut lebih banyak hak dan kebebasan. Tanggal ini menjadi cikal bakal ‘Demonstrasi Senin’. Sebab, setelahnya, demonstrasi dilakukan setiap hari Senin dan pengikutnya semakin banyak.
11 September 1989 Hungaria membuka perbatasan dengan Austria. Dalam waktu 3 hari, sebanyak 15.000 orang mengungsi.

Di akhir September, pemerintah Uni Soviet dan Jerman Timur memberikan izin kepada 6.000 pengungsi yang tinggal di Kedutaan Besar Jerman di Praha untuk meninggalkan Jerman Timur.

Demonstrasi besar terjadi di Alexanderplatz, Jerman Timur.

7 Oktober 1989 Pemerintah Jerman Timur memerintahkan diadakannya perayaan memperingati 40 tahun berdirinya negara tersebut.

Sebagai reaksi, orang-orang dari berbagai kota berdemonstrasi melawan rezim partai di Jerman Timur.

Warga masih terus mengikuti Demonstrasi Senin di depan Karl Marx University, Leipzig, Jerman Timur.

9 Oktober 1989

70.000 orang berdemonstrasi damai untuk kebebasan berpendapat dan reformasi politik.

Satu minggu berikutnya, aksi mereka diikuti 120.000 orang dari seluruh Republik Demokratik Jerman.

18 Oktober 1989 Erich Honecker mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Sosialis Jerman.
3 November 1989

Jerman Timur mendukung warganya untuk meninggalkan negara itu langsung melalui perbatasan Cekoslowakia.

Dua hari kemudian, 15.000 warga Jerman Timur tiba di Jerman Barat melalui rute ini.

8 November 1989

Partai Persatuan Sosialis Jerman menyerahkan kekuasaannya di Politbiro dan mengundurkan diri.

Orang-orang dari Berlin Barat naik ke atas Tembok Berlin dekat Gerbang Brandenburg.

9 November 1989

Tembok Berlin runtuh.

Pada tahun ini juga diadakan pemungutan suara dalam pemilihan ke Dewan Rakyat Jerman Timur.

14 Februari 1990

Kanselir Helmut Kohl dan rekannya dari Jerman Timur Hans Modrow setuju untuk menyiapkan penyatuan mata uang dan ekonomi kedua negara.

18 Maret 1990

Pemilihan umum yang bebas dilakukan di Jerman Timur untuk pertama kalinya.

Rakyat memilih Dewan Rakyat yang baru dengan menyiapkan penggabungan diri ke Jerman Barat.

24 April 1990

Kohl dan de Maiziere menetapkan penyatuan ekonomi.

5 Mei 1990

Diadakan pertemuan menteri luar negeri Two-Plus-Four, yang dihadiri oleh Jerman Barat, Jerman Timur, Prancis, Uni Soviet , Inggris, dan Amerika Serikat.

Pertemuan ini membicarakan tentang penghapusan hak-hak Sekutu di Jerman.

18 Mei 1990 Kedua Republik Jerman menandatangani Traktat Pembentukan Uni Ekonomi, Mata Uang, dan Sosial.
1 Juli 1990 Jerman Timur mengadopsi sebagian besar tatanan ekonomi dan hukum Jerman Barat. Deutschmark menjadi satu-satunya alat pembayaran.
23 Agustus 1990

Dewan Rakyat memutuskan penggabungan Jerman Timur ke Jerman Barat pada 3 Oktober 1990.

Penyeberangan perbatasan Checkpoint Charlie dihapus pada hari yang sama.

12 September 1990

Menteri luar negeri Amerika Serikat, Uni Soviet, Inggris, dan Prancis mendatangani Traktat Two-Plus-FourTraktat ini memberikan kedaulatan penuh kepada Jerman.

3 Oktober 1990

Pada malam 2-3 Oktober 1990, diadakan perayaan resmi untuk Hari Raya Jerman Bersatu.

2 Desember 1990 Masyarakat Jerman melaksanakan pemilihan umum bebas pertama sejak 1933. Mereka memilih anggota parlemen.

 

Suasana ketika warga Jerman berusaha merobohkan Tembok Berlin

Peristiwa runtuhnya Tembok Berlin yang memisahkan Jerman Barat dan Jerman Timur. (Sumber: commons.wikimedia.org).

 

Baca Juga: Latar Belakang Perpecahan Cekoslowakia dan Penyebabnya

 

Reunifikasi Jerman

Pasca runtuhnya Jerman Timur dan bersatunya kembali Jerman, enam negara bagian Jerman Timur (Brandenburg, Mecklenburg-Vorpommern, Sachsen, Sachsen-Anhalt, Thürigen, dan Berlin), secara resmi bergabung dengan Republik Federal Jerman atau Jerman Barat.

Pemilihan umum bebas pertama pada Desember 1990 dimenangkan oleh partai Christian Democratic Union (CDU) pimpinan Helmut Kohl. Tapi, suara pemilu tidak berhasil meraih suara mayoritas yang cukup untuk membentuk pemerintahan.

Helmut Kohl menjadi Kanselir Republik Federal Jerman setelah menggalan koalisi dengan partai-partai lain.

Runtuhnya Tembok Berlin ini bisa jadi salah satu bukti kegigihan warga Jerman, ya. Bisa banget kamu contoh kegigihannya. Dengan kegigihan, mereka bisa mencapai apa yang diinginkan, seperti warga Jerman dan tentunya Tim Nasional Jerman.

Kalau kamu mau menguji pengetahuan kamu tentang peristiwa-peristiwa kontemporer di dunia, serta untuk persiapan PTS, PAS, maupun UTBK-SNBT, kamu bisa klik ruanguji.

IDN CTA Blog ruanguji Ruangguru

Referensi:

Hapsari, Ratna dan Adil M. Sejarah untuk SMA/MA Kelas XII Kurikulum 2013 Kelompok Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial. Jakarta: Erlangga.

Sumber Foto:

‘Germany Divided’. (daring) Tautan: https://www.timetoast.com/timelines/cold-war-7fb0fb37-4f1e-4523-9766-32894ce53fa1 (Diakses: 26 April 2018)

East German workers near the Brandenburg Gate reinforce the Berlin Wall in 1961′ (daring) Tautan: https://news.usc.edu/71860/remembering-the-night-the-berlin-wall-went-up-and-when-it-came-down/ (Diakses: 26 April 2018)

West and East Germans at the Brandenburg Gate in 1989′. (daring) Tautan: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:West_and_East_Germans_at_the_Brandenburg_Gate_in_1989.jpg (Diakses: 26 April 2018)

Artikel pertama kali diterbitan 27 April 2018, kemudian diperbarui pada 27 Oktober 2020 dan 9 Maret 2026 oleh Laras Sekar Seruni.

Irene Swastiwi Viandari Kharti