Bagaimana Cara Menghitung Teorema Pythagoras? | Matematika Kelas 8

Teorema Pythagoras

Ayo kita belajar bersama-sama materi tentang Teorema Pythagoras dan cara menghitungnya dengan mudah di artikel ini!

--

Apakah kamu pernah mendengar Pythagoras? Ia merupakan seorang matematikawan dan filsuf Yunani yang dikenal sebagai “Bapak Bilangan”. Salah satu peninggalannya yang bersejarah, yaitu  Teorema Pythagoras! 

Di artikel kali ini, kita akan belajar sama-sama mengenai Teorema Pythagoras. Apa sih Teorema Pythagoras itu? Seperti apa ya cara menghitungnya? Nah, langsung aja simak pembahasan berikut ini, ya!

 

Bagaimana Sih Konsep Teorema Pythagoras Itu?

Teorema Pythagoras menjelaskan hubungan panjang sisi pada segitiga siku-siku. Oleh karena itu, teorema ini hanya berlaku pada segitiga siku-siku aja. Kamu tau kan, segitiga siku-siku itu kayak gimana?

Eits, cara mengenali segitiga siku-siku itu gampang, kok. Salah satu cirinya adalah besar sudut sikunya ada yang 90o. Nah, sekarang, coba deh kamu lihat gambar segitiga siku-siku di bawah ini!

segitiga siku-siku-1Segitiga siku-siku (sumber: id.wikipedia.co.id)

Misalkan ada segitiga siku-siku ABC, seperti pada gambar di atas. Sisi-sisi pada segitiga tersebut dinamai sesuai dengan nama sudut di depannya. Jadi, kalo sisi dari titik A ke B, bisa dinamai dengan c, karena sudut di depan sisi tersebut adalah ∠C . Hal yang harus kamu ingat, penamaan nama sisi itu harus pakai huruf kecil, ya.

Kemudian, sisi a dan b merupakan sisi tegak pada segitiga siku-siku. Kenapa disebut sisi tegak? Soalnya, kedua sisi tersebut membentuk sudut siku-siku (90o). Sementara itu, sisi c merupakan sisi miring (hipotenusa) segitiga siku-siku. Nah, sisi hipotenusa ini selalu berhadapan dengan sudut siku-sikunya, dan jadi sisi yang paling panjang, guys.

Baca juga: Jenis-Jenis Bilangan Pecahan dan Contohnya

Nah, Teorema Pythagoras menyatakan bahwa kuadrat panjang hipotenusa pada suatu segitiga siku-siku (salah satu sudutnya 90°) adalah sama dengan jumlah kuadrat panjang sisi-sisi lainnya. Atau, kalau mau dituliskan secara matematis, akan seperti ini:

Teorema Pythagoras

 

Dengan c adalah hipotenusa yang juga merupakan sisi terpanjang dari segitiga siku-siku, sedangkan a dan b adalah sisi-sisi segitiga siku-siku lainnya.

 

Contoh Soal Teorema Pythagoras

Teorema Pythagoras ini bisa digunakan untuk mencari panjang sisi pada segitiga siku-siku yang belum diketahui, lho. Contohnya pada soal berikut!

1. Terdapat segitiga PQR siku-siku di Q. Jika diketahui panjang sisi PQ = 5cm dan QR = 12 cm, maka panjang sisi PR adalah...

Penyelesaian:

Supaya lebih mudah dalam menghitung, kita gambar dulu segitiga siku-sikunya, seperti ini:

segitiga siku-siku PQR

Sehingga,

PQ2 + QR2 = PR2

52 + 122 = PR2

25 + 144 = PR2

169 = PR2

PR = ±√169

PR = ±13

Nah, karena PR itu panjang hipotenusa, yang artinya tidak boleh negatif, maka nilai PR yang memenuhi adalah 13 cm. 

2. Segitiga siku-siku KLM, jika panjang KL = 2,5 m dan KM = 6,5 m, maka keliling segitiga KLM adalah ...

Penyelesaian:

Keliling segitiga KLM bisa dicari dengan menjumlahkan ketiga sisinya. Berarti, kita cari terlebih dulu panjang sisi LM menggunakan Teorema Pythagoras.

segitiga siku-siku KLMKL2 + LM2 = KM2

LM2 = KM- KL2

LM2 = (6,5)- (2,5)2

LM2 = 42,25 - 6,25

LM2 = 36

LM = ±√36

LM = ± 6

Inget ya, kita pilih yang tandanya positif karena panjang sisi nggak mungkin negatif. Jadi, panjang sisi LM adalah 6 m. Sehingga, keliling segitiga KLM adalah,

Keliling segitiga KLM = KL + LM + KM = 2,5 + 6 + 6,5 = 15 m.

Baca juga: Cara Menyelesaikan Bentuk-Bentuk Aljabar

 

Hubungan Teorema Pythagoras dengan Jenis Segitiga

Misalkan, kita punya segitiga dengan a, b, dan c merupakan sisi-sisi segitiga tersebut. Maka sisi a, b, dan c dapat membentuk segitiga dengan tiga kemungkinan, di antaranya:

hubungan teorema pythagoras

Jadi, dengan menggunakan Teorema Pythagoras, kita juga dapat menentukan, apakah ketiga barisan bilangan dapat membentuk segitiga siku-siku atau tidak. Contoh:

Diketahui sisi-sisi sebuah segitiga, yaitu a = 10, b = 8 dan c = 22. Dengan mengudaratkan sisi miring dan jumlahkan kuadrat sisi lainnya, maka diperoleh:

c2 = 222

c2 = 484

a2 + b2 = 102 + 82

a2 + b2 = 100 + 64

a2 + b2 = 164

Karena 164 < 484 atau a2 + b2 < c2 (102 + 82 < 222), maka segitiga ini bukan termasuk segitiga siku-siku, melainkan segitiga tumpul.

 

Triple Pythagoras

Setelah memahami isi dari Teorema Pythagoras, kita lanjut ke bahasan berikutnya, nih, yaitu triple Pythagoras. Waduh, apa lagi, tuh? 

Triple Pythagoras adalah pasangan tiga bilangan asli yang memenuhi Teorema Pythagoras. 

Triple Pythagoras

 

Triple Pythagoras ini bisa membantu kita untuk menentukan, mana kumpulan bilangan yang termasuk segitiga siku-siku dengan cara yang lebih cepat. Oke, supaya kamu nggak bingung, kita masuk ke contoh soalnya aja, ya.

Misalnya, diketahui segitiga dengan panjang sisi-sisinya, yaitu 6, 8, dan 10. Nah, menurutmu, apakah ketiga sisi tersebut merupakan triple Pythagoras?

Jawabannya, iya. Karena 6, 8, dan 10 merupakan kelipatan dari 3, 4, dan 5. Alhasil segitiga tersebut pasti merupakan segitiga siku-siku. Cepat kan ya? 

Baca juga: Pengertian dan Cara Menghitung Bruto, Netto, dan Tara

Ternyata, mudah ya cara menentukan panjang sisi-sisi pada segitiga siku-siku dengan menggunakan Teorema Pythagoras itu. Kalau kamu punya cara lain yang diajarkan sekolahmu, boleh juga di-share di kolom komentar supaya yang lain tahu! Tentunya, kamu dapat memelajari materi seperti ini dengan cara yang lebih asyik. Seperti menonton video beranimasi dari ruangbelajar, misalnya. Di sana, kamu akan mendapatkan rangkuman dan latihan-latihan soal yang membantumu memahami lebih dalam tentang pelajaran sekolah, lho!

ruangbelajar

Referensi:

Raharjo M, Setiawan A. (2018) Matematika SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: Erlangga

Sumber foto:

Ilustrasi 'Segitiga Siku-Siku' [Daring]. Tautan: https://id.wikipedia.org/wiki/Segitiga_siku-siku (Diakses: 21 Januari 2022)

 

Artikel diperbarui pada 21 Januari 2022.

Profile

Hani Ammariah

Anaknya seneng ngitung, tapi nggak perhitungan. Dulu pernah kuliah di Institut Pertanian Bogor jurusan Matematika. Sekarang jadi tukang nulis a.k.a Content Writer di Ruangguru.