Tingkatkan Pemahaman Membaca Anak di Era Digital dengan Teknik SQ3R

Kenya Swawikanti Feb 4, 2021 • 6 min read


tingkatkan pemahaman membaca dengan SQ3R

Artikel ini menjelaskan mengenai cara orang tua untuk meningkatkan pemahaman membaca anak di era digital dengan menggunakan teknik SQ3R.

--

Kemajuan teknologi yang pesat mengakibatkan banyak kegiatan sehari-hari mengalami digitalisasi, salah satunya yaitu membaca. Orang tua yang semula membaca berita di koran, kini lebih sering membaca di media online. Anak-anak yang semula membaca materi pelajaran di buku cetak pun, kini lebih sering membaca di buku elektronik. 

Membaca secara digital memang lebih praktis daripada membaca secara konvensional. Apalagi bagi anak jaman sekarang yang memang sudah terbiasa dengan kemajuan teknologi sejak usia dini. Tapi, pernahkah Parents bertanya kepada putra-putri di rumah, apakah mereka benar-benar paham dengan isi bacaan jika mereka membaca melalui gadget? Atau mereka justru lebih paham jika membaca melalui buku cetak?

Anne Mangen, dkk pernah meneliti mengenai hal ini dalam penelitiannya yang berjudul Reading Linear Texts on Paper Versus Computer Screen: Effects on Reading Comprehension. Penelitian ini membuktikan bahwa subjek yang membaca teks secara konvensional (membaca melalui kertas/buku cetak) memiliki skor yang lebih tinggi pada reading comprehension test atau tes pemahaman bacaan daripada subjek yang membaca secara digital (membaca melalui komputer). 

Dengan kata lain, pemahaman membaca seseorang lebih besar kemungkinannya untuk mendapat skor rendah apabila ia membaca teks bacaan secara digital.

Baca juga: Kapan Sebaiknya Anak Dikenalkan Pada Buku?

Lalu, sebagai orang tua, apakah kita harus menghimbau anak-anak untuk lebih banyak membaca secara konvensional saja daripada secara digital? 

Tentu tidak, Parents. Anak-anak boleh membaca secara digital sebanyak yang mereka mau. Tapi, sebagai orang tua, kita harus memastikan pemahaman membaca mereka secara digital sama baiknya dengan pemahaman membaca mereka secara konvensional. Lalu, bagaimana caranya untuk memastikan hal tersebut?

Salah satu caranya adalah dengan menggunakan teknik SQ3R. Teknik SQ3R merupakan teknik membaca untuk memahami dan mengingat informasi tertulis secara lebih cepat

teknik SQ3R

 

Nah sekarang, saatnya kita kupas satu per satu tahapan pada teknik ini. Tapi sebelumnya, siapkan buku elektronik untuk dibaca oleh putra-putri Parents, ya! 

Supaya Parents bisa langsung mempraktikkan teknik ini kepada putra-putri di rumah. Pastikan buku elektronik yang disiapkan sudah dibaca dan dipahami betul oleh Parents, agar Parents bisa memastikan apakah pemahaman putra-putri Parents terhadap buku elektronik tersebut nantinya sesuai dengan pemahaman Parents sendiri. Bukunya boleh tentang apa saja, yang penting dalam bentuk elektronik dan menarik untuk dibaca oleh anak. Kalau sudah siap, yuk segera kita mulai!

 

Survey

Tahap ini dilakukan untuk mendapat ide pokok dan struktur dari buku elektronik yang akan dibaca. Minta anak untuk membaca daftar isi (judul bab dan sub bab), melihat gambar-gambar atau grafik yang ada, serta membaca sinopsis dari buku elektronik tersebut. Dengan melakukan survey terhadap buku elektronik yang akan dibaca, pikiran anak akan lebih siap untuk menerima informasi karena anak telah mengetahui garis besar dari buku elektronik tersebut. 

Question

Selanjutnya, Parents bisa meminta anak untuk menyiapkan beberapa pertanyaan yang harus ia temukan jawabannya dari buku elektronik tersebut. Pertanyaan yang disiapkan bebas, asalkan masih relevan dengan hasil survey yang telah dilakukan tadi. Misalnya, ada bab yang berjudul ‘Simbiosis Mutualisme’, maka anak bisa membuat pertanyaan ‘Apa itu simbiosis mutualisme?’ 

anak membaca dengan gadget

Anak membaca melalui gadget (Sumber: freepik.com)

 

Read

Tahap berikutnya yaitu membaca. Pastikan anak membaca dengan fokus dan seksama. Ingatkan juga kepada anak bahwa ia harus menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tadi dalam buku elektronik yang ia baca. Pada tahap ini, anak boleh membaca dengan cara apapun yang membuatnya nyaman, misalnya membaca sambil menggarisbawahi hal-hal penting yang ia temukan dengan fitur highlight pada gadget. Atau membaca sambil meng-screenshot layar setiap kali anak menemukan bagian yang menarik atau ingin dibaca kembali. Tapi, jangan paksa anak untuk cepat-cepat menyelesaikan membaca ya, Parents

Perlahan saja, tapi tetap pasti. Apabila anak mulai lelah karena menatap layar gadget terlalu lama, minta anak untuk berhenti dan beristirahat sejenak. Jangan lupa, perhatikan juga postur anak selama membaca. Pastikan anak tidak membaca sambil tiduran dan tidak membaca dengan jarak mata yang terlalu dekat dengan layar gadget.

Recite

Setelah selesai membaca, sekarang saatnya anak menceritakan kembali isi dari buku elektronik yang telah ia baca sekaligus menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sudah ia siapkan sebelumnya. Pastikan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut masuk akal dan sesuai dengan pemahaman Parents sendiri terhadap buku elektronik tersebut. 

Minta anak untuk menjelaskan juga mengapa jawaban-jawaban yang ia temukan adalah jawaban yang tepat untuk setiap pertanyaan yang sudah ia siapkan. Apabila terdapat kesalahan, Parents bisa mengoreksi jawaban anak dan menjelaskan bagaimana jawaban yang benar. 

Pada tahap ini, Parents juga boleh mengajak anak untuk mendiskusikan isi buku secara lebih mendalam di luar pertanyaan-pertanyaan yang sudah disiapkan sebelumnya.

diskusi buku elektronik dengan anak

Berdiskusi dengan anak mengenai isi buku elektronik (Sumber: freepik.com)

 

Review

Tahap terakhir adalah meninjau ulang apa saja hal yang sudah berhasil anak pelajari dari membaca buku elektronik tersebut. Minta anak untuk menjelaskannya secara lantang tanpa mengintip buku elektronik tersebut. Jika anak berhasil sampai tahap ini, maka dapat disimpulkan bahwa pemahaman membaca anak sudah sangat baik. 

Parents bisa memberikan apresiasi kepada anak yang telah berhasil melakukan kelima tahapan sampai selesai. Selain itu, minta anak untuk menceritakan juga kesan dan pesan yang ia rasakan, serta hambatan yang ia lalui selama melakukan kelima tahapan dari teknik SQ3R ini untuk bahan evaluasi ke depan.

Nah, begitulah tahapan-tahapan yang terdapat pada teknik SQ3R. Selanjutnya, Parents bisa membuat perjanjian sendiri dengan anak, kira-kira kapan anak bersedia untuk melakukan teknik SQ3R kembali untuk membaca buku yang lainnya, baik buku elektronik maupun buku cetak. Atur jadwalnya sesuai kemampuan anak ya, Parents

Jangan terlalu ketat tapi juga jangan terlalu longgar, agar anak bisa tetap melakukan teknik ini dengan enjoy dan teratur. Apabila anak terbiasa membaca dengan teknik ini, tidak hanya pemahaman membaca anak yang bisa meningkat, tapi juga minat membaca anak lho, Parents!

Selain membaca, kini belajar juga bisa dilakukan secara digital, salah satunya dengan memanfaatkan layanan ruangbelajar. Yuk, daftarkan anak Parents sekarang juga!

New call-to-action

Referensi:

Mangen, A. dkk. ‘Reading Linear Texts on Paper Versus Computer Screen: Effects on Reading Comprehension’, International Journal of Educational Research, 58(1) [Daring]. Tautan: https://www.researchgate.net/publication/256563189_Reading_linear_texts_on_paper_versus_computer_screen_Effects_on_reading_comprehension (Diakses: 1 Februari 2021)

‘Reading Techniques - Enhance Your Academic Skills’, Uopeople, [Daring]. Tautan: https://www.uopeople.edu/blog/reading-techniques/ (Diakses: 1 Februari 2021)

‘SQ3R Method’, Toolshero, [Daring]. Tautan: https://www.toolshero.com/personal-development/sq3r-method/ (Diakses: 1 Februari 2021)

‘SQ3R Reading Method’, NAU, [Daring]. Tautan: https://in.nau.edu/academic-success-centers/sq3r-reading-method/ (Diakses: 1 Februari 2021)

Sumber foto:

Gambar ‘Anak dengan gadget’ [Daring]. Tautan: https://unsplash.com/photos/qESmLLXAmWs (Diakses: 1 Februari 2021)

Gambar ‘Anak membaca melalui gadget’ [Daring]. Tautan: https://www.freepik.com/premium-photo/confused-little-girl-glasses-using-tablet_4183205.htm#page=1&query=children%20with%20gadget&position=19 (Diakses: 1 Februari 2021)

Gambar ‘Berdiskusi dengan anak’ [Daring]. Tautan: https://www.freepik.com/premium-photo/happy-family-browsing-internet_7069543.htm#page=2&query=children+with+parents&position=18 (Diakses: 1 Februari 2021)

Profile

Kenya Swawikanti

A full-time cat person who likes spicy food a bit more than Oreo cheesecake and chocolate ice cream. You can call me Kenya or Kay. Nice to meet you!

Beri Komentar