Profil Fansen, Mahasiswa MIT Pertama di Clash of Champions Season 3

Profil Fansen CoC Season 3

Pada Clash of Champions Season 3 kali ini, kita kedatangan salah satu peserta dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), yaitu Fansen Funata. Yuk, kita kenalan dengan Fansen lebih dekat!

Kuliah di MIT tentu bukan perjalanan yang sederhana. Apalagi, Fansen mengambil jurusan Electrical Engineering dan berhasil menjaga GPA 5.00/5.00 di tengah ritme akademik yang terkenal menantang.

Sebelum menjadi peserta Clash of Champions Season 3, Fansen juga sudah dikenal lewat perjalanan akademiknya di bidang fisika. Ia pernah meraih Silver Medal di International Physics Olympiad 2023 dan Asian Physics Olympiad 2024, serta menjadi peraih medali emas, Absolute Winner, dan Best Theory Olimpiade Sains Nasional Bidang Fisika 2022.

Nggak cuma soal akademik, Fansen juga punya sisi seru di luar kelas. Mulai dari main gitar, badminton, ping pong, nonton drakor, sampai aktif di berbagai klub di MIT. Penasaran gimana cerita Fansen menjalani kuliah di MIT dan ikut Clash of Champions Season 3? Yuk, simak artikelnya sampai habis!

Baca Juga: Lulua, Mahasiswi Double Major Yonsei Peserta COC Season 3

 

Yuk, Kenalan dengan Fansen!

 

Biodata Singkat Fansen

Nama Lengkap

Fansen Candra Funata

Nama Panggilan

Fansen

Tempat, Tanggal Lahir

Pekanbaru, 26 April 2007

Riwayat Pendidikan

  • Massachusetts Institute of Technology (MIT)
  • SMA Darma Yudha

 

GPA

5.00/5.00

Akun Media Sosial

 

Prestasi Fansen

  • Silver Medal International Physics Olympiad 2023 in Japan
  • Silver Medal Asian Physics Olympiad 2024 in Malaysia
  • Medalis Emas, Absolute Winner, dan Best Theory Olimpiade Sains Nasional Bidang Fisika 2022

 

Baca Juga: Profil Azka Adziman, Mahasiswa Oxford Peserta COC Season 3

 

Fansen dan Perjalanannya Kuliah di MIT

Fansen menerima penghargaan lulusan terbaik di sekolahnya.

(Sumber: instagram @fansencandra)

 

1. Fansen, kamu sekarang jadi mahasiswa MIT, kampus dengan peringkat nomor 1 di dunia menurut QS World University Rankings! (keren banget 😭). Dari awal, apakah MIT memang jadi kampus impianmu? Atau dulu sempat mengincar universitas lain juga? Ceritain dong gimana akhirnya kamu memilih MIT sebagai tujuan kuliah.

Jawaban:

Iya, MIT memang sudah menjadi kampus yang sangat ingin aku tuju. Lucunya, keinginan itu muncul semakin kuat setelah aku menonton Spider-Man: No Way Home. Dari situ, aku jadi kepikiran dan pengin banget bisa kuliah di MIT. Selain itu, karena aku mengikuti IPhO, akhirnya ada kesempatan yang terbuka untuk bisa melanjutkan kuliah di sana. Jadi, ketertarikan pribadi, pengalaman di bidang fisika, dan kesempatan yang muncul dari perjalanan olimpiade akhirnya bertemu di titik yang sama.

 

2. Kamu berhasil tembus ke MIT, kampus top yang sering jadi incaran banyak orang. Boleh dong ceritain prosesnya dari awal sampai keterima. Ada strategi khusus, persiapan, atau pengalaman yang paling berkesan?

Jawaban:

Jujur, aku juga tidak benar-benar tahu satu alasan utama kenapa akhirnya bisa diterima di MIT. Tapi menurutku, salah satu hal yang sangat berpengaruh adalah aku berada di lingkungan yang tepat pada waktu yang tepat. Ada berbagai kesempatan yang datang, seperti physics olympiad, bertemu mentor untuk research paper, dan ikut Academy of Champions. Semua pengalaman itu ikut membentuk perjalanan aplikasiku. Setelah kesempatan-kesempatan itu muncul, aku hanya berusaha menjalaninya dengan serius, push through, dan bekerja keras selama proses aplikasi. Jadi, kalau ditanya strateginya, mungkin bukan satu trik khusus, tapi lebih ke memanfaatkan kesempatan yang ada dan tetap konsisten mengerjakannya sebaik mungkin.

 

3. Selama kuliah di MIT, kamu pakai beasiswa atau enggak? Kalau iya, boleh dong dijelasin beasiswa apa, bagaimana cara daftarnya, dan tips buat yang ingin mengikuti jejakmu?

Jawaban:

Kalau sudah diterima di MIT, mahasiswa langsung eligible untuk social based financial aid. Jadi menurutku, orang yang ingin daftar ke MIT tidak perlu terlalu worry tentang apakah mereka akan mampu membayar biaya kuliahnya atau tidak. Sistem financial aid di sana memang membantu mahasiswa berdasarkan kebutuhan finansial. Jadi, fokus utamanya tetap berusaha membuat aplikasi sebaik mungkin terlebih dahulu. Setelah diterima, barulah urusan financial aid bisa diproses sesuai sistem yang berlaku di MIT.

 

4. Kenapa sih kamu memilih Electrical Engineering di MIT? Apakah ada pengalaman pribadi, ketertarikan khusus, atau alasan lain yang mendorong keputusan kamu itu? Boleh juga ya hubungkan dengan background kamu yang jago banget di bidang fisika!

Jawaban:

Sebelumnya, aku banyak belajar fisika saat SMA. Karena sudah menghabiskan banyak waktu untuk mendalami fisika, aku tidak ingin pengetahuan itu jadi sia-sia. Di sisi lain, sejak SMP dan SMA aku juga sudah tertarik dengan computer hardware. Dari ketertarikan itu, Electrical Engineering terasa seperti pilihan yang cukup natural, karena masih punya hubungan dengan dasar-dasar fisika yang pernah aku pelajari, tetapi juga membuka ruang untuk mengeksplorasi bidang hardware yang memang membuatku penasaran.

 

5. Fansen, IPK kamu kan 5.00/5.00 di MIT, boleh dong ceritain tips dan trik agar bisa dapat IPK yang bagus di kampus yang sangat cool ini~ Hehehe

Jawaban:

Tips utamaku sebenarnya sederhana banget: not procrastinating. Ini penting sampai harus diulang berkali-kali, karena menunda pekerjaan bisa membuat semuanya menumpuk dan akhirnya jadi jauh lebih berat. Apalagi di kampus seperti MIT, tugas dan materi kuliah bisa sangat padat. Jadi, sebisa mungkin aku berusaha tidak menunda-nunda, mengerjakan sesuatu lebih awal, dan menjaga ritme belajar tetap stabil. Menurutku, kebiasaan kecil seperti itu sangat membantu untuk menjaga performa akademik.

 

6. Selama kuliah di MIT, mata kuliah apa yang paling kamu suka dan kenapa? Apakah karena materinya relevan sama kehidupan sehari-hari, atau dosennya inspiratif?

Jawaban:

Ada beberapa kelas yang aku suka selama kuliah di MIT. Salah satunya Korean 1 dan Korean 2, karena kelasnya kecil, sehingga aku bisa berinteraksi dengan classmates dengan lebih baik. Suasana kelas seperti itu membuat proses belajar terasa lebih dekat dan menyenangkan. Selain itu, aku juga suka semiconductor electronic circuits. Menurutku kelas itu sangat well taught, materinya seru, dan teachernya supportive. Di kelas itu, aku juga berhasil mendapatkan highest score in the class during that term, jadi pengalaman belajarnya terasa semakin berkesan buatku.

Baca Juga: Profil Peserta Clash of Champions (COC) Season 3 Batch 8

Mau kuliah di universitas ranking 1 dunia seperti Fansen? Tentunya, skill bahasa Inggris kamu harus selalu upgrade! Yuk, persiapkan tes IELTS dengan belajar bersama tutor berpengalaman di Ruangguru Privat IELTS! Belajar nggak cuma menyenangkan, tapi kamu juga bakal diajari konsepnya sampai paham! Para pengajar di Ruangguru Privat juga sudah terstandarisasi kualitasnya, loh. Kamu juga bisa pilih nih, mau diajarkan secara langsung (offline) atau daring (online). Fleksibel, kan? Untuk info lebih lanjut, cuss klik link berikut!

CTA Ruangguru Privat

 

Perjalanan Fansen di Dunia Fisika dan Olimpiade

7. Apa sih yang bikin kamu suka banget sama Fisika, sampai kamu bisa ikut kompetisi Asian Physics Olympiad (APhO) dan International Physics Olympiad (IPhO)?

Jawaban:

Menurutku fisika itu seru karena membantu kita berpikir tentang masalah secara kritis. Dalam fisika, kita tidak hanya menghafal rumus, tetapi juga belajar melihat suatu persoalan dari berbagai sudut pandang. Hal itu yang membuat fisika terasa menarik buatku. Setiap soal bisa menuntut cara berpikir yang berbeda, dan proses mencari pendekatan yang tepat itulah yang membuatku semakin suka dengan bidang ini sampai akhirnya mengikuti APhO dan IPhO.

 

8. Fansen, kamu kan bisa menang olimpiade internasional. Gimana sih caranya biar bisa memenangkan olimpiade di tingkat internasional? Boleh dong spill tips dan strategi belajar kamu!

Jawaban:

Kalau harus diringkas, menurutku kuncinya adalah konsistensi. Untuk bisa bersaing di tingkat internasional, belajar tidak bisa hanya dilakukan sesekali atau saat sedang mood saja. Perlu proses yang panjang, latihan yang terus-menerus, dan kemauan untuk tetap belajar meskipun kadang terasa sulit atau membosankan. Jadi tips utamaku adalah menjaga konsistensi, karena dari kebiasaan belajar yang stabil itulah kemampuan bisa berkembang pelan-pelan.

 

Tips Belajar, Adaptasi, dan Kehidupan Fansen di MIT

9. Kamu pernah merasa demotivasi untuk belajar enggak? Kalau iya, gimana cara kamu supaya bisa bangkit dari perasaan itu dan kembali lagi termotivasi?

Jawaban:

Pernah, biasanya karena merasa jenuh. Belajar setiap hari kadang memang bisa membosankan, apalagi kalau ritmenya padat dan terus berulang. Tapi di sisi lain, aku sebenarnya love learning. Aku merasa sangat senang ketika berhasil memahami atau mempelajari sesuatu yang baru. Perasaan itu yang sering membuatku kembali termotivasi. Selain itu, dulu aku juga sangat ingin masuk MIT, dan keinginan itu menjadi salah satu hal yang membuatku terus berjalan meskipun kadang merasa lelah atau demotivasi.

 

10. Apa yang biasanya kamu lakukan untuk refreshing di sela-sela kegiatan dan aktivitas belajar kamu? (Penasaran, kalau kami mikir pasti Fansen belajar terus gak sihhh HEHEHE).

Jawaban:

Aku tidak belajar terus kok, ada beberapa hal yang biasa aku lakukan untuk refreshing. Aku suka main gitar, main badminton, main ping pong, dan nonton drakor. Selain itu, aku juga suka morning runs atau evening runs, dan kadang weightlifting. Aktivitas-aktivitas itu membantuku mengambil jeda dari belajar. Menurutku, punya kegiatan di luar akademik itu penting supaya pikiran bisa lebih segar dan tidak cepat jenuh.

 

11. Kamu pernah aktif di organisasi tertentu nggak, Fansen? (Boleh organisasi kampus atau di luar kampus). Kalau iya, kegiatan apa aja yang kamu ikuti dan apa manfaatnya buat pengembangan diri kamu?

Jawaban:

Pernah. Waktu SMP aku pernah menjadi ketua OSIS, lalu saat SMA aku menjadi anggota MPK. Aku juga pernah terlibat dalam proyek sosial untuk BIM. Sekarang di MIT, aku ikut beberapa klub dan organisasi, seperti MIT Motorsports, MIT Asian Dance Team, Association of Indonesian Students, dan MIT Live. Menurutku, ikut organisasi adalah cara yang bagus untuk bertemu orang-orang baru. Selain itu, kegiatan seperti ini juga bisa menjadi refreshing dari aktivitas akademik, karena aku bisa mengeksplorasi hal lain di luar kelas dan memperluas lingkungan pertemanan.

 

12. Kuliah di luar negeri pasti penuh tantangan. Menurut kamu, gimana sih cara survive dan beradaptasi dengan lingkungan dan budaya baru di sana?

Jawaban:

Menurutku, salah satu cara paling penting untuk survive di lingkungan baru adalah menjadi open minded dan mau belajar budaya setempat. Ketika tinggal di negara lain, pasti ada banyak kebiasaan, cara berpikir, dan budaya yang berbeda dari yang biasa kita temui. Kalau kita terlalu menutup diri, proses adaptasinya bisa terasa lebih berat. Selain itu, penting juga untuk make a lot of friends. Punya banyak teman bisa membantu kita merasa lebih nyaman, punya support system, dan lebih cepat memahami lingkungan baru.

 

13. Apa sih hal yang paling berat saat kuliah di luar negeri? Misalnya, perasaan saat jauh dari keluarga dan teman-teman di Indonesia?

Jawaban:

Salah satu hal yang paling berat buatku adalah beban akademik di MIT. Kelas-kelasnya susah dan PR-nya banyak, jadi aku benar-benar harus manage your time well. Kalau tidak bisa mengatur waktu dengan baik, semuanya bisa cepat menumpuk. Jadi tantangannya bukan hanya soal jauh dari rumah, tetapi juga bagaimana menjaga ritme hidup dan belajar agar tetap seimbang di tengah tuntutan akademik yang cukup berat.

 

14. Selain yang sudah kamu capai sekarang, ada nggak goal atau achievement lain yang masih kamu kejar ke depannya?

Jawaban:

Untuk ke depannya, salah satu goal-ku adalah bisa mendapatkan pekerjaan yang baik dan bertemu dengan orang-orang yang cool. Menurutku, perjalanan setelah kuliah juga penting untuk terus berkembang, bukan hanya lewat pekerjaan, tetapi juga lewat lingkungan dan orang-orang yang ditemui. Aku ingin bisa berada di tempat yang membuatku belajar banyak hal baru dan bertemu orang-orang yang inspiratif.

Baca Juga: Profil Peserta Clash of Champions (COC) Season 3 Batch 10

 

Fansen di Clash of Champions Season 3

Fansen di Academy of Champions (Source: Instagram @ruangguru)

 

15. Fansen, kamu kan awalnya peserta Academy of Champions (AoC), nih. Nah, apa yang membuat kamu akhirnya memutuskan untuk ikutan Clash of Champions (CoC) Season 3? Boleh certain juga, waktu itu kamu inisiatif daftar sendiri atau ditawarkan oleh pihak Ruangguru? Kita pengin tahu cerita di balik layar sampai akhirnya kamu bisa terjun di ajang kompetitif ini!

Jawaban:

Waktu itu sebenarnya momennya cukup pas, karena aku sekalian sedang ada rencana research di CQT NUS dan juga pulang ke Indonesia. Jadi, ketika ada kesempatan untuk ikut Clash of Champions Season 3, rasanya bisa sekalian dijalani. Selain itu, aku juga disuruh ikut oleh Kak Iman, jadi akhirnya aku mencoba mengambil kesempatan tersebut. Buatku, ini jadi pengalaman baru yang berbeda dari Academy of Champions, sekaligus kesempatan untuk kembali bertemu suasana kompetisi yang seru.

 

16. Ada nggak perbedaan antara saat kamu jadi peserta AoC dan CoC? Apa tantangan terbesar atau terberat menurut kamu selama mengikuti CoC kali ini?

Jawaban:

Menurutku, salah satu perbedaan yang paling terasa adalah adanya team games. Bagian itu terasa lebih seru karena pressure-nya tidak sebesar saat bermain sendiri, dan suasananya juga jadi lebih fun. Tapi di sisi lain, gamegame di CoC tetap terasa susah buatku. Aku merasa tidak banyak tipe game yang benar-benar cocok dengan skill set-ku, jadi tantangannya cukup besar. Karena itu, selama kompetisi aku lebih banyak berusaha menyesuaikan diri dengan format game yang ada.

 

17. Di ajang Clash of Champions Season 3, menurut kamu siapa sih lawan terberatmu? Ceritain dong kenapa kamu merasa dia jadi saingan paling menantang buat kamu.

Jawaban:

Jujur, menurutku semuanya terasa berat. Aku merasa cupu, jadi semua peserta terlihat seperti lawan yang menantang buatku. Di CoC, setiap orang punya kemampuan dan keunggulan masing-masing, sehingga rasanya tidak ada lawan yang bisa diremehkan. Karena itu, aku melihat semua peserta sebagai kompetitor yang kuat dan membuatku harus berusaha lebih maksimal di setiap game.

 

18. Menurut kamu, game apa yang paling menantang selama kamu jadi peserta COC Season 3? Ceritain alasannya!

Jawaban:

Jujur, menurutku hampir semua game terasa menantang. Aku merasa cupu di semua game, jadi tidak ada satu game yang benar-benar terasa mudah buatku. Mungkin karena tipe game di CoC tidak banyak yang cocok dengan skill set-ku, jadi aku harus banyak beradaptasi. Walaupun begitu, justru dari situ tantangannya terasa menarik, karena aku dipaksa keluar dari zona nyaman dan menghadapi permainan yang tidak selalu sesuai dengan kekuatanku.

 

19. Fansen, di AoC, kamu berhasil masuk final bareng Evan dan Sanny. Di CoC ini, apakah kamu akan berusaha agar bisa lolos ke final lagi seperti waktu AoC dulu? Kamu sempat mengalami adrenaline rush gak waktu main game di CoC?

Jawaban:

Nope, aku tahu game CoC tidak banyak yang cocok dengan skill set-ku. Jadi waktu itu goal-ku sebenarnya sederhana: yang penting tidak pulang duluan. Aku tidak terlalu memasang target harus masuk final seperti saat AoC, karena format game-nya terasa berbeda dan cukup menantang buatku.

Baca Juga: Jadwal Tayang Clash of Champions (COC) Season 3 Minggu Ini

Itu dia profil Fansen Funata, peserta Clash of Champions Season 3 dari MIT. Dari perjalanan akademik di bidang fisika, pengalaman mengikuti Academy of Champions, sampai cerita adaptasi kuliah di luar negeri, Fansen menunjukkan bahwa konsistensi dan kemauan untuk terus belajar bisa membuka banyak kesempatan baru.

Yuk, vote Fansen sebagai peserta favorit pilihan kamu di siniJangan sampai kelewatan juga keseruan episode Clash of Champions Season 2 berikutnya. Pantengin terus blog Ruanggurusosial mediachannel WhatsAppaplikasi, dan YouTube Ruangguru, buat dapetin info ter-update!

Siap jadi juara di Tahun Ajaran Baru 2026/2027? Yuk, segera klaim diskon spesial beragam paket produk dari Ruangguru.

clash of champions season 3 ruangguru

Ruangguru

Platform bimbingan belajar online terbesar dan terbaik di Indonesia. Menyediakan layanan belajar berbasis teknologi interaktif untuk jenjang SD, SMP, SMA/SMK.