Profil Erin, Peserta COC Season 3 dari CUHK yang Jago Biologi

Kenalan yuk dengan Erin, peserta COC Season 3 yang punya passion besar di dunia Biologi. Dari prestasi OSN sampai kehidupan kampus di CUHK, profil Erin ini punya banyak sisi menarik buat dibahas!
—
Setelah ketiga Universe menyelesaikan misinya masing-masing, ketegangan di panggung Clash of Champions Season 3 belum selesai. Kini, para peserta yang berada di peringkat terbawah harus kembali bertarung di babak Deathmatch, untuk menentukan siapa yang berhak tetap bertahan di kompetisi. Salah satu peserta yang harus menghadapi tantangan ini adalah Erin.
Tapi, meski berada di bawah tekanan besar, Erin justru tampil luar biasa. Dengan fokus dan strategi yang matang, ia berhasil menjadi peserta pertama yang menuntaskan tantangan di Deathmatch. Erin sukses mengamankan satu tempat di babak berikutnya dan membuktikan bahwa ia bukan lawan yang bisa dianggap remeh. Congratss ya, Erin! 🎉
Di balik aksinya yang memukau di arena kompetisi, Erin juga memiliki segudang prestasi akademik yang nggak kalah mengesankan, lho. Mahasiswa Jurusan Cell & Molecular Biology ini pernah menorehkan prestasi di Olimpiade Sains Nasional (OSN) Biologi, kompetisi bioinformatika, hingga dikenal memiliki kemampuan public speaking yang mumpuni. Wah, paket lengkap banget, ya!
Nah, kalau kamu penasaran dengan Erin, mulai dari cerita di balik performanya di Clash of Champions Season 3, hingga fakta-fakta menarik tentang dirinya, yuk, simak profil lengkapnya di artikel ini!
Baca Juga: Jadwal Tayang Clash of Champions (COC) Season 3 Minggu Ini
Yuk, Kenalan sama Erin!

Biodata Singkat Erin
Nama Lengkap
Erin Larasati Angdika
Nama Panggilan
Erin
Tempat, Tanggal Lahir
Jakarta Utara, 16 November 2006
Angkatan Kuliah
2024
Riwayat Pendidikan
- The Chinese University of Hong Kong (CUHK)
- SMAK 1 PENABUR Jakarta
GPA
3.56/4.00
Akun Media Sosial
- Instagram: @5erin3
- Tiktok: @5erin3
- LinkedIn: Erin Larasati Angdika
Hobi
Menulis cerita
Prestasi Erin
- Silver Medal – Olimpiade Sains Nasional Bidang Biologi 2023
- Grand Prize Winner – Bioinformatics and Synthetic Biology (BIOS) Competition 2025
Alasan Erin Memilih The Chinese University of Hong Kong (CUHK)
1. Dari awal, apakah CUHK memang jadi kampus impianmu? Atau dulu sempat mengincar universitas lain juga? Ceritain dong gimana akhirnya kamu memilih CUHK sebagai tujuan kuliah.
Jawaban:
Dulu aku mau banget ke University of Toronto, tapi karena halangan biaya, aku nggak bisa berangkat, padahal udah dapet LoA nya. Untungnya waktu SMA, aku daftar baanyakkk banget universitas, jadi punya opsi backup banyak. Akhirnya aku pilih ke CUHK karena dapat beasiswa tuition dari kampus, dan program life science-nya lumayan bagus juga. Sekarang, aku disini nggak nyesel sama sekali sih. Kalaupun waktu bisa diulang, aku mungkin juga tetap akan pilih CUHK.
2. Nah Erin, kamu berhasil tembus ke CUHK, kampus yang masuk ke top 10 di Asia. Boleh dong ceritain prosesnya dari awal sampai keterima. Ada strategi khusus, persiapan, atau pengalaman yang paling berkesan?
Jawaban:
Buat daftar CUHK sebenarnya standar aja kayak universitas asia lainnya. Kamu bisa cantumin nilai IELTS, rapor sekolah dan SKL, sama sertifikat prestasi. Selain itu, ada personal statement-nya juga yang harus ditulis, tapi itu nggak sampai seribet apply di universitas yang di US, satu aja cukup.
3. Selama kuliah di CUHK, kamu pakai beasiswa atau nggak? Kalau iya, boleh dong dijelasin beasiswa apa, bagaimana cara daftarnya, dan tips buat yang ingin mengikuti jejakmu?
Jawaban:
Aku kuliah di CUHK pakai beasiswa tuition dari kampus yang semua applicant memang secara otomatis di-consider waktu daftar. Setelah itu, waktu udah kuliah, aku juga banyak apply beasiswa lain disini. Contohnya Talent Development Scholarship dari The HKSAR Government buat uang tambahan.
Untuk beasiswa dari kampus, setau aku yang penting itu nilai akhir yang di SKL, tapi of course kalau kamu ada prestasi juga ngebantu. Buat beasiswa lain waktu udah lagi kuliah, perlu ada kegiatan extracurricular atau prestasi tertentu, tergantung beasiswanya mintanya apa. Ini lumayan fleksibel sih dan tentunya, beda beasiswa beda syarat. Jadi of course kamu bisa cari yang cocok aja.
4. Apa sih pengalaman paling berkesan saat menjadi mahasiswa CUHK? Baik itu dari segi akademik maupun kehidupan kampus.
Jawaban:
Pengalaman paling berkesan itu waktu aku ikut kompetisi iGEM. Sejak selesai OSN Biologi, aku suka diajak teman-teman buat ikut lomba research project synthetic biology gitu (seperti BIOS). Dari situ, aku pengen untuk beneran ngelakuin dan nggak cuma dry lab doang.
Nah, waktu tahun pertama di CUHK, aku masih belum bisa ikut. Jadi, aku lanjut ikut BIOS dulu sama teman-teman dari OSN. Baru deh di tahun kedua, aku ikut seleksinya, dan untungnya bisa lolos dan dipilih jadi ketua. Padahal aku di tim itu paling muda HAHAHA.
Sejauh ini, iGEM nya masih berjalan dan aku banyak stresnya, tapi aku rasa ini pengalaman berharga banget. Semoga proyek iGEM aku lancar sampai akhir agar bisa berangkat ke Paris buat hadirin finals nya, ya~!
Baca Juga: Profil Peserta Clash of Champions (COC) Season 3 Batch 8
Serunya Kuliah di Jurusan Cell & Molecular Biology di CUHK

(Sumber: Instagram Erin)
5. Kenapa sih kamu memilih jurusan Cell & Molecular Biology di CUHK? Apakah ada pengalaman pribadi, ketertarikan khusus, atau alasan lain yang mendorong keputusan kamu itu?
Jawaban:
Waktu itu mentor aku saat pelatihan daerah OSN Biologi belajar jurusan yang sama di University of Toronto. Dia banyak cerita ke kami di situ belajar apa, research-nya ngapain, dan career path-nya gimana. Nah kebetulan, aku memang dari dulu pengen banget jadi researcher di bidang Biologi. Dan dari cerita-cerita dia, aku jadi makin yakin mau ngambil Jurusan Cell & Molecular Biology.
6. Selama kuliah di CUHK, mata kuliah apa yang paling kamu suka dan kenapa? Apakah karena materinya relevan sama kehidupan sehari-hari, atau dosennya inspiratif?
Jawaban:
Dalam major-ku, aku paling suka Molecular Biology Lab karena seru dan beneran bisa praktek. Jadi, nggak cuma teori doang. Kalau di luar major-ku, aku paling suka English Literature yang aku ambil sebagai elective. It’s a nice break dari keseharian aku yang full Biologi dan Kimia, dan aku jadi belajar banyak tentang literature in general.
Walaupun majorku STEM, penting banget belajar subjek soshum juga, agar pengetahuannya tuh lengkap, bisa memandang dunia, dan menjalani hidup dengan perspektif yang holistik. Aku banyak mengambil kelas soshum di sini, dan itu bikin aku lebih bisa appreciate karya. Mau itu buku ataupun artform lainnya, dan develop critical thinking skills aku agar tidak mudah tersetir narasi and form my own opinions.
7. Topik apa di bidang Cell & Molecular Biology yang membuat kamu penasaran untuk kamu pelajari?
Jawaban:
Aku paling suka belajar tentang cara bakteri sintesis dan sortir protein. Sebelum aku masuk kuliah, aku nggak pernah pikirin hal ini. Tapi pas habis belajar ini, aku langsung kagum dan kepikiran, kok bisa ya sistem serumit dan spesifik ini ada dalam bakteri yang itungannya udah sel yang sangat simpel???
8. Menurut kamu, apakah rekayasa DNA, sel, dan semacamnya bisa berguna untuk menemukan obat untuk berbagai penyakit di masa depan?
Jawaban:
Of course!!! Banyak penyakit sekarang yang belum ada obatnya. Mainly karena mekanisme-nya yang merubah sekuens DNA atau menghambat proses dasar translasi DNA ke protein dalam sel. Ini yang membuat penyakit tersebut susah diobati secara penuh, tapi dengan kemajuan teknologi rekayasa biologi, semoga semua penyakit bisa disembuhkan, ya. 🙂
Baca Juga: Profil Nasywaa, Peserta COC Season 3 dari Statistika UI
Tantangan Kuliah di Hong Kong dan Cara Erin Beradaptasi
9. Kuliah di luar negeri pasti penuh tantangan. Menurut kamu, gimana sih cara survive dan beradaptasi dengan lingkungan dan budaya baru di sana?
Jawaban:
Aku orangnya memang fleksibel dan punya toleransi yang tinggi. Jadi, buatku, untuk beradaptasi di lingkungan dan budaya baru di sini bukan masalah sih. Paling ada beberapa misunderstanding aja dengan teman-teman non-Indonesia, tapi itu semua gampang diselesaikan dengan komunikasi yang baik. 😀
10. Apa sih hal yang paling berat saat kuliah di luar negeri? Misalnya, perasaan saat jauh dari keluarga dan teman-teman di Indonesia?
Jawaban:
Jauh dari teman-teman dan keluarga buatku bukan masalah besar karena aku tinggal video call mereka aja. Kalau mau main sama teman juga udah ada banyak game online yang kami bisa main bareng sambil call. Kebetulan, aku orangnya bukan yang harus ketemu muka soalnya (walaupun ketemu muka jauh lebih seru ya), dan teman-temanku juga di Indonesianya jauh semua. So it’s not like I meet them on a daily basis anyway kalau aku lagi di Indonesia.
Tapi, hal terberat itu kalau nggak ada makanan Indonesia sih. Aku suka banget sama makanan di sini. Dan harus diakui, Hong Kong memang makanannya rata-rata ENAK BANGET. Tapi kadang aku kangen aja sama makanan Indonesia, apalagi jajanannya. Di HK ada juga restoran dan stall-stall yang jual makanan Indonesia, but it’s not the same. 🙁
11. Kamu pernah aktif di organisasi tertentu nggak, Erin? (Boleh organisasi kampus atau di luar kampus). Kalau iya, kegiatan apa aja yang kamu ikuti dan apa manfaatnya buat pengembangan diri kamu?
Jawaban:
Aku aktif dalam organisasi alumni OSN Biologi (menadoensis), dan itu membantu aku buat ngejaga pertemanan OSN-ku dulu. Dari situ juga aku bisa nambah teman dari tahun-tahun sebelum dan sesudahku. Di sana, aku banyak belajar berkolaborasi dengan banyak orang, menjalin komunikasi profesional dengan organisasi lain, serta mengembangkan kemampuan mengajar dan public speaking.
Mindset Erin dalam Menghadapi Kegagalan dan Tantangan
12. Erin, kamu kan sempat gagal lolos di OSN 2022, sehingga memutuskan berhenti sejenak dari dunia olimpiade. Apa yang akhirnya membuat kamu berani mencoba lagi di tahun berikutnya?
Jawaban:
Of course dukungan orang tua sangat penting, tapi aku rasa efek lingkungan pertemanan itu jarang disebut sebagai faktor yang berpengaruh juga dalam journey OSN-ku. Teman-temanku adalah alasan aku bisa bangkit lagi dan menjadi aku saat ini.
Di OSN 2022, aku bahkan OSK tidak lolos, padahal aku ngerasa udah belajar keras banget dan usaha besar. Gara-gara itu, aku down banget secara mental dan mutusin untuk step away dulu dari dunia perlombaan.
Tapi karena udah dari SD ikut OSN, aku agak bingung dan sempat hilang arah mau ngapain dengan hidupku di SMA saat itu. Makanya, aku tiba-tiba daftar jadi komentator esports buat turnamen yang diadakan sama PENABUR, sekolahku saat itu.
Aku mikirnya karena OSN aku gagal, aku harus step out of my comfort zone dan mencoba sesuatu yang aku belum pernah coba sebelumnya. Temanku waktu itu semua kaget karena aku biasanya lumayan pendiam dan nggak pede di depan kamera HAHAHAHA
Tapi pengalaman itulah yang bikin aku jadi pengen nyoba OSN lagi sebenarnya. Di situ aku ketemu teman-teman baru yang keren banget dan jago public speaking, hal yang aku selalu merasa nggak bisa. Mereka sabar banget ngajarin aku sampai aku pede dan bisa.
Waktu aku bilang ke mereka aku gagal di OSK, mereka nggak meremehkan dan malah kagum aku bisa ikut OSK in the first place. Dari situ aku baru sadar bahwa aku selama ini tuh terlalu banyak membandingkan diriku dengan orang lain dan nggak pernah sadar aku udah tumbuh sejauh apa dari aku yang dulu.
Aku sadar bahwa sebenarnya, kalau aku gagal OSK dan nggak first try medal kayak teman-temanku yang lain, itu juga nggak papa. Itu nggak berarti aku lebih bodoh dari mereka, dan aku harusnya nggak usah minder tentang itu. Selagi masih ada kesempatan, harusnya aku ambil aja dan coba lagi daripada cuma nyesel-nyesel doang.
Gara-gara itu, aku jadi pede dan mau coba lagi. Walaupun belajar dan perjuangannya mati-matian dan banyak hal yang aku korbankan untuk meraih medal. Tapi di tahun kedua aku ikut OSN SMA, teman-teman yang aku temui di sana dan pengalamannya makes it all worth it.
Jadi, buat teman-teman caster-ku yang baca ini, thank you so much udah bantu aku bangkit lagi waktu itu, even though mungkin kalian nggak tau struggles yang aku hadapi, tapi I’ve learnt a lot from you guys and will forever be grateful for that experience. (Aku belajar banyak dari kalian, dan aku akan selalu bersyukur atas pengalaman itu.)
Buat teman-teman SMA ku yang baca ini, thank you udah selalu mendukung dan bantuin aku kalau ada ketinggalan pelajaran. Maaf ya waktu SMA kita nggak bisa hangout banyak gara-gara aku belajar mulu 🙁 Love you guys lots dan semoga kita bisa hangout more in the future. 🙂
And finally, buat teman-teman OSN ku, orang-orang yang aku tadinya pikir adalah kompetitor. Thank you udah ajarin aku banyak hal dan temenin aku belajar. Aku nggak nyangka banget ternyata kami bisa se-berteman dan se-friendly itu bagi-bagi knowledge. Padahal kami sebenarnya saingan.
Tanpa kalian, nggak mungkin aku bisa sejauh itu dan bahkan dapat medal. You guys already know how much I cherish our friendships, jadi di sini aku hanya akan bilang: healthy competition buat semua orang involved sama-sama maju. Nggak ada untungnya maju sendiri dan terlalu overly kompetitif sampai toxic. Maju bersama pasti lebih berbahagia karena selain maju, kita juga dapat teman seperjuangan yang bisa saling menyemangati supaya bisa maju lebih jauh lagi.

(Sumber: Instagram Erin)
13. Erin, kamu pernah merasa demotivasi untuk belajar nggak? Kalau iya, gimana cara kamu supaya bisa bangkit dari perasaan itu dan kembali lagi termotivasi?
Jawaban:
Sering banget!!! Demotivasi belajar itu super normal, nggak mungkin selama-lamanya dan setiap saat kita bakal semangat belajar. Yang penting itu cara kamu keluar dari state itu. Aku sendiri banyak struggle dalam proses belajar, apalagi hal-hal yang menurutku membosankan dan nggak menarik. Itu bakal susah banget mau mulai belajarnya apalagi kalau harus fokus.
Metode belajar setiap orang juga beda-beda. Jadi cara mengembalikkan motivasinya pun setiap orang pasti beda. Tapi kalau untuk aku, pertama aku akan coba maksain diri dulu untuk mulai belajar. Entah itu buka materinya, bikin docs baru (kalau tugasnya disuruh menulis esai), atau ke perpus dulu biar kesannya kayak ada niatan mau belajar. Kadang gini aja udah cukup buat bikin aku mulai belajar, tapi seringnya gini juga nggak cukup.
Nah, struggle aku dengan mengembalikan motivasi ini cukup unik mungkin ya. Aku bukannya nggak niat belajar, niatan itu sangat ada, dan aku sadar bahwa aku harus belajar saat itu. Tapi secara mental, aku nggak bisa bring myself to start studying/kerjain tugas. Kayak ada mental block-nya gitu, pengen jedotin kepala rasanya.
Tapi, aku coba cari tau penyebabnya. Aku mikir dulu, kenapa aku merasakan mental block? Kalau alasannya lagi capek, ya aku istirahat dulu. Kalau alasannya lagi laper, ya aku makan dulu. Kalau aku nggak ketemu jawabannya, aku merasakan badanku ada yang tegang nggak? Kalau iya, ya aku tenangin dulu fisik aku dan mengamati surroundings, agar subconscious-ku nggak distracted, dan pikiranku nggak kemana-mana. Ini teknik yang diajarin sama therapist-ku di kampus, namanya mindfulness dan menurutku ini ngebantu banget.
Kalau demotivation in general, menurutku itu perlu banyak self-introspection dan mencari tau sebenarnya apa yang kamu mau lakukan dalam hidup. Sebenarnya kamu itu siapa? Kenapa kamu ambil jurusan/life path ini? Apakah kamu yang sekarang sejalan dengan yang menurutmu “the ideal you”? Apakah “the ideal you” bahkan sesuatu yang terbentuk dari keinginanmu sendiri, atau masih sangat terpengaruh dari orang sekitar? Semua pertanyaan ini membantu aku untuk mencari jati diriku. Dan jika jati diri itu udah solid, baru motivasi akan solid juga. Motivasi datang dari diri sendiri. Jadi diri sendiri juga harus stabil agar motivasinya stabil.
Baca Juga: Profil Eran, Peserta COC Season 3 dari PKN STAN
14. Selain yang sudah kamu capai sekarang, ada nggak goal atau achievement lain yang masih kamu kejar ke depannya?
Jawaban:
Aku ingin meraih gold medal di iGEM 2026! Dan kedepannya lagi, aku akan berusaha agar bisa melanjutkan studi masuk PhD dan menjadi researcher biologi yang bisa ada banyak dampak positif bagi dunia. 🙂
15. Kamu pernah pakai produk Ruangguru ya? Boleh dong diceritain, produk atau fitur apa aja yang kamu pakai, dan waktu itu kamu pakai buat persiapan apa? Gimana kesan kamu belajar pakai Ruangguru?
Jawaban:
Ya, aku pernah pakai Roboguru waktu SMA, terutama buat cari jawaban PR dan latihan soal. Menurutku, penjelasannya mudah dipahami, jadi nggak cuma kasih jawaban, tapi juga membantu aku memahami konsepnya. Jawaban yang diberikan juga akurat, sehingga cukup membantu saat belajar mandiri.
16. Apakah kamu punya hobi unik atau kegiatan seru yang jarang orang tahu? Ceritain dong!
Jawaban:
Aku hobi menulis cerita. Itu caraku mengeluarkan emosi dan pikiran, dan kadang juga membantu aku memproses kejadian dalam hidupku. Tapi aku kadang merasa cerita-cerita personalku belum layak untuk di publish hehe.
Perjalanan Erin Menjadi Peserta Clash of Champions Season 3
17. Ceritain dong, gimana awalnya kamu bisa ikutan Clash of Champions Season 3? Apakah kamu daftar sendiri, direkomendasikan orang lain, atau mungkin ditawarkan oleh pihak Ruangguru? Kita pengin tahu cerita di balik layar sampai akhirnya kamu bisa terjun di ajang kompetitif ini!
Jawaban:
Aku diundang dari COC Season 2, tapi waktu itu aku nggak lolos seleksi interview. Nah, di Season 3 aku diundang lagi. Tadinya aku bimbang mau ambil atau nggak karena aku udah ada kerjaan buat summer, tapi abis aku pertimbangkan, jadinya aku daftar aja.
Menurut aku, bisa ikut Clash of Champions itu kayak once in a lifetime opportunity, jadi sayang aja kalau aku at least nggak coba lah. Also berhubung major aku nggak umum dikenal, platform yang aku dapat dari ikut kompetisi ini bisa aku pakai buat memperkenalkan jurusan aku ke orang-orang, dan buktiin bahwa anak Biologi juga bisa bersaing loh, nggak cuma jago hafalan doang. Heheheh
18. Sebelum ikutan Clash of Champions Season 3, ada persiapan khusus gak yang kamu lakuin?
Jawaban:
Nggak ada persiapan yang terlalu khusus, sih. Aku cuma sempat melatih mental math sedikit dan main beberapa game logika supaya otakku lebih terbiasa dengan pola pikir yang mungkin muncul di kompetisi.
19. Kamu kan berhasil lolos pertama di Death Match game Gateway Call, Apa yang akan kamu lakukan di second chance ini? Apakah kamu percaya diri untuk menjadi yang terbaik di COC Season 3?
Jawaban:
I will not throw away my shot. Aku nggak mau lagi main di Deathmatch. Terlalu bikin aku tegang. Walaupun lolos, ikut Deathmatch itu menguras energi banget karena kalau udah dari awal lolos, harusnya aku bisa pakai waktu itu buat istirahat otak, fisik, dan mental. Udah gitu, sainganku semuanya kuat-kuat, dan aku sadar akan kekuranganku sendiri. Tapi aku tetap akan berjuang sebaik mungkin and try to defy the odds. We will put on a great show, so stay tuned!
Baca Juga: Profil Rexx, Alumni AOC yang Siap Bersaing di COC Season 3
20. Di ajang Clash of Champions Season 3, menurut kamu siapa sih lawan terberatmu? Ceritain dong kenapa kamu merasa dia jadi saingan paling menantang buat kamu.
Jawaban:
Mereka semua saingan yang berat, tapi nggak mungkin kalau aku membandingkan performaku ke salah satu dari mereka, karena mereka semua juga punya kelebihan unik masing-masing.
Kalau aku membandingkan diriku dan memilih satu di antara mereka sebagai ‘saingan terberat’, dan mematok performaku ke dia, jadinya aku akan mengejar sesuatu yang unrealistic dan bukan diriku. Jadi aku merasa, jika harus pilih satu, lawan terberatku adalah diriku sendiri.
Aku sadar akan kelebihan dan kekuranganku, dan dalam setiap game, aku hanya memikirkan untuk lebih baik dan mengalahkan diriku di fase sebelumnya. Setiap game yang berlalu, aku selalu mencoba dan bekerja keras untuk menjadi versi diriku yang lebih baik. Tapi, of course ada beberapa orang yang menurutku keren banget dan aku juga pengen bisa sejago mereka, dan aku berusaha keras aja biar bisa mencapai itu, but my own version and my own way.
—
Nah, itulah kisah inspiratif Erin, peserta Clash of Champions Season 3 yang membuktikan bahwa setiap tantangan bisa menjadi kesempatan untuk terus bertumbuh. Erin menunjukkan bahwa kerja keras, keberanian untuk mencoba lagi, dan kemauan untuk terus belajar adalah bekal penting untuk meraih mimpi.
Kira-kira, kejutan apa lagi ya yang akan ditunjukkan Erin di episode-episode berikutnya? Yuk, terus dukung perjalanan Erin dan para Champions lainnya di Clash of Champions Season 3 dengan vote di link ini!
Mau nonton Kemal di tantangan Clash of Champions Season 3 selanjutnya? Jangan lewatkan dengan nonton episode berikutnya hanya di aplikasi dan YouTube Ruangguru! Siap jadi juara di Tahun Ajaran Baru 2026/2027? Yuk, segera klaim diskon spesial beragam paket produk dari Ruangguru.


