Bacaan Niat Wudhu, Tata Cara, Rukun, dan Doa

RG - Fakta Seru - Wudhu - Blog

Sudahkah wudhu yang kamu lakukan sesuai dengan tata cara wudhu yang benar? Yuk, simak penjelasan berikut ini agar wudhu dan ibadah kita semakin sempurna dan diterima oleh Allah SWT.

 

Sebagai umat Muslim, tentunya kamu sudah tidak asing dengan tata cara bersuci dalam agama Islam yang disebut dengan wudhu. Wudhu merupakan ritual penting yang dilakukan oleh umat Muslim sebelum melaksanakan ibadah.

Prosedur wudhu telah ditetapkan secara rinci dalam ajaran agama Islam dan diambil dari ajaran Rasulullah SAW. 

Meskipun kamu melakukannya setiap hari sebelum beribadah, tapi sudahkah kamu tahu bagaimana tata cara wudhu yang benar?

Nah, supaya pemahaman kamu tentang wudhu semakin mendalam, kamu bisa simak artikel tentang wudhu berikut ini, yang meliputi tata cara wudhu, syarat sah, rukun, sunnah, bacaan niat wudhu, doa sesudah wudhu, hingga hal yang membatalkan wudhu.

 

Pengertian Wudhu

Wudhu adalah salah satu cara untuk menghilangkan hadast kecil. Umumnya, berwudhu dilakukan oleh umat Muslim sebelum melaksanakan ibadah karena ketika beribadah, kita diharuskan berada dalam keadaan suci dan bersih. 

Tapi, kita juga boleh lho, berwudhu meskipun tidak hendak melaksanakan ibadah, misalnya berwudhu sebelum tidur, atau berwudhu sebelum mulai belajar. Hal ini inshaAllah akan membuat tidur kita menjadi lebih nyenyak dan membuat kita lebih berkonsentrasi saat belajar karena kita berada dalam keadaan suci, bersih, dan segar.

Wudhu juga menjadi salah satu syarat sah shalat. Dalam situasi normal (bukan rukhsah), seseorang yang melaksanakan shalat tanpa berwudhu maka shalatnya tidak sah karena tidak memenuhi syarat. Adapun dalil yang mendasari perintah wudhu sebelum shalat adalah firman Allah dalam Al-Quran Surat Al-Maidah ayat 6:

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ

 

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki.”

Baca Juga: Tata Cara Sholat Dhuha, Niat, Doa, dan Waktu Pelaksanaannya

Dalil tentang penolakan shalat tanpa bersuci juga tercantum dalam hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, sebagai berikut:

 

لَا يَقْبَلُ اللَّهُ صَلَاةً بِغَيْرِ طَهُورٍ

 

Artinya: “Allah tidak menerima shalat tanpa bersuci,” (HR Muslim).

Selain itu, Imam Bukhari dan Muslim juga meriwayatkan hadits dengan makna serupa, yaitu penolakan shalat tanpa bersuci:

 

لَا يَقْبَلُ اللَّهُ صَلَاةَ أَحَدِكُمْ إذَا أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ

 

Artinya: “Allah tidak menerima shalat salah seorang kamu bila berhadats sampai ia berwudhu,” (HR Bukhari dan Muslim).

 

Syarat Sah Wudhu

Sebelum melaksanakan wudhu, kita wajib mengetahui terlebih dahulu hal-hal yang menjadi syarat sahnya wudhu sesuai dengan hukum Islam. Syarat sah wudhu yakni sebagai berikut:

  1. Islam

  2. Tidak berhadast besar

  3. Menggunakan air yang suci dan menyucikan

  4. Tidak ada yang menghalangi sampainya air ke kulit, seperti getah dan sebagainya yang melekat di atas kulit anggota wudhu

  5. Tamyiz atau dapat membedakan hal-hal yang baik dan hal-hal yang buruk

 

Rukun Wudhu

 

Rukun Wudhu

 

Selain syarat sah, wudhu juga memiliki rukun, yaitu hal-hal yang hukumnya wajib dilakukan saat berwudhu. Rukun wudhu terdiri atas enam, yaitu:

 

1. Niat wudhu

Saat berwudhu, kita wajib berniat untuk wudhu demi menghilangkan hadast. Niat wudhu bisa dikatakan juga sebagai doa sebelum wudhu. Namun, perlu digaris bawahi bahwa pelaksanaan niat wudhu dalam hati dilakukan bersamaan ketika kita membasuh wajah. Adapun bacaan niat wudhu adalah sebagai berikut:

 

نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

 

Bacaan Latin: Nawaitul whuduua liraf’il hadatsil asghari fardal lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil fardhu karena Allah Ta’ala”.

 

2. Membasuh wajah

Menurut Imam Nawawi, batas wajah dalam wudhu secara vertikal adalah antara tempat tumbuhnya rambut hingga dagu bagian bawah. Sedangkan secara horizontal, batas wajah adalah antara telinga kanan dan telinga kiri.

 

3. Membasuh kedua tangan hingga siku

Dalam membasuh tangan, seluruh kulit, kuku, dan rambut mulai ujung jari hingga siku harus terbasuh, termasuk kulit di bawah kuku. Oleh karena itu, kulit yang ada di bawah kuku perlu dijaga kebersihannya agar tidak ada kotoran yang dapat menghalangi air sampai pada kulit.

 

4. Mengusap sebagian kepala

Batasan minimal mengusap sebagian kepala adalah sampainya air ke sebagian kecil kepala atau sehelai rambut yang tumbuh di area kepala. Adapun mengusap rambut yang menjuntai di luar area kepala, misalnya rambut kepala yang menjuntai di wilayah bahu atau punggung, maka itu dianggap tidak sah. Oleh karena itu, saat mengusap kepala, air harus mengenai kulit kepala, bukan hanya di rambut saja.

Baca Juga: Bacaan Niat Sholat Hajat, Doa, Tata Cara & Waktu Pelaksanaannya

 

5. Membasuh kedua kaki hingga mata kaki

Membasuh kedua kaki hingga kedua mata kaki, termasuk seluruh bagian anggota tubuh yang ada pada area tersebut seperti rambut, kuku, dan sebagainya.

 

6. Tertib

Maksud dari tertib di sini adalah melakukan kegiatan wudhu tersebut secara berurutan sebagaimana urutan di atas dan tidak melompat-lompat.

 

Sunnah Wudhu

Jika rukun wudhu merupakan hal-hal yang hukumnya wajib dilakukan saat berwudhu, maka sunnah wudhu adalah hal yang hukumnya sunnah untuk dilakukan saat berwudhu. Sunnah wudhu adalah sebagai berikut:

  1. Bersiwak

  2. Membaca basmalah

  3. Membasuh kedua tangan

  4. Berkumur tiga kali

  5. Menghirup air ke dalam hidung tiga kali

  6. Mendahulukan anggota badan bagian kanan

  7. Menghadap kiblat

  8. Membaca doa setelah wudhu

 

Doa Setelah Wudhu

Berikut adalah bacaan doa selesai wudhu, yang termasuk dalam sunnah wudhu:

 

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنْ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِي مِنْ الْمُتَطَهِّرِينَ. سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

 

Bacaan Latin:

Asyhadu allaa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lahu. Wa asyhadu anna Muhammadan Abduhu wa rasuluhu. Allahummaj alnii minat tabinna waj alnii minal mutathohiirina waj alni min ibadati shalihin.

Artinya:

“Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah semata yang tidak ada sekutu bagi-Nya dan aku pun bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba sekaligus Rasul utusan-Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bersuci. Mahasuci Engkau wahai Tuhan kami dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau. Aku memohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”

 

Urutan dan Tata Cara Wudhu

Berikut ini merupakan urutan wudhu dan tata cara wudhu dengan melibatkan rukun maupun sunnah wudhu yang sudah dijelaskan di atas. Urutan dan tata cara wudhu yang benar, yakni sebagai berikut:

  1. Membaca basmalah

  2. Membasuh kedua telapak tangan sebanyak tiga kali

  3. Berkumur sebanyak tiga kali

  4. Menghirup air ke dalam hidung sebanyak tiga kali

  5. Membaca niat wudhu bersamaan dengan membasuh seluruh bagian wajah sebanyak tiga kali

  6. Membasuh kedua tangan dari ujung jari hingga siku, mulai dari tangan kanan kemudian dilanjut dengan tangan kiri, sebanyak tiga kali

  7. Mengusap kepala sebanyak tiga kali

  8. Membasuh kedua telinga sebanyak tiga kali, dengan diawali telinga kanan lalu telinga kiri

  9. Membasuh kedua kaki hingga mata kaki sebanyak tiga kali, juga dimulai dari kaki kanan kemudian kaki kiri

  10. Membaca doa setelah wudhu

 

Hal-Hal yang Membatalkan Wudhu

Terdapat beberapa hal yang bisa membatalkan wudhu. Apabila wudhu kita batal, maka kita harus berwudhu kembali dari awal. Berikut adalah beberapa hal yang membatalkan wudhu:

  1. Keluar sesuatu dari qubul dan dubur

  2. Hilang akal atau kesadarannya, entah karena tidur, gila, mabuk, atau pingsan

  3. Bersentuhan kulit laki-laki dan perempuan yang keduanya telah baligh, bukan mahram, dan tanpa penghalang

  4. Menyentuh kemaluan

  5. Keluar darah atau nanah yang mengalir dengan banyak, bukan hanya setetes atau dua tetes, seperti darah menstruasi dan nifas

  6. Ragu-ragu saat berwudhu

  7. Makan daging unta

  8. Memandikan mayat

 

Wudhu bertujuan untuk menjaga kesucian dan kebersihan fisik serta spiritual. Kesadaran akan prosedur wudhu yang benar tidak hanya akan menciptakan kebersihan fisik, tetapi juga membantu umat Muslim untuk mencapai kondisi spiritual yang lebih baik, menjalani ibadah dengan hati yang bersih, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Baca Juga: 15 Manfaat Zikir bagi Umat Islam beserta Makna dan Caranya

Demikian penjelasan mengenai tata cara berwudhu, syarat sah, rukun, sunnah, doa wudhu, hingga urutannya yang benar sesuai syariat Islam. Semoga kita senantiasa diberikan kesehatan untuk terus menyempurnakan ibadah kita selama hidup di dunia. Akhir kata, semoga ibadah kita senantiasa diterima oleh Allah SWT aamiin.

Kamu sudah paham, belum? Kalau kamu merasa belum cukup memahami materi hanya dengan membacanya saja, kamu bisa mencari guru privat berkualitas di ruangguru Privat. Yuk, pilih sendiri gurumu!

CTA Ruangguru Privat

 

Referensi:

Cara Wudhu Lengkap dengan Niat, Doa, dan Sunahnya [daring]. Tautan: https://kemenag.go.id/islam/cara-wudhu-lengkap-dengan-niat-doa-dan-sunahnya-tY9ZR diakses pada 14 Februari 2024.

Tata Cara Berwudhu Beserta Niat dan Doanya [daring]. Tautan: https://www.gramedia.com/literasi/tata-cara-berwudhu/ diakses pada 14 Februari 2024.

Tata Cara Wudhu dari Awal Sampai Akhir, Gimana yang Benar? [daring]. Tautan: https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5893050/tata-cara-wudhu-dari-awal-sampai-akhir-gimana-yang-benar diakses pada 14 Februari 2024.

Tata Cara Berwudhu yang Benar Menurut Syariat Islam [daring]. Tautan: https://www.cnbcindonesia.com/syariah/20230912102033-29-471641/tata-cara-berwudhu-yang-benar-menurut-syariat-islam diakses pada 14 Februari 2024

Kenya Swawikanti