Tata Cara Sholat Dhuha, Niat, Doa & Waktu Pelaksanaannya

Bacaan dan Tata Cara Sholat Dhuha

Salah satu sholat sunnah yang dianjurkan untuk dilaksanakan adalah sholat Dhuha. Bagaimana tata cara sholat Dhuha beserta bacaan niat dan doanya? Simak berikut ini!

 

Sholat Dhuha adalah salah satu ibadah sunnah bagi umat Muslim yang memiliki banyak manfaat serta keutamaan. Ibadah sholat Dhuha dilaksanakan pada waktu dhuha (pagi hari), tepatnya ketika matahari mulai naik kurang lebih tujuh hasta sejak terbitnya, hingga menjelang dzuhur.

Pelaksanaan sholat Dhuha juga tidak berbeda jauh dengan pelaksanaan sholat fardhu (wajib) atau sholat-sholat sunnah lain yang umum kita lakukan, ya. Nah, dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap mengenai shalat Dhuha, mulai dari bacaan niat, doa, waktu pelaksanaan, tata cara sholat Dhuha yang benar, hingga keutamaannya.

 

Bacaan Niat Sholat Dhuha

Niat adalah bagian yang paling penting dalam shalat Dhuha. Niat merupakan ungkapan hati yang menyatakan tekad seorang hamba untuk melaksanakan ibadah dengan ikhlas dan sepenuh hati kepada Allah SWT. Niat sholat Dhuha harus dilakukan dengan tulus dan sungguh-sungguh, sesuai dengan keinginan hati yang ingin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Bacaan niat sholat Dhuha sendiri yakni sebagai berikut:

 

اُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

 

Usholli sunnatadh dhuhaa rak’ataini mustaqbilal qiblati ada’an lillahi ta’aalaa.

Artinya: “Saya berniat mengerjakan sholat sunnah Dhuha dua rakaat semata-mata karena Allah ta’ala.”

 

Batas Waktu Pelaksanaan Sholat Dhuha

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, sholat Dhuha dilaksanakan pada waktu dhuha (pagi hari) ketika matahari mulai naik kurang lebih tujuh hasta sejak terbitnya, hingga menjelang dzuhur.

Artinya, bagi umat Muslim yang ingin melaksanakan sholat Dhuha, bisa melakukannya di antara pukul 7 pagi hingga batas waktunya, yaitu saat menjelang dzuhur. Umumnya, sholat Dhuha dilaksanakan pada pukul 8 hingga 10 pagi, untuk menghindari waktu yang terlalu awal atau terlalu mendekati batas akhir waktu sholat Dhuha.

Baca Juga: Bacaan Niat dan Doa Sholat Fardhu disertai Makna dan Keutamaannya

Waktu pelaksanaan sholat dhuha

Waktu pelaksanaan sholat Dhuha. (Sumber: freepik.com)

 

Jumlah Rakaat Sholat Dhuha

Jumlah rakaat sholat Dhuha bisa bervariasi, namun rakaat sholat Dhuha selalu genap. Sholat Dhuha bisa dikerjakan minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat (dengan salam di setiap dua rakaatnya). Jumlah rakaat ini dapat dipilih sesuai dengan kemampuan dan ketersediaan waktu masing-masing individu.

 

Tata Cara Sholat Dhuha

Untuk melaksanakannya, kamu bisa mengikuti tata cara sholat Dhuha sebagai berikut:

tata cara sholat dhuha

Gambar ilustrasi tata cara sholat Dhuha. (Sumber: freepik.com)

 

1. Niat Sholat Dhuha

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bacaan niat sholat Dhuha yakni sebagai berikut:

 

اُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

 

Usholli sunnatadh dhuhaa rak’ataini mustaqbilal qiblati ada’an lillahi ta’aalaa.

Artinya: “Saya berniat mengerjakan sholat sunnah Dhuha dua rakaat semata-mata karena Allah ta’ala.”

 

2. Takbiratul Ihram

Takbiratul ihram dilakukan dengan merapatkan jari-jari tangan dan dihadapkan ke depan, pandangan mata melihat ke arah sujud, kemudian mengangkat kedua tangan dengan ujung jarinya sejajar dengan telinga, seraya mengucapkan takbir sebagai berikut:

 

اللهُ أكْبَرُ

 

Allahu Akbar.

Artinya: “Allah Maha Besar”.

Kemudian, kedua tangan disedekapkan dengan posisi tangan kanan di atas tangan kiri.

 

3. Membaca Doa Iftitah

Doa iftitah yaitu sebagai berikut:

 

للهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا. اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْاَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ. لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

 

Allahu akbaru kabiiraw walhamdu lillahi katsiraw wa subhanallaahi bukrataw wa ashiila, inni wajjahtu wajhiya lilladzi fatharas samaawaati wal ardha haniifam muslimaw wamaa ana minal musyrikin. Inna sholati wa nusuki wa mahyaya wa mamatilillahi rabbil alamin la syarikalahu wabidzaalika umirtu wa anaa minal muslimin.

Artinya: “Allah Maha Besar, Maha sempurna kebesaran-Nya. Segala puji bagi Allah, pujian yang sebanyak-banyaknya dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan petang. Kuhadapkan wajahku kepada Dzat yang telah menciptakan langit dan bumi dengan penuh ketulusan dan kepasrahan dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku semuanya untuk Allah, penguasa alam semesta, tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan demikianlah aku diperintahkan dan aku termasuk orang-orang Islam.”

Baca Juga: Bacaan Niat dan Tata Cara Sholat Tahajud disertai Waktu Pelaksanaannya

 

4. Membaca Surat Al Fatihah

Selanjutnya, dilanjut dengan membaca surat Al-Fatihah sebagai berikut:

 

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm.

Al-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn.

Ar-raḥmānir-raḥīm.

Māliki yaumid-dīn.

Iyyāka na’budu wa iyyāka nasta’īn.

Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm.

Sirāṭallażīna an’amta ‘alaihim gairil-magḍụbi ‘alaihim wa laḍ-ḍāllīn.

Artinya: “Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam, yang maha pengasih, maha penyayang, pemilik hari pembalasan. Hanya kepada engkaulah kami menyembah dan hanya kepada engkaulah kami memohon pertolongan. Tunjukanlah kami jalan yang lurus yaitu jalannya orang-orang yang telah engkau beri nikmat kepadanya, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan yang sesat.”

 

5. Membaca Surat Pendek

Setelah itu, kamu bisa melanjutkan dengan membaca surat pendek. Saat melaksanakan sholat Dhuha, disunnahkan membaca surat Asy-Syams pada rakaat pertama dan membaca surat Ad-Dhuha pada rakaat kedua.

Bagi yang ingin melaksanakan sholat Dhuha empat rakaat, maka pada dua rakaat sholat Dhuha yang selanjutnya, disunnahkan membaca surat Al-Kafirun pada rakaat pertama dan surat Al-Ikhlas pada rakaat kedua.

 

6. Ruku’

Selanjutnya kamu bisa melakukan gerakan ruku’ dengan bacaan sebagai berikut:

 

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ

 

Subhana rabbiyal ‘adhimi wa bihamdihi.

Artinya: “Maha Suci Rabbku yang maha Agung dan Maha Terpuji.”

Bacaan ini diulang sebanyak tiga kali.

 

7. I’tidal

Kemudian, dilanjut gerakan i’tidal yaitu bangun dari rukuk untuk berdiri tegak dengan mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga seraya mengucapkan:

 

سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَه

 

Sami Allahu liman hamidah.

Artinya: “Allah mendengar orang yang memujiNya.”

Kemudian, disambung dengan membaca bacaan I’tidal sebagai berikut:

 

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءُ السَّموَاتِ وَمِلْءُ الاَرْضِ وَمِلْءُ مَا شِئتَ مِنْ شَيْئٍ بَعْدُ

 

Rabbanaa lakal hamdu mil ussamawaati wamil ul ardli wamil u maa syi’ta min syai’in ba’du.

Artinya: “Ya Allah ya Tuhan kami, bagimu segala puji sepenuh langit dan bumi dan sepenuh apa saja yang Engkau kehendaki setelah itu”.

 

8. Sujud Pertama

Setelah itu, dilanjutkan dengan gerakan sujud dengan bacaan:

 

سُبْحَانَ رَبِّيَ الأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

 

Subhaana rabbiyal a’la wa bihamdihi.

Artinya: “Maha Suci Tuhanku yang Maha Tinggi dan segala puji bagi-Nya.”

Bacaan ini diulang sebanyak tiga kali.

 

9. Duduk di Antara Dua Sujud

Setelah sujud, kemudian duduk dan membaca bacaan berikut:

 

رب اغْفِرلي وَارْحَمْنِى واجبرني وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِى وَاهْدِنِى وَعَافِنِى وَاعْفُ عَنِّى

 

Robbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa’aafinii wa’fuannii.

Artinya: “Ya Allah, ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku, cukupkanlah segala kekurangan dan angkatlah derajatku, berilah rizki kepadaku dan berilah aku petunjuk dan berilah kesehatan kepadaku dan berilah ampunan kepadaku.”

 

10. Sujud Kedua

Sujud kedua dilakukan dengan gerakan dan bacaan yang sama dengan sujud pertama.

 

11. Melanjutkan Rakaat Kedua

Setelah itu, dilanjut dengan berdiri kembali untuk melanjutkan ke rakaat kedua. Gerakan dan bacaan pada rakaat kedua sama dengan rakaat pertama. Namun, untuk bacaan surat pendek dibedakan dengan surat pendek yang sudah dibaca pada rakaat pertama.

 

12. Tasyahud Akhir

Setelah sujud kedua pada rakaat kedua, kemudian dilanjut dengan gerakan tasyahud akhir. Bacaan tasyahud akhir adalah sebagai berikut:

Berikut bacaan tasyahud atau tahiyat akhir yang dibaca:

 

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ , أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ , اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

 

Attahiyyaatul mubaarakaatush sholawaatuth thayyibaatu lillaah. Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wabarakaatuh. Assalaaamu’alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish shaalihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar rasuulullah. Allahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammad wa’alaa aali sayyidina Muhammad. Kamaa shallaita ‘alaa sayyidina Ibrahim wa ‘alaa aali sayiidinaa Ibrahim. Wabaarik ‘alaa sayyidina Muhammad wa’alaa aali sayyidina Muhammad. Kamaa baarakta ‘alaa sayyidinaa Ibraahim wa ‘alaa aali sayiidinaa Ibrahim. Fil’aala miina innaka hamiidum majiid.

Artinya: “Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah. Salam, rahmat dan berkah-Nya kupanjatkan kepadamu wahai Nabi (Muhammad). Salam (keselamatan) semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang shaleh-shaleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad Adalah utusan Allah. Ya Allah! Limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad. Sebagaimana pernah Engkau beri rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya. Sebagaimana Engkau memberi berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Di seluruh alam semesta Engkaulah yang terpuji dan Maha mulia.”

Baca Juga: Bacaan Ayat Kursi (Arab, Latin, Artinya), disertai Makna dan Keutamaannya

 

13. Salam

Terakhir, membaca salam yang diikuti dengan menengokkan wajah ke kanan pada saat mengucapkan salam yang pertama dan menengokkan wajah ke kiri pada saat mengucapkan salam yang kedua. Bacaan salam adalah sebagai berikut:

 

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

 

Assalaamu alaikum wa rahmatullah.

Artinya: “Semoga keselamatan dan rahmat Allah limpahkan kepadamu.”

Jika kamu ingin melaksanakan sholat Dhuha 4 rakaat, maka kamu bisa bangkit kembali untuk mengerjakan 2 rakaat selanjutnya sesuai tata cara yang sudah dijelaskan di atas. Begitu seterusnya hingga kamu melaksanakan seluruh rakaat sholat Dhuha yang kamu inginkan.

 

Bacaan Doa Setelah Sholat Dhuha

Setelah selesai melaksanakan sholat Dhuha, kamu bisa membaca doa sholat Dhuha, yakni sebagai berikut:

 

اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

 

Allahumma innad-duhaa’a duhaa’uka wal bahaa’a bahaa’uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal ‘ismata ‘ismatuka. Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa’i fa anzilhu, wa in kaana fil ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu’assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba’iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa’ika wa bahaa’ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita ‘ibaadakash-shalihiin.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuhaMu, keagungan adalah keagunganMu, keindahan adalah keindahanMu, kekuatan adalah kekuatanMu, penjagaan adalah penjagaan-Mu. Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuhaMu, keagunganMu, keindahanMu dan kekuatanMu, berikanlah kepadaku apa yang Engkau berikan kepada hamba-hambamu yang shalih.”

 

Keutamaan Sholat Dhuha

Sholat Dhuha dapat memberikan banyak manfaat spiritual kepada umat Muslim. Berikut sejumlah keutamaan sholat Dhuha beserta penjelasannya:

1. Pahala dan Ampunan dari Allah

Sholat sunnah, termasuk sholat Dhuha, apabila dikerjakan, maka akan mendapatkan pahala dari Allah SWT, namun jika tidak dikerjakan, tidak akan berdosa. Selain itu, dengan mengerjakan sholat Dhuha, kita bisa memohon ampunan kepada Allah atas segala dosa yang telah dikerjakan.

2. Menghilangkan Kesedihan dan Kegelisahan

Sholat Dhuha dapat membantu menghilangkan rasa sedih, cemas, dan kegelisahan. Rasulullah SAW bersabda bahwa sholat Dhuha dapat menghilangkan kesedihan dan kesusahan hati.

3. Menenangkan Hati dan Pikiran

Sholat Dhuha dapat membantu menenangkan hati dan pikiran seseorang. Hal ini karena sholat adalah sarana untuk berkomunikasi dengan Allah dan memperbaiki hubungan dengan-Nya. Saat ingin mengerjakan sholat Dhuha di pagi hari, kamu akan berwudhu terlebih dahulu. Air wudhu ini bisa membuat hati dan pikiran menjadi tenang. Apalagi ditambah gerakan dan bacaan sholat yang kamu lantunkan dengan khusyuk.

4. Memperoleh Rezeki yang Berkah

Rejeki memang sudah ditentukan oleh Allah SWT. Setiap orang, harus berusaha untuk mendapatkan rejeki dengan cara yang halal. Sholat Dhuha, diyakini dapat menjadi usaha untuk menjemput rejeki secara bathin.

Melaksanakan sholat Dhuha dengan penuh keikhlasan, merupakan wujud syukur atas segala nikmat yang Allah beri. Bagi siapapun yang bersyukur, niscaya Allah akan menambahkan nikmatnya.

5. Menyehatkan Badan

Dalam setiap gerakan sholat, terbukti mampu membantu melancarkan peredaran darah. Misalnya gerakan rukuk yang membungkuk, atau gerakan sujud dimana kepala berada lebih rendah daripada badan. Jika kita rutin melaksanakan sholat 5 waktu, ditambah sholat-sholat yang disunnahkan, tubuh akan jadi lebih sehat.

Demikian penjelasan lengkap tentang sholat Dhuha, meliputi bacaan niat, doa, waktu pengerjaan, keutamaan, hingga tata cara pelaksanaannya. Semoga kita sebagai umat Muslim, dapat senantiasa menjadi pribadi yang lebih rajin beribadah kepada Allah SWT dan mendapatkan limpahan rezeki dari-Nya, ya!

CTA ruangbelajar

Referensi:

https://www.gramedia.com/literasi/sholat-dhuha/#B_Tata_Cara_Sholat_Dhuha (Diakses pada 1 November 2023)

https://www.detik.com/hikmah/khazanah/d-6787211/niat-sholat-dhuha-4-rakaat-dilengkapi-tata-cara-dan-doa-setelahnya (Diakses pada 1 November 2023)

https://www.detik.com/sulsel/berita/d-6551660/bacaan-sholat-5-waktu-lengkap-arab-latin-dan-artinya (Diakses pada 1 November 2023)

https://www.liputan6.com/citizen6/read/4586621/tata-cara-sholat-dhuha-dilengkapi-bacaan-niat-dan-doa-serta-manfaat-menakjubkannya (Diakses pada 1 November 2023)

Sumber Gambar:

https://www.freepik.com/free-photo/illuminated-ancient-corridor-leads-modern-spirituality-generated-by-ai_41147209.htm#query=sholat&position=4&from_view=search&track=sph (Diakses pada 1 November 2023)

https://www.freepik.com/free-photo/muslim-men-praying-tashahhud-posture_3297370.htm#query=sholat&position=1&from_view=search&track=sph (Diakses pada 1 November 2023)

https://www.freepik.com/free-photo/sunrise-lake-batur_1204144.htm#query=sunrise&position=0&from_view=search&track=sph (Diakses pada 1 November 2023)

Kenya Swawikanti