Pengertian Kata Sifat, Ciri-Ciri, Jenis & Contohnya

Kali ini, kita akan membahas peran kata sifat untuk struktur bahasa Indonesia ya. Mulai dari pengertian, ciri-ciri, jenis, hingga contohnya.
—
Guys, menurut kamu, orang yang paling rupawan se-dunia itu siapa? Pastinya kamu memiliki jawaban yang berbeda-beda ya. Ada yang menyebutkan nama idola, artis/aktor, atau bahkan diri sendiri. Hehehe 😛
Nah, ada yang tau nggak, kata ‘rupawan’ itu masuk ke dalam kelompok kata apa di dalam bahasa Indonesia?
Kata rupawan masuk ke dalam kelompok kata sifat ya, guys. Kata sifat memberikan deskripsi karakteristik kepada benda, situasi, dan bahkan kepada orang, lho. Jadi, kalau nggak ada kata sifat, bahasa yang kita pergunakan akan kurang hidup dan indah.
Di artikel ini, kita bakal kupas pengertian kata sifat, disertai jenis dan contohnya dalam kalimat. Yuk, simak bersama!
Pengertian Kata Sifat
Kata sifat atau adjektiva adalah kata yang digunakan untuk menggambarkan sifat, kualitas, atau keadaan suatu benda, orang, tempat, maupun peristiwa. Kata ini membantu pembaca atau pendengar mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang sesuatu yang sedang dibicarakan.
Misalnya, kata rupawan, indah, ramah, besar, dingin, dan sebagainya, dapat digunakan untuk menjelaskan karakteristik atau keadaan suatu objek.
Baca Juga: Kumpulan Contoh Kata Kerja Berdasarkan Jenis-Jenisnya
Ciri-Ciri Kata Sifat
Kata sifat sendiri juga memiliki beberapa ciri-ciri nih, guys. Berikut untuk penjelasan lebih jelasnya:
1. Dapat didahului kata penguat (intensifier)
Kata sifat dapat didahului oleh kata penguat untuk menunjukkan tingkat atau intensitas suatu sifat. Beberapa kata penguat yang sering digunakan antara lain sangat, cukup, terlalu, amat, dan sekali.
Misalnya, kata “indah” dapat menjadi “sangat indah” untuk menunjukkan tingkat keindahan yang tinggi. Contoh lain:
- cukup menarik
- terlalu mahal
- amat penting
- cantik sekali
2. Dapat digunakan dalam bentuk perbandingan
Kata sifat juga dapat digunakan untuk membandingkan keadaan antara dua objek atau lebih. Bentuk perbandingan ini dapat menggunakan kata seperti lebih, kurang, dan paling.
Misalnya, kata “lebih tinggi” digunakan ketika “membandingkan tinggi dua objek”. Contoh lainnya:
- lebih tinggi
- lebih menarik
- kurang mahal
- paling cepat
- paling indah
3. Dapat diingkari dengan kata tidak
Salah satu ciri lain dari kata sifat adalah dapat diingkari menggunakan kata tidak. Kata tidak digunakan untuk menunjukkan bahwa suatu sifat atau keadaan tidak dimiliki oleh objek yang sedang dibicarakan.
Misalnya, kata “sulit” dapat menjadi “tidak sulit”, yang berarti sesuatu tersebut tidak memiliki sifat sulit. Contoh lainnya:
- tidak mahal
- tidak dingin
- tidak menarik
—
Kamu mau belajar lebih lanjut atau bertanya PR yang sulit? Tanya lewat AiRIS aja, yuk! AiRIS siap bantu menjawab pertanyaan, menjelaskan konsep, dan memberikan latihan soal kapan saja. Belajar jadi lebih praktis, interaktif, dan sesuai kebutuhanmu. Klik banner di bawah ini untuk mencoba, GRATIS!
Jenis-Jenis Kata Sifat
Selain ciri-ciri di atas, kata sifat juga memiliki beberapa jenis yang bisa dikategorikan berdasarkan makna, fungsi dalam kalimat, dan bentuknya. Simak baik-baik penjelasan di bawah ini supaya kamu lebih mengerti, ya!
A. Kata Sifat Berdasarkan Maknanya (Semantis)
Berdasarkan maknanya, kata sifat dibagi menjadi adjektiva bertaraf dan adjektiva tak bertaraf. Apa ya bedanya?
1. Adjektiva Bertaraf
Adjektiva bertaraf adalah kata sifat yang menunjukkan kualitas atau keadaan yang memiliki tingkatan. Artinya, sifat yang dijelaskan tidak selalu berada pada tingkat yang sama, tetapi bisa menunjukkan kadar yang lebih rendah, lebih tinggi, atau paling tinggi. Misalnya, sifat bersih dapat memiliki tingkatan cukup bersih, sangat bersih, hingga paling bersih.
Baca Juga: Kumpulan Contoh Kata Baku dan Tidak Baku, Apa Bedanya?
Adjektiva bertaraf dapat dibagi lagi menjadi beberapa jenis berikut:
-
Adjektiva Pemberi Sifat
Adjektiva pemberi sifat digunakan untuk menunjukkan kualitas atau karakteristik orang, benda, atau hal tertentu, baik yang dapat diamati secara fisik maupun yang berkaitan dengan kondisi atau karakter.
Contohnya: baik, buruk, indah, bagus, rapi, dan bersih.
Contoh kalimat:
- Kamar itu terlihat bersih dan rapi.
- Pemandangan dari atas bukit sangat indah.
Kata bersih, rapi, dan indah menunjukkan kualitas dari objek yang dibicarakan. Sifat tersebut juga dapat memiliki tingkatan, misalnya cukup bersih, sangat rapi, atau sangat indah.
-
Adjektiva Waktu
Adjektiva waktu digunakan untuk menunjukkan lama atau singkatnya suatu keadaan atau kegiatan berlangsung. Kata sifat ini membantu memberikan gambaran mengenai durasi suatu hal.
Contohnya: lama, singkat, dan sebentar.
Contoh kalimat:
- Kami harus menunggu cukup lama.
- Rapat berlangsung cukup singkat.
- Ia hanya beristirahat sebentar sebelum kembali belajar.
Dalam penggunaannya, kata sifat yang berkaitan dengan waktu dapat menunjukkan tingkat yang berbeda. Misalnya, sangat lama menunjukkan durasi yang lebih panjang, sedangkan cukup singkat menunjukkan durasi yang relatif pendek.
Baca Juga: Konjungsi Temporal: Pengertian, Ciri, Fungsi, Jenis & Contoh
-
Adjektiva Jarak
Adjektiva jarak digunakan untuk menunjukkan tingkat kedekatan atau kejauhan antara suatu objek dengan objek lainnya. Kata sifat ini biasanya digunakan untuk menggambarkan jarak secara relatif.
Contohnya: dekat dan jauh.
Contoh kalimat:
- Sekolahnya cukup dekat dari rumah.
- Rumah nenek cukup jauh dari pusat kota.
-
Adjektiva Ukuran
Adjektiva ukuran digunakan untuk menunjukkan besar-kecilnya atau ukuran suatu benda, tempat, maupun objek lainnya. Kata sifat ini dapat berkaitan dengan panjang, tinggi, luas, berat, dan ukuran fisik lainnya.
Contohnya: besar, kecil, panjang, pendek, tinggi, rendah, luas, sempit, berat, dan ringan.
Contoh kalimat:
- Gedung sekolah itu sangat besar.
- Jalan menuju desa tersebut cukup sempit.
- Tas ini terasa berat ketika dibawa.
Kata sifat ukuran dapat menunjukkan tingkat yang berbeda. Misalnya, kita dapat mengatakan lebih besar, paling tinggi, cukup luas, atau sangat berat untuk menunjukkan perbedaan tingkat suatu ukuran.
-
Adjektiva Cerapan
Adjektiva cerapan adalah kata sifat yang menggambarkan sesuatu yang dapat ditangkap oleh pancaindra. Jadi, jenis kata sifat ini berkaitan dengan apa yang dapat kita lihat, dengar, rasakan, cium, atau sentuh.
Contohnya: manis, pahit, asin, harum, bising, lembut, kasar, panas, dan dingin.
Contoh kalimat:
- Jus mangga ini terasa manis.
- Suara musik dari ruangan sebelah cukup bising.
- Permukaan kain tersebut sangat lembut.
Adjektiva cerapan membuat deskripsi menjadi lebih jelas karena pembaca dapat membayangkan pengalaman indrawi yang dimaksud. Kata-kata tersebut juga dapat menunjukkan tingkat tertentu, seperti sangat manis, cukup panas, atau terlalu bising.
-
Adjektiva Warna
Adjektiva warna digunakan untuk menunjukkan warna atau tampilan suatu benda maupun objek. Kata sifat ini membuat deskripsi menjadi lebih spesifik karena pembaca dapat mengetahui warna objek yang sedang dibicarakan.
Contohnya: merah, biru, hijau, kuning, putih, dan hitam.
Contoh kalimat:
- Rani mengenakan gaun merah ke acara tersebut.
- Langit terlihat biru setelah hujan reda.
- Kucing itu memiliki bulu putih.
Dalam penggunaan tertentu, kata sifat warna juga dapat menunjukkan tingkat atau perpaduan warna, misalnya merah muda, biru tua, atau hijau muda.
Baca Juga: Kumpulan Contoh Kalimat Fakta & Opini beserta Pengertian, Ciri, Perbedaan
-
Adjektiva Sikap Batin
Adjektiva sikap batin digunakan untuk menunjukkan perasaan, emosi, atau kondisi batin seseorang. Kata sifat ini menggambarkan apa yang dirasakan atau dialami seseorang dalam situasi tertentu.
Contohnya: senang, sedih, takut, marah, kecewa, gembira, cemas, dan gelisah.
Contoh kalimat:
- Dita merasa senang setelah menerima kabar tersebut.
- Ia terlihat cemas menjelang pengumuman hasil ujian.
- Mereka sangat gembira saat berhasil memenangkan pertandingan.
Kata sifat sikap batin juga dapat menunjukkan tingkat perasaan. Misalnya, seseorang bisa merasa cukup cemas, sangat sedih, atau sangat gembira.
2. Adjektiva Tak Bertaraf
Berbeda dari adjektiva bertaraf, adjektiva tak bertaraf tidak menunjukkan tingkatan suatu sifat. Melainkan lebih berkaitan dengan keanggotaan atau hubungan suatu objek dalam golongan tertentu.
Contohnya: abadi, fana, atau buntu, tergantung konteks penggunaannya.
—
Sudah sejauh apa kesiapanmu menghadapi ujian Tes Kemampuan Akademik (TKA)? Yuk, ikuti tryout TKA di ruanguji! Kamu juga bisa gunakan hasil analisisnya untuk menyusun strategi belajar berikutnya, loh.
B. Kata Sifat Berdasarkan Fungsi dalam Kalimat (Sintaksis)
Selain berdasarkan maknanya, kata sifat juga dapat dibedakan berdasarkan posisi dan fungsinya dalam kalimat. Dalam kategori ini, pembagiannya mencakup:
1. Adjektifa Predikatif
Adjektiva predikatif adalah kata sifat yang berfungsi sebagai predikat dalam kalimat. Artinya, kata sifat tersebut digunakan untuk menjelaskan keadaan atau sifat subjek.
Contoh:
- Rumah itu besar.
- Adik lelah setelah bermain.
2. Adjektiva Predikatif Inversi
Adjektiva predikatif inversi juga berfungsi sebagai predikat, tetapi posisinya berada di depan subjek.
Contoh:
- Indah pemandangan di pegunungan itu.
- Luas sekali halaman sekolah kami.
3. Adjektiva Atributif
Adjektiva atributif berfungsi sebagai penjelas kata benda (nomina). Biasanya, kata sifat berada di dekat kata benda yang diterangkannya, sehingga memberikan informasi tambahan tentang benda tersebut.
Contoh:
- Saya membeli sepatu baru.
- Mereka tinggal di rumah besar.
C. Kata Sifat Berdasarkan Bentuknya
Berdasarkan bentuknya, kata sifat dapat dibedakan menjadi kata sifat dasar dan kata sifat turunan.
Baca Juga: Contoh Kalimat Simpleks & Kompleks beserta Pengertian, Ciri-Ciri, Jenisnya
1. Kata Sifat Dasar
Kata sifat dasar adalah kata sifat yang belum mengalami proses pembentukan kata, seperti pengimbuhan, pengulangan, atau penggabungan dengan kata lain. Tetapi juga dapat digunakan sebagai kata sifat tanpa perlu mendapatkan tambahan imbuhan tertentu.
Contohnya:
- indah
- tinggi
- baru
- lama
- murah
- banyak
- sedikit
Contoh kalimat:
- Pemandangan dari atas bukit itu sangat indah.
- Harga buku tersebut cukup murah.
2. Kata Sifat Turunan
Kata sifat turunan adalah kata sifat yang mengalami proses pembentukan kata. Terdapat 4 kategori, yakni:
-
Kata Sifat Hasil Pengimbuhan (Afiksasi)
Kata sifat ini terbentuk setelah kata dasar mendapatkan imbuhan tertentu. Misalnya, imbuhan ter- di awal kata, imbuhan -i, -iah, -wi, -if, -is, atau -al di akhir kata, atau imbuhan lainnya.
Contohnya:
- terbaik
- terindah
- manusiawi
- lahiriah
- duniawi
- produktif
- ekonomis
- material
- berawan
Contoh kalimat:
- Ia mendapatkan nilai terbaik dalam lomba tersebut.
- Langit terlihat berawan sejak pagi.
-
Kata Sifat Hasil Pengulangan
Kata sifat ini terbentuk melalui proses pengulangan kata. Salah satu bentuk yang sering dijumpai adalah pola se- + kata sifat + -nya.
Contohnya:
- sebaik-baiknya
- sepandai-pandainya
- seindah-indahnya
- serajin-rajinnya
Contoh kalimat:
- Kerjakan tugas itu sebaik-baiknya.
- Ia berusaha belajar serajin-rajinnya sebelum ujian.
-
Kata Sifat Majemuk
Kata sifat majemuk terbentuk dari gabungan dua kata atau lebih yang menghasilkan suatu makna tertentu. Contohnya dapat berupa gabungan kata yang bersama-sama digunakan untuk menggambarkan sifat atau keadaan tertentu.
Contoh dalam kalimat:
- Ia dikenal sebagai anak yang rendah hati.
- Jalan itu cukup ramah lingkungan untuk pejalan kaki.
-
Kata sifat serapan
Kata sifat serapan adalah kata sifat yang berasal dari bahasa lain, kemudian digunakan sebagai bagian dari kosakata bahasa Indonesia.
Contohnya:
- creative → kreatif
- active → aktif
- productive → produktif
- formal → formal
- objective → objektif
Contoh kalimat:
- Rani adalah siswa yang kreatif dalam membuat karya seni.
- Diskusi berlangsung secara formal.
—
Masih bingung dengan soal yang kamu kerjakan terkait materi ini? Ketik atau upload soalnya di roboguru aja buat dapetin pembahasan yang lebih mudah dipahami!
Contoh Kata Sifat
Nah, setelah kita membahas pengertian, ciri-ciri, dan jenis kata sifat, kamu jadi punya banyak gambaran kan mengenai contoh kata-kata sifat. Etts, tenang, di bawah ini masih ada contoh kata sifat lain yang bisa kamu pahami~
Baca Juga: Kumpulan Contoh Kata-Kata Motivasi Singkat, Inspiratif & Penuh Semangat
- Indah
- Cantik
- Tampan
- Bagus
- Buruk
- Baik
- Ramah
- Sopan
- Jujur
- Rajin
- Malas
- Pintar
- Cerdas
- Bodoh
- Kreatif
- Sabar
- Berani
- Takut
- Tenang
- Gugup
- Bahagia
- Sedih
- Kecewa
- Marah
- Khawatir
- Cemas
- Gembira
- Lelah
- Sehat
- Sakit
- Kuat
- Lemah
- Tinggi
- Rendah
- Besar
- Kecil
- Panjang
- Pendek
- Lebar
- Sempit
- Tebal
- Tipis
- Bulat
- Lonjong
- Tajam
- Tumpul
- Merah
- Hijau
- Manis
- Asin
- Pahit
- Pedas
- Asam
- Gurih
- Hambar
- Harum
- Wangi
- Busuk
- Amis
- Lembut
- Kasar
- Halus
- Keras
- Lunak
- Licin
- Kesat
- Basah
- Kering
- Bersih
- Kotor
- Rapi
- Berantakan
- Dingin
- Panas
- Sejuk
- Hangat
- Terang
- Gelap
- Bising
- Sunyi
- Ramai
- Sepi
- Dekat
- Jauh
- Cepat
- Lambat
- Luas
- Berat
- Ringan
- Mahal
- Murah
- Baru
- Lama
- Muda
- Tua
- Mudah
- Sulit
- Sederhana
- Kompleks
- Nyaman
Selesai deh materi tentang kata sifat dan seluk beluknya. Dengan memahami materi ini, kamu dapat menggunakannya dengan lebih efektif dan kreatif untuk membuat cerita.
Nah, kalau kamu mau belajar materi bahasa Indonesia lainnya, kamu bisa nih belajar bersama Tutor Privat yang berkompeten dari Ruangguru Privat. Yuk, klik banner di bawah ini buat cari guru favoritmu!
Referensi:
https://kumparan.com/kabar-harian/460-contoh-kata-sifat-dalam-bahasa-indonesia-22Dck1Y14yV (Diakses pada 31 Mei 2024)
https://www.cnnindonesia.com/edukasi/20230818113645-569-987520/pengertian-ciri-dan-contoh-kata-sifat-dalam-bahasa-indonesia (Diakses pada 31 Mei 2024)
https://www.altaglobalschool.com/blog/contoh-kata-sifat (Diakses pada 24 September 2026)
Artikel ini telah disadur oleh Hani Ammariah.





